---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Sabtu 10 Januari 2004 12:20 UTC



** JAKARTA TUDUH GAM TAWAN HAMPIR 300 RAKYAT SIPIL

** DELEGASI AMERIKA BERKUNJUNG KE INSTALASI NUKLIR KOREA UTARA

** PEMERINTAH AMERIKA KEMBALI PERINGATKAN ANCAMAN AKSI TEROR

** STATUS TAWANAN PERANG UNTUK SADDAM HUSSEIN

** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: AMERIKA TIDAK BERALASAN SERBU IRAK

** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: KUNJUNGAN MENTERI KEHAKIMAN BELANDA
KE ANTILA DAN KARIBIA BUAHKAN HASIL

** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: ANTISEMIITISME DI BELANDA SEMAKIN
MENINGKAT



* JAKARTA TUDUH GAM TAWAN HAMPIR 300 RAKYAT SIPIL

Pemerintah Indonesia menuduh GAM, Gerakan Aceh Merdeka menawan hampir
300 rakyat sipil, diantaranya seorang ibu yang sedang hamil. GAM
menyatakan bersedia membebaskan 80 tawanan. Namun sebagai syarat GAM
menuntut diberlakukannya gencetan senjata dua hari oleh TNI/Polri.
Gencetan senjata itu menurut GAM diperlukan untuk menyerahkan para
tawanan dan memberikan kesempatan kepada gerilyawan untuk kembali ke
markas dengan aman. Namun Jakarta menolak tuntutan GAM tersebut.
Sebuah delegasi Polkam saat ini berada di Aceh untuk merundingkan
pembebasan para tawanan dengan GAM. Namun GAM hanya bersedia
merundingkan pembebasan tawanan dengan Palang Merah Internasional.


* DELEGASI AMERIKA BERKUNJUNG KE INSTALASI NUKLIR KOREA UTARA

Delegasi Amerika telah melakukan kunjungan ke instalasi nuklir Korea
Utara  di Yongbyon. Ketua delegasi John Lewis, seorang cendikiawan
mengemukakan bahwa penguasa Korea Utara memenuhi semua permohonan dan
memberikan jawaban atas semua pertanyaan yang diajukan. Namun ia
menolak memberikan keterangan rinci karena ingin meneruskan informasi
kepada pemerintah Amerika terlebih dahulu. Gedung Putih sebelumnya
menekankan bahwa kunjungan itu bukan suatu kunjungan resmi namun
sebuah inisiatif pribadi. Meski demikian Washington menaruh perhatian
atas hasil kunjungan tersebut. Instalsi nuklir di Yongbyon diduga
memainkan peran vital dalam program nuklir Korea Utara.


* DELEGASI AMERIKA BERKUNJUNG KE INSTALASI NUKLIR KOREA UTARA

Pemerintah Amerika kembali memperingatkan kemungkinan aksi teror
terhadap kepentingan Amerika di luar negeri. Departemen Luar Negeri
di Washington menyatakan ada petunjuk kuat mengenai aksi teror oleh
jaringan teror Al-Qaeda terhadap sasaran Amerika. Peringatan ini
dikeluarkan selang sehari setelah Washington menurunkan status siaga
ancaman teror di dalam negeri. Namun penjagaan diperketat tetap
diberlakukan di lokasi strategis, gedung gedung penting dan terhadap
penerbangan dari luar Amerika.


* STATUS TAWANAN PERANG UNTUK SADDAM HUSSEIN

Amerika resmi memberikan status tawanan perang terhadap mantan
Presiden Irak Saddam Hussein. Hal ini berarti mantan diktator Irak
itu akan mendapat perlakuan sesuai dengan pasal pasal Konvensi
Jenewa. Sesuai dengan Konvensi Jenewa maka seorang tawanan perang
antara lain berhak mendapat kunjungan Palang Merah Internasional.
Namun status tawanan perang ini tidak merubah kondisi penahanan
Saddam Hussein.

Sementara itu lima orang tewas dan 40 lainnya menderita cidera akibat
aksi bom bunuh diri di sebuah mesjid di Irak. Ledakan terjadi seusai
sholat Jumat di Baquba, di sebelah timur laut Ibukota Bagdad. Kawasan
ini dikenal sebagai sarang perlawanan terhadap pemerintahan koalisi
Irak pimpinan Amerika.


