Mbak Fanny dan rekan2 yang ngotot bener minta access di exe-in, mungkin
ada baiknya membaca blog bang Haer Talib:
http://haertalib.blogspot.com/search/label/About
Berikut saya kopikan (permisi bang ...:) ):
...
Sekadar Anda Ketahui...
Umumnya pemakai komputer (yang saya tahu sih di Indonesia) apalagi
programmer --apalagi developer-- memandang sebelah mata pada Microsoft
Access. Access dianggap sangat instan sebagaimana program Office yang
lain, Word dan Excel. Umumnya mereka menggunakan Word dan Excel, plus
PowerPoint bagi yang perlu membuat presentasi, dan meninggalkan Access.
Untuk pembuatan program, mereka menginstal Delphi, PowerBuilder, atau
setidaknya Visual Basic. Access hanya digunakan untuk file database
saja, agar ringan (light weight), sementara front-end nya dibuat dengan
tools lain.
Padahal Access menang popularitas! Padahal Access buatan Microsoft!
Padahal Access terus berkembang sejalan dengan teknologi yang ditanam
dalam Microsoft Office! Padahal, Access ada di hampir semua komputer
yang menginstal Microsoft Office, software aplikasi yang paling banyak
digunakan di dunia! Mengapa? Menurut kacamata saya sih, itu semua hanya
sebagai upaya pengingkaran dari rata-rata pemakai komputer tingkat
lanjut agar tidak disebut sebagai programmer "kacangan".
Hehehehe... padahal tidak sepenuhnya begitu. ternyata banyak juga yang
"gak mudeng" dengan Access, karena walaupun termasuk dalam suite
Microsoft Office, Access bukanlah program yang bisa langsung "ditulisi"
seperti halnya Word dan Excel! Setelah membuka/menjalankan Access,
mereka hanya "melongo" karena hanya mendapatkan Database window di
layarnya :) Mau ngapain yak? Tentu saja, di sini kita sudah mulai
dihadapkan dengan harusnya berpikir terstruktur: untuk menyimpan data
kita perlu membuat table; untuk membuat table kita harus mengerti aturan
database (relasional); dan setelah menyimpan data (dalam record) data
tersebut harus diolah untuk menghasilkan informasi. Itulah mengapa
banyak pemakai Office kemudian segera menutup kembali program Access
yang telah dibuka :)
Nah, bagi programmer "geek" ada juga fenomena "menghindari produk
Microsoft". Mereka mencari alternatif, dan ketemulah tools-tools
development yang lain, yang kebetulan memang bagus juga :) Mereka merasa
lebih "geek" lagi jika tidak menggunakan produk Microsoft yang "mudah"
dan "kacangan" :) --Disebut "kacangan" karena mudah, bagi pemula pun
bisa menggunakannya, jadi mereka takut kehilangan level advanced-nya
jika masih tetap menggunakan program Office. Office kan untuk mengetik
dan menghitung tambah-kurang saja... bukan untuk membuat aplikasi...
Gitu deh :)
Saya sendiri awalnya bukanlah programmer Access. Saya pemakai setia
program xBase paling unggul di masanya, FoxPro (hehe.. merasa paling
unggul :). Ya seperti pada umumnya peminat programming di luar sekolah
(otodidak maksudnya), saya mulai dari BASIC (dengan berbagai variannya),
dBASE, Clipper, lalu jatuh cinta pada enak dan mudahnya membuat aplikasi
dengan FoxPro. Saya baru mengenal Access setelah pindah kerja ke
perusahaan lain, yang ternyata Office minded, dan saya disuruh untuk
membuat program dengan Access. Terus terang, saya membutuhkan waktu
sekitar 3 bulan untuk bisa memahami Access (waktu itu versi 2), hanya
dengan mencoba-coba, membaca Help, dan membaca buku yang tidak
benar-benar saya pahami. Setelah 3 bulan saya sudah bisa meluncur dengan
Access, dan membuat sekitar 43 program aplikasi selama 4 tahun di
perusahaan tersebut.
Access Terbatas
Tetapi Access memang terbatas! Kesenangan kita memainkan form dan report
tidaklah menjadikan program kita "great" di mata user, karena user butuh
kecepatan dan keamanan (tidak hanya user friendly ala Microsoft Office
yang telah dimiliki oleh Access). Access dicela karena keamanan
database-nya yang kurang terjamin, dan lambannya ketika harus mengarungi
kabel-kabel network dalam sistem multi-user. Apalagi kalau data yang
dikandungnya sudah banyak (filenya bisa gendut kayak ratu lebah :).
Apalagi kalau jumlah user yang mengaksesnya semakin banyak.
Meskipun hal ini bisa dibantah dengan meyakinkan oleh 'mbahnya database
relasional' (Budi Laksmana), namun tetap saja cibiran orang tidak
berhenti. Untunglah Microsoft menggandengkan Access dengan SQL Server,
dalam sebuah konsep yang disebut Access Project. Dengan tegaknya SQL
Server (sebagai database server handal yang semakin banyak diterima
pasar dunia) di back-end, siapa lagi yang akan mencibirnya? Mencibir SQL
Server? Silahkan berhadapan dengan komunitas database yang lebih besar
dan luas. SQL Server sudah menjadi standar industri dan mendapat
berbagai penghargaan kelas dunia.
Bagi kita pemakai Access, urusan database sudah tertanggulangi, sehingga
kita menjadi lebih leluasa lagi memainkan mouse mendisain program.
Coding? Ya, namanya juga tools yang instan dan mempunyai banyak wizard,
coding hanya perlu dilakukan jika kustomasi yang kita mau sudah
melampaui daya dukung wizard :) Pakai VBA, ya, sebuah bahasa pemrograman
aplikasi di lingkungan Microsoft Office. Mirip bahasa VB, tetapi lebih
mudah lagi :) --ya tidak selengkap dan sepowerfull VB lah, tapi
mendekati... selebihnya sudah diganti dengan enak dan mudahnya membuat
aplikasi yang instan :)
Hati-Hati
Pada kesempatan ini saya ingin berpesan atau wanti-wanti kepada
pemrogram Access, karena Access tetaplah keluarga Microsoft Office.
Janganlah mengharapkan Access bisa berdiri di level yang sama dengan VB,
Delphi, atau PowerBuilder, atau tools development yang lain, karena
Access itu adalah Office Application! Mencoba membuat program dengan
Access untuk menyerupai program yang executable yang dibuat dengan
development tools yang lainnya itu adalah usaha yang kurang sepadan.
Gunakanlah Access untuk membuat office application, seperti anda
menggunakan Word, Excel, PowerPoint, atau Outlook. Tidak perlu berharap
menjadikannya .EXE dan bisa berdiri sendiri, tetapi ambillah keuntungan
dari kemampuannya membaca dan mengolah data dengan instan dan menyajikan
informasi dengan mudah dan friendly, layaknya sebuah office application.
"Gaya Access" (Access programming style) akan nampak pada utilisasi
bound controlnya (khas Access), bukan pada kepiawaian VBA coding. Jika
anda mencamkan ini (keep in mind), insya Allah anda akan terhindar dari
banyak usaha sia-sia dan menghamburkan harapan untuk menuai
kekecewaan... Access tetaplah Access, dan dia unik, mudah, instan, enak,
dan gurih... (eh, kok larinya ke makanan... kentang goreng kalee...)
...
Aksan Kurdin
On 2/13/2010 9:52 PM, Fanny Samudra wrote:
End .... artinya meng-akhiri = selesai kan .... Terimakasih ....
Salam,
~ Fanny ~
--- Pada *Sab, 13/2/10, End /<[email protected]>/* menulis:
Dari: End <[email protected]>
Judul: [belajar-access] Re: Ms access Development apa boleh di
share disini ?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 13 Februari, 2010, 12:56 PM
ibu fanny pemahaman anda tentang menjadikan EXE adalah meng-ubah
extention mdb / mde / source program menjadi extention EXE ( murni
EXE )
menurut aku itu sdh benar, setahu aku blm ada tools yg bisa
ekstention mdb/e menjadi exe, yg ada cuman make ekstention exe
untuk menjalankan mdb/e dgn syarat sdh terinstall ms acces atau
accessruntime dlm suatu os.
------------------------------------------------------------------------
Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat
<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/>
yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis.
Dapatkan IE8 di sini!
<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/>