Langkah-Langkah Membangun Program Database dengan Microsoft Access
 

 

Alhamdulillah, rekan-rekan sekalian yang berbahagia,

 

Sebagaimana kita ketahui, database adalah sekumpulan data atau informasi yang 
dapat dihubungkan antara masing-masing data dengan data lainnya berdasarkan 
kunci tertentu. Tujuan pembuatan database adalah agar data-data dapat tersimpan 
secara rapih serta tersusun berdasarkan kelompoknya masing-masing. Seandainya 
data-data tersebut hendak dicari kembali, maka dapat dilakukan dengan cepat dan 
mudah.

 

Jika kita lihat dan perhatikan dengan seksama keadaaan dan lingkungan 
disekeliling kita, maka akan kita dapati, begitu banyak hal-hal yang dapat 
diterapkan sistem database disana, misalnya saja ketika kita sedang berbelanja 
ke warung di dekat rumah kita, ketika kita hendak menabung di Bank, atau ketika 
kita mengantar anak ke sekolah. Dengan kata lain, hampir setiap sisi kehidupan 
kita sebenarnya bisa diterapkan sistem database disana.

 

Begitu banyak aplikasi database yang dapat kita wujudkan dalam kehidupan 
sehari-hari, baik di rumah, di sekolah maupun di tempat kita bekerja. Jika kita 
mengetahui dengan benar langkah-langkahnya, maka apapun sistem database yang 
hendak dibangun, insya Allah kita dapat membuatnya dengan mudah dan cepat. Oleh 
karena itu, pada kesempatan ini, saya akan mencoba membahas langkah-langkah 
membangun program database, khususnya dengan software Microsoft Access.

 

1. Memahami Sistem yang Akan dibuat
Langkah pertama kali yang harus dilakukan sebelum membuat program adalah 
memahami dahulu sistem yang akan dibuat. Kita harus mengetahui tujuan dari 
pembuatan program. Juga setiap masalah yang ada harus diidentifikasikan, 
kira-kira apa saja parameter yang akan digunakan, serta fasilitas apa saja yang 
hendak disertakan di dalam program. Semakin banyak informasi yang kita ketahui 
dari sistem yang akan dibuat, maka itu semakin baik.

 

Paling mudah untuk memahami sistem yang masih asing bagi kita adalah dengan 
menanyakan secara langsung kepada user atau pengguna yang sehari-hari bekerja 
di dalam sistem tersebut. Bertanyalah kepada pengguna yang hendak menggunakan 
program database Anda, apa yang sebenarnya mereka kehendaki dari database yang 
akan Anda buat. Uraikan secara detail input dan output yang akan mereka 
butuhkan. Kumpulkan sketsa dan format apa saja yang mereka kehendaki. Semakin 
banyak daftar informasi yang telah Anda terima dari mereka akan memudahkan Anda 
dalam langkah selanjutnya.

 

2. Pembuatan Algoritma
Setelah memahami sistem yang akan dibuat dan diketahui setiap permasalahannya, 
maka langkah selanjutnya adalah membuat algoritma. Algoritma adalah 
langkah-langkah detail dari suatu sistem yang ditulis secara berurutan, 
mencakup semua prosedur yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. 
Selain itu, jika terdapat kondisi-kondisi tertentu yang mempengaruhi sistem 
tersebut, harus ikut dituliskan pula, termasuk dengan 
kemungkinan-kemungkinannya yang mungkin terjadi. Sebagai contoh, algoritma 
dalam pembuatan segelas minuman teh manis celup hangat adalah sebagai berikut:

 

1.      Siapkan air panas sebanyak 50 ml

2.      Tuangkan air panas ke dalam satu gelas berukuran 150 ml

3.      Siapkan teh celup sebanyak 1 pcs

4.      Masukan teh celup ke dalam gelas yang sudah berisi air panas

5.      Tarik ulur teh celup tersebut secara pelan-pelan

6.      Setelah 1 menit, angkat teh celup, lalu buang ke tempat sampah

7.      Masukan gula pasir sebanyak 2 sendok makan ke dalam gelas, lalu 
aduk-aduk hingga gula pasir tersebut larut ke dalam air

8.      Masukan air dingin sebanyak 90 ml ke dalam gelas tersebut, aduk-aduk 
kurang lebih selama 10 detik

9.      Hidangkan dan minumlah teh manis celup hangat ini

 

Mungkin algortima diatas terlihat bertele-tele dan terlalu detail, dan 
terkadang membuat algoritma ini bisa memakan waktu lama. Namun jika sudah 
selesai, kita akan mudah membuat program databasenya, karena seluruh langkah 
dan kemungkinan yang terjadi sudah ditulis secara detail.

 

3. Pembuatan Flowchart
Flowchart adalah kumpulan alur sistematis yang dibuat berdasarkan algoritma 
yang sudah dibuat pada langkah sebelumnya. Flowchart dibuat agar kita lebih 
mudah dan ringkas dalam membaca langkah-langkah di dalam algoritma, karena 
semua keadaan dan kemungkinan sudah dibuat dalam bentuk simbol tertentu.

