maaf kalo ada yg pernah dapet

---------- Forwarded message ----------
From: Heriyanto Candra Darma <[email protected]>
Date: Mon, 24 May 2010 08:15:18 +0700
Subject: FW: Buat Pengendara Motor (Safety Gear Mahal???))
To: "[email protected]" <[email protected]>


Heriyanto Candra Darma
Divisi Sistem dan Teknologi
---------------------------------------
PT Bank Mandiri Syariah
Wisma Mandiri I Lantai 9
Jl. MH Thamrin No. 5
Jakarta
Phone : 021-2300509 ext.3906
Mobile : 0812 10 77955
________________________________
From: Ihsan
Sent: Monday, May 24, 2010 7:19 AM
To: Maillist Smartcommunity
Cc: Ade Sujana
Subject: Buat Pengendara Motor (Safety Gear Mahal???))



I H S A N

------------------------------------------------------------------

PT. Bank Syariah Mandiri
Plaza Mandiri  Lt.4

JL. Jend Gatot Subroto Sudirman
Divisi Sistem dan Teknologi - ( Help Desk )

Telp : 021-52917755  (ext : 4015)  I  Fax  : 021-52904370

email :  [email protected]<mailto:[email protected]>
Ym     :  [email protected]<mailto:[email protected]>

--------------------------------------------------------------





________________________________
Subject: Buat Pengendara Motor (Safety Gear Mahal???))


[cid:_1_02C6F69C02C6D998002B28CC4725772A]
“Coba anda lihat helm diatas, apakah anda melihat “value/nilai” dari
helm tersebut ? Helm tersebut telah melaksanakan tugasnya dan berhasil
menghemat puluhan atau mungkin ratusan ribu dollar milik si empunya
dari biaya pengobatan, rehabilitasi, pemulihan. Helm tersebut
kira-kira berharga kurang dari 100 dollar harga barunya.”

Tergelitik dari membaca beberapa posting di blog, yang intisari-nya
menceritakan tentang orang-orang yang menyesal karena kehilangan orang
yang dikasihi dalam kecelakaan motor. Tidak memakai helm dan beberapa
pelindung lainnya dikatakan merupakan penyebab hilangnnya nyawa yang
bersangkutan. Ironisnya, ketidak mampuan untuk membeli
peralatan-peralatan perlindungan itu menjadi alasan mengapa si korban
tidak mengenakan alat-alat tersebut.

Mengenai cerita ini kemudian di pasang dalam sebuah milist otomotif,
dan banyak anggota mailing list tersebut memberikan komentar. Ada yang
mencemooh, ada yang memaklumi. Mencemooh si korban karena atas
kesalahannya sendiri hingga harus merasakan musibah tersebut. Dan
sebaliknya, memaklumi “ketidak-mampuan” si korban yang tidak bisa
membeli alat-alat pelindung itu. Dari respon-respon ini, saya bisa
melihat bahwa masih banyak cara pikir teman-teman dimana saja yang
menganalogikan bahwa “Safety Gear” = “Mahal”. Coba kita pahami lagi…

Safety Gear adalah perlindungan terakhir. Ini adalah kalimat yang bisa
dibuktikan kebenarannya. Kalau Tuhan sudah berkehendak, maka kita
semuanya sebagai mahluknya hanya bisa pasrah dan berusaha. Kalau Tuhan
berkehendak bahwasannya kita akan terjatuh dari motor sore ini, saat
pulang kantor, maka tidak ada yang bisa mencegah. Terjatuh-lah kita.
Tapi Tuhan maha adil. Manusia bukan berarti tidak diberi kesempatan
untuk merubah nasib nya. Toch Tuhan masih memberi kesempatan bagi kita
untuk berusaha, berusaha untuk menyelamatkan diri. Setelah itu, boleh
lah kita pasrah.

Jadi, kalau sudah ditakdirkan untuk jatuh dari motor sore ini, kita
harus siap-siap. Siap-siap dengan pertahanan dan perlindungan
terakhir. Yang memisahkan diri kita dengan permukaan jalanan yang
keras adalah pelindung diri atau “Safety Gear”. Yang memisahkan kulit
kita dengan permukaan aspal. Dengan harapan, bisa mengurangi cidera
dan luka-luka.

Tapi sungguh sayang, mungkin karena namanya “Perlindungan Terakhir”,
kata “terakhir” ini menyebabkan peralatan-peralatan perlindungan ini
menjadi benar-benar mendapat prioritas yang “terakhir” dalam benak
kebanyakan orang. Kata mereka “yang penting beli motor dulu, yang lain
nanti saja”. Hingga karena prioritasnya yang rendah, akhirnya jadi
jauh lebih rendah dari kebutuhan-kebutuhan lain.

Maka wajar saja, karena prioritasnya yang di-nomor sekian kan, banyak
yang mencari pembenaran bahwa safety gear itu “belum perlu”, “tidak
perlu”, “bikin repot”, “bikin tidak nyaman” sampai pada pembenaran
seperti “mahal”. Hingga pada waktu, maaf, hari naas. Dimana biaya
pengobatan yang sangat mahal, mahal di dopet, mahal di rasa, mahal di
perasaan, mahal di mental hingga mahal dalam penyesalan, kalau masih
bisa menyesal.

Banyak orang bilang Mahal itu relatif.

Bagi sebagian orang, yang mengerti tentang pentingnya arti keselamatan
entah karena pernah mengalami hari naas atau karena penyebab lain,
membeli makanan seharga Rp 20.000 memang sangat mahal, tapi kalau
membeli helm seharga Rp 500.000 akan terasa ringan dan lega.

Bagi sebagian orang, yang mengerti tentang pentingnya kenikmatan
kuliner, membeli helm seharga Rp 500.000 tentu saja akan dianggap
gila, tapi mengeluarkan kocek Rp 500.000 untuk sebuah steik di sebuah
bintang lima jelas memberikan kepuasan tersendiri.

Bagi sebagian orang, yang bekerja keras sebagai kuli bangunan, yang
bersedia menyicil motor Rp 500.000 sebulan demi anaknya agar bisa naik
motor kesekolah dengan bangga bersama teman-temannya. Mau makan saja
susah, tapi tetap harus menyicil motor setiap bulannya. Tapi apa yang
didapat ? Nyawa anak melayang ditelan maut kecelakaan. Apakah sepadan
? Mungkin harus saya ubah pertanyaanya, Apakah harga helm yang Rp
250.000 itu terasa mahal ? Eh… relatif murah atau relatif mahal ?
Dalam penyesalan, sebuah helm menjadi tidak ada harganya, dibandingkan
nyawa… “Kenapa si Tole tidak saya belikan helm……..?”, apakah bapak
tidak tahu, kalau untuk makan saja susah, apalagi mau beli helm ? ..
“Saya tidak perduli berapapun mahalnya, yang penting anak saya jangan
mati”.

Penyesalan selalu datang belakangan. Dan nilai suatu benda akan terasa
disaat benda itu benar-benar beguna. Seperti helm yang melindungi
kepala anda. Saat belum berguna, mungkin terasa mahal (bagi yang cari
makan saja susah), tapi saat sudah berguna melindungi diri dari
kematian…. harga bukan masalah.

Ayo kita hitung-hitungan. Apakah Safety Gear Mahal ?

Seorang pengendara motor, memiliki sebuah motor bekas. Dibeli dengan
harga Rp 8 Juta.
Alasannya ? “Agar bisa memiliki transportasi sendiri yang bebas.
Kemanapun mau pergi tinggal melaju saja. Murah dan cepat.”

[cid:_1_05BD051C05BD02F4002B28CC4725772A]

Sebuah Helm Open Face. Rp 235.000.
Sebuah Sarung Tangan. Rp 50.000.
Sebuah Sepatu (menutupi mata kaki). Rp 150.000.
Sebuah Jaket . Rp 150.000.
Sebuah Celana Jeans. Rp. 100.000. (yang ini mau dihitung atau tidak,
terserah, biasanya semua orang punya).

Total investasi safety gear, Rp 685.000.

Berani beli motor cash Rp 8.000.000 mosok gak bisa nambah Rp 700 rb
doang untuk safety gear ?
Berani cicil motor Rp 660rb sebulan mosok gak bisa nambah nyicil extra
buat nambung beli safety gear Rp 50rb sebulan ?

Kalau gak bisa persiapkan Safety Gearnya mendingan gak usah beli
motor. Bisa beli motor mosok gak bisa beli helm ? Kalau emang susah
makan, mosok motor bisa kebeli ?

Analoginya, makanan kalau kita makan akan memberikan faedah yang
kurang lebih “sama”. Kenyang dan memperpanjang kehidupan. Walaupun
faedahnya sama, tapi harga bisa berbeda-beda. Ada yang nasi putih +
tempe + sayur asam, Rp 2 rb. Ada yang berupa daging panggang dengan
nama “steik” yang harganya bisa mencapai Rp 500rb. Sama-sama kenyang,
sama-sama jadi daging, dan sama-sama jadi ampas.

Demikian pula dengan safety gear. Ada Helm yang harganya Rp 200rb, ada
yang harganya hingga Rp 12juta. Sama-sama melindungi kepala. Ya,
belilah yang murah menurut anda dan sesuai kemampuan.

Baiklah…. Coba kita lihat harga sebuah safety gear ketika ia
benar-benar befungsi sebagai mana mestinya.

