artikelnya buat R4, tapi gak haram buat referensi R2... ;-)

Source: http://otomotif.kompas.com

*Musim Hujan Datang, Komponen Mobil Yang Perlu Diperhatikan*
 Senin, 27/10/2008 | 19:18 WIB

*Musim* hujan sudah mulai datang. Frekuensi curahnya memang belum setiap
hari, tapi sekali tumpah bikin Jakarta lumpuh. Genangan air muncul di
mana-mana dan banjir, selain di titik-tik langganan, juga terjadi di lokasi
yang baru seperti underpass.

Nekad menerjang banjir, bukan tidak mungkin mesin langsung mogok karena ada
komponen yang tersiram air. Lebih parah, mendadak mesin jebol karena
menyedot air cukup banyak.

Komponen apa saja yang bisa bikin kendaraan mogok atau dapur pacu rontok?
"Ada beberapa, tapi terpenting yang diperhatikan distributor dan perangkat
saringan udara," pesan Abikusno, pemilik bengkel Adhira di Cimanggis, Depok
kepada *kompas.com*

Inilah komponen yang perlu diperhatikan.

*1. Distributor
*Fungsinya, penyalur percikan api dari koil ke tiap busi. Jika terendam atau
tersiram air, pembagian setrum bisa tidak rata. "Kalau mau aman bisa
dibungkus dengan kantong plastik atau kertas keresek. Terutama bagian
bawahnya," saran Abikusno. Kalau tak mau dibungkus, bisa disemprot dengan
cairan yang mengandung silikon bagian kabel-kabel dan juga  di dalam cap
distributor *(delco).*

Bila tetap dibiarkan telanjang, apalagi Anda tidak mengetahui letak
Distributor dan ketinggi air, mengakibatkan mesin tersendat dan sistem
pengapian mati.

*2. Saringan Udara
*Perlu diperhatikan, terutama selang-selangnya, pastikan tidak ada yang
bocor atau klemnya kendor. Setelah itu, saringan udaranya. Bila sudah
diganti dengan model "telanjang" sebaiknya kembalikan ke standarnya. Sebab,
bila saringan basah dan tidak cepat dikeringkan, air mudah tersedot masuk ke
ruang bakar. Bisa-bisa piston dan setang rontok akibat *water hammer.*

*3. Lubang saluran isap
*Terjadinya *water hammer* (selain model saringan udara terbuka) lantaran
air masuk lewat lubang saluran isap (air intake). Ada beberapa mobil yang
lubang isap menghadap ke bawah seperti dari Korea (Hyundai dan KIA). Sedang
Suzuki Karimun cukup tinggi. Ada pula posisi lubang saluran isapnya lebih
rendah dari lampu depan.

Jadi, pastikan posisi moncong air intake. Jika bisa diubah menghadap ke
atas, lakukan agar terhindar masuk air ketika menerjang banjir.

*4. Alternator
*Posisinya, biasanya berdekatan dengan kompresor AC. Bedanya, komponen ini
ada kumparan kawat dengan tugas menyuplai listrik ke aki dan keseluruhan
sistem saat mesin bekerja. Sampai tersiram air bia terjadi hubungan pendek
dan kumparan terbakar. Pastikan ketinggian posisinya dengan air yang bakal
diterjang.

*5. Tongkat pengukur oli (Dipstick)
*Hanya berbentuk tongkat buat mengukur kuantitas oli di mesin. Nah,
perhatikan karet di bagian atas, bila sudah rusak bisa menjadi "pintu" masuk
buat air.

*6. Koil dan Busi
*Bila dua komponen ini tersiram air membuat mesin pincang atau batuk-batuk
lantaran sistem pengapiannya terganggu akibat hubungan singkatnya terkena
air. Sebagai percikan bungna api ke busi, kalau nggak berfungsi mesin  jadi
mati.

*SBT*

Kirim email ke