Pagi semua…. Bagaimana pagi ini? Lancar? Semangat?
Buat bro Daniel, Selamat menempuh hidup baru, semoga bahagia selamanya.... Mohon maaf tidak bisa hadir memenuhi undangan karena kondisi badan yang tidak memungkinkan. Kalo kata Pepank sih... CemeN.... hehehe Gpp lah.... lha kondisi memang tidak memungkinkan.... Mo sharing sedikit neh terkait kejadian yang gw lihat tadi pas dalam perjalanan ke kantor. Seperti biasa, berangkat dari rumah jam 6 pagi dengan acara mengantar mamanya Kienka sampe ke penjemputan kantornya. Dilanjut berduaan ama ryolix menyusuri jalan menuju kantor via kranji-robusta-soekanto-menuju tebet via jalan arah casablanca. Sempet ngintilin honda tiger - bro dr HTML dengan ID 369 namun berjaket KaFC. Berhubung padatnya jalan raya, ya gw cm "ngintilin" aja dibelakangnya. Dan gw memisahkan diri belok ke jalan Prof. DR Supomo arah pancoran. Seperti biasa nengokin bapak penjual koran dan majalah dan sekedar membuka mata sejenak dengan melototin cover majalah "dewasa"... setelah cukup bergairah, perjalanan dilanjutkan.... Waktu masih menunjukkan 7.10 sehingga kuputuskan jalan agak nyantai... Karena disisi lajur kiri kondisi kendaraan padat, gw putuskan ryolix jalan di sisi lajur kanan menyusuri samping pembatas jalan. Mengingat berjalan di sisi kanan maka kecepatan ryo gw naikkan ... ya cm jalan 70-80 kmpj saja.... Menjelang univ Sahid disisi pandang 25 derajad kiri, 50 meter didepan gw lihat sebuah helm cetok warna pink terlepas dari kepala seorang biker karena terpa'an angin dan tidak dikancngkan "chin strip"-nya.... Beberapa meter didepan, si empunya helm puter balik. Namun ceritanya lain buat si helm. Terpental ke aspal menggelundung… Motor pertama bisa menghindar, begitu juga yang kedua… Si helm menggelundung ke arah pinggir… dalam hati "semoga tidak mencelakakan orang"… Namun ternyata tidak sesuai harapan hatiku…. Si bapak pengendara honda supra X type lama, yang berusaha menghindar ke kanan helm (karena melihat helm menggelinding ke kiri-ke pinggir jalan)… asumsinya dengan menghindar kanan pasti akan selamat dari menggilas tuh helm…. Ternyata Harapan hanya jadi sebuah rencana… Helm putar haluan dan berhenti menggelinding dalam posisi telentang (hayo pasti mikir jorok!!! Kalo baca istilah kata telentang)…. Terlentangnya tepat persis didepan ban depan sepeda motor. Dikarenakan posisi ban langsung ngeklop ama helm cetok yang terlentang itu, maka ban tidak sanggup melintas, melindas maupun mengerem…. Akhirnya si bapak terjatuh ke sisi kiri meneleser kedepan… Sebetulnya si bapak sudah berusaha mengerem dan memelankan motor, namun jarak dengan helm sudah sangat dekat maka kecelakaan tunggal tersebut tidak terhindarkan. Biarpun kecepatan pelan, namun jika roda depan sudah tidak dapat dicontrol karena otomatis terkunci batok helm, maka keseimbangan si bapak terganggu. Gw hanya bisa menyaksikan prosesi tersebut dan hanya bisa berterak "awas pak" dibalik helm flip up yang tertutup rapat. Sehingga suarapun hanya mantul kembali ke telingaku. Karena posisi kendaraanku disisi kanan, maka gw hanya bisa menyaksikan. Jika motorku aku rem ataupun meminggirkan motor untuk membantu, bisa jadi akan terjadi accident kedua di tempat yang sama karena gw tertabrak kendaraan di belakang maupun disamping gw karena kaget dengan action maupun reaksi tiba tiba yang gw lakukan. Sedetik gw putuskan untuk tetap melaju walau tetap mengurangi kecepatan secara bertahap…. Dari spion kulihat banyak bikers di sisi kiri (dibelakang si bapak) yang berhenti dan menolong tuh bapak yang mungkin hanya lecet tergores aspal. Dalam hati Cuma bs berdoa dan berharap, Semoga kejadian serupa tak lagi terjadi dimanapun dan pada siapapun… Semoga si bapak pengendara supra tidak mengalami cidera yang berarti... Dan semoga si empunya helm mau bertanggung jawab terhadap ulah helm yang terbang saat dia kenakan…. Pelajaran yang dapat diambil disini menurutku adalah : 1. dalam berkendara, helm bukanlah syarat berkendara, tapi adalah kebutuhan saat berkendara... jadi, alangkah bijak jika kita memastikan bahwa "chin strip" (tali helm) terpasang dengan baik dan kuat, sehingga tidak akan terlepas dari kepala karena ulah angin maupun goncangan... dan tidak akan mencelakakan siapapun dijalan raya.... kalo kita butuh selamat, pakai helm yang teruji kualitas dan dipakai dengan benar..... 2. bila kita membawa bawaan pada cantolan motor, sebaiknya juga dipastikan terikat dengan baik mengingat kejadian serupa bukan hanya karena helm, tapi bisa juga karena barang belanjaan kita. jeruk bali atau hanya sebuah bola bekel misalnya..... 3. segeralah mengurangi kecepatan dengan pengereman yang benar (sesuai dengan teknik pengereman yang "sesuai" dengan kendaraan kita) jika melihat suatu object sedang berada beberapa meter di depan kita walaupun posisinya tidak persis di depan / jalur jalan / riding line kita. 4. setelah kita pada posisi aman jelang object di jalan, usahakan memberikan code untuk biker/rider dibelakang kita dengan cara yang aman, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akibat melibas object di jalan tersebut. 5. bila memungkinkan, berhenti dan singkirkan object tersebut dengan sebelumnya berhenti dipinggir secara aman. 6. jangan menendang object dengan kaki dengan maksud supaya object terlempar ke pinggir karena jika salah perhitungan akan menyebabkan kecelakaan yang juga tidak terduga. Kejadian terkait yaitu : seorang biker dengan maksud menyingkirkan helm biker didepannya yang terjatuh dengan menendang ke pinggir jalan, ternyata yang terjadi adalah helm membentur trotoar dan kembali menggelinding ke tengah jalan. Beruntung tidak ada kendaraan di belakang biker tersebut. 7. berpikir untuk selalu waspada untuk selamat sangat diperlukan saat kita berjibaku di jalan raya dengan bahaya yang selalu mengancam di sekitar kita….. salam, hendro BekaKak 004 maaf jika sharingnya kepanjangan. -- I'M breAkinG thE RuLes GonNa Act liKe a fool
