virus baru, neehh....!
adakah karismawan/ti, yang jago sepatu roda..?!
btw kalo bukan petugas...
boleh pake sepatu roda di jalan raya, gak ya..? ;-)


Source: http://www.kompas.com
Polisi Bersepatu Roda untuk Atasi Kemacetan
  GETTY 
IMAGES<http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/20/0538540/polisi.bersepatu.roda.untuk.atasi.kemacetan#>
 
/<http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/20/0538540/polisi.bersepatu.roda.untuk.atasi.kemacetan>
  Jumat, 20 Juni 2008 | 05:38 WIB

*Laporan Wartawan Kompas, C Windoro AT*

*JAKARTA, JUMAT --* Untuk mengatasi kemacetan di persimpangan jalan yang
selama ini dikenal rawan macet, terutama ketika menghadapi aksi unjuk rasa,
Polda Metro Jaya akan melengkapi anggota lalu lintas (Lantas)-nya dengan
sepatu roda. Untuk sementara, 20 Polantas sudah disiapkan bertugas di Jalan
Jenderal Sudirman, MH Thamrin, Jenderal Gatot Subroto, dan Jalan Mayjen MT
Haryono, mulai tanggal 1 Juni 2008.

Demikian disampaikan Koordinator *Traffic Management Center* (TMC), Polda
Metro, Komisaris Sambodo kepada pers, Kamis (19/6). Diharapkan, dengan
menggunakan sepatu roda, petugas bisa lebih lincah bergerak diantara
kepadatan lalu lintas. Proyek uji coba ini akan berlangsung mulai tanggal 1
Juli, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Bhayangkara.

Ke-20 anggota telah dilatih menggunakan sepatu roda sejak tiga pekan lalu.
Setiap hari mereka berlatih di Gelora Bung Karno, di bawah pengawasan
pelatih sepatu roda dari Komite Olahraga Nasional Indonesia. "Dalam tugas,
mereka tetap mengendarai sepeda motor, tapi dilengkapi sepatu roda dan
perlengkapan lainnya. Saat, motornya tidak bisa melewati kemacetan, petugas
turun, dan menggunakan sepatu roda," papar Sambodo.

Ke-20 polisi bersepatu roda, Kamis siang menunjukkan kebolehannya dalam
sebuah sajian di lapangan Polda Metro. Mereka bergerak diantara balok-balok
rintangan, meliuk, dan zig-zag. "Masih kagok kalau zig-zag, tapi mungkin
sepekan lagi sudah trampil," harap Anggota Polantas, Brigadir Dua Herman.
"Menggunakan sepatu roda memang bisa membuat para petugas lebih lincah,
luwes, dan lincah bergerak dari satu titik kemacetan satu, ke titik
kemacetan lainnya," tambah Sambodo.

*C Windoro AT*

Kirim email ke