mang aya colenak, urang pesen hiji wae,...
dibungkus yah,....
you-die
----- Original Message ----
From: hendro cahyono <[EMAIL PROTECTED]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Wednesday, November 28, 2007 9:34:22 AM
Subject: [BekaKak] OOT : Buat yg mau liburan ke Bandung :)
From: hendro cahyono <[EMAIL PROTECTED]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Wednesday, November 28, 2007 9:34:22 AM
Subject: [BekaKak] OOT : Buat yg mau liburan ke Bandung :)
COLENAK MURDI
Colenak termasuk jajanan khas Bandung yang masih bertahan. Colenak Murdi yang terletak di jl. Ahmad Yani di kawasan Cicadas ini, misalnya, sudah berdiri sejak tahun 30-an. "Murdi nama kakek saya," ujar Rajak (67) yang memegang usaha turunan ini dari ayahnya.
Colenak terdiri atas peuyeum (tape singkong) yang dibakar kemudian dinikmati dengan saus yang terbuat dari parutan kelapa dan gula merah. Bedanya dengan colenak yang dijual biasa, colenak Murdi menggunakan esens durian. "Itu digunakan sejak tahun '67. Alhamdulillah banyak yang suka," ujar Rajak.
Colenak termasuk jajanan khas Bandung yang masih bertahan. Colenak Murdi yang terletak di jl. Ahmad Yani di kawasan Cicadas ini, misalnya, sudah berdiri sejak tahun 30-an. "Murdi nama kakek saya," ujar Rajak (67) yang memegang usaha turunan ini dari ayahnya. Colenak terdiri atas peuyeum (tape singkong) yang dibakar kemudian dinikmati dengan saus yang terbuat dari parutan kelapa dan gula merah. Bedanya dengan colenak yang dijual biasa, colenak Murdi menggunakan esens durian. "Itu digunakan sejak tahun '67. Alhamdulillah banyak yang suka," ujar Rajak.
Sehari Murdi menghabiskan 50 - 70 kilogram peuyeum Cimenyan. "Sayang sekarang makin sulit didapat. Maklumlah daerah Cimenyan kini dijadikan perumahan. Padahal di situ peuyeumnya enak. Kualitas peuyeum juga tergantung pada cuaca. Kalau musim kemarau, peuyeum yang dihasilkan lebih enak dan padat ketimbang waktu musim hujan," jelas Rojak.
.
