Abis ini juga ujung2nya selangkangan sama sikut putih... xixixixixixi -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Ophet Sent: Wednesday, June 25, 2008 3:23 PM To: [email protected] Subject: Re: [BekaKak] OOT : dalam makna Hidup, Setiap peristiwa adalah Sejarah
hahahahaha..... Pada 25 Juni 2008 15:17, Alex Setia <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Ck ck ckc dari omongan masalah hidup...... ujung-ujungnya Pembantu ...... kusut dah > ! > > > > Piss Ah > > > > Alex Setia > > Group Life & Health Underwriting > > ________________________________ > > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of > hendro cahyono > Sent: 25 Juni 2008 15:14 > To: [email protected] > Subject: [BekaKak] OOT : dalam makna Hidup, Setiap peristiwa adalah Sejarah > > > > > > > > > > KISAH 13 ORANG PEMBANTU RUMAH TANGGA KAMI > > (1990 - 2008) > > by MTA (Made Teddy Artiana) > > > > Berikut adalah 13 orang PRT alias Pembantu Rumah Tangga yang pernah bekerja > di rumah kami dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka. Walaupun > kejadiannya merupakan kisah nyata namun semua nama yang penulis gunakan > adalah nama samaran, jika ternyata ada kesamaan berarti itu semua hanyalah > kebetulan belaka. Tidak ada maksud buruk dengan tulisan-tulisan ini. Hanya > intermeso, sekalian ingin sharing pengalaman pribadi, siapa tahu berguna > bagi kita semua. If you're ready, let's begin ! > > > > > > 1. MBAK NARTI > > Urutan pertama adalah Narti. Rambut lurus panjang terurai adalah ciri > khasnya. Rambut ini dapat menjadi daya tarik sekaligus senjata yang > mengerikan. Maksudnya begini, sehabis mandi Mbak Narti biasa 'mejeng' > didepan rumah sambil menggerai rambutnya. Inilah pertunjukan favorit bagi > tukang ojek dan tukang bangunan di komplek kami, tetapi, jika sedang ngambek > atau sehabis dimarah, rambut itu tidak lagi tergerai kebelakang namun > kedepan alias menutupi wajahnya yang memang agak seram. Tahu Sadako..? Hantu > Jepang yang sering nongol dari sumur, nah sebelum Sadako memakai trend > rambut seperti itu, Narti telah lebih dahulu memakainya. Jadi tidak selalu > benar jika orang Indonesia selalu dianggap tertinggal dari Jepang ! > > > > Satu hal yang menarik dari Mbak Narti adalah hobinya membaca koran. Salut ! > Saking seringnya membaca koran, kalimat-kalimat bahasa indonesia baku sering > muncul dari bibirnya. Misalnya begini, waktu itu kebetulan kami sedang > membahas seseorang yang kami anggap sering menyusahkan kami semua. Dengan > tenang dan ekspresi yang mantap, Narti ikut sumbang suara,"Memang menghadapi > orang-orang seperti itu membuat kita mau tidak mau terpaksa beradaptasi. > Entah bagaimana menyikapi mereka itu ?". Nah Loh !!! > > > > 2. TUTI > > Usianya baru sekitar 15 tahun. Karena itu kami sekeluarga memanggilnya > 'Genduk' atau 'Nduk' (anak atau seseorang yang dianggap anak kecil, Jawa). > Dari sudut pandang penilaian kerja, Si Genduk cukup oke, skornya 7 lah > (dengan range 0 sampai 10). Nggak ada masalah. Tetapi yang unik dari Genduk > adalah suka terengah-engah sendiri kalau sedang berbicara. Biar seksi, > begitu katanya. Jadi seksi menurut dia, tetapi cape deh menurut kami. Saking > 'seksinya' sampai-sampai sering kali kami tidak mendengar kata apapun dari > mulutnya, melainkan hanya kata ah..ah..ah..bercampur dengusan nafas nggak > karu-karuan. Persis seperti kalau kita baru aja habis dikejar anjing