* GERILYAWAN NPA DI FILIPNA SERBU PUSAT PEMBANGKIT LISTRIK

Gerilyawan NPA di Filipina melancarkan serbuan di sebuah pusat
pembangkit listrik di sebelah selatan ibukota Manila. Tiga tentara
pemerintah dan tiga gerilyawan tewas dalam serbuan ini. Sekitar 50
gerilyawan NPA, Tentara Rakyat Baru, menyerbu pusat pembangkit
listrik yang dijaga oleh tentara pemerintah. Ini adalah serbuan
gerilyawan terbesar sejak gencetan senjata Natal 10 Desember. NPA
yang berkekuatan sekitar sembilan ribu gerilyawan bercita cita
mendirikan negara Maois di Filipina.


* LIMA ANGGOTA PARLEMEN KOREA SELATAN KORUP DITANGKAP

Lima anggota parlemen dan seorang pengusaha terkemuka Korea Selatan
ditangkap menyusul penyidikan korupsi terhadap sejumlah perusahaan
dan politikus. Seorang mantan pemimpin kampanye Presiden Roh Moo Hyun
ditangkap Jumat kemarin. Kelima anggota parlemen dituduh menerima
uang suap dan menggalang dana haram untuk keperluan kampanye.

Untuk memastikan dukungan politik, tiga perusahaan raksasa,
diantaranya Daewoo menyumbangkan ratusan juta dolar dalam kampanye
pemilihan presiden 2002. Son Kil Sung, direktur SK Shipping salah
satu perusahaan terbesar di Korea Selatan ditahan atas tuduhan
mengalirkan hampir satu milyar dolar ke luar negeri.


* KEBAKARAN HUTAN DI SYDNEY AUSTRALIA BERHASIL DIKENDALIKAN

Kebakaran hutan di seputar kota Sydney, Australia berhasil
dikendalikan. Kebakaran ini memusnahkan lahan di Taman Nasional
Kuringgai seluas lebih 1000 hektar. Ratusan penduduk kota Sydney
telah mempersiapkan diri untuk dievakuasi karena kebakaran hutan
mulai menjalar sampai ke kawasan pinggiran kota. Sekitar 500 anggota
pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Tujuh orang tewas
dan 500 rumah musnah akibat kebakaran hutan yang melanda Australia
tahun lalu.


* GUBERNUR NEGARA BAGIAN KALIFORNIA AJUKAN ANGGARAN

Gubernur negara bagian Kalifornia, Amerika Arnold Schwarzenegger
mengajukan anggaran pertama yang mengatur langkah penghematan ketat.
Menurut Arnold Schwarzenegger langkah penghematan besar besaran
diperlukan karena para politikus yang berkuasa selama beberapa tahun
belakangan telah memporak porandakan situasi keuangan negara bagian
Kalifornia. Paket penghematan sebesar 99 milyar dolar itu antara lain
memangkas anggaran layanan kesehatan dan santunan sosial. Langkah ini
terutama akan sangat dirasakan oleh lapisan masyarakat bawah
Kalifornia. Arnold Schwarzenegger dari Partai Republik diperkirakan
akan menghadapi kritik gencar di DPRD Kalifornia yang dikuasai oleh
Partai Demokrat.


* TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: AMERIKA TIDAK BERALASAN SERBU IRAK

Pemerintah Amerika Serikat membesar-besarkan bahaya ancaman Irak.
Demikian kesimpulan laporan Carnegie Endowment for International
Peace, sebuah kelompok kajian yang bermarkas di Washington. Tapi
Kamis lalu Menteri Luar Negeri Amerika Colin Powell membantah tuduhan
bahwa Amerika tidak mempunyai alasan untuk menyerang Irak. Lebih
lanjut laporan koresponden Reinout van Wagtendonk dari New York.

Menjelang perang Irak, Presiden AS George W. Bush dan para anggota
pemerintahnya sangat yakin akan ancaman besar senjata pemusnah massal
milik Saddam Hussein. Hampir setahun yang lalu Menteri Luar Negeri
Amerika Colin Powell berpidato di depan Dewan Keamanan PBB, lengkap
dengan foto-foto spionase dan percakapan telepon yang disadap.
Pidatonya ini harus meyakinkan dunia bahwa sangat penting apabila
cepat diambil tindakan terhadap ancaman itu. Sepuluh bulan setelah
Amerika menyerbu Irak, belum juga ditemukan senjata kimia, biologis
mau pun nuklir. Namun Kamis lalu Menlu Powell menegaskan tetap
mendukung pidatonya di depan Dewan Keamanan PBB setahun lalu.

