buat orang2 kek gini, ada juga yg gak suka kalee...? ;-)

Source:
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/05/23/1/111872
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/05/21/1/110951/menghilang-penemuan-blue-energy-diragukan

<cp>
*NGANJUK -* Djoko Suprapto dikabarkan sudah berada di rumah dalam keadaan
sakit. Namun wartawan yang berusaha mengetahui keberadaannya di rumahnya,
tidak dapat menemukan sang penemu *blue energy* itu. Wartawan hanya mendapat
sepucuk surat dari Djoko.

Berikut isi surat tersebut.

Isi Surat Pemberitahuan Djoko kepada wartawan Jumat (23/5) siang:

*Kepada*

*Yth: Rekan-rekan wartawan terhormat*

* *
*Assalamualaikum Wr Wb*

*Dengan ini saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada rekan-rekan wartawan,
sehubungan dengan kondisi kesehatan yang belum memungkinkan dan masih
diperlukan perawatan, saya sekeluarga mohon maaf belum bisa menemui
rekan-rekan wartawan untuk konfirmasi keadaan saya.*

*Saya berharap, saya dan keluarga dapat segera menemui dan berbicara di
hadapan para wartawan secepatnya.*

*Wassalamulaikum Wr Wb*

*Nganjuk, 23 Mei 2008*

*Hormat Saya*


*Joko Suprapto*

*(Hari Tri Wasono/Sindo/fit)

**NGANJUK* - Raibnya Joko Suprapto, penemu bahan bakar air (blue energy)
asal Nganjuk menyisakan pertanyaan. Sejumlah kalangan mulai meragukan
kemampuan Joko yang sempat disebut sebagai profesor dari desa.

Menelusuri rumah Joko Suprapto yang terletak di Dusun Bangsri, Desa
Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk tak sesulit dari yang
dibayangkan. Meski berada di kawasan yang cukup terpencil yakni 25 kilometer
dari pusat kota, hampir seluruh warga di desa itu mengenalnya.

Anehnya, mereka mengenal Joko bukan sebagai seorang insinyur atau penemu
blue energy, namun sebagai pengusaha sukses yang kaya. Sebutan itu tak
berlebihan ketika melihat secara langsung kemegahan rumah Joko Suprapto yang
disulap menjadi istana.
Berdiri di atas lahan seluas 2 hektar, rumah tersebut terlihat sangat megah
diantara deretan rumah kumuh di sekitarnya. Bahkan mayoritas penduduk desa
tersebut termasuk kategori menengah ke bawah dengan pekerjaan utama menjadi
buruh tani.

Areal seluas itu tak seluruhnya dirupakan bangunan permanen. Setengah luas
lahan didirikan stasiun radio bernama Jodhipati yang menyambung dengan
tempat tinggalnya, sementara sisanya dibiarkan kosong. Pemilik rumah
nampaknya berencana membangun panggung hiburan terbuka di areal tersebut
meski masih setengah jadi.

"Ada keperluan apa ke sini? Lapor ke petugas keamanan dulu, mas," ujar salah
seorang karyawan radio ketika melihat kedatangan wartawan di rumah tersebut.

Tanggapan yang kurang bersahabat juga ditunjukkan salah seorang kerabat Joko
Suprapto saat menanyakan keberadaannya. Menurut laki-laki paruh baya yang
mengaku bernama Gampang, ia tidak menjumpai Joko sejak satu pekan terakhir.
Gampang yang memperkenalkan diri sebagai paman Joko dari Bojonegoro
mengatakan jika keponakannya pergi ke Jakarta untuk keperluan pribadi.

"Dia tidak ada di rumah, saya sendiri belum melihatnya sejak berkunjung ke
sini satu minggu lalu," ujar Gampang singkat.
Sayangnya, ia tidak mengijinkan wartawan untuk menemui istri Joko, Win
Damirah.

Ketika disinggung tentang penelitian blue energy yang dilakukan Joko, baik
Gampang maupun karyawannya mengaku tidak tahu. Mereka hanya membenarkan
adanya penelitian itu tanpa memberikan penjelasan apapun. Kedua orang itu
berdalih penemuan itu bersifat rahasia dan hanya Joko yang mengetahui.

Sementara itu Kepala Dusun Bangsri, Bani, menjelaskan jika kehidupan Joko
Suprapto sehari-hari memang terkesan tertutup. Bahkan warga sekitar jarang
sekali bisa bertatap muka dengannya. Selain kerap bepergian ke luar kota,
aktivitas Joko yang dikenal sebagai pengusaha dan tuan tanah lebih sering
dilakukan di dalam rumahnya yang megah.

"Meski ia tercatat sebagai warga kami, tapi jarang terlihat berbaur.
Kabarnya sering ke luar kota untuk berbisnis,? kata Bani.

Uniknya, tidak banyak warga di tempat itu yang mengetahui penemuan Joko
tentang bahan bakar berbasis air. Sejak pertama kali diumumkan ke publik
hingga menarik perhatian Presiden SBY, Bani mengaku hanya sekali melihat
hasil tekhologi tersebut. Itupun tidak bisa melihat langsung bahan bakar
ajaib itu, karena kerahasiaan yang dipegang Joko.

"Saat itu Pak Joko mengendarai sebuah mobil yang katanya dari bahan bakar
air. Saya sendiri belum melihat bentuknya," terang Bani.

Hal itulah yang kemudian memantik keraguan atas keaslian temuan tersebut.
Apalagi di saat masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, Joko justru
menghilang. Hingga kini keberadaan "profesor" tersebut masih misterius,
seperti hasil penelitiannya yang sampai sekarang mengundang pertanyaan.

Nama Joko Suprapto sendiri sempat mencuat ketika ia mengumumkan penemuan
bahan bakar yang terbuat dari air. Atas penemuan tersebut, Presiden SBY
sempat mengundangnya ke Nusa Dua, Bali untuk mempresentasikan di hadapan
Negara peserta United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC)
2007.

Bahkan tim penguji kepresidenan yang dipimpin Heru Lelono sempat mengujinya
menggunakan mobil Mazda Six milik Patwal Mabes Polri. *(Hari Tri
Wasono/Sindo/fit)
<eocp>

*

2007/12/5 hendro cahyono <[EMAIL PROTECTED]>:

waaahhh
luar biasa...
nantinya bensin ga laku lagi, bahan bakar akan sangat murah jadinya.
sumber daya Alam yang tidak akan habis namun akan tersikulasi saja....
semoga dapat mengembalikan alam ini ke sediakala

Kirim email ke