Hai Surya,

Dengan data apa adanya dan pengolahan dengan formula bisa dilihat pada file
terlampir sheet bernama Sheet1. Kemungkinan besar, formula akan terasa
berat bagi proses kalkulasi Excel jika jumlah record data nya banyak.

Tentang calendar control yang dimanfaatkan dengan suatu script VBA tidak
disertakan dalam file lampiran. Calendar control membutuhkan file mscal.ocx
(adanya hanya 32bit) yang harus teregister di komputer setempat. Pada
komputer dengan office 64 bit, calendar control dengan mscal.ocx tidak
dapat digunakan karena tidak dapat di-register. Pada komputer dengan office
32 bit harus dipastikan telah me-register file mscal.ocx pada os komputer
setempat yang umumnya membutuhkan akses administrator komputer. Pada
komputer perusahaan, proses register ke os komputer umumnya membutuhkan
ijin bagian IT.

Jadi, penggunaan calendar control dengan mscal.ocx tidak dapat dipastikan
akan bisa bekerja di seluruh Excel 2010 ke atas. Pilihan lainnya adalah
dengan membuat sendiri calendar dengan userform (hmmm... cari module
userform calendar yang ada di internet saja dan pasang di file tersebut ya).

imho,
Tabel data pada kasus ini umumnya dipecah menjadi 2 tabel. Tetapi, pada
proses pengolahan data dengan Excel umumnya dijadikan 1 tabel. Hal ini
sebagian besar didasarkan pada alasan agar tabel tersebut bisa menjadi
tempat meng-input data.

Kolom bernama 'PERMASALAHAN KODE BRG' wajarnya di-input 1 cell dikolom yang
sama untuk 1 masalah, sedangkan pada kasus ini, tabel awalnya 1 cell berisi
lebih dari 1 masalah. Jadi, jika ada 3 masalah pada kode barang yang sama
di tanggal dan kode kirim yang sama, akan menjadi 3 record data karena
setiap masalah menjadi 1 cell di kolom yang sama.

Pada file terlampir di sheet bernama 'data' terdapat tabel data yang sangat
lebar, yaitu dari kolom A sampai dengan kolom AB. Banyaknya kolom ini
disebabkan karena ingin memenuhi kebutuhan bahwa tabel data juga menjadi
area input data.
Kolom A sampai C biasanya digunakan untuk proses otomasi (dengan VBA)
menyimpan data inputan yang sudah diubah agar sesuai dengan struktur tabel
data simpanan ditempat lain.

Kolom warna kuning (D:E,K) adalah kolom-kolom utama.
Kolom warna hijau (F:J,L:N) dan bisa ditambah kolom C jika diperlukan,
adalah kolom informasi untuk tabel masalah pengiriman
Kolom warna biru (O:Q) adalah kolom informasi untuk tabel masalah barang

Jadi, ada 2 buah tabel yang umumnya terbentuk dari tabel seperti di kasus
ini, yaitu :
1. tabel masalah pengiriman berisi kolom-kolom utama (D:E,K) dan kolom
warna hijau (F:J,L:N)
2. tabel masalah barang berisi kolom-kolom utama (D:E,K) dan kolom warna
biru (O:Q) dengan nilai di kolom utama (D:E,K) terisi penuh (tidak ada yang
kosong yang dimaksudkan berarti 'sama dengan atasnya'), yaitu seperti isian
kolom (R:S,Y).

Ketika tabel tersebut disusun menjadi 1 tabel saja dan bisa dijadikan area
input (tidak direkomendasikan), maka data inputan kolom D:N yang tidak
penuh terisi membuat baris-baris data yang bernilai kosong di kolom D:N
tersebut tidak memiliki arti apapun karena yang berasumsi bahwa nilai
kosong tersebut berarti 'sama dengan nilai atasnya' hanyalah user yang
melihat dengan mata tapi tidak memegang data secara nyata.

Itu sebabnya kolom R:AB disusun dengan formula agar setiap nilai di kolom
D:N disalinkan isian yang benar dan berkaidah tabel databasenya. Maka
terbentuklah tabel berkaidah database untuk kolom A:C,O:AB.

