[image:
?ui=2&view=att&th=124e0d39738c4da3&attid=0.1&disp=attd&realattid=ii_124e0d39738c4da3&zw]
;-)


---------- Forwarded message ----------
From: Facebook <[email protected]>
Date: 2009/11/10
Subject: "Honda Karisma Riders Jawa Barat" sent you a message on Facebook...
To: Khcc GaLan <[email protected]>


Yukie Karismaloverz sent a message to the members of Honda Karisma Riders
Jawa Barat.

--------------------
Subject: UNDERESTIMATE & OVERESTIMATE

Kondisi lalu lintas khususnya di kota-kota besar sudah mulai padat dan
bahkan sangat padat. Kemacetan tidak bisa dihindari pada jam-jam tertentu,
pembangunan infrastruktur pendukung sarana transportasi maupun galian kabel
turut memperparah kemacetan.


Selap-selip, tidak mau mengalah, melanggar rambu-rambu dan lain-lain.
Sebaliknya pada umumnya klub motorpun juga mengeluhkan pengendara mobil yang
seenaknya saja berbelok tanpa lampu sign, menutup jalur ruang gerak motor
saat lalu lintas padat atau di jalan sempit, sehingga membuat antrian motor
tidak beraturan dan terlihat berjejal-jejal.
Emosi pengendara mobil maupun motor seringkali terpancing hingga memperkeruh
keadaan, saling menyalahkan, tidak mau mengalah, merasa benar, dan
sebagainya. Menurut saya, kita tidak bisa merubah sikap sekian banyak orang
yang ada di jalan. Berbagai latar belakang budaya, pendidikan, pola pikir,
mentalitas dan sebagainya membuat kita untuk perlu berpikir alternatif;
Yaitu bersabar, mengalah, dan selalu berpikiran jernih, yang tentunya
dimulai dari diri kita sendiri.
Saya coba sharing strategi sederhana, yang dapat membantu kita untuk
mengerti dan mensiasati keadaan agar selamat dan terhindar dari kecelakaan
di jalan.

Yaitu strategi: UnderEstimate dan OverEstimate.
Strategi: UNDER-estimate

Strategi ini lebih kepada safety:

1. Saat kita akan menyalip kendaraan lain di depan kita:
anggap bahwa pengemudi di depan kita tidak mengetahui kita akan menyalip,
sehingga kita perlu memberi tanda berupa lampu beam atau klakson pendek dan
menyalakan lampu sign sebelum menyalip, hingga dia tau kalau kita akan
menyalipnya.

2. Saat akan pindah jalur:
- anggap bahwa sekitar kita tidak mengetahui kita akan berpindah jalur,
sehingga kita perlu melihat situasi di belakang kita melalui kaca spion
sebelum berniat pindah jalur dan menyalakan lampu sign
- jika terdengar ada suara motor / mobil dengan kecepatan tinggi di belakang
kita, anggap bahwa dia tidak tau kalau kita akan pindah jalur, sehingga
dengan sign menyala kita perlu memberi kesempatan terlebih dahulu pada
mobil/motor kencang tersebut, hingga kita aman untuk pindah jalur.

3. Saat akan melakukan pengereman mendadak:
- anggap bahwa sistem rem mobil / motor di belakang kita tidak bagus,
sehingga kita perlu membantu memberi jarak pengereman kepada pengendara di
belakang sehingga aman untuk mobil/motor kita. Penting untuk selalu
memperhatikan spion sebelum melakukan pengereman mendadak (perlu dilatih
hingga bisa refleks).

- jika benar-benar pengereman sangat mendadak, anggap bahwa mobil/motor di
belakang tidak mengetahui bahwa kita melakukan pengereman mendadak tersebut,
sehingga kita perlu untuk melakukan pengereman mendadak disertai membunyikan
klakson agar pengendara di belakang mengetahui kondisi darurat tersebut.
Note: terkadang kita menemukan pengemudi yang kesal, kemudian melakukan rem
mendadak untuk mengejutkan pengemudi di belakangnya, ini contoh yang
berbahaya baik untuk dirinya dan orang lain.

4. Saat melewati pertigaan/ perempatan sepi:
anggap banyak pengemudi yang tidak hati-hati, sehingga kita perlu memberi
tanda sebelum lewat berupa lampu beam atau bunyi klakson pendek.

5. Saat akan melewati pintu perlintasan kereta api:
anggap ada masalah dengan sistem alarm/peringatan pintu kereta, sehingga
biasakan untuk mengecilkan/mematikan soundsystem dan membuka sedikit kaca
pintu agar kita bisa mendengar suara dari luar.

6. Saat akan memasuki tikungan sempit:
Apabila kita sedang mengendarai motor, saat memasuki tikungan yang sempit,
hindari menyalip dari sisi dalam tikungan. Anggap mobil atau motor yang kita
akan dahului tidak mengetahui keberadaan kita atau mobil atau motor tersebut
berbelok tajam (seperti formula-1 mengikuti ‘racing line’).

Strategi: OVER-estimate
Strategi ini lebih kepada usaha untuk mengalah:

1. Saat diintimidasi, dipancing untuk diajak kebut-kebutan, anggaplah
mobil/motor dia lebih hebat, bermesin turbo, berteknologi canggih, dsb,
sehingga kita tidak terbawa ajakan tersebut. (saat ini banyak mobil
berpenampilan standard, tetapi sangat powerful dan kencang)

2. Saat kita sedang berakselerasi, dan ada kendaraan lain yang bersebelahan,
juga berakselerasi, anggap mobil/motor dia lebih hebat, bermesin turbo,
berteknologi canggih, dsb, sehingga kita memberi kesempatan baginya untuk
jalan lebih dulu.

3. Saat ada motor/mobil yang ugal-ugalan di belakang dan terlihat/terdengar
akan menyusul kita, anggaplah dia pengemudi hebat yang butuh konsentrasi
penuh, sehingga sebaiknya kita tidak membuat gerakan yang tiba-tiba yang
bisa membahayakan kita sendiri sembari memberinya jalan.

4. Saat dalam kecepatan tinggi, umumnya di jalan tol. Anggaplah sistem rem
mobil/motor di depan kita sangat baik dan sangat pakem, sementara punya kita
butuh jarak rem yang panjang. Maka kita perlu untuk menjaga jarak aman agar
dapat melakukan pengereman yang baik apabila mobil/motor depan rem mendadak.

5. Saat akan menyalip mobil/motor, kemudian dari arah berlawanan ada
mobil/motor. Anggaplah mobil/motor yang berlawanan tersebut berkecepatan
tinggi dan tidak akan mengalah/memberi jalan, sehingga sebaiknya kita tunda
dulu menyalip mobil/motor didepan kita.

6. Mobil / Motor yang tergesa-gesa:
- anggaplah dia sedang ada kepentingan yang mendesak, beri jalan.
Note: sebaiknya jika kita dalam kondisi mendesak/darurat, nyalakan lampu
beam, hazard, dan lampu kabin (interior). saat akan berbelok matikan sejenak
hazard dan nyalakan sign agar pengemudi lain mengetahui arah gerakan kita.
--------------------

To reply to this message, follow the link below:
http://www.facebook.com/n/?inbox%2Freadmessage.php&t=1237398105746&mid=1634fc1G5af32239a08dG1540f7G0

<<untitled.JPG>>

Kirim email ke