*Beda Gaya Hindari Gedubrak*

Umumnya, teori pengereman dari kecepatan tinggi menggunakan komposisi 40
persen rem belakang dan 60 persen rem depan. Tapi awas! Pengalaman
membuktikan, gaya seperti itu tidak pas untuk pengguna skubek.
Sudah banyak yang gedubrak, nggelosor di aspal pakai jurus demikian. “Untuk
posisi jalan lurus dan aspal yang enggak licin, gaya ngerem begitu masih
bisa dilakukan. Tapi kalau posisi motor agak miring sebelum masuk tikungan,
justru potensial terpeleset,” terang Andi Fajar, pembalap seeded asal
Lampung, yang sehari-hari naik skubek juga.
Logis, sih. Kan diameter roda skubek lebih kecil. Sementara kecepatan tinggi
memberi dorongan beban tambahan saat braking. Wajar kalau dipaksa malah jadi
gampang terpeleset. “Apalagi, sekarang banyak modif rem depan dengan
piringan gede dan cakram yang kekuatannya lebih. Kalau enggak pas
komposisinya, peluang sangat besar,” tambah Andi yang sering menjumpai kasus
serupa, terutama pada cewek pengguna skubek.
Cara pengereman di balap skubek bisa jadi referensi. Meski ngebut dan
nikung, mereka jarang terpeleset. “Caranya tentu beda dengan bebek atau
motor sport yang bejek rem depan lebih kuat,” terang Ergus, pembalap asal
Ciputat, yang kini sering balap skubek juga.
Begini jurusnya. Sebelum masuk tikungan, rem belakang lebih dulu mendapat
porsi lebih besar. Tekanan pada rem depan hanya untuk mengimbangi. Komposisi
jadi dibalik 40 persen rem depan dan 60 persen rem belakang. “Baru setelah
beban dorongan yang diperoleh dari kecepatan motor berangsur berkurang,
komposisi dibuat seimbang antara depan dan belakang,” terang pria yang baru
saja melepas masa lajangnya itu.

*BERHENTI DI TANJAKAN*
Pengereman yang kurang tepat saat berhenti di tanjakan juga bisa bikin
celaka. “Kalau mau berhenti di tanjakan, jangan cuma rem depan. Apalagi
kalau bawa boncengan. Berpeluang merosot,” ingat Andi.
Maksudnya, meski roda depan ngunci, tetapi tetap akan geser ke belakang.
Karena, bagian depan skubek tidak mampu menahan beban berat dari tengah ke
belakang. “Paling aman. Misal tanjakan di lampu merah, tangan jangan lepas
untuk pegang rem depan-belakang,” tambahnya.


-- 
Divisi Humas (2)
..Vincent.. a.k.a Bebek Tangguh
B6600KDQ
BekaKak SMS Line : 081318905511
BekaKak Care Line : 021-92181506
fs & fb : [email protected]
ym : tangguh035
www.bekakak.or.id
www.hkci.or.id

Kirim email ke