Jadi Adik Agiel sudah kuat berpuasa belum ? hehehehe..... :-)

2008/9/10 [agiel] <[EMAIL PROTECTED]>

>   buat baca2
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: Nadia Ayu <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 2008/9/10
> Subject: [Guyon-Yook] Kenapa abang tidak puasa???
> To: Undisclosed-Recipient
>
>
>
>
>
>
> *Tak** Perlu Ajari Kami Berpuasa*
>
>
>
> Berpuasa Hari ke tiga di bulan ramadhan saya berkesempatan menumpang becak
> menuju rumah ibu. Sore itu, tak biasanya udara begitu segar, angin lembut
> menerpa wajah dan rambutku. Namun kenikmatan itu tak berlangsung lama,
> keheninganku terusik dengan suara kunyahan dari belakang, "Abang becak ...?"
> Ya, kudapati ia tengah lahapnya menyuap potongan terakhir pisanggoreng di
> tangannya. Sementara tangan satunya tetap memegang kemudi. "Heeh,
> puasa-puasa begini seenaknya saja dia makan ...," gumamku.
>
>
> Rasa penasaranku semakin menjadi ketika ia mengambil satu lagi pisang
> goreng dari kantong plastik yang disangkutkan di dekat kemudi becaknya, dan
> ... untuk kedua kalinya saya menelan ludah menyaksikan pemandangan yang bisa
> dianggap tidak sopan dilakukan pada
> saat kebanyakan orang tengah berpuasa.
>
> "mmm ..., Abang muslim bukan? tanyaku ragu-ragu. "Ya dik, saya muslim .."
> jawabnya terengah sambil terus mengayuh. "Tapi kenapa abang tidak puasa?
> abang tahu kan ini bulan ramadhan.Sebagai muslim seharusnya abang berpuasa.
> Kalau pun abang tidak berpuasa, setidaknya hormatilah orang yang berpuasa.
> Jadi abang jangan seenaknya saja makan di depan banyak orang yang berpuasa
> .." deras aliran kata keluar dari mulutku layaknya orang berceramah.
>
> Tukang becak yang kutaksir berusia di atas empat puluh tahun itu
> menghentikan kunyahannya dan membiarkan sebagian pisang goreng itu masih
> menyumpal mulutnya. Sesaat kemudian ia berusaha menelannya sambil
> memperhatikan wajah garangku yang sejak tadi menghadap ke arahnya.
>
>
>
> "Dua hari pertama puasa kemarin abang sakit dan tidak bisa narik becak.
> Jujur saja dik, abang memang tidak puasa hari ini karena pisang goreng ini
> makanan pertama abang sejak tiga hari ini." Tanpa memberikan kesempatanku
> untuk memotongnya,"Tak perlu ajari abang berpuasa, orang-orang seperti kami
> sudah tak asing lagi dengan puasa," jelas bapak tukang becak itu.
> "Maksud bapak?" mataku menerawang menunggu kalimat berikutnya. "Dua hari
> pertama puasa, orang-orang berpuasa dengan sahur dan berbuka. Kami berpuasa
> tanpa sahur dan tanpa berbuka. Kebanyakan orang seperti adik berpuasa hanya
> sejak subuh hingga maghrib,
> sedangkan kami kadang harus tetap berpuasa hingga keesokan harinya ..."
> "Jadi ...," belum sempat kuteruskan kalimatku, "Orang-orang berpuasa hanya
> di bulan ramadhan, padahal kami terus berpuasa tanpa peduli bulan ramadhan
> atau bukan ..."
> "Abang sejak siang tadi bingung dik mau makan dua potong pisang goreng ini,
> malu rasanya tidak berpuasa. Bukannya abang tidak menghormati orang yang
> berpuasa, tapi..." kalimatnya terhenti seiring dengan tibanya saya di tempat
> tujuan.
>
> Sungguh. Saya jadi menyesal telah menceramahinya tadi. Tidak semestinya
> saya bersikap demikian kepadanya. Seharusnya saya bisa melihat lebih ke
> dalam, betapa ia pun harus menanggung malu untuk makan di saat orang-orang
> berpuasa demi mengganjal perut laparnya.Karena jika perutnya tak terganjal
> mungkin roda becak ini pun takkan berputar ..
> Ah, kini seharusnya saya yang harus merasa malu dengan puasa saya sendiri?
> Bukankah salah satu hikmah puasa adalah kepedulian? Tapi kenapa orang-orang
> yang dekat dengan saya nampaknya luput dari perhatian dan kepedulian saya?
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> * *
>
>
>
> --
> [agiel]
> B 6115 KKU
> -ordinary black scorpio-
>   
>



-- 
Heri
0812 10 77955
Lost a Minute in Life or Lost Life in a Minute

Kirim email ke