Kuterima kiriman dari mertua berupa tempe yg hampir lewat waktu. Padahal
pada saat dikirim bentuknya masih kedelai rebus plus ragi. Meskipun cuma
perlu waktu sehari untuk sampai ke rumahku keadaannya ya harus segera
diselamatkan. Mungkin karena cara packing yang salah atau kepanasan dalam
perjalanan. Untung saja masih belum merubah aroma.

Tadi malam kupikirkan cara paling sederhana untuk mengolahnya. Datanglah ide
untuk menggorengnya dan meramunya dengan sambal bawang extra pedas. Cukup
dengan menyiapkan cobek + ulegnya, cabe rawit gila 6 lonjor, garam
secukupnya, bawang putih dua siung. Semua diuleg bareng. Pada bagian akhir
ditambahkan sekerat kecil kencur untuk memperkaya aroma.....hmmmmm.

Selesai sambal dibuat, tempe yang masih mongah - mongah tadi diuleg sekalian
sampai bentuknya seperti umpan pancing dan kedelainya terbelah jadi dua.
Kusiapkan piring dengan nasi putih yang masih kemebul baru dikeluarkan
secara paksa dari mejik jar......aroma pandan menyebar. Tangan bergerak
untuk menyingkirkan daun pandan yg sengaja memang diikutkan.

Kupersiapkan diriku dengan menyantapnya sambil lesehan, ditemani dengan
segelas air putih berembun didinding gelasnya. Nikmatnya lagi.....makan
sambil buka baju....kemringet cah....

Tak apalah kedelainya impor.....yang penting sudah kuimbangi dengan cara
makan kampungku.
Alhamdulillah, kurasakan lagi nikmat rezeki dari Nya.

salam,

--
Hendro Cahyono
PT. Indospec Asia
QHSE
Jl. Panglima Polim XIV No. 9
Kebayoran Baru, Jakarta - Selatan 12160
Phone : +62-21 726 4611 (hunting)
Fax : +62-21 722 7377
Mobile : 0812 841 8958
web : www.indospec.co.id
email : [EMAIL PROTECTED]
or [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke