tararengkyu... Oom atas  jagongan malem-jumat-kliwonan-nya...
(ikh syeremm ada jin-nya juga..)

so...! kita para members (yg sempat baca) menjadi semakin mendekati
kejelasan

tapi mohon satu kalimat lagi dipertegas Oom..:

** oleh seorang yg memang punya hak akses,  apakah dari sebuah "sistem", *data
date-time *
*pasti bisa dikeluarkan sebagai data yg konsisten*, misalnya tidak berupa
data date time
ya : data dengan format YYYMMDD hhmmss lah..??

** misal jawabannya  = YA,
lalu kira kira apa alasan seorang dba (kok tega-teganya, padahal dia orang
yg faham soal data)
mengeluarkan data yg outputnnya tidak konsisten, seperti data ex datetime yg
dimiliki oleh
pak  Nicodemus tadi ?


-siti-
ceh e : ce,   er i : ri, weh i : wisss,  yo wisss...





2011/5/21 Mr. Kid <[email protected]>

>
>
> kata jimat (barang siji dirumat) *'dari system'* yang bikin tamat karena
> kumat (soale bikin mumet dan ruwet sampe kribet)
>
> Apa sih system itu ?
> Definisi pribadi *bodonnya* adalah kumpulan bagian-bagian yang punya tugas
> untuk mengerjakan hal tertentu yang saling terkait membentuk suatu proses
> yang komplek dan menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan.
>
> Kalau system informasi, berarti tentang informasi.
>
> Pada sebuah system informasi, umumnya terdiri dari banyak layer
> misalkan saja system 3 layer yang sering terdengar (bukan berarti pasti
> three-tier), yang memiliki back end, intermediate process atau logic process
> atau business process, dan interface.
>
> *Layer back end*
> Layer ini berupa database beserta seluruh akses dan kemampuan pengelolaan
> datanya. Biasanya yang berkuasa disini adalah db admin (dba) serta user yang
> punya akses kesana.
> Pada database yang baik, semua datatype telah tersusun dengan tepat sesuai
> karakteristik data. Untuk data angka bisa bermacam-macam tergantung range
> nilai datanya. Begitu juga dengan type lainnya. Untuk *datetime* juga
> sudah punya datatype khusus untuk datetime. Beberapa kasus diadakan
> pemisahan periode data dalam kolom tahun,bulan dan tanggal (entah kenapa,
> itu sudah pertimbangan proses bisnisnya), jadi periodenya tidak bertype
> datetime.
>
> Umumnya kegiatan transaksi data yang menyimpan history dengan tingkat
> ketepatan data sampai tanggal (apalagi satuan detik atau microsecond)
> disimpan dengan datatype datetime.
>
> Datatype datetime ini isinya adalah serial number tanggal dari nomor 0
> sampai terakhir yang semuanya tergantung dari database engine (mesin yang
> tugasnya ngurusin data di database) yang digunakan. Contoh, untuk SQL
> Server, datatype datetime mulai dari tahun 1753, sedangkan pada MySQL mulai
> dari tahun 1000. Date serial numbernya pun bisa jadi memiliki struktur yang
> berbeda.
>
> Nah lo... gimana tuh kalau date serial number nya beda-beda, apa gak salah
> nanti kalau transfer data antar database engine. Kayanya gak usah
> pusing-pusing mikirin bakal salah kali ya. gak tahu kalau ada yang pernah
> bermasalah dengan hal ini.
>  Kenapa ?
> Karena komputer punya format standard YYYY-MM-DD HH:mm:ss atau YYYYMMDD
> HHmmss
> maka biar diberesin library yang ngurusin transfer data. Sekali lagi,
> karena selama ini belum pernah menemukan masalah. Jika ada masalah, mungkin
> bisa diselesaikan dengan fungsi-fungsi konversi datatype.
>
> Andai saja terjadi ketidak laziman pemilihan datatype pada sisi back end
> (dalam database), maka pasti ada penjelasan dari db creator nya. Mungkin dba
> juga punya penjelasannya mengapa begitu. Hal ini bisa jadi sangat jarang
> terjadi.
>
> *Layer proses bisnis (logic level)*