Colin Powell:
Saya tahu bahwa seluruh dunia mengikuti pidato di depan Dewan
Keamanan PBB 5 Februari lalu. Karena itu saya mengambil waktu untuk
berbicara dengan para pakar. Dan pernyataan yang kami anggap tidak
kuat, tidak kami pakai dalam pidato tersebut.

Dalam pidatonya Powell menanggapi laporan Carnegie Endowment di
Washington yang mengkaji masalah perdamaian dan keamanan
internasional. Laporan ini menyimpulkan bahwa pemerintah Amerika
merubah informasi dinas intelijen sedemikian rupa sehingga sesuai
dengan agenda politiknya, yaitu mengungkapkan kepentingan perang
terhadap Irak. Informasi sebelum serangan teror 11 September 2001
sama sekali tidak menunjukkan akan bahaya ancaman langsung dari Irak.
Tapi setelah 11 September informasi ini ditafsirkan sedemikian rupa
sehingga Amerika nampak perlu cemas akan ancaman dari Irak. Demikian
kesimpulan laporan Carnegie. Menurut para peneliti Carnegie
pemerintah Amerika secara sengaja dan sistematis membesar-besarkan
isyu ini. Menurut Joseph Cincione, peneliti Carnegie, pidato Powell
di depan keamanan PBB pun adalah bagian dari tipu muslihat itu.
Menteri Powell menyatakan memiliki bukti-bukti kuat ancaman itu. Tapi
menurut Cincioni ini sama sekali tidak benar.

Carnegie Endowment dari awalnya menentang perang Irak. Menurut
laporannya memang ada ancaman jangka panjang dari Saddam Hussein,
tapi ancaman itu dapat dikendalikan secara efektif antara lain oleh
inspeksi senjata PBB. Meningkatkan dukungan Amerika untuk inspeksi
senjata PBB bisa mencegah perang. Tapi pemerintah Bush memiliki
agenda lain. Demikian Carnegie Endowment menyimpulkan. Kamis lalu
Menlu Powell menyatakan mendukung kebijakan kubu Partai Republik,
setelah senjata pemusnah masal tidak berhasil ditemukan. Irak di
bawah pimpinan Saddam Hussein tidak akan bisa dipercayai. Saddam
selalu mempunyai niat buruk. Karena itu Amerika perlu bertindak
terhadap Saddam. Bisa saja nantinya ditemukan juga senjata pemusnah
massal.

Colin Powell:
Saddam Hussein selalu mempunyai maksud buruk. Tahun lalu ia menunggu
hingga waktu yang baik. Ia ingin lolos dari semua inspeksi senjata di
masa mendatang. Dan kembali ke rencana-rencana semula, yaitu
pengembangan senjata pemusnah massal.

Para peneliti Irak dari Survey Group tetap melacak senjata pemusnah
massal. Tapi Rabu lalu diumumkan bahwa 400 militer yang terlibat
dalam operasi pelacakan itu ditarik mundur dari Irak. Ini mungkin
sebuah tanda bahwa pemerintah Amerika tidak percaya lagi bahwa
bukti-bukti memberatkan di negeri itu telah ditemukan.


* TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: KUNJUNGAN MENTERI KEHAKIMAN BELANDA
KE ANTILA DAN KARIBIA BUAHKAN HASIL

Menteri Kehakiman Belanda Piet Hein Donner puas tentang
langkah-langkah baru Antila terhadap penyelundupan narkoba. Menteri
Donner tengah melakukan lawatan ke Antila dan Aruba, dua wilayah
Belanda di Karibia. Hubungan antara Den Haag dengan pemerintah Antila
sangat buruk, karena berbagai insiden beberapa tahun belakangan.
Donner mengancam akan melarang penerbangan dari Antila karena
sejumlah besar narkoba yang diselundupkan dari negeri itu. Padahal
penerbangan sangat penting bagi sektor pariwisata kepulauan ini.
Lebih lanjut redaktur Karibia Gijs van den Heuvel.

Kunjungan Menteri Kehakiman Belanda Piet Hein Donner ke Antila dan
Aruba tampak agak menyejukkan hubungan antara kedua negeri itu.
Donner berkunjung ke Antila untuk bertemu dengan rekan sejawatnya
dari Antila dan Aruba, Ben Comproe dan Rudy Croes.

Terutama kebijakan narkoba Belanda di bandar udara Schiphol sangat
mencemaskan Willemstad dan Oranjestad. Donner memberlakukan apa yang
disebut pemeriksaan total. Semua penumpang penerbangan dari wilayah
Karibia harus menjalani pemeriksaan di Schiphol. Tapi karena
kekurangan sel dan personil, maka sang Menteri membiarkan para
penyelundup yang tidak membawa lebih tiga kilo narkoba bebas. Donner
bertindak tegas terhadap Antila dan Aruba. Kepulauan ini harus
memperbaiki pemeriksaan narkoba. Kalau tidak maka Donner akan
melarang semua penerbangan dari wilayah Karibia.

Antila dan Aruba mempunyai visi lain terhadap kebijakan pemerintah
Belanda. Menurut mereka kebijakan Belanda terhadap penyelundup
narkoba terlalu berlebih. Belakangan Donner mengungkapkan bahwa
sekitar 9000 kilo harddrugs diselundupkan lewat Schiphol. Tapi
menurut Antilia ini hanya lima persen dari jumlah total yang
diselundupkan ke Belanda. Narkoba lainnya terutama diselundupkan
melalui peti kemas di pelabuhan. Dan hal ini tidak mendapatkan
perhatian.

Dalam kasus ini para menteri kehakiman berhasil menemukan jalan
keluar. Donner lebih mengerti masalah-masalah yang timbul dalam
pemberantasan narkoba di kedua pulau itu. Para menteri sepakat untuk
memberlakukan larangan terbang penyelundup narkoba yang ditangkap
selama tiga tahun. Kesepakatan mengenai hal ini juga dicapai dengan
maskapai penerbangan yang melayani jalur penerbangan ke Karibia.
Pencabutan ijin terbang dibatalkan. Selain itu sebuah kelompok kerja
akan bersama-sama menyelidiki penyelundupan narkoba lewat udara mau
pun pelabuhan.

Selain itu Donner berunding dengan Tim Kerja Sama Reserse RST. Tim
ini dulunya didirikan untuk membantu dalam pemberantasan kejahatan di
Antilia dan Aruba. Tapi tim yang terutama terdiri dari polisi Belanda
kini juga menyelidiki berbagai kasus penggelapan uang. Menurut
Menteri Kehakiman Antilia Ben Komproe ini sebenarnya bukan tugas RST.
Komproe ingin supaya perwakilan RST di Karibia dipimpin oleh orang
Antilia. Aruba pada gilirannya berpendapat bahwa mereka sudah terlalu
banyak membantu RST. Jadi dalam kasus ini belum dicapai kesepakatan.

Belanda dan Antilia tahun lalu juga berselisih paham tentang
kebijakan pengentasan kemiskinan, terutama mengenai campur tangan
organisasi-organisasi internasional. Belanda ingin melibatkan Bank
Dunia, sedangkan Antilia ingin melibatkan UNDP organisasi program
pembangunan PBB. Selisih paham berhasil diatasi Desember lalu. Dua
organisasi akan membuat analisa masalah kemiskinan. Dalam hal ini
mereka akan mendapat kucuran dana pemerintah Belanda. Dua organisasi
itu kemudian akan memberikan anjuran bagaimana cara terbaik menangani
kemiskinan di Antilia dan Karibia.

Para menteri kehakiman menganggap ini adalah kesepakatan bersejarah.
Kali ini kunjungan Donner ke Karibia nampaknya telah memperbaiki
hubungan Belanda dengan pemerintah kedua negara wilayah Belanda di
Karibia. Kini bola berada di pihak Parlemen Belanda.


* TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: ANTISEMIITISME DI BELANDA SEMAKIN
MENINGKAT

Antisemitisme di Belanda tahun 2002 meningkat dibanding tahun
sebelumnya. Demikian kesimpuilan para peneliti di Yayasan Anne Frank
dan Universitas Leiden yang me-monitor soal-soal rasisme dan
ekstrim-kanan. Beberapa tahun lalu, nampaknya hanya kubu ekstrim
kanan yang bertanggung-jawab atas praktek-praktek antisemitisme. Tapi
sekarang, justru para bonek yang vokal meneriakkan slogan-slogan
antisemitisme di stadion-stadion sepakbola. Kelompok masyarakat
minoritas juga semakin aktif, sekalipun mereka sendiri juga menjadi
korban rasisme. Kami sampaikan komentar redaktur masyarakat
mulikultural Radio Nederland, Saskia van Reenen.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Anne Frank dan
Universitas Leiden nampak jelas bahwa selama tahun 2002, jumlah kasus
kekerasan antisemitisme tercatat dua kali lipat dibanding tahun 2001.
Jaap van Donselaar mencemaskan bahwa dalam prakteknya, jumlah kasus
antisemitisme, jauh lebih besar. Ia menyayangkan bahwa sangat sedikit
kasus antisemitisme yang dilaporkan atau tercatat di polisi maupun
kementrian kehakiman. Menurut para peneliti, masih sulit untuk
melacak, apa penyebab dari semakin meningkatkan praktek-praktek
kekerasan antisemitisme. Tidak jarang, menurut Jaap van Donselaar,
banyak remaja melakukan pelecehan antisemitisme merupakan luapan dari
kebrutalan mereka. Dua-pertiga dari semua praktek antisemitisme yang
dilaporkan selama tahun 2002, hampir selalu terjadi setelah suatu
pertandingan sepakbola. Para bonek meneriakkan slogan-slogan seperti
"Hamas, semua orang Yahudi harus di-gas".

