---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 05 April 2005 14:50 UTC



** TIM KOMISI PAKAR PBB TIBA DI DILI

** ACEH PERINGATI 100 HARI MUSIBAH GEMPA DAN TSUNAMI

** DI AUSTRALIA PRESIDEN YUDHOYONO TEGASKAN TEKAD PERANGI KORUPSI

** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: SBY DI AUSTRALIA PUAS DAN SIAPA YANG PANTAS 
GANTIKAN PAUS?

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: HUBUNGAN VATIKAN DAN BELANDA YANG DINGIN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEMILIHAN PRESIDEN,  TANTANGAN BESAR BAGI 
IRAK

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: JUMLAH BESAR TERSANGKA MENGHADAP KE TRIBUNAL 
YUGOSLAVIA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: 4 CALON RESMI KETUA PAN

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: OPERASI BANTUAN MUALI BERJALAN LANCAR, TAPI 
WARGA NIAS MASIH TETAP KETAKUTAN



* TIM KOMISI PAKAR PBB TIBA DI DILI

Tim Komisi Pakar yang dibentuk Sekjen PBB untuk mempelajari penyidikan dan 
pengadilan kasus kekerasan tahun 1999, tiba di Dili, Timor Leste. Tim tsb 
disambut ratusan demonstran yang mengusulkan agar digelar tribunal 
internasional tentang kasus tsb. 

Pemerintah Indonesia menolak Komisi Pakar PBB. untuk menangkalnya Indonesia 
mengajak Timor Leste membentuk Komisi Kebenaran dan Persahabatan. Tapi Sekjen 
PBB tetap menugaskan Komisi Pakar yang terdiri dari tiga ahli hukum, masing 
masing dari Fiji, India dan Jepang, untuk melanjutkan tugasnya. 

Indonesia juga menolak kemungkinan digelar tribunal internasional tentang 
kekerasan tahun 1999 tsb. Dalam gelombang kekerasan seputar referendum itu, 
sekitar 1400 korban tewas dan prasarana ibukota Dili musnah.

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono akan berkunjung ke Timor Leste Jumat 
mendatang.


* ACEH PERINGATI 100 HARI MUSIBAH GEMPA DAN TSUNAMI

Ribuan anggota masyarakat hari ini mekaukan sembahyang bersama untuk 
memperingati 100 hari musibah gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatra Utara 26 
Desember lalu. Peringatan besar itu digelar di Masjid Baiturrahim di Ulee 
Lheue, kawasan pantai Banda Aceh ayng diterpa tsunami. Sekitar 5 ribu orang 
memadati masjid dan tenda tenda yang dipasang sekitarnya. 

Tengku Nur Hasballah ayng memimpin sembahyang mengatakan musibah itu terjadi 
karena berkurangnya iman ummat dan karena penghancuran hutan bakau di pesisir.

Sekitar 230an ribu orang tewas dan hilang di Aceh dan Sumatra Utara. Gempa 
Desember tsb berkekuatan 9,3 Richter dan tsunami ini menghancurkan kawasan 
pesisir.


* DI AUSTRALIA PRESIDEN YUDHOYONO TEGASKAN TEKAD PERANGI KORUPSI

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menegaskan tekad perang melawan 
korupsi, dalam upayanya memikat dunia bisnis Australia untuk menanam modal di 
Indonesia, terutama di sektor tambang. Indonesia sekarang merupakan ladang yang 
lebih menguntungkan bagi penanaman modal asing, karena kebijakan yang mendorong 
pertumbuhan ekonomi, kelancaran birokrasi dan pemberantasan korupsi. Demikian 
Presiden SBY. 

Pidato Kepala Negara RI itu mendapat sambutan hangat. Pernyataannya bagus dan 
terus terang, demikian Ketua Dewan Usaha Australia-Indonesia, Eric de Haas.

Kunjungan Presiden RI merupakan yang ketiga di Australa. Esok hari SBY akan 
mengakhiri kunjungan tsb dan akan menuju Selandia Baru.


* RATUSAN RIBU ORANG MELAYAT ALMARHUM PAUS YOHANNES PAULUS II

Di Lapangan Sint Pieter di Vatikan, Roma, ratusan ribu orang berkumpul untuk 
memberi penghormatan terakhir kepada almarhum Sri Paus Yohannes Paulus Kedua. 
Sejak Senin malam, puluhan ribu orang berbaris dan berjalan perlahan melewati 
jenazah Paus di dalam gereja. 

Sementara itu arus massa menuju Roma menimbulkan berbagai situasi kacau. 
Seputar ibukota terjadi kemacetan lalu lintas, dan hotel-hotel serta restoran 
penuh sesak. 

