terima kasih atas penjelasannya bro....

patut diingat disini, sensitifitas masing-masing orang berbeda-beda.
banyak kejadian simpel yang membuat efek dahsyat sering terjadi saat saat
ini...
hampir tiap hari berita pembunuhan kita dapati.... padahal secara alasan
pelaku adalah terbilang simpel dan sederhana. mengapa bisa terjadi demikian?

karena stress, terusik ketenangan tidur, tersinggung harga diri .... hingga
hanya bermula dari sekedar adu pandang yang tidak sengaja....

dengan demikian, arti sopan santun, dewasa dalam membawa diri, penyampaian
pesan yang jelas maksud tujuan tempat dan waktunya dirasa sangat perlu.

poin yang saya ambil dari peristiwa ini adalah....
semua tidak akan terjadi jika kita mampu membawa diri, tidak sombong dengan
diri yang masih sama-sama makan nasi, tidak merasa "lebih" (apapun itu) dari
yang lain dan lebih memahami kepada siapa kita berbicara.

disisi lain, sebuah keluarga adalah utama bagi kehidupan kita...
rasa memiliki, rasa tanggung jawab, rasa sosial, dan rasa-rasa lain
terbentuk kuat dalam sebuah jalinan keluarga.
ibarat tubuh, keluarga adalah bagian yang tak terpisahkan....
sebuah gigitan nyamuk yang sangat kecilpun bagian tubuh lain merasakannya
... solidaritas mata mencari... telinga mendengar dan tangan beradu untuk
tindakan eksekusi..... dan itu reflek manusiawi....

demi masalah ini dan mungkin adalah "rangkaian" maka untuk saat ini kita
coba lupakan saja....
setidaknya BekaKak adalah satu kesatuan yang luar biasa kuat.... yang sangat
patut untuk dibanggakan


dari sekarang kita tidak perlu mengotori pikiran kita dengan noda2 orang
lain...
minimal permohonan maaf (ga tahu iklas atau tidaknya karena masih ada kesan
kesombongan disana) sudah disampaikan via bro Heri.
dan perlu diingat siapapun...
BekaKak akan bersikap jauh lebih baik jika pihak lain baik padanya...
namun bisa lebih mengejutkan dalam bersikap jika berani mengusiknya....

bro Heri, thanks atas penjelasannya dan cerita semalam via telepon.

buat rekan lain, cukuplah semua ini jadi cacatan stabillo merah saja....
walau mungkin tak dapat dilupakan namun tak perlu dilanjutkan.

kesombongan biarlah tetap kesombongan dan mati tetaplah hanya berselimut
tanah.....



On 4/2/08, Heriyanto Candra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Dear all penghuni milist Bekakak, member, dan simpatisan Bekakak.
>
> Gue mau menjelaskan pertemuan gue dengan bro Darmo dan juga beberapa
> rekan2 KHCC & Bekakak semalam, pertemuannya di hadiri oleh gue dan bro
> Darmo, selaku pihak netral bro Ochep, bro Andry, bro Ary Ngkoh, bro Donal,
> bro Fahrul, dan bro No-Q. Inti dari permasalahan ini adalah kedua belah
> pihak (gue dan Darmo) sudah menyelesaikan masalah ini secara baik2, saling
> menyadari kekeliruannya dan saling meminta maaf.
>
> Bro Darmo selaku orang yg mengeluarkan "kata2" terdahulu, menjelaskan
> bahwa itu* tidak bermaksud apapun dan hanya sekedar candaan pribadi dengan
> gue.* Bro Darmo merasa tidak perlu mengklarifikasi ucapannya kepada
> Bekakak KARENA beliau mengungkapkan itu bukan langsung kepada member Bekakak
> yg lain dan ybs hanya perlu mengklarifikasi kepada gue karena bermula dari
> hasil chatting kita berdua. atas permintaan bro Darmo, klarifikasi ke
> internal Bekakak cukup gue yang menyampaikan dan gue berharap Bekakak'ers
> menerima permintaan maaf ini (melalui gue).
>
> Gue selaku yg menyebarkan masalah ini ke member Bekakak yg lain juga
> menyadari kekhilafan gue bahwa seharusnya candaan itu ga perlu gue sampaikan
> ke internal Bekakak dan cukup sampai di pribadi gue personal, meskipun gue
> sempat tersinggung dan seharusnya gue mampu meredam sendiri.
>
> Hasil dari kesepakatan dan pembicaraan semalam, selain permintaan maaf
> kedua belah pihak. bro Darmo tidak ingin sampai ada masalah lain (termasuk
> japrian yg menurut beliau bersifat mengancam keselamatan ybs) setelah
> penyelesaian masalah ini, dan masalah ini d*ianggap selesai oleh kedua
> belah pihak*. Gue selaku salah satu member Bekakak juga menghimbau kepada
> temen2 untuk tidak memunculkan kembali permasalahan ini baik itu sindiran,
> ancaman (menurut bro Darmo) ataupun lainnya yg merupakan perpanjangan dari
> permasalahan ini dan *gue rasa urusan Darmo dengan Bekakak cukup sampai
> disini*.....gue menyadari kapasitas gue di Bekakak hanya sebatas member
> tapi gue berharap bro semua dapat memahami maksud gue. Gue berharap Bros yg
> masih emosi ataupun masih dongkol, lebih baik diredam dan dapat menerima
> permohonan maaf bro Darmo.....Nabi Muhammad selaku Rasul aja masih bisa
> memaafkan orang yg menghina Beliau bahkan meludahi, masa kita sebagai
> manusia ga bisa memaafkan.
>
> Sekali lagi gue mohon maaf kepada seluruh penghuni milist ini kalo
> belakangan milist ini jadi rame karena permasalahan yg bersumber dari gue
> (salah satunya) dan merasa tidak nyaman termasuk menjadi terpancing
> emosi....Bagi gue pribadi hal ini cukup dijadikan pelajaran bahwa perkataan,
> maksud, ataupun emosi harus benar2 kita jaga agar tidak menyinggung perasaan
> ataupun ber-"image" jelek terhadap seseorang.
>
> Mohon maaf kalo kepanjangan dan kalo ada kesalahan kata/ ketik dalam
> pengungkapan maksud dari gue. Kalo ada yg mau di tanyakan dan ingin lebih
> jelasnya silahkan japri aja ke gue atau kita ngobrol2 kalo pas ketemuan.
>
> Thanks buat brothers yg udah hadir dan mau menjadi pihak netral dalam
> pertemuan semalam.
>
>
> Heri
> 0812 10 77955
>
> 
>



-- 
hendro
0812 841 8958

Kirim email ke