ini lho mas bro..
soalnya detik baru bisa dikopi kalo dibuka di OPERA...

7 Meter dari Perbatasan
Helipad Malaysia Diduga Terkait Pencurian Kayu di Kalbar
Maryadi - detikcom

Jakarta - Keberadaan helipad Malaysia yang berada 7 meter dari
perbatasan dengan Indonesia tak hanya melanggar perjanjian Sosek
Malindo. Namun diduga kuat helipad itu terkait dengan aktivitas
pencurian kayu dari Kalimantan Barat dengan menggunakan helikopter.

"Informasi yang kita terima 3 tahun belakangan ada aktivitas illegal
logging yang menggunakan helikopter. Diduga kuat kayu itu diambil dari
Taman Nasional Betung Kerihun di Kalbar," kata Yuyun Kurniawan, Deputi
Direktur Yayasan Titian (LSM di Kalbar), saat dihubungi detikcom, Rabu
(11/6/2008).

Yuyun mengatakan, aktivitas pencurian kayu dengan menggunakan
helikopter ini disebut dengan "Tebang Bilon" oleh masyarakat setempat.
Kayu ditebang dari wilayah RI kemudian diangkut memakai helikopeter
untuk dipindahkan ke wilayah Malaysia.

"Baru setelah berada di wilayah Malaysia diangkat dengan menggunakan
truk," ujar Yuyun, yang juga aktivis Lembaga Pengkajian Studi Arus
Informasi Regional (LPS-AIR) Kalimantan Barat ini.

Yuyun mengatakan, dari hasil pengecekan di lapangan memang ada jalan
rintisan yang masuk ke wilayah Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK).

Rimbawan asal Kalbar ini mengaku, dia bersama timnya juga telah
mengecek di lokasi. Saat itu memang ditemukan ada helipad. "Namun saat
itu memang tidak ada aktivitas di helipad," ujarnya.

Yuyun mengakui, untuk membuktikan aktivitas ini memang sulit. Sebab
saat dipantau ke lapangan hampir tak ada aktivitas. Namun berdasarkan
pengakuan penduduk setempat, mereka sering melihat helikopter
mondar-mandir di wilayah perbatasan dengan membawa kayu.

Kesulitan ini juga karena jalan menuju ke lokasi sangat sulit. Perlu
waktu 15 hari perjalanan dari Putusibau, salah satu kota di Kalimantan
Barat yang berada di perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia. "Dari
Putusibau perlu 15 hari ke lokasi. Itu dilakukan dengan naik perahu
dan berjalan kaki," ungkap Yuyun.

Kepala Perwakilan World Wide Fund for Nature (WWF) Kalimantan Barat,
Hermayani Putera, mengatakan, keberadaan helipad di wilayah Malaysia
tersebut patut mendapatkan perhatian lebih. Sebab hal ini terkait
dengan pencurian kayu di Kalbar.

Hasil investigasi WWF belum lama ini, banyak sekali peralatan berat
milik Malaysia yang patut diduga sudah masuk ke wilayah Indonesia.

2008/6/11 Krisdenis <[EMAIL PROTECTED]>:
> mana beritanya, mas sampeyan....??
> tulisannya cuman
> http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/11/time/103546/idnews/954231/idkanal/10
> doan..?! ;-p
>
>
>
> 2008/6/11 hendro cahyono <[EMAIL PROTECTED]>:
>
> ada maling ayam kadang digebukin ampe tewas...
> maling kaya gini kok didiamkan saja???
> di bom aja kali ya
>
> http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/11/time/103546/idnews/954231/idkanal/10
>
> salam,
>
> --
> hendro
> 0812 841 8958
> I'M breAkinG thE RuLes GonNa Act liKe a fool
>
> 

Kirim email ke