Abis ini juga ujung2nya selangkangan sama sikut putih...
xixixixixixi

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Ophet
Sent: Wednesday, June 25, 2008 3:23 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [BekaKak] OOT : dalam makna Hidup, Setiap peristiwa adalah
Sejarah

hahahahaha.....

Pada 25 Juni 2008 15:17, Alex Setia <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> Ck ck ckc dari omongan masalah hidup...... ujung-ujungnya Pembantu
...... kusut dah
> !
>
>
>
> Piss Ah
>
>
>
> Alex Setia
>
> Group Life & Health Underwriting
>
> ________________________________
>
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of
> hendro cahyono
> Sent: 25 Juni 2008 15:14
> To: [email protected]
> Subject: [BekaKak] OOT : dalam makna Hidup, Setiap peristiwa adalah
Sejarah
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> KISAH 13 ORANG PEMBANTU RUMAH TANGGA KAMI
>
> (1990 - 2008)
>
> by MTA (Made Teddy Artiana)
>
>
>
> Berikut adalah 13 orang PRT alias Pembantu Rumah Tangga yang pernah
bekerja
> di rumah kami dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka. Walaupun
> kejadiannya merupakan kisah nyata namun semua nama yang penulis
gunakan
> adalah nama samaran, jika ternyata ada kesamaan berarti itu semua
hanyalah
> kebetulan belaka. Tidak ada maksud buruk dengan tulisan-tulisan ini.
Hanya
> intermeso, sekalian ingin sharing pengalaman pribadi, siapa tahu
berguna
> bagi kita semua. If you're ready, let's begin !
>
>
>
>
>
> 1. MBAK NARTI
>
> Urutan pertama adalah Narti. Rambut lurus panjang terurai adalah ciri
> khasnya. Rambut ini dapat menjadi daya tarik sekaligus senjata yang
> mengerikan. Maksudnya begini, sehabis mandi Mbak Narti biasa 'mejeng'
> didepan rumah sambil menggerai rambutnya. Inilah pertunjukan favorit
bagi
> tukang ojek dan tukang bangunan di komplek kami, tetapi, jika sedang
ngambek
> atau sehabis dimarah, rambut itu tidak lagi tergerai kebelakang namun
> kedepan alias menutupi wajahnya yang memang agak seram. Tahu Sadako..?
Hantu
> Jepang yang sering nongol dari sumur, nah sebelum Sadako memakai trend
> rambut seperti itu, Narti telah lebih dahulu memakainya. Jadi tidak
selalu
> benar jika orang Indonesia selalu dianggap tertinggal dari Jepang !
>
>
>
> Satu hal yang menarik dari Mbak Narti adalah hobinya membaca koran.
Salut !
> Saking seringnya membaca koran, kalimat-kalimat bahasa indonesia baku
sering
> muncul dari bibirnya. Misalnya begini, waktu itu kebetulan kami sedang
> membahas seseorang yang kami anggap sering menyusahkan kami semua.
Dengan
> tenang dan ekspresi yang mantap, Narti ikut sumbang suara,"Memang
menghadapi
> orang-orang seperti itu membuat kita mau tidak mau terpaksa
beradaptasi.
> Entah bagaimana menyikapi mereka itu ?". Nah Loh !!!
>
>
>
> 2. TUTI
>
> Usianya baru sekitar 15 tahun. Karena itu kami sekeluarga memanggilnya
> 'Genduk' atau 'Nduk' (anak atau seseorang yang dianggap anak kecil,
Jawa).
> Dari sudut pandang penilaian kerja, Si Genduk cukup oke, skornya 7 lah
> (dengan range 0 sampai 10). Nggak ada masalah. Tetapi yang unik dari
Genduk
> adalah suka terengah-engah sendiri kalau sedang berbicara. Biar seksi,
> begitu katanya. Jadi seksi menurut dia, tetapi cape deh menurut kami.
Saking
> 'seksinya' sampai-sampai sering kali kami tidak mendengar kata apapun
dari
> mulutnya, melainkan hanya kata ah..ah..ah..bercampur dengusan nafas
nggak
> karu-karuan. Persis seperti kalau kita baru aja habis dikejar anjing
herder,
> terus langsung dipaksa ngobrol, tanpa dikasih minum dulu. Tapi
begitulah
> ABG.....harap maklum lah.
