untung ja bekakak gada yg seperti itu,bkn begitu pa ketum...???? hehehe....




SaLaM HaNgaT
Bebex Lincah 027
B 6318 KMV

--- On Mon, 6/15/09, Agast <[email protected]> wrote:

From: Agast <[email protected]>
Subject: [BekaKak] KORBAN MOGE AROGAN
To: [email protected]
Date: Monday, June 15, 2009, 9:01 AM











    
            
            


      
      Korban Moge Arogan
Putra Edwin: Saya Melihat Ayah Diludahi dan Dipukul

Indra Subagja - detikNews


foto: ilustrasi 


Jakarta - Geraldino Krisna Akbar (14), putra dari Darmawan Edwin Sudibyo (51), 
hanya bisa menangis saat teror pengendara motor gede (moge) terjadi. Dia dan 
adik-adiknya, Athaa (7) dan Raditya (4), melihat di depan mata mereka perlakuan 
tidak sopan dari para pengendara moge kepada ayah mereka.


"Ayah diludahi dan dipukul. Kami hanya bisa menangis kesal," kata Akbar saat 
berbincang melalui telepon dengan detikcom, Senin (15/6/2009).

Akbar menuturkan, peristiwa itu bermula saat diberlakukan jalur searah (one 
way) di jalur Puncak mengarah ke Jakarta pada Minggu 24 Mei pukul 16.00 WIB. 
Saat itu kendaraan milik Edwin sudah sampai di dekat Hotel Bima Cakti. 
Sementara rombongan moge dengan dipimpin vorrijder dari kepolisian meminta 
didahulukan. Lalu para pengendara lainnya pun meminggirkan kendaraan mereka ke 
sisi kiri.


"Waktu itu karena ayah pikir sudah habis konvoinya, ayah mengambil ke kanan. 
Tapi ternyata ada pengendara yang ketinggalan dari rombongan," jelas siswa SMP 
kelas 2 ini.

Rombongan yang tercecer meminta mobil Nissan X-Trail yang ditumpangi keluarga 
Edwin menepi kembali ke kiri. "Ayah sudah mau menepi tapi lalu lintas padat 
jadi tidak bisa langsung masuk. Kemudian mereka memukul-mukul mobil," jelas 
Akbar.


Karena panik, Edwin memencet klakson. Tapi para pengendara moge justru tidak 
terima. "Ada 7-10 orang yang menutup jalan mobil, waktu ayah mau keluar, pintu 
mobilnya malah ditahan dan waktu buka kaca mobil ayah malah ada yang mukul dan 
diludahi," imbuhnya.


Insiden yang berlangsung sekitar 10 menit ini kemudian selesai saat seorang 
petugas peolisi datang dan memisahkan keributan ini. "Ayah kemudian lapor ke 
Polsek Cisarua, tapi motor gede itu sudah hilang, pergi," jelas Akbar yang 
merasa trauma dengan kejadian itu.


Kini, meski sudah beberapa waktu berlalu, Akbar masih menyimpan kenangan buruk 
itu. "Kenapa mereka berbuat seperti itu ya?" tanya remaja ini.

(ndr/nrl) 


 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke