Pak Sony, Kira-kira begini ceritanya....
jaman dulu kala, saat belajar pemrograman, ada anjuran untuk membuat prosedur yang bisa digunakan berulang-ulang untuk keperluan yang sama bagia banyak proses yang membutuhkan. gambarannya, (gambaran saya sendiri, jadi kalau gak pas, mohon diabaikan saja). ketika kerja dan butuh menghubungi orang lain, maka kita akan menelepon. Bisa jadi jam sekian telpon bagian SDM, jam beda lagi telpon bagian Produksi, dst. saat akan menelpon, yang dibutuhkan adalah sebuah pesawat telpon yang aktif (siap pakai). ketik nomor telpon tujuan dan bekerjalah si telpon mencari sambungan ke nomor tujuan. Nah, kalau bisa prosedur itu dibuat seperti si pesawat telpon. Kalau urusan telpon untuk ngobrol, hanya dibutuhkan pesawat telpon yang bisa diberi inputan nomor telpon tujuan, menerima suara, dan mengeluarkan suara pihak yang ditelpon. Kalau dibutuhkan telpon yang juga bisa menerima dan mengirim fax, maka yang diadakan adalah pesawat telpon yang bisa menerima dan mengirim fax. Jadi, prosedur pesawat telpon diadakan (dibuat) berdasar kebutuhan tadi itu supaya bisa dibutuhkan oleh siapapun yang butuh menelpon asal membawa nomor tujuan yang akan dihubungi. Pada kasus ini, dengan adanya prosedur yang tugasnya membuat koneksi (open connection) dan mengirim query (execute query), siapa saja boleh pakai (proses apapun yang butuh telpon), asal bawa nomor telpon (connection string) dan tahu apa yang akan dibicarakan (query). Konsep membangun prosedur seperti ini diusahakan diterapkan untuk semua hal. Coba perhatikan Excel Anda. Anggap saja ada 17 Sheet yang masing-masingnya di pasangi fitur AutoFilter. Kira-kira berapa prosedur yang dibuat Excel ketika akan memproses AutoFilter pada 17 sheet itu ? Tentu cukup 1 prosedur saja. Bayangkan juga ketika kita bisa meng-handle 170 client dan akan menelpon 170 client, setiap client hanya bisa ditelpon melalui telpon khusus karena tinggal angkat pasti terhubung dengan client tersebut. Maka perusahaan harus menyediakan 170 pesawat telpon. Padahal tugasnya sama, yaitu bercakap-cakap tentang sesuatu. Padahal mengetik nomor tujuan (nomor telpon client yang dituju) dan menyiapkan bahan pembicaraan setiap client adalah tindakan yang sederhana dan bisa menghemat biaya pengadaan, operasional, dan perawatan sebanyak 169 pesawat telpon. hehehe... kalau keliru, mohon dikoreksi. Wassalam, Kid. 2013/2/4 Sony Ario <[email protected]> > ** > > > oh Iya. > > Setelah lihat sekilas file kepunyaan pak Slamet dan Mr. Kid, code untuk > query selalu ada di Module tersendiri. > Apakah memang harus dibikin di module sendiri ? apakah tidak bisa di event > button_click ? > > terima kasih. > > wassalam. > >

