Source:
http://www.jalanraya.net/index.php?option=com_content&task=view&id=56&Itemid=27

Persimpangan dengan lampu kuning berkedip  [image:
PDF]<http://www.jalanraya.net/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=56>
 [image:
Print]<http://www.jalanraya.net/index2.php?option=com_content&task=view&id=56&pop=1&page=0&Itemid=27>
 [image:
E-mail]<http://www.jalanraya.net/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=56&itemid=27>
  Last Updated ( Thursday, 29 May 2008 )     *Written by* Andry Berlianto,
on 29-05-2008 08:54  [image: Active Image]Senang juga rasanya ketika saya
bisa melakukan praktek langsung dengan keadaan sebenarnya dari sekian ilmu
Safety Riding yang saya ambil. Sore itu di salah satu perempatan menuju
daerah Pemancingan Pondok Kopi, terjadilah insiden kecil yang melibatkan
beberapa motor dan satu buah angkutan umum. Lampu lalu lintas yang hanya
menyala kedap-kedip kuning membuat pengguna jalan raya harus ekstra
hati-hati saat melintas, mata harus tetap awas terhadap kondisi di semua
arah. Angkutan umum (*baca: mikrolet) datang dengan kecepatan sedang dari
sisi kiri menuju kanan, sementara saya ada di sisi lain perempatan.

Teori untuk bisa selamat di perempatan yang mempertemukan dua kendaraan
dengan lajur lurus yang sama adalah dengan melakukan kontak mata dengan
kendaraan lawan kita, mata harus sigap membaca perkiraan si pengendara lain
apakah kendaraan tersebut hendak berhenti atau tetap bergerak. Kontak mata
memang berhasil dilakukan tapi ketika saya pikir kendaraan tersebut hendak
bergerak lurus ternyata berubah menjadi berhenti dimana saya juga sudah
berhenti. Kondisi kecepatan saya sebelumnya memang lumayan dan syukurnya
dapat melakukan 'braking' tepat waktu dengan penempatan porsi tekan rem
dengan pas yang membuat motor berhenti tepat sesuai target stop yaitu dengan
porsi 60:40 (depan:belakang). Disinilah insiden terjadi.

Satu motor yang lumayan kencang sontak menabrak pintu mikrolet, satu motor
terjatuh kena babat motor yang satunya yang kemudian mencium pintu tadi.
Satu lagi berhenti pas di moncong mikrolet sambil mengeluarkan kata sumpah
serapah. Untungnya tidak ada korban jiwa dan kerusakaan kendaraan yang
parah. Saya yang sebelumnya hendak menolong si bapak yang terjatuh urung
dilakukan karena juga sudah mampu berdiri sendiri, sementara si motor yang
menabrak pintu mikrolet juga tidak dalam kondisi mengkhawatirkan, dia dengan
cepat juga kembali ke belakang meninggalkan motornya di samping mikrolet dan
meminta maaf ke si bapak yang sempat disenggolnya. Tidak ada kerusakan
berarti di semua kendaraan, cuma ada klakson saling sahut meminta semua
kembali melakukan perjalanan.

Bila di pelajari memang bisa banyak dugaan siapa salah siapa benar. Mulai
dari mikrolet yang awalnya hendak bergerak maju justru berhenti sampai kadar
kecepatan motor yang ternyata menyundul pintu mikrolet. Kesigapan pengguna
jalan raya memang selalu dituntut untuk menghindari hal-hal tak terduga yang
dapat terjadi kapan saja. Bisa saja kita selamat saat pergi lalu celaka saat
pulang, dan bisa saja sebaliknya. Tuntutan kewaspadaan terhadap situasi
jalan raya bukan hanya milik pribadi memperhatikan diri sendiri, tapi juga
kita harus memikirkan keselamatan pengendara lain saat kita mungkin sedang
melakukan manuver. Kita bisa menjadi bagian dari sekian faktor insiden di
jalan raya.

Tetap waspada saat berkendara !

Sumber gambar : http://www.tradebit.com/usr/stock-photos/pub/9002/810209.jpg




2008/5/29 Alex Setia <[EMAIL PROTECTED]>:

Artikel selengkapnya dong



Alex Setia
Group Life & Health Underwriting

Kirim email ke