herder, > terus langsung dipaksa ngobrol, tanpa dikasih minum dulu. Tapi begitulah > ABG.....harap maklum lah. > > > > 3. YU SARIP > > Janda beranak satu ini..adalah termasuk tipe yang sangat ramah. Teman > ngobrol yang seru disaat kita BeTe. Sesuatu yang lucu dari Yu Sarip adalah > caranya berbicara. Inget Nunung-nya Srimulat ? Nah persis. Sekilas Yu Sarip > mirip sekali dengan Si Nunung, terutama bahasa tubuhnya pada saat berbicara. > Walaupun topik pembicaraan sebenarnya biasa saja, tetapi karena ekspresi dan > gerak-geriknya, serasa kita tengah membicarakan kemungkinan perang dunia > keempat !! > > > > Denger-denger, Yu Sarip adalah salah satu 'kembang' diantara para pembantu > dimasa muda nya. Namanya demikian ngetop, hingga konon kabarnya, menjadi > rebutan oleh tukang ojek setempat. Makanya Yu Sarip sampai saat ini, masih > sering disirikin oleh pembantu-pembantu lain. > > > > Nah kalau bicara urusan pekerjaan..wah kacau. Kalau nyapu Yu Sarip sangat > gemar menyembunyikan sampah di bawah kursi, di kolong meja dan > ditempat-tempat tersembunyi lain. Jadi jangan senang dulu jika mendapati > lantai rumah yang bersih, karena sampah dan kotorannya sebenarnya masih ada. > Cuma nggak nampak, karena diumpetin di kolong kursi atau meja. Yu Sarip > resign karena menjadi TKW di Malaysia, sambil menjalankan misi mencari > suaminya yang adalah TKI disana dan sudah bertahun-tahun tidak ketahuan > rimbanya. > > > > 4. KENAH > > Panggilannya keren : Ken. Tetapi kami sering merasa nggak pas, karena hanya > satu suku kata, maka kami menambahkannya dengan zo, jadilah ia bernama > Ken-zo. Tambah keren..lagi-lagi mirip Jepang. Orang nya sangat rajin dan > pembersih. Kalau Ken sudah ngepel, jangan ditanya...berkaca pada lantaipun > bukan perkara yang sulit. Itu kelebihannya. > > > > Tapi ada suatu kelemahan utama Ken-zo yang bikin kami uring-uringan. > Kelamahan itu adalah : suka bermain telepon. Dia sangaaaaaaaaaat hobby > menelpon teman-teman sejawatnya bahkan sekedar hanya untuk say hello..setiap > hari !!. Akibatnya ? mudah ditebak. Rekening kami membengkak. Anehnya ketika > ditanya...nggak ngaku. Ditunjukin print-an dari TELKOM pun...tetap nggak > ngaku. Bahkan sampai kami coba untuk menelpon kesalah satu nomer favorit nya > pun..tetap saja Ken tidak mengaku ! > > > > Tetapi satu hal yang membuat kami sedikit geli, terutama aku pribadi. > Setelah Ken resign dari rumah, kami mendapat info dari salah seorang > temannya, bahwa Ken punya kegemaran yang grrrrhhhhhhh.... bikin aku dan > istri gerah. Ternyata dia diam-diam sangat suka memperhatikan bulu-bulu yang > tumbuh pada betisku !!! Alaaaamaaaaaakk !!!! Baru kali ini majikan > dilecehkan secara seksual oleh pembantu. T e r l a l u !!! (kata Rhoma > Irama). > > > > 5. ELI > > Eli adalah janda beranak satu yang telah cerai dari suaminya. Secara > pekerjaan dan attitude, Eli nomer wahid di kelasnya. Dia tipe pembantu yang > sungguh-sungguh mengabdi kepada tuannya. Rajin bekerja, sangat sopan, jago > masak dan sangat tahu diri. Saking tahu dirinya, Eli tidak pernah mau jika > kami ajak berjalan berdampingan. Dia selalu memilih berjalan dibelakang, > bahkan ketika menemani istri ku ke pasar. Eli selalu memilih berada bukan > one step behind, tetapi three step behind. Kadang istriku merasa sangat > risih, kok kaya baris sih ! Tetapi akhirnya kami mencoba memahami pola > pikir Eli dan membiarkannya pada posisi yang ia anggap nyaman. > > > > Selain itu hal lucu dari Eli adalah cara dia menanggapi perintah-perintah > kami. Misalnya begini, pada saat kami memintanya untuk mengepel kamar tidur > kami, Eli hampir dapat dipastikan akan menjawab dengan kata 'Iya Bu' atau > 'Iya Pak' secara berulang, minimal 4X. Maksudnya gini, "Li coba kamu pel > dulu kamar ibu ya". Maka kontan Eli akan menjawab "Iya Bu..iya Bu..Iya > Bu..iya Bu" seperti itu. Sebenarnya ini agak menggelikan dan kami sudah > berkali-kali mengingatkannya, tetapi karena sudah jadi kebiasaan, Eli sangat > susah untuk mengubahnya. > > > > Ia resign karena adik kandungnya, yang selama ini diserahi tanggung jawab > untuk menjaga anak kandung Eli, meninggal dunia. Saat itu kami merasa sangat > kehilangan. > > > > 6. IPAH > > Pembantu kami yang satu ini termasuk tipe gaul. Sapaan 'Halo' ditelpon pun > dilafalkan ala ABG Jakarta olehnya. Tidak hanya itu, caranya menerima > telpon, membuat Anda merasa sedang menelpon ke salah satu callcenter bank > swasta. Gaul banget ! Dapat dimaklumi, karena sebenarnya Ipah 'melarikan > diri' dari rumah. Ia dilarang bekerja dan disuruh oleh orang tuanya untuk > melanjutkan sekolahnya yang sempat terputus. Tetapi karena teman sebaya di > kampung nya sebagian besar memilih bekerja, Ipah ikut-ikutan terpengaruh. > Bekerja pada kami, hanya sekitar 6 bulan, akhirnya Ipah terpaksa harus > pulang karena ayah tercinta sakit keras. > > > > 7. NIA > > Dikalangan 'rekan sejawat' nya, Nia dikenal sebagai Bom Sex. Betapa tidak, > dengan ukuran bemper depan dan belakang yang extralarge, Nia lebih mirip Eva > Arnas dibandingkan seorang PRT biasa. Berwajah lumayan, belum lagi baju > super ketat, dengan belahan dada rendah dan celana yang sengaja dipelorotin, > hingga garis tengah pantat menyembul keluar, membuatnya mencapai > 'popularitas' dengan mudah di komplek kami. Bahkan tamu-tamu yang kebetulan > mampir ke rumah, pasti menggelengkan kepala melihat aksinya. Entah jail atau > apa, Nia kadang-kadang memang sengaja tidak mengenakan bra..alias nobra. > Gila nggak ??? Tak urung majikannya pun jadi salah tingkah dibuatnya. Pernah > suatu ketika, kira-kira jam 10 malam, belasan tukang plastik antri > berdatangan kerumahku, saking ngebet ingin bertemu dengannya. Menegurnya ? > Tidak mempan !! > > > > Ada hal lucu lain yang pernah terjadi pada PRT 'selebriti' ini. Mertuaku > waktu itu menyuruh Nia membuang baju senam milik nya yang sudah semakin > lusuh dan tipis. Alih-alih membuang baju itu, Nia malah mengenakan baju > senam itu dan berjalan bak peragawati keliling komplek di siang hari bolong! > Alhasil, ia terpaksa kami berhentikan dengan baik-baik. Waktu itu kami > menghadapi dua pilihan, tetap mempekerjakan Nia atau berhadapan dengan aksi > demontrasi para ibu-ibu se-RT dan RW kami. Tentu kami memilih yang pertama. > Lagian ini semua kami lakukan dengan maksud agar dia menemukan tempat yang > pas, buat menyalurkan hobby fashion nya yang rada kebablasan tersebut. > > > > 8. LILIS > > Lilis atau panggilan kerennya Lisa, ikut kami selama dua tahun setengah. > Cukup lama. Yang unik dari Lilis adalah bentuk nya. Walaupun sudah berusia > 18 tahun, namun ia memang memiliki ukuran tubuh yang pendek. Jauh dibawah > rata-rata teman sebayanya. Selain itu Lilis juga memiliki jari-jemari yang > sangat mungil. Anda akan tertawa geli jika mendapat kesempatan melihat > jari-jemarinya. Hampir semua tamu yang berkunjung ke rumah kami akan > terkejut melihat sosok Lilis untuk pertama kalinya. Bahkan tak jarang ada > dari mereka yang iseng nyeletuk,"Wah kalian mempekerjaan anak dibawah umur". > Tetapi Lilis tidak pernah marah mendengar itu semua, walaupun mungil ia > sangat percaya diri. Tidak hanya itu, dalam hal pekerjaan, Lilis sangat > dapat diandalkan. Kecil-kecil cabe rawit kata pepatah. > > > > Nah mirip seperti Eli, Lilis juga sangat suka mengatakan sesuatu > berulang-ulang. Tetapi ada perbedaannya, kalau Eli mengatakannya dengan > cepat, sedangkan Lilis mengatakannya dalam tempo lambat. Jika ELi mengulang > kata yang itu-itu saja, Lilis sangat gemar mengulang sebuah kata yang > menjadi inti pertanyaan kami. Contohnya begini, > > > > "Lis, kamu lihat gunting nggak ?". > > > > Maka hampir dapat dipastikan Lilis akan menjawab "Gunting ?...(jeda sekitar > 3 detik, kemudian disambung dengan),,nggak liat tuh". > > > > "Lis, lihat sapu lantai nggak ?". > > > > "Sapu lantai ?...(jeda sekitar 3 detik)..nggak tuh", jawab nya kalem. > > > > "Lis, tadi sore ada yang dateng nggak ?". > > > > Maka jawabannya,"Tadi sore ?...(jeda)..nggak ada". > > > > Selalu seperti itu. Selalu ! > > > > 9. ATI > > Janda berparas manis berkulit sawo matang ini juga korban 'tabrak lari' > suaminya. Tanpa alasan yang jelas sang suami tiba-tiba saja ngilang ditelan > bumi. Dengan alasan trauma dan menghindari gosip ia berangkat ke kota > Jakarta. Konsekuensinya, Ati terpaksa menitipkan kedua anaknya kepada orang > tua di kampung. Dari semua pembantu yang pernah bekerja dirumah kami, Ati > adalah yang paling terpelajar dan paling mampu secara materi. Ayah dan > ibunya mempunyai kebun yang luas di kampung sana. > > > > Sebenarnya tanpa bekerja sebagai pembantupun Ati sanggup untuk hidup layak. > Justru disinilah terletak hikmah dari semua itu. Setelah bekerja seama 2 > tahun di tempat kami, Ati akhirnya menemukan laki-laki pengganti suaminya. > Akhirnya Ati resign dan kembali ke kampung halaman bersama sang suami baru. > > > > Hal lucu dari Si Ati ini adalah kebiasaannya berbicara sendiri. Tak ayal > selama seminggu pertama semenjak kedatangannya kami dibuat sangat kuatir. > Betapa tidak sering kali kami memergokinya ngobrol sendiri di dapur. Kontan > kami berpikir dia agak kurang waras, dan sempat berencana memberhentikan Ati > dari pekerjaannya. Lambat laun, baru kami mengerti bahwa 'ngomong sendiri' > adalah style-nya Ati. Dan seiring dengan berjalannya waktu, rasa was-waspun > sirna. > > > > Satu hal yang membuat Ati sangat disukai oleh para tetangga, terutama oleh > kaum bapak adalah keramahannya. Ia terbilang rajin menyapa siapapun jika > kebetulan berpapasan jalan dengan nya. Sejak kehadiran Ati di rumah, > bapak-bapak di komplek kami jadi sering gotong-royong di depan rumah, alasan > minta air PAM atau bahkan terang-terangan mampir ingin bercakap-cakap. > Otomatis ini membuat para ibu rada BeTe. Tetapi untunglah segalanya masih > berjalan wajar, tidak separah komedi 'Suami-Suami Takut Istri' yang setiap > sore ditayangkan pada salah satu TV Swasta. > > > > 10. WARTI > > Orangnya gendut dan berambut keriting. Tidak banyak hal yang dapat > diceritakan terhadap Warti. Hanya sehari setelah diantar oleh pamannya, ia > langsung nangis-nangis mohon pamit. Aneh. Menurut pengakuan Warti, ia sempat > melihat sosok mengerikan di kamar mandi. Kejadian yang sangat tidak masuk > akal bagi kami. Tetapi karena iba dan tak tahu harus berbuat apa, kami > meluluskan permintaanya. Padahal kami sudah membayar 200 ribu rupiah untuk > mengongkosi kedatangan Warti. Belakangan kami baru tahu kalau Warti, > sebenarnya hanya nebeng ke Jakarta dan bermaksud bekerja sebagai buruh > pabrik. Sial !!! > > > > 11. NENI > > Namanya memang keren. ABG ini pertama kali bekerja di rumah kami sudah > mengisyaratkan akan bekerja hanya dalam waktu 6 bulan, karena rencana > pernikahan sudah dijadwalkan oleh orang tuanya. Karena kami waktu itu sangat > membutuhkan tenaga PRT, kami menyanggupinya. Dan disinilah terjadi tragedi > kecil-kecilan itu. Neni yang kami anggap polos itu ternyata punya kebiasaan > yang tidak baik. Ia gemar mencuri dan menghabiskan persediaan makanan di > lemari, tanpa seijin kami. Inilah pertama kalinya kami berhadapan dengan > tipe 'pencuri' seperti ini. Agak shock memang, mungkin karena belum pernah > terjadi sebelumnya. Selama ini, kami tidak pernah membeda-bedakan ataupun > membatasi makanan untuk pembantu. Prinsip kami, apapun yang kami makan, > pembantu kami makan. Untunglah karena memiliki akses terbatas, Neni hanya > dapat beraksi di dapur dan sekitarnya. Biskuit, buah-buahan, susu dan > minuman ludes semuanya. Sedangkan barang-barang kami yang lain aman. > > > > Selain itu setiap disuruh berbelanja Neni pasti menyempatkan diri 'nyunat' > dan 'markup' uang belanja. Terus terang saya dan istri tidak pernah > menghitung uang belanja begitu juga dengan kembaliannya. Situasi ini > benar-benar dimanfaatkan oleh Neni sehingga dengan leluasa ia melakukan > aksinya. Entah tertipu karena wajahnya yang lugu, ataukah karena kesibukan > kami, hal ini berjalan berbulan-bulan, hingga memasuki bulan keempat. > Seperti kata pepatah bau busuk itupun akhirnya tercium juga secara tidak > sengaja. Segalanya bertambah buruk ketika kami juga menangkap basah Neni > menyembunyikan baju dan pakaian dalam milik istri ku. Masa-masa ini adalah > masa tersulit kami menghadapi seorang PRT. Jika dimasa-masa dulu, selalu > kami lalui dengan kelak tawa, pada saat ini kami harus selalu was-was > erhadap gerak-gerik Neni. Gilanya walaupun beberapa kali ertanggakp basah, > Neni masih berani bersumpah demi Tuhan, bahwa dia tidak melakukan hal yang > buruk itu. > > > > Pikir punya pikir akhirnya kami memutuskan untuk memberhentikan Neni > baik-baik. Belum lagi terbit 'surat pemberhentian', kabar baik dari kampung > Nenipun berhembus. Orang tuanya memintanya segera pulang karena pernikahan > Neni dimajukan, dan ia harus segera pulang. Thank's God akhirnya kami bisa > bernafas lega. > > > > 12. NUR > > Usianya 19 tahun. Sedari kecil ia terpaksa harus bekerja keras membantu ibu > nya. Apapun dijalankannya, dari menjadi pembantu rumah tangga sampai > pekerjaan mengangkat batu bata. Memang dalam hal pekerjaan Nur memang > terbilang rajin. Tetapi satu hal yang sering membuat kami qeqi. Ia punya > kebiasaan minum air yang sangat berlebihan. Bahkan satu panci besar air, > jatah minum 3 orang, dapat dihabiskannya seorang diri dalam waktu setengah > hari. Dan satu hal lagi, Nur punya kebiasaan jika sedang tidur sangat susah > untuk dibangunkan. Bahkan percaya atau tidak, jangankan sekedar membunyikan > klakson didepan pagar atau membunyikan bel di depan pintu rumah hingga > menggedor-gedor pintu kamarnya pun sering kali tidak cukup sanggup untuk > membuat matanya terjaga !! Astaganaga !!! > > > > Uniknya ini dilakukannya tanpa sengaja, ia benar-benar tidak mendengar > semuanya itu. Sebenarnya Nur tidak tuli, telinganya berfungsi wajar, hanya > saja jika sedang tidur, Anda perlu berupaya sangat keras dan lama untuk > dapat mengembalikannya ke dunia nyata. Sering kali kami mendengar > teman-temannya bergurau, bahwa jangankan bom atau kebakaran, kalaupun ada > pencuri masuk dan memperkosanya hingga selesai, Nur akan tetap saja tertidur > lelap, seolah tidak terjadi apa-apa. > > > > 13. BIBI JUJUK > > Usianya sudah cukup tua. Sekitar 64 tahun. Ini tipe NeLi alias Nenek Lincah. > Jika Anda pernah menyaksikan bagaimana Lela Sari beraksi, sosok Bibi Jujuk > tidak jauh berbeda. Meskipun nyaris semua helai rambut sudah memutih, tetap > gesit, pecicilan, berlari kesana-kemari. Dia sendiri tampak tidak > mencemaskan dirinya, mungkin hanya kami yang sering kali was-was melihatnya > berjoget-joget, berlari atau meloncat seperti burung nuri. Kadang aku sempat > berpikir, kalau tua saja ia sedemikian lincah tak bisa kubayangkan apa yang > terjadi pada Bi Jujuk saat berusia tujuh belasan. Bisa jadi seperti Tazmania > yang super-super hiper-aktif. > > > > Tapi soal masak-memasak, dia jagonya. Dialah pembantu kami satu-satunya yang > sangat mahir memasak. Maklum Bi Jujuk pernah cukup lama bekerja disebuah > restoran. Darisana ia banyak menimba ilmu masak-memasak. Efeknya mudah > ditebak. Baru sebulan bekerja dirumah kami, berat badanku dan istri sudah > naik beberapa kilo. Gawat !! > > > > Ada satu lagi yang merupakan keunikan dari nya. Bi Jujuk akan selalu > berkomentar aktif pada saat menonton sinetron di Televisi. Saking aktifnya > hingga akhirnya berlebihan. Malah jika harus memilih mana yang harus kami > tonton, Bi Jujuk ataukah TV, kami memilih yang pertama. Karena memang jauh > lebih seru. Misalnya begini, dalam suatu sinetron ada adegan seorang anak > yang berlaku jahat terhadap orang tua kandungnya, maka serta merta Bibi akan > berdiri dengan ekpresi marah, sambil menunjuk kearah TV berteriak > "Anaaaaaaaaaaakkk durhakaaaaa !!!!". Volume suaranya kira-kira 3x lipat > lebih besar dari volume suara televisi. Apalagi dalam suatu adegan klise, > dimana pemeran utama sedang dijahatin oleh pemeran antagonis. Maka Bibi akan > berteriak sambil menutup wajah dengan kedua tanganya..atau ngumpet tengkurep > di depan meja TV,"Awas ...penjahat....waduh ati-ati sama itu...ya > ampun..jangan mau..jangannnnn mauuuuu !!!!". Atau adegan dimana seorang > menantu yang jahat akhirnya mengalami kecelakaan, maka lagi-lagi Bi Jujuk > akan berteriak dengan sangat emosional, "Mampusssssss...tau rasa lu..biar > nyahooo!!....alhamdulilah...biar tahu rasa !! dasar si boro kokok > !!!!...dst..dst...dst..". > > > > Nah kebayang khan betapa ramainya acara nonton TV dirumah kami ? Dan betapa > terkaget-kagetnya para tetangga kami mendengar teriakan Bi Jujuk ? > > -- Ophet 0818-08807388 / 021-94561925 bebex penjelajah/BekaKak-003 www.bekakak.or.id http://blackkarisma.multiply.com/ [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] www.hkci.or.id ------------------------------------ see more information about us in www.bekakak.or.idYahoo! Groups Links No virus found in this incoming message. Checked by AVG. Version: 8.0.101 / Virus Database: 270.4.1/1517 - Release Date: 6/24/2008 8:41 PM
