Tak Terkena Sindrom Liburan Ruli paling senang kalau masuk ke kantor lagi setelah cuti atau libur panjang. Mengapa? Karena dia bisa segera menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda. Setiap kali menjelang libur panjang, Ruli selalu bekerja lembur. Dia ingin menyelesaikan pekerjaan sebanyak mungkin, supaya kalau nanti masuk kembali, pekerjaan yang tertunda dan pekerjaan lain tidak menumpuk setinggi gunung.
Sebelum Lebaran tiba, Ruli lembur tiap hari. Dia juga selalu datang paling pagi. Sebagai sales administrator, Ruli memang harus mendata penjualan harian dari seluruh cabang di Indonesia, kemudian membuat laporan penjualan harian, laporan penjualan mingguan, laporan masalah yang dihadapi cabang, dan masih banyak lagi. Semua laporan tersebut dibuat untuk manajer penjualan dan direksi. Laporan penjualan harian harus diserahkan tiap sore. Belum lagi mendata pengiriman dan menyampaikan jadwal pengiriman barang ke bagian gudang agar bisa dikirim ke cabang sesuai kebutuhan. Selain itu semua pekerjaan administrasi para tenaga penjualan juga harus dilaporkan tiap hari, misalnya permohonan biaya promosi, cuti, dan lain-lain. Semua laporan dari cabang itu akan laporkan ke Manajer Penjualan. Setelah mendapat persetujuan barulah Ruli harus meneruskannya ke bagian lain yang bersangkutan, misalnya bagian keuangan, bagian sumber daya manusia, dan lain-lain. Anna, manajernya, sering memperhatikan Ruli. Apa yang membuatnya demikian rajin? Dari dulu tidak pernah ada sales administrator yang bisa tahan bekerja lebih dari tiga bulan. Semua tidak betah bekerja lama karena mereka merasa pekerjaan terlalu berat. Bahkan ada yang keluar ketika baru bekerja seminggu. Tapi Ruli sudah tujuh bulan bekerja dan dia kelihatan sangat menikmati pekerjaannya. Bukannya tidak pernah mengeluh. Pernah sih, misalnya:"Sebentar lagi selesai Bu. Maaf agak lama, soalnya pekerjaan saya banyak sekali Bu." Tapi hanya sebatas itu. Dia tidak pernah malas atau berkeluh kesah. Kemarin, belum banyak karyawan yang masuk kerja seusai libur Lebaran. Tapi Ruli sudah masuk bekerja. Anna sampai heran melihat kerajinan Ruli. Di hari pertama masuk kerja setelah libur panjang, biasanya belum ada orang yang langsung aktif. Langsung bekerja Sebagian masih merapi-rapikan ruangan atau membereskan meja kerja dan dokumen-dokumen lainnya. Tapi Ruli lain, sesudah menyalami semua orang sambil bermaaf-maafan, Ruli langsung bekerja. Anna mendekati Ruli. Dia ingin tahu apa yang dikerjakannya. Laporan dari cabang kan belum ada yang masuk? Sibuk apa sih? Ternyata Ruli sedang membuat formulir isian baru untuk dipakai oleh seluruh cabang dalam membuat semua laporan. Selama ini memang tiap cabang membuat laporan dengan formulir buatan mereka sendiri, sehingga semua laporan tidak ada yang seragam. Ada sih beberapa formulir isian yang lama, tapi hanya sedikit yang mau memakainya karena proses pengisiannya terlalu berbelit-belit sehingga menyulitkan. Ketika ditanya apa yang sedang dilakukannya, Ruli menjawab:"Saya membuat formulir laporan yang lebih mudah diisi tapi lengkap Bu. Soalnya semua laporan tidak ada yang seragam. Hari ini kan saya belum banyak pekerjaan, jadi saya mau menyelesaikan hari ini. Nanti setelah selesai, saya tunjukkan ke Ibu Anna, mungkin Ibu bisa memberikan masukan. Kalau sudah saya perbaiki, besok pagi bisa langsung saya serahkan ke tiap divisi lain untuk sosialisasi. Senin bisa langsung dikirim ke semua cabang Bu. Mulai Selasa mereka sudah bisa menggunakannya." Anna hanya bisa mengangguk-angguk. Ruli ini memang luar biasa. Selama ini tiap orang yang pernah menjabat jabatan Ruli tidak ada yang berpikir untuk mencari solusi. Mereka hanya mengeluh terus. Yang laporan cabang sering terlambat lah, yang laporan tidak seragam lah, dan lain sebagainya. Karena tidak ada solusi, maka mereka semua tidak tahan dan akhirnya mengundurkan diri. Aduuuuuh! Ruli berkata lagi:"Besok kan masih belum banyak pekerjaan Bu, besok saya akan mencari cara agar laporan dari cabang tidak terlambat lagi." "Bagaimana caranya?" tanya Anna. "Mungkin saya kirimkan email internal tiap siang untuk mengingatkan mereka, mungkin juga saya email lagi formulir isiannya. Entahlah bu, saya belum pasti. Tapi saya pasti akan mencari jalan keluar terbaik. Soalnya kalau tidak, saya juga yang nanti ikut repot bu." embali Anna hanya bisa mengangguk-angguk. Ruli benar-benar bisa memanfaatkan waktu kerjanya. Tidak menunggu disuruh! Kalau menghadapi masalah tidak mengeluh, tapi mencari solusi sendiri. Ah, kalau saja semua anak buahnya seperti Ruli...! Ruli sendiri memang senang sekali dengan pekerjaannya. Dia bisa belajar banyak sekali dalam pekerjaannya. Dia bisa berkomunikasi dengan semua kepala cabang dan kepala divisi, bahkan dia memiliki akses langsung ke direksi. Dia jadi bisa menganalisa, salesman mana yang paling berhasil, dan yang tidak serta mengapa demikian. Dia selalu mencoba mempelajari segala sesuatu dan selalu ingin mencari solusi bagi semua permasalahan. Saat semua orang masih melakukan pemanasan untuk kembali bekerja seusai liburan, Ruli sudah memiliki rencana-rencana besar yang membuatnya bersemangat dan langsung bisa aktif kembali. Bagaimana dengan kita? Start today! Find solution! Sumber: Tak Terkena Sindrom Liburan oleh Lisa Nuryanti salam -- hendro 0812 841 8958 http://ryolix.multiply.com/ [EMAIL PROTECTED]
