yup...secara teori mang kita hrs memposisikan seperti halnya lampiran... tp klo di kondisi jalan lampiran vs aktual...hrs berbagi presentasenya..... jadi pintar2 nya & hati2 dari kita yg dpt menunjang semuanya itu..... dalam kasus gw kemarin...mungkin agak lalainya gw melihat situasi & kondisi dan kurangnya memposisikan diri, jd brak.......ego berperan penting gak ya kalo di jalan...?
Pada tanggal 17/04/08, Mahargyo Ruswindiarso <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Mungkin attach bisa jadi bahan referensi > > > > *[m.a.h.a.r.G.y.o] * > ------------------------------ > > *From:* hendro cahyono [mailto:[EMAIL PROTECTED] > *Sent:* Thursday, April 17, 2008 12:08 PM > *To:* [email protected] > *Subject:* Re: [BekaKak] Selamat Pagi BekaKak > > > > tul... > > karena munculnya bapak2 itupun tanpa sampeyan duga sebelumnya kan? > > > > kita hanya bisa berencana dan berusaha, hasil akhir ya Allah yang > menentukan.... > > (udah mau ngepruk pake helm ... eehh si ninja ngabur duluan hehehe) > > > > On 4/17/08, *Ophet* <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ya baner bro....memang kita harus begitu... > dan setelahnya....kita gak akan tau..... > > Pada tanggal 17/04/08, *hendro cahyono* <[EMAIL PROTECTED]> > menulis: > > ya karena saya bilang tadi "mutasi budaya orang kita" > > dimana walau sein ada 10 sekalipun... banyak yang masih pake "celeng > style" hehehe > > makanya kalo bs bawa pedang sih... > > melambaikan tangannya pake pedang sekalian > > pasti deh pada ngerti dan minggir..... > > > > soalnya sekarang ga ada jaminan bahwa "teori" adalah benar.... > > jaman broery aja udah bilang...."semangka berdaun sirih" > > secara teori kan ga mungkin hehehe > > > > nah, kalo reflex dah bagus "mungkin" yang dilakukan adalah (mimpi gw lho > yah) > > > > sebelum belok kanan kita dah ngurangi kecepatan 10 detik (hati) sebelum > titik belok. > > > > disaat yang sama menyalakan sein kanan serta memposisikan kendaraan > dikanan (masih dalam lajur kiri) dengan aktifitas melirik spion kanan dan > kiri. > > > > sambil menajamkan mata serta telinga memastikan tidak ada kendaraan dari > belakang yang diposisi belakang kanan kita dengan kecepatan yang lebih > tinggi. juga memastikan dari arah depan telah cukup ruang aman untuk belok. > > > > bahasa yang pernah kudengar yaitu lakukan contact mata dengan lawan dan > berikan tanda lampu tentang keberadaan kita. masalah siapa yang mau duluan > sih ya terserah hasil akhir dari contact mata. > > kalo ternyata contact matanya ama cewek cantik ya lanjutin aja ke kantin > pinggir jalan... selanjutnya terserah anda hehehe > > > > jangan lupa klakson tanda "duluan" atau "terima kasih" sambil > ngangguk-angguk :-) > > kalo geleng-geleng dikira kurang ajar.... > > > > setiap situasi dan ilustrasi adalah sangat berbeda. > > satu "impian" akan beda dengan "impian" yang lain > > jadi, impian gw diatas bukanlah pedoman, tapi apasalahnya jadi masukan > kecil buat teman-teman sekalian... > > > > > > > > > -- > > > > . > > > > *--- * > > > > > > ---------- Pesan Yang Diteruskan ---------- > From: Abu Faiz <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Date: Fri, 14 Mar 2008 09:59:09 +0700 > Subject: [BekaKak] Kamus #2: Memposisikan agar DASTER mudah terlihat! ;-) > > bisa lanjut ke Kamus #2, maz bro sampeyan....? > yang ini soal DASTER, neehhh.... ;-) > > agar isi daster lebih telihat kek gimana gituu..... > pertimbangkan agar mbak'e tongseng mengunakan warna yg cerah! > kuning, putih, orange, dan merah, merupakan warna yg mudah terlihat... > > detailnya bisa liat di attch! :P > > > > > > -- Ophet 0818-08807388 / 021-94561925 bebex penjelajah/BekaKak-003 www.bekakak.or.id http://blackkarisma.multiply.com/ #Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu di akhirat# [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] www.hkci.or.id
