Terminal Services
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Terminal Services merupakan sebuah layanan yang dapat digunakan untuk mengakses 
aplikasi atau data yang disimpan dalam komputer jarak jauh melalui sebuah 
koneksi jaringan. Dengan meluncurkan sistem operasi Microsoft Windows NT 4.0 
Server, Terminal Server Edition, Microsoft mulai masuk ke dalam pasar 
enterprise, yang masih mengandalkan mainframe tua, sehingga mereka dapat 
melakukan upgrade ke sistem operasi baru.

Layanan Terminal Services dalam Windows NT Terminal Server Edition berjalan di 
atas protokol yang disebut dengan RDP (Remote Desktop Protocol). Protokol ini 
dikembangkan pada versi-versi Windows NT selanjutnya. Pada Windows XP 
Professional, Microsoft juga menyediakan layanan Terminal Service, meskipun 
hanya dapat digunakan oleh seorang user, dengan menggunakan fitur Remote 
Desktop.

 Sebelum Windows Terminal Services
Pada tahun 1993, Microsoft meluncurkan sistem operasi terbarunya yang ditujukan 
untuk pasar enterprise, yang disebut sebagai Windows NT 3.1. Meskipun demikian, 
versi Windows NT ini memiliki banyak sekali kekurangan, dilihat dari segi 
fitur, jika dibandingkan dengan saingannya, sistem operasi UNIX dan juga Novell 
NetWare yang telah lama terjun di pasar sistem operasi jaringan dan enterprise. 
Salah satu kekurangannya adalah bahwa Windows NT 3.1 (dan NT 3.5 serta 3.51) 
tidak memiliki fitur "multiple-user", seperti halnya UNIX. Karenanya, pada 
tahun 1994, Microsoft memberikan akses kepada Citrix Systems terhadap kode 
sumber Windows NT untuk mengembangkan aplikasi tambahan untuk menjadikan 
Windows NT seperti halnya UNIX: memiliki fitur multiple-user. Aplikasi tambahan 
ini disebut dengan Citrix WinFrame dan sangat sukses pada zamannya.

Ed Iacobucci, pendiri Citrix Systems, adalah orang yang telah mengembangkan 
konsep WinFrame. Pada tahun 1978 hingga 1989, ia bekerja di bawah nama IBM 
untuk mengembangkan sistem operasi IBM OS/2. Ia memiliki visi mengenai 
komputer-komputer berbeda dapat mengakses server berbasis OS/2 melalui sebuah 
jaringan, dengan sebuah teknik yang kemudian mengarahkannya kepada sistem 
dengan banyak pengguna (multiple-user system). Akan tetapi, IBM, pada saat itu, 
tidak mengiyakannya, sehingga Ed Iacobucci pun keluar dari IBM dan pada tahun 
1989, beliau mendirikan Citrix Systems. Produk-produk Citrix pertama adalah 
program-program berbasis IBM OS/2, dan dianggap kurang sukses; dan semua itu 
mulai berubah saat Windows NT muncul ke pasaran.

Windows NT 4.0 Server, Terminal Server Edition
Kesuksesan WinFrame yang sangat besar dan penggunaan konsep thin-client/server 
dalam implementasi banyak perusahaan enterprise, membuat Microsoft membeli 
lisensi aplikasi yang dibuat oleh Citrix, yang pada waktu itu disebut sebagai 
MultiWin for Windows NT, pada tanggal 12 Mei 1997. Akhirnya, pada tanggal 16 
Juni 1998, Microsoft merilis sistem operasi server terbaru yang memiliki fitur 
multi-user, yang selama pengembangan memiliki julukan "Hydra", Microsoft 
Windows NT 4.0 Server, Terminal Server Edition.

Windows 2000
Salah satu masalah dengan Windows NT 4.0 adalah bahwa Terminal Server Edition 
dibangun di atas kernel Windows NT 4.0 yang telah dimodifikasi yang membutuhkan 
service pack dan hotfix-nya sendiri. Dan, masalah ini telah terselesaikan 
selama proses pendesainan Windows 2000 (Codename: NT 5), ketika semua 
modifikasi yang dibutuhkan pada level kernel untuk mengizinkan operasi 
multi-user pada Windows 2000 telah diintegrasikan ke dalam kernel dari awal. 
Selain itu, layanan Windows yang bersangkutan dan juga device driver juga telah 
mendukung sistem ini, mengingat semua Windows 2000 dibuat berbasiskan kode yang 
sama.

Tidak seperti pendahulunya, Windows 2000 tidak mengharuskan para penggunanya 
untuk membeli sistem operasi terpisah hanya untuk memperoleh fitur multi-user, 
karena Windows 2000 Server telah memilikinya, meski dimatikan pada saat 
instalasi. Pengguna hanya diharuskan untuk mengaktifkan komponen tersebut 
secara manual.

Dibandingkan dengan Windows NT 4.0 Server Terminal Server Edition, layanan 
Terminal Services dalam Windows 2000 mencakup fitur penggunaan printer dan juga 
clipboard milik klien, yang disebut dengn printer redirection dan clipboard 
redirection. Selain itu, TS dalam Windows 2000 juga dapat memantau sesi koneksi 
klien: satu pengguna dapat melihat sesi pengguna lainnya dan dengan beberapa 
konfigurasi permisi, pengguna tersebut dapat berinteraksi dengannya.

