Dear Mr. Kid,
Trimakasih untuk penjelasannya,, saya sedang mencoba mempelajari nya dan 
mengembangkan dbase nya biar lebih baik lagi.. Trimakasih untuk saran dan 
masukannya.. 

Bila masih ada informasi lain terkait pembuatan database dan analisis 
/pengolahannya, kiranya boleh dibagi pada saya ..
Thanks,

Salam,
Teti.



________________________________
 From: Kid Mr. <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, September 5, 2012 4:45 AM
Subject: Re: [belajar-excel] Bagaimana mencocokkan/verifikasi record data di 
tabel yang berbeda?
 

  
File terlampir tidak menggunakan VBA.
Jika ingin proses otomasi, cukup dibutuhkan proses penggabungan data (silakan 
cari dimilis). Jika ingin lebih, sekaligus otomasi pemasangan formula di tabel 
myData.

Fitur pivot table memiliki banyak manfaat. Jika digabung dengan fitur 
AutoFilter (yang bukan di pivot table), bisa digunakan untuk membantu proses 
verifikasi. Syaratnya, membutuhkan data gabungan seperti table myData, proses 
refresh pivot table setiap kali ada pengubahan data di table myData, dan proses 
reapply autofilter jika ada pengubahan data di tabel myData.

ngobrolin tentang data, (wis... mulai ndongeng lagi...)

mumpung datanya belum telanjur banyak (setidaknya sekarang kan masih sekitar 
300 ribu record), coba gumaman-gumaman berikut ini (sambil sepintas lalu saja)..

1. Makna dari tabel responden awal dan responden akhir adalah tetap data 
responden. Jadi, dimanapun data responden berada, maka tabel data responden 
sebaiknya memiliki struktur yang sama. Jadi, tabelnya adalah tabel data 
responden. Ada dataset berupa responden awal, dan ada juga dataset berupa 
responden akhir. Mungkin nanti ada dataset lainnya juga.
Pada data responden awal, jumlah kolom tidak sama dengan data responden akhir. 
Akan memudahkan proses jika jumlah kolomnya sama dan bersesuaian antara awal 
dan akhir.

2. Tabel yang baik, setiap kolomnya hanya berisi 1 tipe data. Contoh, Q1 pada 
sheet responden awal berisi data bertipe numerik. Pada responden akhir berisi 
data bertipe String (Text). Maka sebaiknya salah satunya harus menjadi kolom 
yang baru. Misal Q7 untuk data String Q1 responden akhir.

3. Tabel yang baik berisi data-data pokok. Jadi, jika ada record yang tidak 
memiliki data pokok (misal hanya berisi nomor urut data saja), maka sebaiknya 
dihilangkan.

4. Data bertipe string (Text) harus tertulis secara konsisten. Jadi, sebuab 
Nama harus ditulis persis sama untuk Nama tersebut di dataset lainnya.

5. Berikan ID atau kode tertentu untuk kolom-kolom utamanya, dan pastikan 
memiliki sebuah tabel yang berisi kode beserta nama itemnya yang bersifat unik. 
Misal, memiliki tabel Nama beserta ID nya yang bersifat unik disuatu sheet. 
Contoh lain, nama Village beserta kodenya di suatu sheet tertentu.

6. Pastikan isi data sesuai native si data tersebut. Contoh, data usia biasanya 
berupa data angka. Mestinya data ini bertipe numerik. Maka pastikan kolom usia 
berisi data-data angka saja dan tidak perlu satuan apapun. Bila perlu tampilan 
satuannya, buatlah dikolom baru jika satuannya berbeda-beda atau gunakan format 
cell number custom jika satuannya adalah sama untuk seluruh record. Contoh 
lain, data tempat tanggal lahir. Sebaiknya dipisah menjadi kolom Tempat Lahir 
(isinya teks dan bertipe String) dan kolom Tanggal Lahir (isinya tanggal dan 
bertipe datetime).

7. Khusus untuk inputan data berupa tanggal (tipe datetime) pada kolom tanggal 
lahir (tanpa tempat lahir dikolom itu), inputlah dengan format YYYY-MM-DD agar 
tidak bermasalah dengan regional setting komputer lokasi penginputan data. 
Contoh : tanggal 17 Agustus 1945 diinput dengan menulis : 1945-08-17

8. Pecahlah suatu data yang bisa memberi informasi lebih banyak kedalam 
beberapa kolom. Contoh status tingkat edukasi. Dari data ini, sebenarnya bisa 
didapat informasi tentang jumlah responden yang berpendidikan SD. Juga bisa 
didapatkan kebanyakan sampai kelas berapa SD. Bahkan, bisa diketahui jumlah 
yang DO di SD. Artinya, dari data ini bisa didapat 3 informasi, yaitu : tingkat 
pendidikan terakhir, kelas atau tingkat terkahir yang dicapai, status DO atau 
tidak.
Dengan dibuat menjadi 3 kolom tersebut (tingkat pendidikan, kelas terakhir, 
status DO), maka data akan mudah diolah dan lebih banyak memberi informasi.
Mungkin status tinggal dengan siapa, juga bisa dipecah demikian.
Hal ini akan tampak bahwa tabel menjadi lebih besar, tetapi informasi yang bisa 
digali juga jauh berlipat lebih banyak lagi.

9. Pisahkan multi item yang disimpan dalam sebuah data dengan karakter yang 
tidak pernah digunakan oleh nilai data, jika tidak ingin dipisah menjadi banyak 
kolom. Contoh seperti data parents yang lalu yang sudah bagus penyusunan data 
nama-nama anak yang menggunakan karakter | sebagai pemisah antar nama anak 
(nama anak adalah item).

ops... tampaknya mentari sudah mengintip di horison, saatnya untuk kembali 
memenuhi kewajiban hari ini..

Mohon maaf jika ada yang kurang pas.

Wassalam,
Kid.


2012/9/4 Teti Zhe <[email protected]>

Yang ada dalam pikiran saya, yang saya butuhkan :
>1.      Sebuah daftar responden yang uda selesai
diteliti sebanyak dua kali.
>2.      Sebuah daftar responden yang masih belum
diteliti untuk kedua kalinya.
>3.      Sebuah daftar responden akhir yang namanya tidak
ada di tabel responden awal.

 

Kirim email ke