Gempa berkekuatan 7,3 skala richter mengguncang Maluku. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mencatat gempa terjadi sekira pukul 21.40 WIB di barat laut Saumlaki, Maluku.
Pusat gempa berada di 165 km, 6.23 LS - 130.60 BT di 209 km BaratLaut Saumlaki-Maluku. Gempa ini juga berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga saat ini warga masih berada di luar rumah untuk mengamankan diri dari gempa susulan. Okezone.com On 10/24/09, TiVo <[email protected]> wrote: > Sabtu, 24 Oktober 2009 | 08:00 WIB > > JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) > menyatakan informasi yang beredar melalui SMS bahwa akan terjadi gempa bumi > dengan kekuatan 8-8.5 SR pada hari Sabtu (24/10) di Jakarta karena adanya > pergerakan lempeng ke arah Jakarta adalah tidak benar. Selama ini, BMKG juga > belum pernah mengeluarkan prediski semacam itu. > > "Berita itu tidak benar, dan BMKG tidak pernah membuat berita seperti itu. > Berita itu hanya isu dan membohongi masyarakat, karena isu tidak mempunyai > dasar ilmiah yang jelas. Perlu diketahui bahwa sampai saat ini gemabumi > tektonik beum bisa diprediksi secara ilmiah dengan baik. Bila gempa memang > dapat diprediksi, maka gempa-gempa Tasikmalaya dan Gempa Sumbar semestinya > sudah terprediksi sebelum terjadi. Tetapi ternyata tidak. Dari sekian kali > isu akan terjadi gempa, tidak satupun yang terbukti. Oleh karenanya isu-isu > selanjutnya tidak perlu dihiraukan," demikian pernyataan resmi dari BMKG > yang dikeluarkan Dr Sri Woro B. Harijono, M.Sc, Kepala Badan Meteorologi, > Klimatologi dan Geofisika dalam situs resmi BMKG. > > BMKG menyatakan prediksi gempa bumi masih dalam taraf penelitian. Parameter > prediksi adalah lokasi, besarnya dan waktunya. Perkiraan lokasi dan besarnya > gempa dapat saja dilakukan, namun tantangan yang paling sulit adalah > menjawab kapan gempa tersebut terjadi. > > Prediski gempa baru bisa dilakukan berdasarkan sejarah gempa dengan dihitung > probabilitasnya. Berdasarkan monitoring tanda-tanda pendahuluan (precursor) > gempa bumi besar, maka secara fisika bisa kita ungkapkan bahwa apabila > materi mengalami stress maka beberapa sifat materi tersebut mengalami > perubahan yang dapat di monitor, seperti kepadatan, kandungan air, kandungan > elektron, sifat kemangnetan, sifat radio aktif dan sebagainya. > > Di daerah pertemuan lempeng tektonik terjadi akumulasi stress akibat tekanan > pergerakan lempeng tektonik. Maka bisa dilakukan monitoring perubahan > gravitas, electron, kemagnitan, tinggi air tanah, radon (radio aktif), > seismik dan lain-lain. > > Sampai saat ini yang dapat dibuktikan adalah setelah gempa besar maka hasil > monitoring sebelum terjadi gempa dikaji lagi. Hasilnya memang ada beberapa > tanda menunjukkan gejala anomaly tertentu. Namun belum dapat disimpulkan > bahwa tanda tersebut menandakan gempa akan terjadi, karena tanda tersebut > sering juga muncul tanda tanpa disertai adanya gempa besar. Hal ini > membuktikan bahwa prediksi gempa belum konsisten secara ilmiah dan belum > dapat dikatakan sebagai teknologi yang dapat dipakai. > > China sudah mengoperasikan sistem prediksi gempa dengan memakai bermacam > sensor seperti GPS (Global, Posisioning System), gravitasi, magnet, radon, > termasuk gejala tingkah laku binatang. Hasilnya memang beberapa kali sukses, > namun lebih sering gagal memprediksi gempa besar. > > Powered by TiVoBerry® > > ------------------------------------ > > see more information about us in www.bekakak.or.idYahoo! Groups Links > > > >
