Intinya pengendalian Diri ya Mbah.... kita harus lebih sabar di jalanan. kadang 
kita udah sabar juga susah temperamen orang jakarta kasar kasar Mbah.




________________________________
Dari: Afri Y <[email protected]>
Kepada: [email protected]; "[email protected]" 
<[email protected]>
Terkirim: Sel, 16 Maret, 2010 00:53:29
Judul: [BekaKak] Re: [HKCI] (unknown)

  
Safety riding course yang ada sekarang ini menurut gue salah kaprah. Yang 
diajarkan lebih mengenai masalah teknis tentang cara berkendara dan menguasai 
kendaraan. Ujung-ujungnya ketika sudah menguasai teknik itu malah jadi 
ugal-ugalan dan membahayakan pengendara lain. Padahal menurut gue ada yang 
lebih penting dari itu yaitu tentang cara menguasai emosi di jalan alias tata 
krama selama di jalan. Yang bila dipraktekan di jalan pasti akan safety buat 
diri sendiri maupun orang lain di sekitar kita. Itu kan memang tujuan dari 
safety riding. 

Maaf kalau kurang berkenan. Sekedar celometan dari gue...


Afri


-----
Sent from my BlackBerry®
________________________________

From: yukie slanky <yukiep...@yahoo. com> 
Date: Mon, 15 Mar 2010 10:24:34 -0700 (PDT)
To: beka...@yahoogroups .com<beka...@yahoogroups .com>
Cc: <h...@yahoogroups. com>
Subject: [HKCI] (unknown)



Mohon maaf, saya tidak tau sumber artikel ini, bila ada yang tau mohon 
ditambahkan.

Safety Riding First
Kondisi seperti saat ini membuat sepeda motor menjadi pilihan paling praktis 
dan ekonomis sebagai alat transportasi baik pribadi maupun keluarga. Kemampuan 
melalui jalan yang relatif kecil (selap selip) seakan membuat motor menjadi 
kendaraan bebas macet dan efektif, sementara itu juga konsumsi BBM yang sangat 
irit membuat kendaraan ini sangatlah ekonomis. 
Namun sayang juga ketika demikian mudahnya memperoleh sepeda motor, tetapi 
tidak dibarengi dengan kesadaran untuk belajar berkendara dengan baik dan aman. 
Masih banyak kita lihat orang mengendarai motor dengan sekencang-kencangny a, 
atau sangat lambat dan lain-lain yang membahayakan dirinya juga orang lain 
disekitarnya. 
Menurut survey tim safety riding course, lebih dari 50% kecelakaan sepeda motor 
disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, selain faktor kendaraan dan 
lingkungan. 
Mungkin disinilah perlunya kita ikut suatu klub motor. Apakah itu klub motor 
sejenis maupun klub motor berbagai merek, yang penting adalah klub yang bisa 
membina kita menjadi bikers yang baik dan tertib. Klub motor yang baik salah 
satunya adalah klub yang peduli dengan keselamatan dan keamanan berkendara. 
Beberapa klub yang saya kenal, melakukan acara khusus untuk melatih dan memberi 
pencerahan tentang keselamatan dan keamanan berkendara. Bahkan untuk menggelar 
acara tersebut dilibatkan juga beberapa vendor sebagai sponsor, yang artinya 
semua sepakat akan pentingnya keselamatan. 
SafetyRiding! !!! 

Sama halnya dengan istilah Safety Driving bagi pengguna mobil, istilah Safety 
Riding mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki 
tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain. 
Dalam pelatihan Safety Riding, disajikan dalam teori dan praktek. 
Umumnya dalam teori dijelaskan seputar keselamatan berkendara, pentingnya 
pemanasan tubuh saat hendak berkendara, kesiapan kendaraan, posisi berkendara 
yang ideal, dan lain-lain. 


Kesiapan berkendara yang diperlukan untuk sepeda motor antara lain: 
1.Sarung Tangan, sebaiknya memiliki lapisan yang dapat menutupi kedua belah 
tangan dan bahan yang dapat menyerap keringat serta tidak licin saat memegang 
grip/handle motor. 
2.Jaket, sebaiknya mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan 
angin maupun efek negatif kala terjadi benturan baik kecil maupun besar. 
3.Helm (minimal Half Face), sebaiknya mampu memberikan proteksi lebih kepada 
kepala, poin inilah yang selalu dilewatkan oleh tipikal bikers pengguna helm 
catok dan sejenisnya. 
4.Sepatu, haruslah mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh 
lapisan kaki. 


Secara umum untuk pelatihan praktek Safety Riding diajarkan: 
1.Teknik pengereman dengan hanya mengandalkan rem depan, rem belakang, dan 
kombinasi keduanya. Teknik ini untuk membiasakan bikers untuk membedakan fungsi 
dua sisi rem saat hendak berhenti ber-akselerasi. 
2.Teknik slalom dengan cone di lintasan. Teknik ini untuk melihat kemampuan 
peserta menikung dengan cepat dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya dengan 
asumsi kendaraan sedang melaju di tengah kemacetan. 
3.Teknik berjalan di lintasan ala bumpy-road, teknik ini untuk membiasakan 
bikers untuk memberi kenyamanan saat jalan tidak mulus atau bergelombang. 
4.Teknik berkendara di lintasan lurus dan sempit berupa bilah dengan asumsi 
kendaraan berjalan di jalan kecil dan diliputi kemacetan. Teknik ini untuk 
membiasakan diri bagi bikers untuk tetap dapat melakukan handling tanpa 
menurunkan kaki dalam kecepatan rendah. 

Perangkat keamanan semacam decker lutut dan siku plus helm menjadi wajib untuk 
peserta pelatihan Safety Riding. 
Dari materi-materi seperti inilah diharapkan muncul niatan dari para pengendara 
untuk membiasakan diri sendiri memberi upaya keselamatan berkendara. 
Gampang-gampang susah, itu ternyata pendapat yang muncul di benak peserta 
setelah semua sesi praktek dilapangan dilakukan. Dari sekian banyak poin yang 
dipelajari peserta semua memiliki arti masing-masing dengan kesimpulan bahwa 
keselamatan berkendara amatlah dibutuhkan untuk mengurangi angka kecelakaan 
dijalan. Ya! Semua dimulai dari diri sendiri, alangkah baiknya jika hasil 
kursus singkat ini dapat dibagi dengan rekan-rekan lain sesama pengendara. 
Buktikan bahwa kita mampu berkendara dengan baik, tidak sembrono, tidak 
ugal-ugalan, patuh lalu-lintas, dan menghormati sesama pengguna jalan serta 
memberi contoh positif kepada sesama pengguna jalan. 

Safety is Everything, bro!!

 Sumber: Unknowah..





      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke