Alkisah seorang pemuda baru saja lulus pendidikan di Akademi
Kepolisian. Saking bahagianya, di malam kelulusannya itu sang pemuda
mengadakan pesta minuman bersama rekan-rekannya sampai mabuk. Pagi harinya,
tiba2 ada panggilan dari kesatuannya untuk segera mengikuti apel bendera.
Karena masih ada pengaruh minuman di kepala, polisi remaja itu pun mampir ke
warung dekat kantor untuk beli Antimo sebelum ikut upacara.

Pemuda : "Pak, beli Antimo."
Warung : "Untuk apa, Pak? Bapak mau pergi jauh ya?"
Pemuda : "Oh, nggak. Saya pusing karena mabok."
Setelah minum Antimo, si pemuda pun ke kantor untuk ikut upacara. Namun, ia
masih merasa mabuk dan kepalanya berat.
"Kurang ajar penjual warung itu. Katanya obat anti mabuk, lah kok kepalaku
masih pusing. Awas, nanti aku samperin dia sehabis upacara. Obatnya pasti
palsu!!"
Setelah upacara, dengan masih menggunakan seragam lengkap pemuda itu pun
langsung ke warung tempat beli Antimo dan ngomel-ngomel.
Pemuda : "Pak, obatnya palsu ya?"
Warung : "Emang kenapa, Pak?"
Pemuda : "Saya sudah minum 2 butir kok mabuknya nggak ilang-ilang? "
Warung : "Bapak dari Kepolisian, ya?"
Pemuda : "Iya. Emang kenapa kalau Kepolisian?"
Warung : "Pantesan ndak mempan, Pak. Lah wong Antimo itu hanya untuk Darat,
Laut, dan Udara. Untuk Kepolisian nggak ada, Pak."

Pemuda : Arrrrggghhhrrhhhh>=) !

-- 
Heri
0812 10 77955
Lost a Minute in Life or Lost Life in a Minute

Kirim email ke