>
>
>
> 3. YU SARIP
>
> Janda beranak satu ini..adalah termasuk tipe yang sangat ramah. Teman
> ngobrol yang seru disaat kita BeTe. Sesuatu yang lucu dari Yu Sarip
adalah
> caranya berbicara. Inget Nunung-nya Srimulat ? Nah persis. Sekilas Yu
Sarip
> mirip sekali dengan Si Nunung, terutama bahasa tubuhnya pada saat
berbicara.
> Walaupun topik pembicaraan sebenarnya biasa saja, tetapi karena
ekspresi dan
> gerak-geriknya, serasa kita tengah membicarakan kemungkinan perang
dunia
> keempat !!
>
>
>
> Denger-denger, Yu Sarip adalah salah satu 'kembang' diantara para
pembantu
> dimasa muda nya. Namanya demikian ngetop, hingga konon kabarnya,
menjadi
> rebutan oleh tukang ojek setempat. Makanya Yu Sarip sampai saat ini,
masih
> sering disirikin oleh pembantu-pembantu lain.
>
>
>
> Nah kalau bicara urusan pekerjaan..wah kacau. Kalau nyapu Yu Sarip
sangat
> gemar menyembunyikan sampah di bawah kursi, di kolong meja dan
> ditempat-tempat tersembunyi lain. Jadi jangan senang dulu jika
mendapati
> lantai rumah yang bersih, karena sampah dan kotorannya sebenarnya
masih ada.
> Cuma nggak nampak, karena diumpetin di kolong kursi atau meja. Yu
Sarip
> resign karena menjadi TKW di Malaysia, sambil menjalankan misi mencari
> suaminya yang adalah TKI disana dan sudah bertahun-tahun tidak
ketahuan
> rimbanya.
>
>
>
> 4. KENAH
>
> Panggilannya keren : Ken. Tetapi kami sering merasa nggak pas, karena
hanya
> satu suku kata, maka kami menambahkannya dengan zo, jadilah ia bernama
> Ken-zo. Tambah keren..lagi-lagi mirip Jepang. Orang nya sangat  rajin
dan
> pembersih. Kalau Ken sudah ngepel, jangan ditanya...berkaca pada
lantaipun
> bukan perkara yang sulit. Itu kelebihannya.
>
>
>
> Tapi ada suatu kelemahan utama Ken-zo yang bikin kami uring-uringan.
> Kelamahan itu adalah : suka bermain telepon. Dia sangaaaaaaaaaat hobby
> menelpon teman-teman sejawatnya bahkan sekedar hanya untuk say
hello..setiap
> hari !!. Akibatnya ? mudah ditebak. Rekening kami membengkak. Anehnya
ketika
> ditanya...nggak ngaku. Ditunjukin print-an dari TELKOM pun...tetap
nggak
> ngaku. Bahkan sampai kami coba untuk menelpon kesalah satu nomer
favorit nya
> pun..tetap saja Ken tidak mengaku !
>
>
>
> Tetapi satu hal yang membuat kami sedikit geli, terutama aku pribadi.
> Setelah Ken resign dari rumah, kami mendapat info dari salah seorang
> temannya, bahwa Ken punya kegemaran yang grrrrhhhhhhh.... bikin aku
dan
> istri gerah. Ternyata dia diam-diam sangat suka memperhatikan
bulu-bulu yang
> tumbuh pada betisku !!! Alaaaamaaaaaakk !!!! Baru kali ini majikan
> dilecehkan secara seksual oleh pembantu. T e r l a l u  !!! (kata
Rhoma
> Irama).
>
>
>
> 5. ELI
>
> Eli adalah janda beranak satu yang telah cerai dari suaminya. Secara
> pekerjaan dan attitude, Eli nomer wahid di kelasnya. Dia tipe pembantu
yang
> sungguh-sungguh mengabdi kepada tuannya. Rajin bekerja, sangat sopan,
jago
> masak dan sangat tahu diri. Saking tahu dirinya, Eli tidak pernah mau
jika
> kami ajak berjalan berdampingan. Dia selalu memilih berjalan
dibelakang,
> bahkan ketika menemani istri ku ke pasar. Eli selalu memilih berada
bukan
> one step behind, tetapi three step behind. Kadang istriku merasa
sangat
> risih, kok kaya baris sih !  Tetapi akhirnya kami mencoba memahami
pola
> pikir Eli dan membiarkannya pada posisi yang ia anggap nyaman.
