(sebuah renungan , maaf jika ada yang merasa terganggu )

Salah seorang teman menceritakan pengalamannya sewaktu mengerjakan sholat
siang hari di rumahnya. Pada mulanya sholat berjalan adem ayem aman sentosa.
Sampai akhirnya ada seekor ayam menerobos kamarnya dan bertengger di dekat
makan siangnya yang rencananya mau disantap selepas sholat. Sholat yang
tadinya dirasakan penuh hikmat kebijaksanaan, mulai berubah menjadi degup
kekhawatiran.

Terjadi dilema ala buah simalakama. Pilihan antara mbatalin sholat buat
ngusir ayam, atau sholat tetep diteruskan dengan resiko makan siangnya
diembat dan dithotholi sang pithik. Akhirnya terbersit ide cemerlang
melintas di benaknya. Jian, ngawur tenan.. sholat kok nyari ide. Apa itu
idenya? Malah ono konco nyaranke nek kuncine ketlisut po ilang dikongkon
sholat engko rak ketemu jare ... wah iki tambah ngawur yo.

Saat rukuk, bacaan takbir biasa-biasa saja. Namun saat bangkit dari rukuk,
bacaannya dibaca dengan kenceng dan sedikit membentak…. "Sssshhaaa….
mi'allohu liman hamidah..!!" Tak lupa kedua tangannya diangkat ke atas
dengan lambaian tangan ala sabetannya Ki Dalang Oye Manteb Sudarsono. Kontan
saja si ayam kaget dan terbirit-birit lari sambil pethok-pethok. Si ayam
minggat, dan teman sejawat tadi tetap bisa sholat. Tapi apakah khusyu' ??
Embuh!! Yang jelas kita jadi ngakak dengar cerita yang diragukan
kebenarannya itu…

Lain lagi dengan rekan di Malang. Pemuja Gus Dur ini anak emasnya pak Kyai
satu Pondok di Jawa Timur. Gaya sholatnya agak beda dari kebanyakan orang.
Kalo lagi sholat cepetnya minta ampun. Tak hanya kilat, bahkan kilat khusus.
Kita suka nanya, "Kok cepet temen rek kon olehe solat..??"
Dia jawab singkat, "Halah, malaikate wis apal… ha wong podho wingi..  "
…Wooo.. njaluk dijantur lambene…

Memang kelihatannya banyak orang yang mulai melupakan kekhusyukan dalam
sholat. Mau menjalani saja sudah syukur. Karena banyak juga yang gak mau
menjalani dan meninggalkan sholat dengan alasan nyembah Allah itu banyak
caranya, gak harus dengan sholat. Padahal yang ngomong itu muslim juga. Gak
nyadar bahwa seorang yang menyembah Allah dengan cara yang dia karang
sendiri itu sebenarnya dia sedang menyembah dirinya sendiri.

Imam Ghazali memberikan beberapa kiat agar sholat kita bisa khusyu'. Salah
satunya adalah persiapan hati. Beberapa saat menjelang sholat, siapkan hati.
Hadapkan hati pada Allah, dan kosongkan dari segala kesibukan yang
melalaikan. Ini point paling penting. Coba simak lafadz adzan! Kalimat
pertama adalah "ALLAHU AKBAR". Artinya Allah Maha Besar. Maka saat itu, yang
lain haruslah dianggap kecil. Segala sesuatu selain Allah adalah kecil, maka
hanya Allah yang Maha Besar. Segala kesibukan apapun adalah kecil, yang
Besar hanyalah Allah.

Dari sisi dzohir Imam Ghazali menyarankan agar saat sholat hendaknya
dijauhkan dari pandangan yang mengganggu. Misalnya kain buat sholat, tempat
sujud, baju, seyogyanya dihindarkan dari warna-warni gambar dan tulisan yang
mengganggu. Ini susah. Lha sajadah mesjid saja diorek-orek dengan gambar
yang macem-macem. Bahkan mesjidnya tak luput dari orek-orekan warna-warni
dengan alasan seni. Belum lagi saat sholat jamaah, ada jamaah sholat yang
memakai kaos bergambar dan bertulisan di punggungnya. Kita pernah sholat di
belakang Abege yang pake kaos Dagadu, yang punggungnya ditulisi. Sialnya,
isi tulisannya adalah kumpulan pisuhan Aseli Djogdja. Dari sejak "dengkulmu
mlotrok" sampai "cangkemmu suwek" ada semua. Walah, sholat sinambi
misuh-misuh ki…

Hal lain yang perlu dijaga adalah suara. Maka di saat ada orang sedang
sholat, jangan mengangkat suara tinggi-tinggi. Mbikin bising, ribut-ribut
atau gaduh. Herannya malah ada sebagian ibu-ibu ngrumpi di masjid di saat
orang sedang sholat trus ditegur, malah njawab dengan kethus, "Eh situ kalo
mau sholat ya sholat aja. Jangan dengerin kita-kita. Wong situnya yang gak
khusyu kok kitanya disalahin!" Dasar lambe sumur, asal nyobrot ya gitu itu.

Kiat yang lain adalah memahami makna dari bacaan doa dan surat-surat yang
dibaca. Ini membutuhkan pembelajaran. Agar diri kita tidak umak-umik,
jopa-japu, hewes-hewes tapi gak paham maksudnya. Makanya yang namanya
belajar itu seumur idup. Dikasih umur sewidak rolas, tapi al patekah gak
mudeng maknane. Wah, muspro umure… gek wingi-wingi dho ngopo?? Kecuali
memang baru mertobat dari mbegajul. Allah Maha Pemaap.

Yang jelas sholat khusyu itu perlu latihan terus. Bahkan latihan seumur
hidup. Sambil terus berdoa, semoga diberi kekhusyu'an oleh Allah. Karena
yang menguasai hati kita adalah Allah. Yang mbolak-mbalik hati kita juga
Allah.

salam

-- 
hendro
0812 841 8958
http://ryolix.multiply.com/
[EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke