** * *
Alex Setia
Group Life & Health Underwriting
________________________________
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of hendro
cahyono
Sent: 08 Juli 2008 15:00
To: [email protected]
Subject: [BekaKak] Belajar dari PO (kungfu PanDa)
sekedar renungan dari milis sonoan....
Po , si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya, memiliki
impian untuk menjadi seorang pendekar
Kung Fu. Tak disangka, dalam pemilihan Pendekar Naga, Po dinobatkan sebagai
Pendekar Naga yangdinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas
dendam Tai Lung.
Saat menonton film animasi ini, kita seperti diingatkan tentang beberapa hal:
1. The secret to be special is you have to believe you're special.
Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang
hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya
kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir
diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong
untuk melakukan hal-hal yang spesial.
Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa.
Seperti kata Master Oogway, You just need to believe
2. Teruslah kejar impianmu.
Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu
Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian
karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master
Oogway, kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah,
makanya disebut Present hadiah. Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh
kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang
yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.
3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan
kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.
Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po. Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun
Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik
seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway -gurunya-
bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang
yang mampu melatihnya.
Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi
label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi
kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap
kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk
membimbing
mereka.
4.Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri.
Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua
kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan
seperti 5 murid jagoannya yang lain.
Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi
ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi
motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman
proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan.
5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita
tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.
Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya,
yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai
dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung
akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak
melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris
kehilangan nyawanya.
Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/murid
kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja
mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan
konfirmasi dari orang-orang tertentu. Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu
yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya tidak autis. Ia
lebih senang berkonsultasi dengan orang yang tidak ahli di bidang autistik.
Mendeskreditkan pandangan
ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja memilih terapis yang tidak
kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya proses terapi 11
tahun
tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketika kita punya image yang keliru,
kita akan melangkah ke arah yang keliru.
6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam
hatimu.
Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan
kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan
adalah
kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.
7. Keluarga sangatlah penting.
Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula
Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu.
Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?
--
hendro
0812 841 8958
I'M breAkinG thE RuLes GonNa Act liKe a fool