>
>
>
> Selain itu hal lucu dari Eli adalah cara dia menanggapi
perintah-perintah
> kami. Misalnya begini, pada saat kami memintanya untuk mengepel kamar
tidur
> kami, Eli hampir dapat dipastikan akan menjawab dengan kata 'Iya Bu'
atau
> 'Iya Pak' secara berulang, minimal 4X. Maksudnya gini, "Li coba kamu
pel
> dulu kamar ibu ya". Maka kontan Eli akan menjawab "Iya Bu..iya Bu..Iya
> Bu..iya Bu" seperti itu. Sebenarnya ini agak menggelikan dan kami
sudah
> berkali-kali mengingatkannya, tetapi karena sudah jadi kebiasaan, Eli
sangat
> susah untuk mengubahnya.
>
>
>
> Ia resign karena adik kandungnya, yang selama ini diserahi tanggung
jawab
> untuk menjaga anak kandung Eli, meninggal dunia. Saat itu kami merasa
sangat
> kehilangan.
>
>
>
> 6. IPAH
>
> Pembantu kami yang satu ini termasuk tipe gaul. Sapaan 'Halo' ditelpon
pun
> dilafalkan ala ABG Jakarta olehnya. Tidak hanya itu, caranya menerima
> telpon, membuat Anda merasa sedang menelpon ke salah satu callcenter
bank
> swasta. Gaul banget ! Dapat dimaklumi, karena sebenarnya Ipah
'melarikan
> diri' dari rumah. Ia dilarang bekerja dan disuruh oleh orang tuanya
untuk
> melanjutkan sekolahnya yang sempat terputus. Tetapi karena teman
sebaya di
> kampung nya sebagian besar memilih bekerja, Ipah ikut-ikutan
terpengaruh.
> Bekerja pada kami, hanya sekitar 6 bulan, akhirnya Ipah terpaksa harus
> pulang karena ayah tercinta sakit keras.
>
>
>
> 7. NIA
>
> Dikalangan 'rekan sejawat' nya, Nia dikenal sebagai Bom Sex. Betapa
tidak,
> dengan ukuran bemper depan dan belakang yang extralarge, Nia lebih
mirip Eva
> Arnas dibandingkan seorang PRT biasa. Berwajah lumayan, belum lagi
baju
> super ketat, dengan belahan dada rendah dan celana yang sengaja
dipelorotin,
> hingga garis tengah pantat menyembul keluar, membuatnya mencapai
> 'popularitas' dengan mudah di komplek kami. Bahkan tamu-tamu yang
kebetulan
> mampir ke rumah, pasti menggelengkan kepala melihat aksinya. Entah
jail atau
> apa, Nia kadang-kadang memang sengaja tidak mengenakan bra..alias
nobra.
> Gila nggak ??? Tak urung majikannya pun jadi salah tingkah dibuatnya.
Pernah
> suatu ketika, kira-kira jam 10 malam, belasan tukang plastik antri
> berdatangan kerumahku, saking ngebet ingin bertemu dengannya.
Menegurnya ?
> Tidak mempan !!
>
>
>
> Ada hal lucu lain yang pernah terjadi pada PRT 'selebriti' ini.
Mertuaku
> waktu itu menyuruh Nia membuang baju senam milik nya yang sudah
semakin
> lusuh dan tipis. Alih-alih membuang baju itu, Nia malah mengenakan
baju
> senam itu dan berjalan bak peragawati keliling komplek di siang hari
bolong!
> Alhasil, ia terpaksa kami berhentikan dengan baik-baik. Waktu itu kami
> menghadapi dua pilihan, tetap mempekerjakan Nia atau berhadapan dengan
aksi
> demontrasi  para ibu-ibu se-RT dan RW kami. Tentu kami memilih yang
pertama.
> Lagian ini semua kami lakukan dengan maksud agar dia menemukan tempat
yang
> pas, buat menyalurkan hobby fashion nya yang rada kebablasan tersebut.
>
>
>
> 8. LILIS
>
> Lilis atau panggilan kerennya Lisa, ikut kami selama dua tahun
setengah.
> Cukup lama. Yang unik dari Lilis adalah bentuk nya. Walaupun sudah
berusia
> 18 tahun, namun ia memang memiliki ukuran tubuh yang pendek. Jauh
dibawah
> rata-rata teman sebayanya. Selain itu Lilis juga memiliki jari-jemari
yang
> sangat mungil. Anda akan tertawa geli jika mendapat kesempatan melihat
> jari-jemarinya. Hampir semua tamu yang berkunjung ke rumah kami akan
> terkejut melihat sosok Lilis untuk pertama kalinya. Bahkan tak jarang
ada
> dari mereka yang iseng nyeletuk,"Wah kalian mempekerjaan anak dibawah
umur".
> Tetapi Lilis tidak pernah marah mendengar itu semua, walaupun mungil
ia
> sangat percaya diri. Tidak hanya itu, dalam hal pekerjaan, Lilis
sangat
> dapat diandalkan. Kecil-kecil cabe rawit kata pepatah.
>
>
>
> Nah mirip seperti Eli, Lilis juga sangat suka mengatakan sesuatu
> berulang-ulang. Tetapi ada perbedaannya, kalau Eli mengatakannya
dengan
> cepat, sedangkan Lilis mengatakannya dalam tempo lambat. Jika ELi
mengulang
> kata yang itu-itu saja, Lilis sangat gemar mengulang sebuah kata yang
> menjadi inti pertanyaan kami. Contohnya begini,
>
>
>
> "Lis, kamu lihat gunting nggak ?".
>
>
>
> Maka hampir dapat dipastikan Lilis akan menjawab "Gunting ?...(jeda
sekitar
> 3 detik, kemudian disambung dengan),,nggak liat tuh".
>
>
>
> "Lis, lihat sapu lantai nggak ?".
>
>
>
> "Sapu lantai ?...(jeda sekitar 3 detik)..nggak tuh", jawab nya kalem.
>
>
>
> "Lis, tadi sore ada yang dateng nggak ?".
>
>
>
> Maka jawabannya,"Tadi sore ?...(jeda)..nggak ada".
>
>
>
> Selalu seperti itu. Selalu !
>
>
>
> 9. ATI
>
> Janda berparas manis berkulit sawo matang ini juga korban 'tabrak
lari'
> suaminya. Tanpa alasan yang jelas sang suami tiba-tiba saja ngilang
ditelan
> bumi. Dengan alasan trauma dan menghindari gosip ia berangkat ke kota
> Jakarta. Konsekuensinya, Ati terpaksa menitipkan kedua anaknya kepada
orang
> tua di kampung. Dari semua pembantu yang pernah bekerja dirumah kami,
Ati
> adalah yang paling terpelajar dan paling mampu secara materi. Ayah dan
> ibunya mempunyai kebun yang luas di kampung sana.
>
>
>
> Sebenarnya tanpa bekerja sebagai pembantupun Ati sanggup untuk hidup
layak.
> Justru disinilah terletak hikmah dari semua itu. Setelah bekerja seama
2
> tahun di tempat kami, Ati akhirnya menemukan laki-laki pengganti
suaminya.
> Akhirnya Ati resign dan kembali ke kampung halaman bersama sang suami
baru.
>
>
>
> Hal lucu dari Si Ati ini adalah kebiasaannya berbicara sendiri. Tak
ayal
> selama seminggu pertama semenjak kedatangannya kami dibuat sangat
kuatir.
> Betapa tidak sering kali kami memergokinya ngobrol sendiri di dapur.
Kontan
> kami berpikir dia agak kurang waras, dan sempat berencana
memberhentikan Ati
> dari pekerjaannya. Lambat laun, baru kami mengerti bahwa 'ngomong
sendiri'
> adalah style-nya Ati. Dan seiring dengan berjalannya waktu, rasa
was-waspun
> sirna.
>
>
>
> Satu hal yang membuat Ati sangat disukai oleh para tetangga, terutama
oleh
> kaum bapak adalah keramahannya. Ia terbilang rajin menyapa siapapun
jika
> kebetulan berpapasan jalan dengan nya. Sejak kehadiran Ati di rumah,
> bapak-bapak di komplek kami jadi sering gotong-royong di depan rumah,
alasan
> minta air PAM atau bahkan terang-terangan mampir ingin bercakap-cakap.
> Otomatis ini membuat para ibu rada BeTe. Tetapi untunglah segalanya
masih
> berjalan wajar, tidak separah komedi 'Suami-Suami Takut Istri' yang
setiap
> sore ditayangkan pada salah satu TV Swasta.
