story tetangga....
semalam, sepulang kongkow di ko asun ama Ophet dan Hari ampe jam 20.30an, gw
balik ke rumah...
kebetulan beberapa tetangga kok kelihatan lagi ngobrol di depan rumah...
kuputuskan ikut gabung sebentar...
setelah markir ryo dan ngeletakin helm di jok, kudekati mereka sambil
nyala'in sebatang rokok Avolution.... rokok mungil, lembut dengan sejuta
rasa (bukan promosi)...
"tumben pak pada kumpul malam selasa? biasanya malam sabtu atau malam minggu
baru pada ngumpul..."
pak Gultom menjawab,"baru pulang mas?"
"iya"
"ini lho, tadi ada musibah yang dialami bu Fajar... giginya kena batu"
"lho? bagaimana ceritanya?"
" pas naik motor membonceng pak Fajar, di depan masjid deket pom bensin
prima, ada batu yang melayang mengenai gigi depan bu Fajar. asal batu itu
dari lentingan akibat dilindas ban sebuah sepeda motor..."
"oohhh... trus" muka gw semakin serius ngedengerin pak Gultom... bapak-bapak
yang lain juga tidak ada yang bersuara... turut mendengarkan lagi kronologi
ceritanya...
"1 giginya copot dan yang 2 goyang"
"waduh... tapi keadaannya bagaimana?"
pak Fajar (sang misoa) menambahkan...
"tadi langsung saya bawa ke rumah sakit dan langsung diobatin... tapi
alhamdulillah tidak ada cidera lain... dan sedikit luka pada bibirnya"
"ikut prihatin ya pak atas musibah yang menimpa ibu..."
"ya"
"trus bagaimana dengan sepeda motor yang ngga sengaja menginjak batu yang
membuat si batu melenting ke arah ibu?"
"dia tidak tahu dan menurut saya juga tidak dapat disalahkan.... saya pikir
dia juga tidak tahu kalo batu yang tak sengaja dilindas ban motornya
ternyata melontarkan batu"
"iya pak"
kemudian pembahasan dilanjutkan dengan bahasan-bahasan opini masing masing
tentang hal tersebut.....
tak lama kemudian kuputuskan masuk rumah dan mandi.....
hikmah yang dapat gw petik adalah :
1. ternyata selain kita harus "aware" dengan cara berkendara kita, kita juga
harus "care" dengan lingkungan termasuk juga kondisi lintasan....
kecelakaan yang tidak terduga tersebut tidak pernah ada yang menduga
maupun menyangkanya...
jarang sekali kita berfikir bahwa ternyata sebuah batu dapat menjadi
faktor celaka di jalan, selain karena lumpur BKT, tumpahan olie, pasir
dijalan dan helm cetok yang "telentang" dijalan.... pasti akan lebih parah
jika ternyata batu tersebut mencelat dan mengenai biker yang sedang
konsentrasi menyetir .... trus kena mata misalnya.... iihhh ga berani
membayangkan....
2. ternyata helm yang dapat menutup wajah,lebih safe dibanding dengan helm
yang tidak tertutup. minimal dari unidentified flying object (ufo) yang
dalam kisah nyata diatas adalah sebuah batu sebesar ibu jari kaki.
helm full face, maupun half face dengan mika penutup, akan lebih aman
digunakan dibandng half tanpa mika atau bahkan "sebuah helm
cetok/gayung"... maka gunakan helm yang berkualitas dalam segi safety-nya.
3. bila kita sebagai pengendara yang aware, alangkah baiknya juga lebih
konsentrasi untuk melihat lintasan riding line kita.... masih mengacu ke
story sebelumnya tentang helm cetok, ternyata sebuah object kecil dijalan
dapat mencelakakan kita maupun orang lain....
alangkah lebih baik kita berusaha menghindarinya dengan bijak, dan kalo
memungkinkan... menyingirkannya....
4. dan hikmah-hikmah lain yang mungkin terlalu banyak gw bisa tulis.....
saran gw...
hati hatilah dijalan bro & sist....
terhadap object2 kecil dijalan... apalagi terhadap object yang besar.....
jika memungkinkan, jangan dilibas, namun dihindari dan disingkirkan....
ya setidaknya ada satu nilai kebaikan yang dicatat oleh sang Malaikat....
salam,
--
hendro
0812 841 8958
I'M breAkinG thE RuLes GonNa Act liKe a fool