 

Jika dalam algoritma kita menulis secara detail setiap langkah-langkahnya, 
namun dalam pembuatan flowchart tidak perlu seperti itu. Dalam membuat 
flowchart, kita harus meringkas langkah-langkah tersebut, lalu wakilkan ia 
dengan simbol tertentu yang tersedia di dalam flowchart berikut dengan teks 
nya. Selain itu, hindari pula pengulangan proses yang tidak perlu agar 
flowchart menjadi singkat.

 

Sebuah flowchart selalu diawali dengan simbol START (MULAI) dan diakhiri dengan 
simbol END (SELESAI). Jalannya proses flowchart digambarkan dari atas ke bawah 
dan diberikan tanda panah untuk mengurutkan susunannya. Di dalam Microsoft 
Excel dan Microsoft Word, berbagai simbol flowchart terdapat pada toolbar 
Flowchart.

 



 

4. Membuat Program Database
Setelah membuat flowchart, maka kumpulan bagan-bagan sistematis tersebut dapat 
langsung di konversi ke dalam program, dengan bahasa pemrograman tertentu. 
Dalam hal ini, karena kita membangun sistem database dengan Microsoft Access, 
maka kita harus memahami syntax dan hal-hal lainnya yang terdapat di dalam 
Access.

 

Pembahasan detail mengenai penggunaan Microsoft Access bisa dilihat melalui 
Help Access, Buku Access, E-Book Access, dan sumber-sumber lainnya yang 
membahas mengenai Access. 

 

5. Melakukan Pengetesan Program
Langkah berikutnya adalah melakukan beberapa pengetesan dengan berbagai kondisi 
dan kemungkinan yang berbeda-beda. Masukan beberapa data, lalu coba jalankan 
program Anda, apakah hasilnya seperti yang diharapkan atau tidak. Terkadang 
pengujian program bisa memakan waktu lama, dan memerlukan data real sesuai 
dengan kenyataan pada lapangan. Apalagi jika program yang Anda buat hendak 
dijual, dan digunakan oleh pihak lain sebagai program utama. Maka jangan sampai 
terjadi error dalam program yang sifatnya fatal.

 

Jika terjadi beberapa error dan kesalahan dalam program, lalukan perbaikan dan 
modifikasi. Kemudian coba ditest kembali. Demikianlah proses pengetesan ini 
dilakukan berulang-ulang, hingga kita yakin program yang sudah dibuat ini sudah 
layak untuk digunakan.

 

6. Membuat Dokumentasi
Langkah terakhir, setelah program selesai ditest, dan sudah dapat jalan sesuai 
yang diharapkan, maka dokumentasikan berbagai file dan data, agar jika 
sewaktu-waktu ada pertanyaan dan modifikasi, kita dapat cepat memberikan 
jawaban dan perbaikan.

 

Hal-hal yang perlu didokumentasikan diantaranya:

1.      Algoritma

2.      Flowchart

3.      Program, bisa berupa file MDB, MDE, ADP, ADE, MDW, dan MDA

4.      Source code

5.      Dan informasi lainnya yang berhubungan dengan pembuatan program

 

Pastikan jika terjadi kerusakan dalam program, kita masih dapat memberikan 
program aslinya. Jika program Anda sudah dalam bentuk MDE atau ADE, maka 
pastikan file aslinya, yakni MDB dan ADP masih ada.

 

Jika ada masalah, masukan dan informasi lainnya selama pembuatan program, 
dokumentasikan pula sebagai arsip. Kita dapat mengetahui taca-cara perbaikan 
tentunya diawali dari informasi yang disampaikan oleh pengguna program, dan itu 
semua harus didokumentasikan.

 

Dokumentasi sangat berguna bagi kita, ketika dalam waktu yang lama kita sudah 
tidak mengikuti perkembangan jalannya program yang sudah kita buat, kemudian 
tiba-tiba pengguna program menanyakan suatu hal mengenai program tersebut, maka 
jika tidak ada dokumentasinya, tentu saja kita akan lupa, dan tidak tahu 
langkah apa yang harus dilakukan.

 

Dokumentasi juga sangat berguna bagi pengganti dan penerus kita, seandainya 
kita sebagai pembuat program sudah tidak ada, baik karena pindah kerja ke 
tempat lain, atau meninggal dunia, atau karena sebab-sebab lainnya. Orang yang 
menggantikan kita tidak perlu susah payah memahami jalannya program, karena 
algoritma, flowchart, source code dan lain sebagainya sudah tersedia dengan 
lengkap.





Alhamdulillah, Subhanaka Allahumma wa bihamdika, ash-hadu an la ilaha illa 
Anta, Astaghfiruka wa atubu ilaika. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita 
semua. Terima kasih.

 

Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Sofyan Efendi.
http://opi.110mb.com/

<<clip_image002.jpg>>

Kirim email ke