Apakah slogan-slogan yang diteriakkan oleh para bonek sepak bola,
yang menyakitkan pihak ketiga itu, bisa disebut antisemitisme ? Hal
itu jelas, menurut Jaap van Donselaar, karena tidak ada hubungan
apapun dengan ungkapan fustrasi atau apapun. Setiap ucapan yang
menghina, melanggar hukum. Sekalipun Jaap van Donselaar tidak
menganggap bahwa ucapan-ucapan anti Israel itu, termasuk
antisemitisme, tapi ia cemas akan dampaknya yang tidak bisa
dikendalikan.

Sejak beberapa tahun lalu, para remaja muslim dianggap paling
bertanggung-jawab terhadap ungkapan-ungkapan antisemitisme. Lembaga
Pusat Informasi dan Dokumentasi Israel CIDI dalam laporan tahunannya
mengambil kesimpulan bahwa kasus-kasus antisemitisme terutama
dilakukan oleh orang-orang keturunan atau yang berasal dari Afrika
Utara. CIDI melihat adanya kaitan langsung antara situasi di Timur
Tengah dengan pasaraan anti Yahudi di Belanda.  Ruben Vis -
jurubicara gereja Yahudi Belanda punya pengalaman yang sama.
Belakangan ini ia sering dijuhat sebagai Yahudi Bejat kalau memakai
tutup kepala khas Yahudi. Ia merasa semakin tidak aman di jalan. Ia
bahkan suka didorong, disenggol atau ditertawakan di jalan. Ia tidak
mau menuduh semua orang asing begitu, tapi ia paling sering
dilecehkan oleh orang-orang keturunan.

Jaap van Donselaar bisa memahami betapa ungkapan atau praktek-praktek
antisemitisme itu, menyakitkan. Sulit untuk dilacak, mengapa misalnya
anak-anak remaja Maroko itu melakukan hal tersebut ? Apakah mereka
tahu, apa yang mereka lakukan ? Yang jelas mereka mau tampil sebagai
jagoan, supaya dipuji teman-temannya.

Menurut para peneiliti Yayasan Anne Frank, semakin banyak
praktek-praktek kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang keturunan
di Belanda. Tapi tidak pada tempatnya untuk menuduh bahwa orang-orang
keturunan itu sebagai biang keladi antisemitisme. Mernurut Jaap van
Donselaar, prosentase rasisme yang dilakukan oleh orang-orang
keturunan dikatakan lebih besar, karena kekerasan yang dilakukan oleh
kubu ekstrim-kanan yang mayoritas pribumi Belanda, justru menurun.
Aktivitas ekstrim kanan tidak terorganisir dengan baik dan belakangan
mereka lebih aktif di internet.

Selain itu, Jaap van Donselaar mengimpulkan bahwa diskriminasi
diantara kelompok masyarakat minoritas sendiri, juga semakin
meningkat. Tidak hanya orang Yahudi, tapi orang Turki atau Maroko
juga sering menjadi korban diskriminasi. Tidak hanya rumah-rumah
ibadah Yahudi yang menjadi sasaran grafitti, tapi juga masjid-masjid.
Dan juga wanita ber-jilbab diludahi atau menjadi bahan cemoohan
dijalan.

Menurut Rabbi M. Sebbag orang Maroko yang menganut agama Yahudi,
pedang rasisme di Belanda bermata dua. Kalau ia memakai topik khas
Yahudi, ia dihina sebagai Yahudi Bejat, oleh orang-orang Maroko. Tapi
tanpa topi khas Yahudi, ia dihina sebagai Maroko Jahanam. Ini tentu
sangat membinungkan.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke