Nyang mau mudik nih... !
Rabu, 10 September 2008 | 10:36 WIB MUDIK naik sepeda motor bukan hanya milik kaum muda. Tan Kwet Fo (55) dan istrinya, Sudarmi (48), telah membuktikannya. Mereka naik motor Jakarta-Yogyakarta pada dua musim mudik Lebaran terakhir. Mereka selalu bergabung dalam Mudik Bareng Honda yang diprakarsai harian Warta Kota dan Astra Honda Motor sejak tahun 2006. "Pokoknya kayak zaman masih pacaran dulu deh. Ke mana-mana naik motor," ucap Sudarmi kepada Warta Kota, Jumat (5/9) sore. Tahun ini pasangan Tan-Sudarmi kembali bergabung dengan Mudik Bareng Honda. Mereka akan naik Honda Tiger 2000 menuju Yogyakarta. Anak tunggal Sudarmi yang masih duduk di bangku kuliah tak pernah ikut mudik bareng karena tak bisa meninggalkan pekerjaan paruh waktunya. Acara Mudik Bareng Honda tahun ini lebih seru daripada dua acara terdahulu. Ada tiga kota yang menjadi titik keberangkatan Mudik Bareng Honda pada 26 September mendatang, yakni Jakarta, Bandung, dan Surabaya, sedangkan kota tujuannya hanya satu, yakni Yogyakarta. Nah, Sudarmi tak mau ketinggalan momentum itu. Ia dan suaminya telah mendaftar menjadi peserta Mudik Bareng Honda yang bakal diikuti 3.700 orang tersebut. Warga Jalan Mangga Besar IV R, Jakarta Barat, ini mengatakan, mudik naik motor banyak keuntungannya. Yang paling utama adalah biaya lebih murah daripada mudik dengan moda angkutan umum. "Sudah biaya terjangkau dapat banyak fasilitas, dari bensin gratis, makanan, minuman, sampai pemeriksaan dokter. Sepanjang perjalanan dikawal polisi. Jadi, dijamin aman. Boleh dibilang ongkos mudik telah dipangkas lebih dari separuh," kata Sudarmi. Sebelum ada Mudik Bareng Honda, Sudarmi dan suami selalu mudik dengan kereta api atau pesawat terbang. Pasangan tersebut mudik ke Desa Butuh, Kabupaten Bantul, DIY. Di usianya yang separuh abad, Sudarmi dan Tan tak berpuasa pada hari keberangkatan mudik bersama. Meski demikian, mereka juga tak makan berlebih. Selain itu, mereka juga banyak minum air putih, minum vitamin, dan istirahat seefisien mungkin agar tubuh tetap bugar. Pada Mudik Bareng Honda tahun ini para peserta akan berangkat saat fajar menyingsing. Peserta berhenti di sejumlah SPBU yang ditentukan oleh panitia untuk mengisi bensin dan istirahat. Peserta dari Jakarta juga akan berhenti di Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk buka puasa. Peserta dari Bandung berhenti untuk buka puasa di Rumah Makan Sumber Alam, Kebumen, sedangkan peserta dari Surabaya buka puasa di Gedung IDHI, Sragen. Titik terakhir Mudik Bareng Honda tahun ini adalah Universitas Negeri Yogyakarta dan akan disambut Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X. Pada kesempatan itu juga Museum Rekor Indonesia (Muri) akan mencatat Mudik Bareng Honda 2008 sebagai rekor nasional. Acara Mudik Bareng Honda 2008 juga menyediakan hadiah berupa tiga sepeda motor dan hadiah lain senilai Rp 50 juta yang diundi di Yogyakarta. (ito) ________________________________ See how Windows connects the people, information, and fun that are part of your life. See Now<http://clk.atdmt.com/MRT/go/msnnkwxp1020093175mrt/direct/01/>