>
>
>
> 10. WARTI
>
> Orangnya gendut dan berambut keriting. Tidak banyak hal yang dapat
> diceritakan terhadap Warti. Hanya sehari setelah diantar oleh
pamannya, ia
> langsung nangis-nangis mohon pamit. Aneh. Menurut pengakuan Warti, ia
sempat
> melihat sosok mengerikan di kamar mandi. Kejadian yang sangat tidak
masuk
> akal bagi kami. Tetapi karena iba dan tak tahu harus berbuat apa, kami
> meluluskan permintaanya. Padahal kami sudah membayar 200 ribu rupiah
untuk
> mengongkosi kedatangan Warti. Belakangan kami baru tahu kalau Warti,
> sebenarnya hanya nebeng ke Jakarta dan bermaksud bekerja sebagai buruh
> pabrik. Sial !!!
>
>
>
> 11. NENI
>
> Namanya memang keren. ABG ini pertama kali bekerja di rumah kami sudah
> mengisyaratkan akan bekerja hanya dalam waktu 6 bulan, karena rencana
> pernikahan sudah dijadwalkan oleh orang tuanya. Karena kami waktu itu
sangat
> membutuhkan tenaga PRT, kami menyanggupinya. Dan disinilah terjadi
tragedi
> kecil-kecilan itu. Neni yang kami anggap polos itu ternyata punya
kebiasaan
> yang tidak baik. Ia gemar mencuri dan menghabiskan persediaan makanan
di
> lemari, tanpa seijin kami. Inilah pertama kalinya kami berhadapan
dengan
> tipe 'pencuri' seperti ini. Agak shock memang, mungkin karena belum
pernah
> terjadi sebelumnya. Selama ini, kami tidak pernah membeda-bedakan
ataupun
> membatasi makanan untuk pembantu. Prinsip kami, apapun yang kami
makan,
> pembantu kami makan. Untunglah karena memiliki akses terbatas, Neni
hanya
> dapat beraksi di dapur dan sekitarnya. Biskuit, buah-buahan, susu dan
> minuman ludes semuanya. Sedangkan barang-barang kami yang lain aman.
>
>
>
> Selain itu setiap disuruh berbelanja Neni pasti menyempatkan diri
'nyunat'
> dan 'markup' uang belanja. Terus terang saya dan istri tidak pernah
> menghitung uang belanja begitu juga dengan kembaliannya. Situasi ini
> benar-benar dimanfaatkan oleh Neni sehingga dengan leluasa ia
melakukan
> aksinya. Entah tertipu karena wajahnya yang lugu, ataukah karena
kesibukan
> kami, hal ini berjalan berbulan-bulan, hingga memasuki bulan keempat.
> Seperti kata pepatah bau busuk itupun akhirnya tercium juga secara
tidak
> sengaja. Segalanya bertambah buruk ketika kami juga menangkap basah
Neni
> menyembunyikan baju dan pakaian dalam milik istri ku. Masa-masa ini
adalah
> masa tersulit kami menghadapi seorang PRT. Jika dimasa-masa dulu,
selalu
> kami lalui dengan kelak tawa, pada saat ini kami harus selalu was-was
> erhadap gerak-gerik Neni. Gilanya walaupun beberapa kali ertanggakp
basah,
> Neni masih berani bersumpah demi Tuhan, bahwa dia tidak melakukan hal
yang
> buruk itu.
>
>
>
> Pikir punya pikir akhirnya kami memutuskan untuk memberhentikan Neni
> baik-baik. Belum lagi terbit 'surat pemberhentian', kabar baik dari
kampung
> Nenipun berhembus. Orang tuanya memintanya segera pulang karena
pernikahan
> Neni dimajukan, dan ia harus segera pulang. Thank's God akhirnya kami
bisa
> bernafas lega.
>
>
>
> 12. NUR
>
> Usianya 19 tahun. Sedari kecil ia terpaksa harus bekerja keras
membantu ibu
> nya. Apapun dijalankannya, dari menjadi pembantu rumah tangga sampai
> pekerjaan mengangkat batu bata. Memang dalam hal pekerjaan Nur memang
> terbilang rajin. Tetapi satu hal yang sering membuat kami qeqi. Ia
punya
> kebiasaan minum air yang sangat berlebihan. Bahkan satu panci besar
air,
> jatah minum 3 orang, dapat dihabiskannya seorang diri dalam waktu
setengah
> hari. Dan satu hal lagi, Nur punya kebiasaan jika sedang tidur sangat
susah
> untuk dibangunkan. Bahkan percaya atau tidak, jangankan sekedar
membunyikan
> klakson didepan pagar  atau membunyikan bel di depan pintu rumah
hingga
> menggedor-gedor pintu kamarnya pun sering kali tidak cukup sanggup
untuk
> membuat matanya terjaga !! Astaganaga !!!
