Selain pasal-pasal yang disebutkan bro hendro, ada pasal-pasal yang lain
yang perlu di perhatikan dan dijalankan. [ Jika tidak dijalankan akan di
BANNED ]

pasal 1 : dibekakak tidak ada istilah sakit hati dsb dsb...
pasal 2 : kalo sampai ada sakit hati, mengacu ke pasal 1....
pasal 3 : tidak ada istilah mengajari / menggurui yang ada hanya mencela
saja...
pasal 4 : tidak boleh mengomentari pendapat orang lain, klo punya pendapat
lain ya... bikin subject baru ajah !
pasal 5 : pasal-pasal disini bisa ditambahkan / dikurangi terserah elo-elo
ajah !

:) ....



Pada tanggal 29/02/08, hendro cahyono <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>  siap om...
> Saya juga ga pernah kok hal seperti ini jadi masalah... sama sama
> menganggap sepele aja (kata anak2 bekakak = cemen) hehehe... makanya ga ada
> yang serius dalam setiap komentar Saya kan?
> mikirinpun tidak kok... jadi ya Saya bersyukur darmo sudah menyadari ini
> bukanlah hal yang penting hehehe
>
> ya mungkin darmo belum tahu saja bahwa di bekakak, ilmu adalah milik
> semua, pengalaman adalah hak untuk di wartakan....,
> namun ada satu ungkapan lagi yang mungkin darmo juga belum tahu (2 pasal
> di bekakak) :
> pasal 1 : dibekakak tidak ada istilah sakit hati dsb dsb...
> pasal 2 : kalo sampai ada sakit hati, mengacu ke pasal 1....
>
> so, sakit hati bagi bekakak tak lebih hanya kata-kata puisi aja....
>
> dan tidak ada yang perlu dijelaskan lagi kan.
> kalo memang kita sudah dianggap dewasa (minimal oleh diri sendiri), memang
> kita tidak boleh memandang orang lain sebelum kita mengerti pada diri kita
> sendiri.
>
> saya ga akan forward tulisan saya ini ke khcc karena saya tidak ada
> kepentingannya disana seperti awal email dimana pakdhe kris mengawali
> postingan (ke saya, darmo dan BekaKak).
>
> saya kira intelektual juga bukan hal yang kaku seperti sekolahan tho?
> jadi ya flexible aja dan bukan untuk sebuah pengakuan semu.
>
> saya juga sudahkan pembicaraan olie ini dan tidak perlu darmo rikuh sampe
> menganggap ini adalah masalah, lha wong kita sama sama sharing pengalaman
> masing2 dan sudah jelas - jelas beda metodenya.......
>
> bekakakers,
> udah yee...
> salam,
> Hendro BekaKak 004
> Bebex KampOEnk
> AA5377LA
>
> THE END
>
>
> On 2/29/08, Darmo Susilo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Dear Hendro,
> >
> > Pertama-tama saya mau minta maaf kalo ada tutur kata saya di dalam
> > penulisan yang telah menyinggung perasaan hendro.
> > Sekali lagi saya ingin menjelaskan bahwa sungguh dengan hati tulus, saya
> > benar-benar tidak pernah memposisikan diri saya
> > untuk menyombongkan diri saya dengan materi di dalam diskusi kita
> > berdua, karena jika saya melihat diatas langit ada langit.
> >
> > Saya selalu mengkedepankan unsur obyektifitas didalam setiap berdiskusi,
> > maka dari itu saya mengambil contoh soal
> > dengan memakai mobil yang memang saya miliki, dan tidak menggunakan
> > contoh soal dengan memakai mobil teman /
> > tetangga, karena tidak obyektif nantinya menurut saya.
> >
> > Seharusnya unsur intelektualitaslah yang lebih dominan didalam
> > berdiskusi / berargumentasi, ketimbang unsur-unsur
> > lainnya. Perbedaaan pendapat didalam berdiskusi / berargumentasi bagi
> > saya pribadi adalah sumber ilmu pengetahuan,
> > dan bukan menjadi unsur perpecahan. Karena saya punya prinsip seperti
> > itu, didalam setiap forum / seminar.
> >
> > Sekali lagi saya tekankan hendro, saya tidak pernah menjudge orang, atau
> > menghakimi orang lain.
> > Karena menghakimi itu adalah hak privillege ALLAH SWT, dan saya tidak
> > berhak untuk hak tersebut.
> > Yang menilai diri kita adalah orang lain, dan bukan diri kita sendiri.
> > Yang meng-create positif value dalam diri kita
> > adalah diri kita sendiri.
> >
> > Ini persoalan sepele buat saya, dan saya berkeyakinan penuh kalo masalah
> > ini bisa kita selesaikan berdua secara baik dan
> > dewasa, agar pihak-pihak lain yang tidak berkepentingan dalam hal ini
> > tidak perlu terlibat lebih jauh.
> >
> > Harapan saya adalah hendro bisa menafsirkan tulisan saya ini yang jauh
> > dari sempurna dengan positif thingking.
> > Dengan ini saya menutup kasus ini, dan saya sangat bersyukur sekali atas
> > kejadian ini, karena ini merupakan suatu proses pembelajaran diri saya
> > untuk lebih dewasa dan bijaksana.
> >
> >
> > Thanks and regards,
> > Darmo
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
>

Kirim email ke