Kenali Helm Demi Keselamatan...
  <http://www.kompas.co.id/data/photo/2008/03/12/091323p.jpg> 
 <http://www.kompas.co.id/data/photo/2008/03/12/091323p.jpg> 
KOMPAS/
<http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.03.12.09111672&channel=1
&mn=70&idx=70#> YUNIADHI AGUNG
Rabu, 12 Maret 2008 | 09:11 WIB

Dalam berita harian Kompas, kemarin (Selasa, 11/3) disebutkan, dalam
kurun waktu dua bulan terakhir, sedikitnya 35 orang tewas dan 283 orang
luka berat dalam kecelakaan akibat jalan rusak. 35 korban tewas
kecelakaan ini terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk
Tangerang, Bekasi, dan Depok.

Meskipun tak disebutkan dalam berita tersebut, tapi dapat dipastikan
sebagian besar korban kecelakaan adalah pengguna kendaraan roda dua.
Menyikapi bahaya yang mengintai pengendara motor tersebut, maka
perangkat keselamatan menjadi piranti mutlak untuk meminimalkan risiko.
Salah satu yang terpenting adalah helm, di samping jaket, sarung tangan,
dan sepatu.

Penggunaan helm yang memenuhi syarat keamanan tentu dapat meminimalkan
risiko tersebut.  Ada empat jenis helm yang kini banyak digunakan, yaitu
full-face, tiga per empat/ half face, dan kombinasi full n half face,
serta helm cetok.

Full-face adalah jenis helm yang melindungi seluruh bagian kepala mulai
dari ujung sampai ke pangkal leher. Kaca helm yang dapat dibuka dan
ditutup memungkinkan mata pengendara terhindar dari debu dan air hujan
sehingga kedua hal tersebut relatif tidak mengganggu pandangan saat
berkendara.

Tak heran dengan bentuknya ini, full-face dinilai sebagai helm yang
paling aman untuk digunakan. Kekurangan dari helm jenis ini adalah
bobotnya yang relatif lebih berat dan harus menahan tekanan angin yang
lebih besar ketimbang jenis yang lain sehingga membuat leher relatif
lebih cepat lelah. Belum lagi panas yang timbul saat digunakan mengingat
helm ini sangatlah tertutup. Namun, kini juga banyak ditemui helm
full-face yang memiliki ventilasi di beberapa bagian sehingga hawa panas
dalam helm dapat dikurangi.

Bentuk lain dari jenis ini adalah racing helmet yang diperuntukkan bagi
pengendara motor trail (dirt biking) dengan bobot yang lebih ringan tapi
tanpa kaca helm karena fungsi tersebut digantikan oleh goggles.

Jenis helm kedua adalah half face/tiga per empat yang bentuknya hampir
sama dengan full-face tapi tidak menutup bagian rahang. Helm yang kerap
digunakan oleh polisi ini memungkinkan para penggunanya untuk
berkomunikasi tanpa ada halangan sama sekali. 

Selain itu helm tiga per empat relatif lebih mudah dan cepat untuk
dikenakan/dilepas, tapi meski demikian helm jenis ini pun dinilai
sanggup memberi perlindungan yang cukup bagi pengendara motor.

Jenis ketiga adalah kombinasi antara full face dan half face. Model helm
yang muncul dalam beberapa tahun belakangan ini adalah bentuk kombinasi
yang dianggap mampu mengurangi kekurangan dari kedua jenis di atas.
Dengan helm jenis ini, pengendara dapat mengangkat bagian "rahang" helm,
hingga bentuknya menjadi tiga perempat. Sementara, saat dibutuhkan, helm
ini dapat menutupi seluruh bagian kepala seperti helm full face.

Jenis yang terakhir adalah helm cetok. Jenis yang terakhir ini adalah
yang paling minim memberi keamanan bagi pengendara/penumpang karena
hanya menutup bagian atas kepala sampai sebatas kuping. Pandangan ke
jalan yang lebih leluasa dan minimnya tekanan angin yang menerpa menjadi
kelebihan dari helm ini. Namun helm ini tidak disarankan untuk dipakai
dalam berkendaraan. Tingkat pengamanan yang minim tak akan memberikan
pengamanan maksimal terhadap kepala. (GLO)

Source: http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.03.12.09111672
<http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.03.12.09111672&channel=1
&mn=70&idx=70> &channel=1&mn=70&idx=70

<<091323p.jpg>>

Kirim email ke