>
>
>
> Uniknya ini dilakukannya tanpa sengaja, ia benar-benar tidak mendengar
> semuanya itu. Sebenarnya Nur tidak tuli, telinganya berfungsi wajar,
hanya
> saja jika sedang tidur, Anda perlu berupaya sangat keras dan lama
untuk
> dapat mengembalikannya ke dunia nyata. Sering kali kami mendengar
> teman-temannya bergurau, bahwa jangankan bom atau kebakaran, kalaupun
ada
> pencuri masuk dan memperkosanya hingga selesai, Nur akan tetap saja
tertidur
> lelap, seolah tidak terjadi apa-apa.
>
>
>
> 13. BIBI JUJUK
>
> Usianya sudah cukup tua. Sekitar 64 tahun. Ini tipe NeLi alias Nenek
Lincah.
> Jika Anda pernah menyaksikan bagaimana Lela Sari beraksi, sosok Bibi
Jujuk
> tidak jauh berbeda. Meskipun nyaris semua helai rambut sudah memutih,
tetap
> gesit, pecicilan, berlari kesana-kemari. Dia sendiri tampak tidak
> mencemaskan dirinya, mungkin hanya kami yang sering kali was-was
melihatnya
> berjoget-joget, berlari atau meloncat seperti burung nuri. Kadang aku
sempat
> berpikir, kalau tua saja ia sedemikian lincah tak bisa kubayangkan apa
yang
> terjadi pada Bi Jujuk saat berusia tujuh belasan. Bisa jadi seperti
Tazmania
> yang super-super hiper-aktif.
>
>
>
> Tapi soal masak-memasak, dia jagonya. Dialah pembantu kami
satu-satunya yang
> sangat mahir memasak. Maklum Bi Jujuk pernah cukup lama bekerja
disebuah
> restoran. Darisana ia banyak menimba ilmu masak-memasak. Efeknya mudah
> ditebak. Baru sebulan bekerja dirumah kami, berat badanku dan istri
sudah
> naik beberapa kilo. Gawat !!
>
>
>
> Ada satu lagi yang merupakan keunikan dari nya. Bi Jujuk akan selalu
> berkomentar aktif pada saat menonton sinetron di Televisi. Saking
aktifnya
> hingga akhirnya berlebihan. Malah jika harus memilih mana yang harus
kami
> tonton, Bi Jujuk ataukah TV, kami memilih yang pertama. Karena memang
jauh
> lebih seru. Misalnya begini, dalam suatu sinetron ada adegan seorang
anak
> yang berlaku jahat terhadap orang tua kandungnya, maka serta merta
Bibi akan
> berdiri dengan ekpresi marah, sambil menunjuk kearah TV berteriak
> "Anaaaaaaaaaaakkk durhakaaaaa !!!!". Volume suaranya kira-kira 3x
lipat
> lebih besar dari volume suara televisi. Apalagi  dalam suatu adegan
klise,
> dimana pemeran utama sedang dijahatin oleh pemeran antagonis. Maka
Bibi akan
> berteriak sambil menutup wajah dengan kedua tanganya..atau ngumpet
tengkurep
> di depan meja TV,"Awas ...penjahat....waduh ati-ati sama itu...ya
> ampun..jangan mau..jangannnnn mauuuuu !!!!". Atau adegan dimana
seorang
> menantu yang jahat akhirnya mengalami kecelakaan, maka lagi-lagi Bi
Jujuk
> akan berteriak dengan sangat emosional, "Mampusssssss...tau rasa
lu..biar
> nyahooo!!....alhamdulilah...biar tahu rasa !! dasar si boro kokok
> !!!!...dst..dst...dst..".
>
>
>
> Nah kebayang khan betapa ramainya acara nonton TV dirumah kami ? Dan
betapa
> terkaget-kagetnya para tetangga kami mendengar teriakan Bi Jujuk ?
>
> 



-- 
Ophet
0818-08807388 / 021-94561925
bebex penjelajah/BekaKak-003
www.bekakak.or.id
http://blackkarisma.multiply.com/
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
www.hkci.or.id

------------------------------------

see more information about us in www.bekakak.or.idYahoo! Groups Links




No virus found in this incoming message.
Checked by AVG. 
Version: 8.0.101 / Virus Database: 270.4.1/1517 - Release Date:
6/24/2008 8:41 PM

Kirim email ke