User bisa melakukan input di kolom D:Q seperti biasa. Jika user akan
meng-input record pengiriman baru, maka di-inputlah di kolom D:Q. Sedangkan
untuk masalah barang yang berbeda tetapi pada pengiriman yang sama (sama
dengan atasnya), user menginput di kolom O:Q.

Pemecahan kolom dilakukan agar bisa diperoleh banyak informasi. Contohnya
kolom 'PERMASALAHAN KODE BRG' yang dipecah menjadi kolom-kolom :
A. 'KODE BARANG'  -> karena berupa kolom utama, maka kolom kode barang
mengikuti kolom utama kode barang.
B. 'KODE MASALAH' -> dalam kasus ini, penanya memberi contoh dengan kode
J,M,B, dsb. Dengan berdiri sendirinya sebagai sebuah kolom, maka bisa
disummary berapa masalah J, berapa masalah M, dsb.
C. 'KETERANGAN' -> detil bunyi permasalahan setiap barang. Kolom ini bisa
dikembangkan agar memiliki grup standar jenis kerusakan, sehingga bisa
didapat informasi tentang jumlah masalah logo (entah rusak, tidak ada,
salah logo,dsb) atau jumlah yang karung rusak (entah sobek, jahitan lepas,
tidak dijahit, dsb)

Jadi, membuat inputan semakin compact seperti kolom 'PERMASALAHAN KODE BRG'
justru membuat banyak informasi menjadi hilang. Umumnya, alasan membuat
compact inputan seperti ini adalah agar mudah proses inputnya. Padahal,
mengetik isian inputan yang harus berstruktur tetap dalam sebuah cell
seperti bunyi : (akan tampak rapi kalau sudah di-wrap text, tetapi
beginilah bunyi ketikan inputannya)
GG-1023J / KARUNG JAHITAN LEPAS  GG-1023M / KARUNG ROBEK 40KG     GG-1023B
/ KARUNG BASAH/KOTOR
yang akan tampak di tabel menjadi :
 PERMASALAHAN KODE BRG  GG-1023J / KARUNG JAHITAN LEPAS  GG-1023M / KARUNG
ROBEK 40KG     GG-1023B / KARUNG BASAH/KOTOR
Inputan seperti di atas lebih beresiko salah input dan lebih lama proses
inputnya.
Bandingkan dengan menginput seperti ini :
  KODE MASALAH KETERANGAN  J KARUNG JAHITAN LEPAS  M KARUNG ROBEK 40KG
 B KARUNG
BASAH/KOTOR
Apalagi jika 'KODE MASALAH' ditampilkan sebagai pilihan melalui fitur Data
Validation List karena terstandarisasi, sehingga user cukup memilih salah
satu. Kemudian 'KETERANGAN' juga terstandarisasi dan dibuatkan fitur Data
Validation List yang membuat user cukup memilih dari daftar yang ada.

Selain itu, tampaknya tabel data akan membutuhkan kolom tentang tanggal
selesainya temuan dan tanggal selesainya masalah barang. Bisa jadi akan
dirasa cukup salah satu dari dua kolom tersebut. Kolom tanggal tersebut
digunakan untuk mengisi tanggal dinyatakan tidak ada masalah lagi. Walau
pada umumnya histori seperti ini akan menjadi sebuah tabel sendiri.

Tabel data yang telah disusun untuk bisa memberi banyak informasi dan
mengikuti kaidah tabel database bisa disummary dengan fitur Excel Pivot
Table. Bahkan untuk menyusun output dengan berbagai formula atau otomasipun
akan menjadi lebih mudah dan simpel.

Wassalam,
Kid.



2015-02-07 10:49 GMT+11:00 surya sampurna [email protected]
[belajar-excel] <[email protected]>:

>
>
> Dear All Master Excel
>
> Dh,
> Mohon bantuannya para master yang lebih piawai dalam meracik dan mengatur
> tampilan data atas pencerahannya. Oleh karena itu saya perlulah kirannya
> untuk mendapatkan pencerahan para master yang senantiasa mau berbagi dengan
> para exceler. Data terlampir.
> Demikian disampaikan diucapkan terimaksih atas pencerahannya.
>
> Salam,
> Surya Sampurna
>
>
>
>  
>

Attachment: re-PESEMBA-rev1.xlsx
Description: MS-Excel 2007 spreadsheet

Kirim email ke