1. Sebuah Helm. Harga Rp 285rb. Ketika ia berfungsi melindungi kepala
maka sipengguna sudah menghemat biaya rumah sakit, biaya pengobatan,
biaya operasi, biaya rehabilitasi, biaya rawat jalan, dsb yang
nilainya antara Rp 25 juta hingga-tak terhingga. Itu pun bila
kecelakaannya tidak fatal. Kalau kecelakaan fatal dan helm berhasil
melindungi nyawa sipengguna, maka nilainya “tidak terhingga”. Atau
hanya Tuhan yang tahu. Tapi anda bisa beli di toko helm dengan harga
Rp 285rb saja (murah atau mahal ?).

2. Sebuah Sepatu menutupi mata kaki. Harga Rp 150.000. Dalam keadaan
standar saja, sepatu ini sudah melindungi kaki dari permukaan aspal,
dari lecet, dari keseleo, dari luka-luka, yang kalau tidak pakai
sepatu maka pengobatannya bisa Rp 50rb hingga jutaan. Apalagi saat ia
berfungsi melindungi kaki saat kecelakaan, dimana menghemat dari biaya
rumah sakit, biaya rawat inap, pengobatan, operasi, biaya terapi,
rehabilitasi, rawat jalan, dsb yang nilainya antara Rp 15 juta
hingga-tak terhingga. Kalau sampai sang sepatu melindungi kaki dari
amputasi, bisa jadi sang sepatu berjasa dengan nilai yang juga tak
terhingga. Tapi anda bisa beli di toko sepatu seharga Rp 150rb saja.
(murah atau mahal ?).

3. Sebuah Knee Protector. Harga Rp 150.000. Bila alat ini bekerja
sesuai fungsinya, maka si pengguna menghemat biaya rumah sakit, biaya
operasi tulang, biaya obat-obatan, biaya rawat inap, biaya rawat
jalan, biaya alat bantu berjalan. Menghemat Rp 15 juta hingga tak
terhingga. Namun anda hanya cukup membeli di toko-toko perlengkapan
berkendara Rp 150rb saja. (lagi, murah atau mahal ?).

Mahal itu memang relatif… tapi untuk “Safety Gear”, jawabannya adalah
MURAH dengan faedah dan kegunaan yang seharga NYAWA ANDA.

Sumber Oleh newm4n F.A.S.T (First Advanced Safety-Riding Training)


*yangdiboXmotoradastiker"CUMAN MONYET YANG KAGA PAKE HELM"*

---------------------------------------------------------------------


IMPORTANT NOTICE:
This E-mail is confidential and should not be used by anyone who is
not the original intended recipient. It may contain confidential,
proprietary or legally privileged information. If you receive this
message in error, please immediately delete it and notify the sender.
You must not, directly or indirectly, use, disclose, distribute,
print, or copy any part of this message if you are not the intended
recipient. Any views expressed in this message are those of the
individual sender, Prudential cannot accept liability for statements
made which are clearly the sender's own and not made on behalf of the
Prudential. Any reference to the terms of executed transactions should
be treated as preliminary only and subject to our formal written
confirmation. 
---------------------------------------------------------------------

________________________________
Caution: The information enclosed in this email (and any attachments)
may be legally privileged and/or confidential and is intended only for
the use of the addressee(s). No addressee should forward, print, copy,
or otherwise reproduce this message in any manner that would allow it
to be viewed by any individual not originally listed as a recipient.
If the reader of this message is not the intended recipient, you are
here by notified that any unauthorized disclosure, dissemination,
distribution, copying or the taking of any action in reliance on the
information herein is strictly prohibited. If you have received this
communication in error, please immediately notify the sender and
delete this message. Unless it is made by the authorized person, any
views expressed in this message are those of the individual sender and
may not necessarily reflect the views of PT Bank Syariah Mandiri. No
representation is made that this e-mail and any files attached are
free of viruses or other defects. Virus scanning is recommended and is
the responsibility of the recipient.

________________________________
Caution: The information enclosed in this email (and any attachments)
may be legally privileged and/or confidential and is intended only for
the use of the addressee(s). No addressee should forward, print, copy,
or otherwise reproduce this message in any manner that would allow it
to be viewed by any individual not originally listed as a recipient.
If the reader of this message is not the intended recipient, you are
here by notified that any unauthorized disclosure, dissemination,
distribution, copying or the taking of any action in reliance on the
information herein is strictly prohibited. If you have received this
communication in error, please immediately notify the sender and
delete this message. Unless it is made by the authorized person, any
views expressed in this message are those of the individual sender and
may not necessarily reflect the views of PT Bank Syariah Mandiri. No
representation is made that this e-mail and any files attached are
free of viruses or other defects. Virus scanning is recommended and is
the responsibility of the recipient.

-- 
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

Heri
0812 10 77955
Lost a Minute in Life or Lost Life in a Minute


------------------------------------

see more information about us in www.bekakak.or.idYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bekakak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bekakak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke