jalanan makin macet
waktu tempuh makin panjang dan lamaaa... itulah coki-co..... ups...

apa karena banyaknya kendaraan sekarang?
apa karena sempitnya jalan sekarang
apa karena kebetulan jalan dan keluar rumahnya pada barengan
de el el

ambil salah satu deh ah...
kayanya kita punya pimpinan di jakarta ini pinter banget...
pinter bikin macet dengan ide-ide briliant bersama anakbuahnya....
pinter bikin income pemerintah dengan membeli sebuah resiko...
pinter - pinter yang lain yang antara manfaat baik dan manfaat buruknya
hampir berimbang....

apa jadinya kalo jadi presiden kelak...???
apa jadinya rakyat ini dibawah kepintaran kebijakannya?
apa jadinya????

apa mungkin bus transblablabla akan membuat jalur trans jawa??? yang punya
lajur khusus dengan memotong jatah pengguna jalan?
tanpa mikirin penambahan lebar jalan? yang akhirnya ga mau rugi bayar
pembebasan tanahnya?
hebatnya pulisi yang berpuisi lewat sempritannya hanya bisa berdeklamasi
dengan peluit buluknya...
tren menembak sana sini dan kepalanya sendiri....
mengayun tangan tanpa jelas maksudnya. lha wong macet kok ngayun2 tangan
agar jalan dipercepat???
opo tumon???
apa supaya kendaraan lebih merapat seperti syarat syahnya sholat yang harus
rapat shof-nya????
coba jalannya lebar.... paling mereka hanya bisa tersenyum saja....

jangan samakan kota ini dengan kota tetangga sebelah....
kota ini dipenuhi orang goblok dan tolol yang hanya mampu bersuara tanpa
mampu bertindak.....
yang penuh penjilat dungu....
penuh jongos penguasa.......
maap kalo dianggap kasar, tapi ga ada kata yang lebih manis deh kayanya....

lain dengan kota negara sebelah yang orangnya mampu diatur dengan baik dan
distrategikan matang tanpa merugikan pihak rakyat...
sehingga dengan tenaga dan otak pas-pasan namun kompak dan disiplin, mampu
membangun dengan cepat dan dahsyatnya...
tak heran orang kita dipukuli hingga meradang....
karena terkenalnya kita diluar adalah rakyat bodoh......

pinter secara pribadi namun payah dikala harus bersatu.....
mudah dikibuli dengan segenggam recehan....
payah-payah......

salam,
jakarta 02 Oktober 2007

-- 
hendro
0812 841 8958
[EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke