Terima kasih suhu atas ilmunya 
 

 On Mon, Dec 24, 2018, 10:12 PM 'Mr. Kid' [email protected] 
mailto:[email protected] [belajar-excel] <[email protected] 
mailto:[email protected] wrote:

   
 hmmm... trit ini sudah 4 hari belum ada yang merespon... 

 Begini...
 

 Susunan nilai dalam suatu chart tergantung pada susunan tabel chart data 
source.
 Setiap chart bisa berisi berbagai series.
 Sebuah chart bisa bersumber dari beberapa (minimal satu) tabel chart data 
source.

 

 Contoh :
 Pada gambar di atas, 
 Tabel sebelah kiri itulah yang disebut Tabel chart data source
 Sebuah chart yang tampak di sebelah kanan itu terbentuk karena memiliki 
susunan tabel chart data source seperti tabel yang kiri itu.
 

 Jadi, kalau bisa menyusun tabel chart data source dengan baik, maka chart yang 
dihasilkan bisa sangat bervariasi.


 

 Kalau bertemu sebuah chart yang sudah jadi, cari tahu tipe chart penyusunnya, 
pahami karakteristik setiap tipe chart penyusunnya, cari tahu lokasi dan 
susunan tabel chart data source, lalu ubah item-item tertentu dalam tabel chart 
data source atau lakukan penyusunan tabel chart data source yang lebih sesuai 
untuk kebutuhan. 
  

 Tentang tipe chart penyusun dan karakteristiknya pada chart speedometer : .
 A. Jarum speedometer disusun dengan pie chart. Maka pahami dulu tentang pie 
chart.
 Contohnya, pie chart bentuknya lingkaran, dengan sudut 1 lingkaran adalah 360 
derajat. Proporsi setiap nilai data akan disusun sebagai susunan juring 
lingkaran dengan sudut tertentu.
 Misalnya, nilai sales X dengan proporsi 90/360 (seperti nilai sales 100juta 
terhadap total sales 400juta) akan dipasang dalam pie chart berupa juring 
dengan sudut 90 derajat. nilai sales Y dengan proporsi 270/360 (seperti 300juta 
terhadap total sales 400juta) akan dipasang berupa juring dengan sudut 270 
derajat. Item yang berada dipaling atas tabel data akan dipasang sebagai item 
pertama pie chart, seperti pada jam analog (mulai dari angka 12, 1, 2, dan 
berputar seterusnya sampai penuh 360 derajat).
 Seperti ini :
 


 

 Jadi, pada jarum speedometer, akan ada 3 pie slice (juring), yaitu berurutan 
juring rasio nilai data, juring jarum speedometer, dan juring sisa area pie 
chart.
 Sudut juring sisa area pie chart adalah sebesar 360-(sudut area rasio nilai 
data + sudut area jarum), dengan minimal nilainya adalah 0 (maskudnya, minimal 
sudut juring sisa area adalah 0 derajat)

 Contohnya begini : [misal tebal jarum adalah 10 derajat]
 


 Jika diperhatikan dengan seksama, jarum tidak menunjuk ke arah yang pas. 
Disini, dibutuhkan asumsi.
 Misal, 'bagian tengah jarum yang menunjuk arah yang pas, ketebalan jarum untuk 
penanda saja'
 Artinya, sudut juring rasio nilai data (warna biru) perlu dikurangi sebesar 
1/2 sudut juring jarum.
 Tentu saja, sudut juring sisa pie chart akan bertambah.
 Jadinya seperti ini :
 


 Jadi, pertengahan jarum akan tepat menunjuk arah yang pas. 
 Lihat gambar kedua dari kiri, untuk rasio 180/360 (seperti 200juta sales dari 
total 400juta), akan disusun berupa juring rasio nilai dengan sudut 175 derajat 
+ 1/2 sudut jarum (yaitu 5 derajat) = 180
 Setengah tebal jarum sisi seberangnya akan ada disisi sisa area pie chart. 
Sudut sisa area pie chart total adalah sudut juring sisa area dengan sudut 175 
+ 1/2 sudut jarum = 180 juga.
 Perhatikan juga gambar lainnya untuk membandingkannya.
 

 Letak rasio nilai data sebesar 0 derajat masih berada diarah jam 12 pada jam 
analog. Biasanya speedometer dibuat dengan orientasi mendatar. Artinya, letak 
sudut 0 derajat adalah di arah jam 9. Dari arah jam 12 sampai ke arah jam 9 
terjadi pergerakan memutar sebesar 270 derajat. Jadi, kalau pie chart diputar 
sebesar 270 derajat, orientasinya akan sesuai dengan kebutuhan speedometer.
 Caranya : klik kanan lingkaran pie chart -> Format Data Series -> Series 
Option -> pada Angle at first slice, diisi 270 derajat
 Jadinya begini :
 


 

 Juring rasio nilai data (biru) dan juring sisa area pie chart (abu-abu) bisa 
diset tanpa warna latar (no fill). Ketebalan jarum juga bisa dikurangi, misal 
menjadi 0.5 derajat atau 1 derajat atau berapa saja yang tampak cukup sesuai 
kebutuhan. Misal begini :
 


 

 Dari karakteristik pie chart tersebut, bisa disusun sebuah tabel data untuk 
piechart seperti ini : (bisa sekalian dengan area inputnya)
 Contoh : 
 - nilai total adalah 4000 juta rupiah
 - nilai data (yang di-input di B12) umumnya dari 0 juta rupiah sampai 2000 
juta rupiah.
 - pada kondisi tertentu, nilai yang di-input bisa dari -500 juta rupiah sampai 
2500 rupiah.
 [Gambar jarum speedometer]
 


 

 B. Label angka juga bisa disusun dengan pie chart. 
 Labels by default akan diletakkan tepat ditengah area juring. Pengaturan letak 
hanyalah terkait pada jarak dari titik pusat saja.
 


 Dari gambar di atas :
 - Gambar kiri : 
   > Letak label by default di tengah area setiap juring. Jarak label dari 
titik pusat dapat dipilih dari daftar yang ada. Gambar di atas memilih Outside 
Ends.
   > Pada nilai 0, letak label seakan-akan tepat pada garis batas juring.
 - Gambar kanan :
   > Dengan karakteristik letak label pada nilai 0 (seperti pada gambar kiri 
nilai 0), maka dapat disusun sebuah tabel chart source yang disertai nilai 0 
disetiap batas area
      Contoh : setelah area juring seluas 500 (record ke-2), diberi baris 
bernilai 0 sebagai pembentuk lokasi label agar tepat digaris 500, dengan nilai 
sudut juring adalah 0 (record ke-3)
 

 C. Area radial yang menggantung (seperti lingkaran dengan ketebalan tertentu 
alias berlubang tengahnya) disebut doughnut (donat). 
 Chart tipe doughnut masuk dalam kelompok pie chart.

 Karakteristiknya juga sama dengan pie chart. Contohnya begini :
 


 Dari gambar di atas, sebuah garis akan terbentuk jika nilai slice dougnut 
adalah 0 dan diberi outline. 
 Pada gambar kiri, record berwarna kuning bernilai 500. Tampak slice berwarna 
kuning dengan outline.
 Pada gambar kanan, record berwarna kuning diubah nilainya menjadi 0. Slice 
yang tadi berwarna kuning hanya menyisakan outline dan membentuk sebuah garis 
lurus saja.
 

 Doughnut chart juga bisa digunakan untuk menyusun label pada chart 
speedometer, tetapi kurang luwes dibanding menggunakan pie chart
 

 D. Manfaat dan dampak dari penggabungan beberapa tipe chart dalam sebuah chart 
 Jadi, dari sebuah tabel chart series yang sama, bisa disusun area doughnut 
beserta garis penunjuk nilai. Sedangkan label nilai disetiap garis dibentuk 
melalui pie chart.
 Contohnya seperti ini :
 - Area mengambang (dengan chart tipe doughnut) dibutuhkan dalam pembentukan 
rentang berikut :
   > area 1 : dari 0 sampai dengan 750 adalah area merah
   > area 2 : dari 750 sampai dengan 1500 adalah area kuning
   > area 3 : dari 1500 sampai dengan 2000 adalah area hijau muda
   > area 4 : dari 2000 sampai dengan 3000 adalah area sisa yang tidak diberi 
warna
 - Garis skala dibentuk pada area berwarna saja (selain area 4) dengan jarak 
setiap 500 dan dimulai dari 0
 

 Langkah 1 : menyusun tabel chart data source (lihat gambar di bawah, pada sisi 
kiri)
 Langkah 2 : membuat pie chart untuk labels, dengan nilai series adalah kolom 
[Nilai], dan teks setiap data label menggunakan nilai teks di kolom [Label]
 Langkah 3 : membuat doughnut chart untuk area mengambang, dengan nilai series 
adalah kolom [Nilai]
                     * Karena jumlah item chart dari pie chart untuk label dan 
doughnut chart untuk area mengambang adalah sama banyaknya, maka kedua jenis 
chart diletakkan pada axis sang sama
                       Misal, doughnut chart untuk area mengambang diletakkan 
di Primary Axis, maka pie chart untuk label juga diletakkan di Primary Axis
 Langkah 4 : menata setiap item chart beserta data label yang ditampilkan
 Hasilnya seperti gambar di bawah ini :
 


 Pada tabel chart data source, untuk area mengambang warna merah dari 0 sampai 
dengan 750 perlu dipecah menjadi 2 bagian, yaitu :
 > area 0 sampai dengan 500 senilai 500 (record ke-2)
 > area 500 sampai dengan 750 senilai 250 (record ke-4)
 Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan untuk membuat garis label, yaitu bagi 
label 500 dengan nilai 0 (record ke-3)
 Pada area warna kuning juga demikian.
 

 Sampai disini....
 Semestinya, sudah mampu mengubah chart speedometer yang telah jadi.
 

 Selanjutnya...
 > Melanjutkan proses membuat chart speedometer untuk contoh seperti pada 
 > [Gambar jarum speedometer] di atas sana.
 Jika ditentukan syarat label nilai skala beserta area mengambangnya adalah 
seperti ini : 
 


 * keterangan dalam gambar yang menggunakan kurung siku [ ] adalah merujuk ke 
[Gambar jarum speedometer] di atas sana.
 

 Langkah 1 : Dari syarat tersebut, bisa disusun tabel chart data source sebagai 
berikut :
 


 

 Langkah 2 : membuat pie chart untuk label bersama pie chart untuk jarum (sudah 
ada di atas sana)
 *** Karena jumlah item pie chart untuk jarum berbeda dengan jumlah item pie 
chart untuk label, maka kedua chart ini harus dipisahkan axis-nya.
      Pie chart untuk jarum sudah dibuat lebih dulu (lihat jauh di atas sana), 
jadi jarum akan berada di Primary Axis.
      Maka, pie chart untuk label (begitu sudah menambahkan series chart), 
segera memindahkannya ke secondary axis
 

      Kemudian menata pie chart untuk label, seperti :
      > add data labels, menentukan isi teks setiap titik label, menata letak 
labels
      > membuatnya tak berwarna dan tak ber-outline
      > memutar pie chart untuk label agar sama dengan orientasi pie chart 
untuk jarum
      Jadinya begini : (pie chart untuk label diputar agar label bernilai 0 
berada di ujung jarum ketika bernilai 0)
 

 

 Langkah 3 : membuat doughnut chart untuk area mengambang (indikator)
 *** Doughnut chart untuk area mengambang dan pie chart untuk labels berada di 
axis yang sama karena memiliki item yang sama banyaknya
      Pada langkah 2, pie chart untuk label berada di Secondary Axis.
      Maka, setelah menambahkan series untuk doughnut chart, segera dilakukan 
pemindahan ke Secondary Axis
 

      Kemudian menata doughnut chart untuk area emngambang tersebut, seperti :
      > set seluruhnya no fill, set seluruhnya memiliki solid line dengan width 
sesuai kebutuhan (misal 0.5 pts)
      > menata setiap area yang tidak nol, yaitu menata solid fill dengan warna 
sesuai tabel chart data source, set tanpa outline
      > memutar doughnut chart untuk area agar orientasinya sama dengan pie 
chart jarum dan pie chart untuk label 
      Jadinya begini : (doughnut chart untuk area diputar agar susunan areanya 
sesuai dengan tabel chart data source)
 

 

 Langkah 4 : menata tampilan akhir untuk user
 

 

 

 Kira-kira demikianlah...
 

 

 Regards,
 Kid
 

 

 

 



 On Thu, Dec 20, 2018 at 3:49 PM Barkan Hadi [email protected] 
mailto:[email protected] [belajar-excel] <[email protected] 
mailto:[email protected]> wrote:

   
 Dear  Rekan2  belajar Excel,
 

 mohon izin bertana: jadi saya mw buat pencapaian dashboard untuk di atas 100% 

 tapi yang ada malah jarum dashboardnya balik lagi ke arah semula... 

 

 

 mohon arahannya 

 

 terima kasih
 salam
 Barkan 


 
 
 
 
 


 
 
 
 
 





Kirim email ke