gw bukan mempermasalahin pengakuannya neehhh....

just mo tanya aza, pak maz bro.....
penulisan "sedeng sedengnya", bacanya pake logat mana neeh..?
logat wonk seberang: bisa berarti, gilanya gi kumat!
logat betawi: ibarat buah bisa berarti, muda tidak, tua juga belom!
:P



On 06/06/07, hendro cahyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

--CUT--
Tapi eiit nanti dulu....!

Kalau saya boleh mengaku dosa, sebetulnya saya sedang terkesima
sihir melihat pabrik makanan cair alami yang tetap mengucurkan
produksinya dengan deras sampai menimbulkan basah di pakaian. Mohon
seribu maaf kita bercerita moral mahasiswa dengan segala alat
reproduksi sedang "sedeng sedengnya" sehingga kesan sesaat tetap
menimbulkan reaksi dahsyat.

Keadaan tidak berlangsung lama. Tiba-tiba ibu terbangun geragapan
dan bayi saya serahkan kembali. Di Jatinegara kita kan berpisah,
kata Ismail Marjuki. Di Kebumen keluarga ini turun.

Sebelum berpisah sang bapak yang mengatakan saya seperti "orang
Bali, karena baik" sekali lagi mengucapkan terimakasih dan bersyukur
bayinya tidak sampai mencium lantai kereta.

Dalam hati saya, "disitu" bersyukur, keringat dingin saya mengucur.


salam,

--
Hendro Cahyono
PT. Indospec Asia
QHSE
Jl. Panglima Polim XIV No. 9
Kebayoran Baru, Jakarta - Selatan 12160
Phone : +62-21 726 4611 (hunting)
Fax : +62-21 722 7377
Mobile : 0812 841 8958
web : www.indospec.co.id
email : [EMAIL PROTECTED]
or [EMAIL PROTECTED]
__._,_.

Kirim email ke