mohon diambil hikmahnya! :)
Posted by: "Ivanna Huang" [EMAIL PROTECTED] ivan3677 Tue Sep 25, 2007 1:15 am (PST) Tahun 1916 jaman VOC di Jl. Pasar Pagi Jakarta, ada seorang Hakka yang menjadi tukang ojek sepeda. Satu pagi yang mendung, seorang Konghu (Cantonese) datang menghampiri tukang ojek itu dan ingin naik ojek Hakka itu. Setelah harga setuju, maka diboncenglah si Konghu di belakang sepedanya. Konghu ini memakai sandal bakiak, yang terbuat dari kayu. Bakiak adalah sandal yang populer di jaman dulu. Dalam perjalanan yang berbatu itu, bakiak si Konghu terlepas sebelah. Konghu pun berteriak sambil mencengkeram lengan tukang ojek Hakka ini, "Khiak tit....khiak tit..", kata si Konghu. Dalam bahasa Konghu, khiak tit = bakiak jatuh. Setelah mendengar Konghu berteriak "khiak tit", si Hakka pun memacu sepedanya lebih cepat lagi, dan makin kebut. Sementara si Konghu terus berteriak tanpa stop-stop di belakang sadelnya, "Khiak tit, khiak tit.....!" Saking kebutnya sampai terengah-engah, si Hakka pun memberhentikan sepedanya dan berkata, "Tuan, mohon sabar sebentar. Saya sudah kebut ga karu-karuan, tapi Anda masih menyuruh saya kebut lagi." Dalam bahasa Hakka, khiak tit = kebut sedikit. Ivanna