Untuk meningkatkan integrasi klien dengan server berbasis Windows 2000, 
protokol yang digunakannya, Remote Desktop Protocol (RDP) telah dioptimalkan, 
dan memperkenalkan fitur-fitur baru, seperti bitmap-caching, dan akses terhadap 
perangkat yang terhubung dalam komputer klien. Selain itu, Windows 2000 juga 
menawarkan tambahan Application Programming Interface (API) bagi para 
programmer.

Windows XP
Sebelum dirilis Windows Server 2003, Microsoft merilis terlebih dahulu sistem 
operasi kliennya, yang dinamakan dengan Windows XP, pada tanggal 22 Oktober 
2001. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sistem operasi klien dan server 
Microsoft, yang dibangun di atas basis kode Windows NT, dirilis secara 
terpisah. Dalam Windows XP Professional juga terdapat beberapa teknologi dari 
Terminal services yang dapat dilakukan untuk melakukan beberapa pekerjaan 
seperti Remote Desktop, Remote Assistance, Fast user-switching, dan juga 
Terminal Services Client (MSTSC.EXE).

Windows Server 2003
Windows Server 2003, yang merupakan sistem operasi server yang memang ditujukan 
untuk "melayani" Windows XP dan Windows 2000, juga telah mengintegrasikan 
Terminal Services di dalamnya, dan kinerjanya bahkan lebih baik dari apa yang 
didapat sewaktu menggunakan Windows 2000.

Selama instalasi Windows Server 2003, Terminal Services secara otomatis diatur 
menjadi modus Remote Desktop (sama seperti halnya Windows XP). Agar dapat 
menggunakan Terminal Services, Administrator Windows harus mengaktifkannya via 
Group Policy (dalam Windows 2000, modus ini dinamakan dengan Remote 
Administration, meskipun fungsi dasarnya adalah sama). Jika Terminal Services 
digunakan dalam modus server aplikasi, maka TS harus dikonfigurasikan secara 
benar.

Dibandingkan dengan fitur-fitur Terminal Services dalam Windows 2000, Windows 
Server 2003 menawarkan beberapa keunggulan dan perubahan, yakni sebagai berikut:

       Administrative Tools: dalam Windows Server 2003, administrative tools 
untuk melakukan administrasi Terminal Services telah diperbaiki sehingga 
relatif lebih mudah dalam menggunakannya. 

       Pencetakan: dalam Windows Server 2003 printer-printer lokal dapat 
diintegrasikan secara otomatis melalui terminal server. 

       Pengalihan (redireksi) drive-drive dan sistem berkas: klien dapat 
melihat dan menggunakan drive lokal selama sesi Terminal Services dilakukan. 

       Pengalihan (redireksi) audio: klien juga dapat mendengarkan suara yang 
terjadi di dalam terminal server seolah-olah suara tersebut dimainkan pada 
mesinnya. 

       Pengalihan (redireksi) clipboard: klien juga dapat melakukan operasi 
copy-cut-paste antara aplikasi. 

       Group policy: Hampir semua fitur Terminal Services dapat diatur dengan 
menggunakan bantuan group policy. 

       WMI Provider: Sebagian besar konfigurasi Terminal Services dapat 
dieksekusi oleh skrip-skrip WMI. 

       Pengaturan akses yang lebih baik. 

Agar mampu melakukan hal-hal diatas, maka protokol RDP yang digunakan oleh 
terminal services pun diperbarui dan ditingkatkan selama pengembangan Windows 
XP dan Windows Server 2003.

Penggunaan
Untuk dapat mengakses sebuah server yang menjalankan Terminal Services, 
dibutuhkan Terminal Services Client (MSTSC.EXE), yang tersedia dalam sistem 
operasi Windows 32-bit (bisa diperoleh secara gratis) serta Apple Mac OS X. 
Beberapa pengembang pihak ketiga juga membuat program yang dapat mengoneksikan 
dirinya dengan Terminal Services, seperti halnya rdesktop client (sebuah 
perangkat lunak open source yang digunakan dalam sebagian besar sistem UNIX. 
Windows Terminal Services menggunakan protokol RDP, yang secara default 
berjalan di atas port TCP 3398, dan pengguna pun dapat mengubahnya dengan 
menyunting registry Windows, yakni pada 
HKLM\SYSTEM\ControlSet001HKLM\SYSTEM\ControlSet001\Control\Terminal Server\Wds, 
dengan entri REG_DWORD dengan nama PortNumber. Isikan dengan nilai nomor port 
TCP yang hendak digun

 

TAMBAHAN : Terminal Service pada WINDOWS Server 2008 hampir menyamai semua 
kemampuan citrix. 




Salam

Nana






  ----- Original Message ----- 
  From: Murid Belajar Access 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, May 07, 2009 8:13 AM
  Subject: Re: [belajar-access] Re: Remote Desktop






  mumpung lagi ngomongin remote desktop. ada artikel bagus di bawah.

  Citrix / Remote Desktop - for an Access-developer
  http://vb123.com/toolshed/05_access/remotedesktop.htm


  ----- Original Message ----- 
  From: Ivan Leonardo 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, May 06, 2009 15:08
  Subject: Re: [belajar-access] Re: Remote Desktop

  Nana Citrix ga bisa dicompare sama XP RD jauhhhhh banget performancenya, 
  kalo ikut seminar citrix bisa kagum2 liatnya hehe. kata yg pernah pake 
  di cabang konek pake pc 486 aja masih asik tuh buka aplikasi di citrix.

  Kalo masalah crack sy ga tau deh.

  

Kirim email ke