---------- Forwarded message ---------- From: Erwin Arianto <[email protected]> Date: 2008/2/13 Subject: [pernikahan] (puisi) pada tiup mesra angin dipungut waktu To:
pada tiup mesra angin dipungut waktu Satu jengkal hati menuju langit mungkin senyummu sayang di balik mega menyambut pagi ceria serupa matahari tapi hatiku tetap menyukai kesunyian melukis bunga bidadariku di helai udara kuceritakan padamu tentang Kisah tlah lewat Tentang Cintaku pada seorang dara jelita bahagialah Aku kini ada yang merindukanku pada waktu lalu tercatat nama terpahat wajah bahagialah aku kini ada yang mencintaku walau terkungkung aku dalam bayang lalu penuh kasih sayang Pada bibirmu cinta apa yang terucap doa atau keinginan menjadi Sejati marilah, marilah masuk kedalam hati ku cintaku pahatkan indahnya cinta mu dalam hatiku itulah cinta begitu merahasia tak dapat diterkakemana menyuka Biarlah lebur semua lalu dalam doa menerima takdir sebagai suatu keihklasan hati Depok, 13 February 2008 Erwin Arianto -- Best Regard Erwin Arianto,SE えるウィン アリアンと ------------------------------------- SINCERITY, SPEED, INOVATION & INDEPENDENCY -- Heri 0812 10 77955 Lost a Minute in Life or Lost Life in a Minute
