Sabtu, 14 Juli 2007
EDITORIAL
Derajat Bangsa di Jalan Raya



TINGKAT kemajuan suatu bangsa dengan gampang dilihat pada keamanan dan
kenyamanan di jalan raya. Semakin buruk keamanan dan kenyamanan di jalan
raya, semakin rendah pula derajat kemajuan bangsa itu.

Jalan raya adalah ruang publik yang diurus negara. Oleh karena itu, buruknya
keamanan dan kenyamanan di jalan raya juga menunjukkan beres tidaknya negara
mengurus warganya.

Faktanya adalah kecelakaan di jalan raya untuk semua jenis kendaraan terus
meningkat. Terlebih lagi kecelakaan sepeda motor. Akibatnya, jumlah anak
bangsa yang mati sia-sia di jalan raya juga membengkak.

Tingkat kecelakaan dan kematian di jalan raya itu bahkan tergolong tertinggi
di dunia. Sebuah kenyataan yang tidak saja menyedihkan, tetapi juga
memalukan.

Di balik semua fakta yang menyedihkan dan memalukan itu bersemayam banyak
perkara besar yang perlu dibereskan negara. Misalnya, standar kompetensi
pengemudi. Selama izin mengemudi bisa dibeli, selama itu pula kecelakaan dan
kematian di jalan raya akan terus meningkat.

Pelanggaran peraturan lalu lintas tidak mendapat hukuman yang setimpal
dengan kesalahan, bahkan juga dapat diselesaikan dengan uang. Bagaimana
hukum diperlakukan sebagai komoditas dan bagaimana kewenangan polisi
dinegosiasikan dapat dilihat dengan telanjang di jalan raya. Buruknya
penegakan hukum di jalan raya adalah juga cermin buruknya penegakan hukum
secara keseluruhan di negeri ini.

Ketidaklayakan kendaraan juga merupakan faktor yang menyebabkan tingginya
kecelakaan dan kematian. Banyak kendaraan umum yang tidak memenuhi standar
keamanan dan keselamatan terus dibiarkan beroperasi menyebabkan harga nyawa
manusia di negeri ini sangat murah, bahkan tiada harganya.

Oleh karena itu, rencana pemerintah mengaudit semua operator bus angkutan
umum mestinya segera dilaksanakan. Jangan cuma pernyataan kosong yang
dilontarkan untuk menenangkan publik setelah terjadi berbagai kecelakaan
angkutan umum.

Janji Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal akan memberikan sanksi yang
berat terhadap petugas Dinas Perhubungan yang menyalahi kewenangan dalam
pemberian keterangan uji kelayakan atau kir jelas lebih gampang diomongkan
daripada dilaksanakan. Sebab, itu hanya terjadi jika Departemen Perhubungan
telah berhasil melakukan reformasi birokrasi.

Banyaknya kendaraan yang tidak layak jalan bukan hanya terjadi pada
kendaraan umum, melainkan juga kendaraan pribadi. Sesungguhnya banyak mobil
yang dibuat dengan mengorbankan faktor keamanan semata agar harga mobil
terjangkau.

Keamanan dan keselamatan di jalan raya juga berkaitan dengan kultur merawat.
Kisah mobil rem blong bukan dominasi kendaraan umum, melainkan juga mobil
pribadi.

Akhirnya, keamanan dan kenyamanan di jalan raya berkaitan pula dengan tertib
dan disiplin sosial. Di antaranya, kesabaran sosial untuk tidak saling
mendahului di jalan raya dengan kecepatan tinggi seperti di arena balap.

Nyatalah bahwa meningkatkan keamanan dan keselamatan di jalan raya
memerlukan energi yang sangat besar secara nasional. Berhasil membereskan
jalan raya sebagai ruang publik menjadi ruang yang beradab, yang aman dan
nyaman, adalah sama dengan membereskan negara, sama dengan mengangkat
derajat bangsa.

Dari kacamata itu, pesimisme yang tidak enak harus disampaikan, yaitu masih
panjang jalan menjadikan jalan raya sebagai ruang publik yang sayang nyawa
manusia dan karena itu mencerminkan bangsa yang terhormat.

Ref: http://www.media-indonesia.com/editorial.asp?id=2007071323403806


On 24/07/07, Den Dayat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--CUT--
4. sering melalui jalanan yang terjal. kondisi jalan sekarang sangat
mempengaruhi umur bearing. bekasi yang sangat parah kondisi jalannya,
sangat mendukung cepatnya kerusaka bearing, shockbreaker, casis, komstir
dan bodi makin berisik aja.....

betul sekali, saya memang sring melewati jalan yg rusak...
gimana PakDe... ada masukan engga buat DPU atau instansi terkait, buat
ngebenerin jalan di daerah Bekasi.... hehehehehe...

--> NO COMMENT! lebih baik baca artikel diatas.... ;)

Kirim email ke