Hai Widi,

Biasanya pakai lookup karena setidaknya 2 hal berikut :
1. suka dengan LookUp
2. tidak bisa diproses dengan vLookUp

Fungsi LookUp selalu mencari dengan approximate match. Jika akan me-lookup
data yang exact match, maka dibutuhkan proses untuk mengubah kolom key
lookup agar hanya berisi 1 record yang dicari atau membuat kolom key lookup
pasti terurut ascending.
Contoh untuk referensi lookup di kolom A dan B sebagai berikut : (header
mulai A1)
Valuta     Kurs_USD
USD             1
EUR             1.2
ZAR            0.129

Pada cell G7 berisi teks EUR
H7 ingin dicari nilai kurs_usd dari tabel lookup tersebut.
Dengan vLookUp, bunyi formula H7 adalah :
=vLookUp( G7 , $a$1:$b$4 , 2 , 0 )
dan menghasilkan 1.2

Bagi yang suka dengan lookup, maka : (hasilnya 1.2)
1. jika kolom key yang bernama Valuta selalu bisa dipastikan terurut
ascending, maka H7 bisa diisi formula :
      =LookUp( G7 , $a$2:$a$4 , $b$2:$b$4 )
2. jika kolom key yang bernama Valuta tidak bisa dipastikan terurut
ascending, maka H7 bisa diisi formula :
      =LookUp( 2 , 1/($a$2:$a$4=G7) , $b$2:$b$4 )

Misalkan data referensi bertambah dengan seiring waktu tanpa ada proses
sorting ulang data dan nilai yang diambil akan selalu nilai terakhir yang
ada
hingga data di atas menjadi :
Valuta     Kurs_USD
USD             1
EUR             1.2
ZAR            0.129
AUD            0.9
EUR             1.5
dan rujukan tabel dalam formula berubah mengikuti bertambahnya area data
referensi.

Formula vLookUp menjadi :
=vLookUp( G7 , $a$1:$b$6 , 2 , 0 )
Hasil vLookUp akan tetap menghasilkan 1.2 karena 1.2 adalah pada item
valuta yang ditemukan pertama kali.

Lookup berubah menjadi :
=LookUp( 2 , 1/($a$2:$a$6=G7) , $b$2:$b$6 )
Hasilnya akan 1.5

Jika menggunakan vLookUp dengan match type approximate (TRUE), maka vLookUp
akan berbentuk :
=vLookUp( G7 , $a$1:$b$6 , 2  )
dan kalau gak salah duga, dengan susunan tabel referensi di atas, akan
menghasilkan error value #N/A karena kehadiran item valuta ZAR yang lebih
dari EUR (yang dicari)

Selain LookUp, masih ada Index Match yang bisa digunakan.

Wassalam,
Kid.

2013/1/7 Bledhuk <[email protected]>

> **
>
>
> ** Kapan kira" pakai lookup dan vlookup?
> Format lookup
> LOOKUP(lookup_value,lookup_vektor,result_vektor)
>
> Kalo target di kiri dan hasil ada dikanan kalo saya suka pake vlookup
> Kalo lookup belom pernah pakai,keuntungan memakai lookup kira" apa ya?
>
> Br
> Widi
> Powered by BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * "Mr. Kid" <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Mon, 7 Jan 2013 16:23:48 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [belajar-excel] rumus if
>
>
>
> Hai Tuti,
>
>
> File berisi contoh data akan membantu BeExceller dalam belajar memahami
> kasus ataupun belajar menyusun formula.
>
> 1. coba formula :
> =LookUp( Abs( nilai_pencapaian ) ,  *{0,0.5,1,2,3,3.0001}* , *
> {0,5,4,3,2,1}*  )
>
> 2. coba formula :
> =LookUp( x ,* {-999%,-4.99999%,-2.5%,2.500001%,5.00001%} *, *{5,4,3,2,1}*)
>
> Yang *biru *adalah batas bawah interval. Atur dan sesuaikan nilai batas
> bawahnya.
> Yang *merah *adalah nilai yang diambil. Atur dan sesuaikan sesuai daftar
> nilai batas bawahnya.
> Yang *biru *dan *merah *bisa dibuat sebuah tabel. Pada cell hasil bisa
> memanfaatkan fungsi vLookUp dengan match type approximate (TRUE)
>
> Wassalam,
> Kid.
>
> 2013/1/7 tuti andrayani <[email protected]>
>
>> **
>>
>>
>> Dear Exceller ,
>>
>> Mohon bantuannya jika kita ingin membuat rumus sbb :
>>
>> 1.target 10, jika pencapaian +>3 atau ->3 nilainya 1, +3 atau minus 3
>> nilainya 2, jika +2 atau -2 nilainya 3, jika +1 atau -1 nilainya 4, jika
>> +0,5 atau -0,5 nilainya 5
>>
>> 2. target x, jika pencapaian x nilai 3, jika -5% < x ≤ - 2,5% nilai 4,
>> jika pencapaian x <- 5% nilai 5, jika pencapaian *2,5% ≤* x < 2,5% nilai
>> 2, jika pencapaian x> 5% nilai 1
>>
>> Terimakasih
>> Tuti
>>
>>
>>
>   
>

Kirim email ke