> Pada layer ini bisa jadi telah terjadi banyak perubahan data agar menjadi
> informasi yang sesuai kebutuhan. Perubahan datatype mungkin saja dibutuhkan.
> Pada layer ini terjadi interaksi dari banyak tabel yang diambil dari back
> end database.
>
> *Layer interface*
> Layer ini benar-benar berusaha supaya memberi kenikmatan kepada user dalam
> membaca informasi. Kadangkala, user memandang tampilan apa adanya data
> terasa kurang simple. Cara menyusun report yang dilakukan oleh modul
> penyusun laporan juga mempengaruhi susunan data.
>
> ------
>
> Kata *'dari system'* di atas bisa berarti dari salah satu layer tersebut.
> *Nah* ... dari layer yang manakah ?
> Jika hasilnya adalah yang tampil di interface sistem kemudian di export
> jadi text atau excel file, berarti dari layer interface. Begitu seterusnya.
>  Jadi yang perlu diketahui dan dipahami adalah karakteristik setiap layer.
>
> Penarikan data secara langsung dari tabel back-end database, memiliki
> kemungkinan yang sangat kecil untuk menghasilkan data datetime yang tidak
> konsisten.
>
> Jika dari sebuah views dan sebagainya (bisa berarti dari layer logic),
> mungkin bisa terjadi, dan berarti bisa dibuat views lain yang menghasilkan
> data datetime yang lebih konsisten untuk keperluan tertentu.
>
> Sedangkan jika dari layer interface, berarti ada kebutuhan yang belum bisa
> dipenuhi oleh sisi interface atau yang tidak termasuk dalam spesifikasi
> pembangunan layer interface. Kebutuhankan berkembang, jadi wajar kalau
> interface-nya gak bisa memenuhi, dan tidak wajar kalau yang lainnya
> berkembang, interface beserta seluruh layer yang lain dibiarkan jadul.
>  ---
>
> Masalahnya, semua itu disebut *'dari system'* itu tadi, karena memang
> seluruh layer itu membentuk sebuah system. Gak peduli dapetnya dari layer
> yang mana.
>
> Pendekatan ke database admin sangat perlu, karena dengan komunikasi yang
> baik antara dba dan user bisa mengubah kebijakan tentang akses database.
> Siapa tahu nanti dibuatkan query dan akses terbatas untuk bisa mengambil
> langsung dari database. Atau, melalui perbaikan pada layer bisnis prosesnya.
> Tentunya kedepan akan sampai juga pada layer interface dan semua akan
> tersenyum.
>
> Jika isu performa system dan proses kerja user menempati prioritas tinggi
> dalam perusahaan, hal-hal yang tampaknya 'sepele' seperti ini mestinya akan
> diperhatikan. Anehkan kalau hal yang tampaknya 'sepele' (seperti memisah
> tanggal dan jam yang tidak konsisten penulisannya) malah jadi penghambat
> banyak proses, apalagi memperlambat proses analisa. Sesuatu yang mestinya
> tidak perlu dilakukan, kok malah harus dikerjakan sampai memakan waktu
> berjam-jam (milihin manual, data mana yang masih belum pas dari hasil
> formula excel). Kalau gitu hal-hal 'sepele' itu bukan hal yang 'sepele' lagi
> kan ya...
>
> --
>
> Ini obrolan apa sih....
> anggap saja sebuah orb ditengah malam gelap gulita malem jumat kliwon yang
> lagi nyari sajen orang-orang yang suka jimat 'dari system' (malah dadi jin)
>
> akhir kata, mari kita belajar tentang datatype, meskipun komputer sekarang
> udah hebat-habat dalam mengolah data string, tetap saja dari datatype yang
> pas dan tepat, akan membantu membentuk pola pikir tentang data tanpa kuatir
> adanya dualisme makna data hanya karena susunan seperti Hms.
>
> Kid.
>
>
> 2011/5/21 STDEV(i) <[email protected]>
>
>  menurut pendapatku
>> data "tarikan" tidak dapat dijadikan "kambing putih" karena, seharusnya,
>>  bentuk
>> data tarikan tergantung juga CARA MENARIKNYA.
>>
>>

Kirim email ke