Hati-Hati Menyemprot Pewangi Pada Helm
Kompas.com, Rabu, 11/2/2009 | 06:33 WIB

*Hati-hati *memberi pewangi pada helm. Maksud hati ingin menjaga agar bagian
dalam pelindung kepala itu terhindar dari bau kecut. Namun karena salah
pilih jenis cairannya, bisa bikin kulit di kepala meradang dan iritasi.

Bukan mau menakut-nakuti. Misdi Purwanto dari Banten mengalaminya yang
menurut dokter akibat cuka asam cuka atau asam acetat (C2H20 C00) menempel
di kepalanya. Ini akibat salah aplikasi pewangi helm.



*Bersihkan dulu sebelum disemprot pewangi*





“Umumnya, pewangi helm dipakai untuk menghilangkan bau tengik atau Folty
Acid (FA). FA muncul dari keringat yang berubah menjadi lemak dan
teroksidasi menjadi bau,” ungkap Anthony Setiadi, ahli kimia yang mengambil
gelar master di Amerika.

Untuk menghilangkan bau bisa dilakukan dengan 3 cara, yakni dibakar (HC +
OH), diserap dengan karbon aktif dan terakhir diberi kimia pengurai struktur
bau alias anionik. Kimia ini membentuk deterjen yang biasanya dikemas
menjadi busa.

Sedang pewangi helm diofrmulasi dari biang parfum dan alkohol (C2H5 OH) yang
mudah menguap. Saat helm dipakai, penguapan terjadi di sekeliling kepala.
“Nah, di sinilah alkohol bercampur oksigen yang membentuk asam acetat. Makin
parah ditambah keringat, lengkap baunya,” tambah Anthony.

Kesimpulannya, pewangi helm bukan mengusir bau tapi menutup aroma asam
dengan biang parfum. Awalnya sih, harum tapi saat alkohol menguap, helm yang
sudah bau bakal tambah bau.



*Pengusir bau tengik*






Menurut Martin, pengusaha pewangi helmyang tinggal di Bandung, Jawa Barat
sebelum menggunakan pewangi, terlebih dahulu bagian dalam dibersihkan. Cara
paling gampang, dicuci pakai deterjen. Kalau mau lebih modern dengan dry
cleaning atau disemprot pakai cairan busa pembersih helm berisi deterjen dan
senyawa dan onionik.

Setelah sumber bau lenyap, baru dikasih pewangi. Makin sip, jika cairan
pewangi dilengkapi antibakteri.* (Ipunk)*

Kirim email ke