Agree... Selain menguasai safety riding, pengendara juga harus mampu
menjalankan defensive riding, dimana saat itu attitude kita berbicara
banyak, bukan di masalah teknik.

On 3/16/10, Afri Y <[email protected]> wrote:
> Safety riding course yang ada sekarang ini menurut gue salah kaprah. Yang
> diajarkan lebih mengenai masalah teknis tentang cara berkendara dan
> menguasai kendaraan. Ujung-ujungnya ketika sudah menguasai teknik itu malah
> jadi ugal-ugalan dan membahayakan pengendara lain. Padahal menurut gue ada
> yang lebih penting dari itu yaitu tentang cara menguasai emosi di jalan
> alias tata krama selama di jalan. Yang bila dipraktekan di jalan pasti akan
> safety buat diri sendiri maupun orang lain di sekitar kita. Itu kan memang
> tujuan dari safety riding.
>
> Maaf kalau kurang berkenan. Sekedar celometan dari gue...
>
>
> Afri
>
>
> -----
> Sent from my BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: yukie slanky <[email protected]>
> Date: Mon, 15 Mar 2010 10:24:34
> To: [email protected]<[email protected]>
> Cc: <[email protected]>
> Subject: [HKCI] (unknown)
>
>
>
> Mohon maaf, saya tidak tau sumber artikel ini, bila ada yang tau mohon
> ditambahkan.
>
> Safety Riding First
> Kondisi seperti saat ini
> membuat sepeda motor menjadi pilihan paling praktis dan ekonomis
> sebagai alat transportasi baik pribadi maupun keluarga. Kemampuan
> melalui jalan yang relatif kecil (selap selip) seakan membuat motor
> menjadi kendaraan bebas macet dan efektif, sementara itu juga konsumsi
> BBM yang sangat irit membuat kendaraan ini sangatlah ekonomis.
> Namun sayang juga ketika demikian mudahnya memperoleh sepeda motor,
> tetapi tidak dibarengi dengan kesadaran untuk belajar berkendara dengan
> baik dan aman. Masih banyak kita lihat orang mengendarai motor dengan
> sekencang-kencangny a, atau sangat lambat dan lain-lain yang
> membahayakan dirinya juga orang lain disekitarnya.
> Menurut survey
> tim safety riding course, lebih dari 50% kecelakaan sepeda motor
> disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, selain faktor kendaraan dan
> lingkungan.
> Mungkin disinilah perlunya kita ikut suatu klub motor. Apakah itu klub motor
> sejenis maupun klub motor berbagai merek, yang penting adalah klub yang bisa
> membina kita menjadi bikers yang baik dan tertib. Klub motor yang baik salah
> satunya adalah klub yang peduli dengan keselamatan dan keamanan berkendara.
> Beberapa
> klub yang saya kenal, melakukan acara khusus untuk melatih dan memberi
> pencerahan tentang keselamatan dan keamanan berkendara. Bahkan untuk
> menggelar acara tersebut dilibatkan juga beberapa vendor sebagai
> sponsor, yang artinya semua sepakat akan pentingnya keselamatan.
> SafetyRiding! !!!
>
> Sama
> halnya dengan istilah Safety Driving bagi pengguna mobil, istilah
> Safety Riding mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal
> harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun
> orang lain.
> Dalam pelatihan Safety Riding, disajikan dalam teori dan praktek.
> Umumnya
> dalam teori dijelaskan seputar keselamatan berkendara, pentingnya
> pemanasan tubuh saat hendak berkendara, kesiapan kendaraan, posisi
> berkendara yang ideal, dan lain-lain.
>
>
> Kesiapan berkendara yang diperlukan untuk sepeda motor antara lain:
> 1.Sarung
> Tangan, sebaiknya memiliki lapisan yang dapat menutupi kedua belah
> tangan dan bahan yang dapat menyerap keringat serta tidak licin saat
> memegang grip/handle motor.
> 2.Jaket,
> sebaiknya mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin
> maupun efek negatif kala terjadi benturan baik kecil maupun besar.
> 3.Helm
> (minimal Half Face), sebaiknya mampu memberikan proteksi lebih kepada
> kepala, poin inilah yang selalu dilewatkan oleh tipikal bikers pengguna
> helm catok dan sejenisnya.
> 4.Sepatu, haruslah mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh
> lapisan kaki.
>
>
> Secara umum untuk pelatihan praktek Safety Riding diajarkan:
> 1.Teknik
> pengereman dengan hanya mengandalkan rem depan, rem belakang, dan
> kombinasi keduanya. Teknik ini untuk membiasakan bikers untuk
> membedakan fungsi dua sisi rem saat hendak berhenti ber-akselerasi.
> 2.Teknik
> slalom dengan cone di lintasan. Teknik ini untuk melihat kemampuan
> peserta menikung dengan cepat dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya
> dengan asumsi kendaraan sedang melaju di tengah kemacetan.
> 3.Teknik
> berjalan di lintasan ala bumpy-road, teknik ini untuk membiasakan
> bikers untuk memberi kenyamanan saat jalan tidak mulus atau
> bergelombang.
> 4.Teknik
> berkendara di lintasan lurus dan sempit berupa bilah dengan asumsi
> kendaraan berjalan di jalan kecil dan diliputi kemacetan. Teknik ini
> untuk membiasakan diri bagi bikers untuk tetap dapat melakukan handling
> tanpa menurunkan kaki dalam kecepatan rendah.
>
> Perangkat keamanan semacam decker lutut dan siku plus helm menjadi wajib
> untuk peserta pelatihan Safety Riding.
> Dari
> materi-materi seperti inilah diharapkan muncul niatan dari para
> pengendara untuk membiasakan diri sendiri memberi upaya keselamatan
> berkendara. Gampang-gampang susah, itu ternyata pendapat yang muncul di
> benak peserta setelah semua sesi praktek dilapangan dilakukan. Dari
> sekian banyak poin yang dipelajari peserta semua memiliki arti
> masing-masing dengan kesimpulan bahwa keselamatan berkendara amatlah
> dibutuhkan untuk mengurangi angka kecelakaan dijalan. Ya! Semua dimulai
> dari diri sendiri, alangkah baiknya jika hasil kursus singkat ini dapat
> dibagi dengan rekan-rekan lain sesama pengendara.
> Buktikan
> bahwa kita mampu berkendara dengan baik, tidak sembrono, tidak
> ugal-ugalan, patuh lalu-lintas, dan menghormati sesama pengguna jalan
> serta memberi contoh positif kepada sesama pengguna jalan.
>
> Safety is Everything, bro!!
>
>  Sumber: Unknowah..
>
>
>
>
>

-- 
Sent from my mobile device

Ochep

Kirim email ke