berhubung tidak semua warga milis menggunakan fasilitas ini
u/ meminta maaf terlebih dahulu kepada bro/sist di milis ini,
mudah2an Allah SWT yg bersifat Maha Pengampun & Penyayang,
tidak mengabaikan puasa para milisers yg beragama islam, amien... :)

anyway..busway..subway...monorel.... ;)
tanpa harus menunggu permintaan maaf dari bro/sist yang lain,
baik yg ada kesalahan maupun tidak, sengaja atau tidak, besar maupun kecil.

merupakan amalan yg sangat mulia....
seandainya bisa memaafkan para brothersnya, tanpa harus diminta.
baik yg ada salah maupun tidak, sengaja atau tidak, besar maupun kecil.

sehubungan dengan hal tersebut diatas,
gw mewakili para milisers & keluarganya yg belum menggunakan fasilitas ini,
baik yang diminta maupun tidak, dengan ini mengucapkan:
*Mohon maaf lahir dan bathin....
Mohon di bukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya apabila ada perkataan,
tulisan, perbuatan dan niatan yang kurang berkenan di hati sahabat semua...
*(maaf bro beni, pinjem kata2nya! :D)


salam,
krisdenis & keluarga


ps: ada artikel menarik neehhh.... :)
<cp>
*Sikap Memaafkan dan Manfaatnya bagi Kesehatan*


Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur'an adalah sikap
memaafkan:

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan
pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur'an, 7:199)

Dalam ayat lain Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan
berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah
Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)

Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit
memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun
yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa
memaafkan adalah lebih baik:

... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka
sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)

Juga dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang
terpuji. "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian
itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43) Berlandaskan hal
tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih
dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an, "...menahan
amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali 'Imraan, 3:134)

Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang
meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari
keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana
kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah,
detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya
tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan
terkena serangan jantung.

Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari
mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak
orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti
mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan
marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu.
Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena
mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan
mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu,
orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan
orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan
besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja.
Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut
kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka
berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.

Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka
yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang
yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah
memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa
orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah
namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan
penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung
akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah
berkurang pada orang-orang ini.
Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan
sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang

Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic
Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi
kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf
memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan
percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan
stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak
ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan
mengatakan bahwa:

Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan
adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam
tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu,
Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan
semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh
dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.

Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing
Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan
September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau
suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak
keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut
juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan
itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan
hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan
pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin
menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan
kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.

Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan
pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain,
meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak
terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan
membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun
batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu
lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa
sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara
ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur'an, adalah satu saja dari
banyak sumber kearifan yang dikandungnya.
<eocp>
Sumber: http://www.harunyahya.com/indo/artikel/094.htm


*On 06/09/2007, beni utomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Wa'alaikum salam Wr. Wb...

Iya Nih melalui media ini juga Saya beserta keluarga ingin mengucapkan :

"Mohon maaf lahir dan bathin....Mohon di bukain pintu maaf yang
sebesar-besarnya apabila ada perkataan, perbuatan dan niatan yang kurang
berkenan di hati sahabat semua...
dan semoga di bulan yang penuh Rahmat & Ampunan ini kita makin diberi berkah
oleh Allah SWT. Amiin."

Cobalah kita renungkan :
Do'a Malaikat jibril Menjelang Ramadhan " "Ya Allah tolong abaikan puasa
ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan
hal-hal yang berikut: * Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua
orang tuanya (jika masih ada); * Tidak berma'afan terlebih dahulu antara
suami istri; * Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang
sekitarnya. Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapat kita
bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah
Rasullullah dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jum'at.

MARHABAN YA ROMADHON

*

Kirim email ke