Sementara para kardinal berkumpul kembali untuk menetapkan tanggal konklaaf, 
atau pertemuan untuk memilih Paus baru. Upacara pemakaman Paus akan digelar 
Jumat mendatang. Jenazah Paus akan diletakkan di ruang bawah tanah Gereja Sint 
Pieter. 

Sekitar 200an kepala negara dan pemimpin pemerintahan, termasuk Presiden AS 
George W Bush dan Sekjen PBB Kofi Annan, akan menghadiri upacara. Belanda akan 
diwakili oleh PM Balkenende dan Indonesia oleh Menko Kesra Alwi Shihab.


* SEKJEN PBB SERAHKAN NAMA-NAMA TERSANGKA DARFUR 

Sekjen PBB Kofi Annan telah menyerahkan daftar nama sebanyak 51 tersangka dari 
Sudan kepada mahkamah Pidana Internasional di Den Haag. Dengan demikian 
Mahkamah tsb dapat memulai dakwaan terhadap para tersangka kejahatan perang dan 
pelanggaran HAM di Darfur tsb. 

Daftar ke-51 tersangka disusun awal tahun ini oleh sebuah komisi penyelidik 
yang dibentuk Dewan Keamanan PBB. Utusan PBB ntuk Kaus Darfur, mantan menteri 
Belanda Jan Pronk mengimbau Sudan agar tidak membangkang terhadap masyarakat 
internasional. Negara pertama yang menyediakan dana ratusan ribu dollar untuk 
pekerjaan Mahkamah tsb adalah kanada.


* HUKUMAN MATI MAKIN SERING DILAKSANAKAN

Di seluruh dunia, hukuman mati makin sering dilaksanakan, ketimbang di tahun 
kapan pun semasa 25 tahun silam ini. Selama tahun 2004 hampir 3800 kali 
dilaksanakan hukuman mati, terutama di Cina. 

Menurut organisasi HAM sedunia Amnesty International, pada tahun tsb Cina 
melakukan paling sedikit 3400 kali hukuman mati. Karena Cina tidak mengeluarkan 
data baru, diduga angka sebenarnya bisa lebih tinggi. 

Sebaliknya lima negara telah menghapus hukuman mati, yaitu, Yunani, Turki, 
Senegal, Samoa dan Bhutan. Sedangkan Srilangka dan Irak tahun 2004 malah 
memberlakukan kembali hukuman mati.


* DUA TERORIS DITEMBAK MATI POLISI ARAB SAUDI 

Dua pemimpin jaringan teroris Al Qaida diberitakan tewas sewaktu pertikaian 
bersenjata dengan polisi di utara Arab Saudi. Demikian pemancar televisi 
al-Arabiya. Para korban adalah satu warga Saudi dan satu warga Maroko. Nama 
mereka tercantum dalam daftar 26 teroris yang paling dicari di Arab Saudi. 
Keduanya dituduh terlibat rangkaian aksi teroris berdarah yang melanda negara 
itu sejak 2003. Selain itu sang warga Maroko juga dilibatkan dengan aksi teror 
di Casablanca Mei 2003 dan di Madrid tahun 2004 lalu.

Tembak menembak dimulai ketika polisi mengepung sebuah bangunan dan mencoba 
menangkap sejumlah tertuduh teroris di kota al-Ras, Ahad lalu. Hingga sekarang 
delapan anggota ekstremis muslim tewas dan seorang agen polisi Saudi.


* KELOMPOK BERSENJATA CULIK SEORANG JENDRAL IRAK

Kelompok bersenjata di Bagdad telah menculik seorang jendral, dengan memaksanya 
keluar dari mobil yang ditumpanginya. Peristiwa itu terjadi sesaat setelah 
sebuah bom meledak di bandara Bagdad. Siapa pelaku penculikan itu belum 
diketahui. Korban adalah Jendral Jalal Mohamad Saleh, Komandan Satuan Panser 
yang bertugas menghadapi pemberontak dan kriminal.


* PENYELIDIKAN PEMBUNUHAN DI RIO DE JANEIRO

Presiden Brazilia Luiz Inacio Lula da Silva memerintahkan penyelidikan 
menyeluruh insiden tembak menembak di Rio de Janeiro, yang menewaskan 13 orang 
Kamis lalu. Sementara itu sebelas orang polisi Brazil ditahan dengan tuduhan 
terlibat insiden tersebut. Para korban tewas, ketika delapan pria bersenjata 
yang mengendarai mobil melepaskan tembakan secara membabi buta. Menteri 
keamanan negara bagian Rio de Janeiro, Marcelo Itagiba, sewaktu konperensi pers 
menyatakan kemungkinan kedelapan orang tersebut adalah agen polisi. Mereka 
membalas dendam atas penahanan sdekelompok rekan polisi lainnya belum lama ini 
dengan tuduhan terlibat pembunuhan ganda. Berbagai kelompok hak asasi manusia 
di masa lalu berulangkali menuduh polisi Brazil membunuhi warga sipil .


* LEDAKAN DI KASHMIR

Tujuh korban terluka akibat ledakan ranjau di Kashmir. Peristiwa itu terjadi di 
jalur bus antara Kashmir wilayah India dan Kasmir Pakistan yang akan dibuka 
kembali pekan depan. Sebelumnya jalur bus tsb ditutup selama 60 tahun 
belakangan. Pemulihan jalur tsb justru merupakan isyarat niat baik kedua pihak 
ayng bersengketa tentang Kashmir tsb. Didga aksi peledakan itu dilakukan oleh 
kelompok Muslim militan.


* TOPIK ULASAN PERS: SBY DI AUSTRALIA PUAS DAN SIAPA YANG PANTAS GANTIKAN PAUS?

Media massa Australia ramai dengan berita dan komentar seputar SBY, presiden RI 
yang tengah bertandang ke negeri Kangguru ini. Semuanya serba bersimpati. 
Maklum, dulu Kangguru, nggak tahu musti ngomong apa sama Megawati, tapi 
sekarang bos tetangga ini tokoh yang banyak diharapkan, tampaknya. Yang terang 
media massa kedua negara menganggap kunjungan Presiden SBY ke Australia sebagai 
pembuka era baru.

Harian ibukota berbahasa Inggris The Jakarta Post dalam tajuknya menyatakan 
kunjungan ini historis, walaupun ini merupakan kunjungan ketiga Kepala Negara 
RI. Menurut koran tersebut, kontak di berbagai bidang, dari pendidikan, 
perdagangan, dan turisme, begitu padat dan intensif sehingga hubungan 
Indonesia-Australia lebih penting dalam kontak-kontak informal, ketimbang basa 
basi formal kunjungan SBY. 

Perasaan persaudaraan dengan jiran di selatan terutama terasa ketika musibah 
tsunami di Aceh dan Sumatra Utara. Australia membuka hati dan dompet untuk para 
korban, bahkan juga berkorban. Yang juga penting, lanjutnya, Australia sekali 
lagi menegaskan tidak akan mendukung gerakan separatis di Aceh dan Papua, meski 
PM Howard menambahkan perlunya kedua isu tersebut diselesaikan secara damai. 

Maka tidak mengherankan SBY berjanji akan membantu Australia agar ikut dalam 
KTT ASEAN Plus, yaitu ASEAN, Cina, Korea Selatan dan Jepang. Hubungan tetangga 
tentu bisa terganjal emosi, tetapi kali ini ada harapan hubungan bilateral 
bakal lebih memenuhi harapan. Demikian The Jakarta Post.

Suratkabar Melbourne The Age pada gilirannya turun dengan tajuk berjudul 
"Inilah Jembatan Kuat yang Terbangun dari Bencana". Maksudnya, kunjungan 
Presiden SBY dibayang-bayangi musibah kecelakaan helikopter yang menewaskan 9 
warga Australia yang datang membantu korban musibah di Nias. Pertemuan SBY 
Howard juga tertunda gara gara gempa hebat di Nias itu. Nah, bencana heli 
Australia, gempa Nias dan gempa serta tsunami Desember yang lalu - semua itu 
merupakan sederetan musibah yang malahan mendorong Australia dan Indonesia 
semakin rapat. Musibah-musibah yang bersamaan waktu ini tentu menyedihkan, 
namun sekaligus menggarisbawahi hubungan timbal balik Australia dan Indonesia 
yang kuat.

Semua ini sulit terbayangkan beberapa tahun silam. SBY dan Howard 
menandatangani persetujuan kerjasama dengan mengarah ke suatu pakta keamanan di 
waktu mendatang. Pokoknya, stabilitas dan kesejahteraan Indonesia dan 
Australia, menurut SBY, saling terkait. Dan hal itu menunjukkan betapa jauh 
sudah hubungan  antar kedua negara, demikian The Age.

Paus Yohannes Paulus kedua sudah tiada, tapi warisannya amat besar dan penting. 
Harian Inggris The Guardian kemarin menurunkan dua kolom menarik, keduanya dari 
sejarawan beken. Yang satu memuji Paus  sebagai betul betul seorang pemimpin 
dunia karena pengaruhnya yang besar. Kalau Bush, Blair dan Gorbachov cuma 
pemimpin-pemimpin yang tampil di panggung dunia, Paus justru pemimpin dunia 
sejati karena mendorong apa yang boleh disebut globalisasi moral dunia. 

Sebaliknya kolom yang lain menunjuk bahwa Paus tangannya juga berdarah karena 
kekolotannya yang melarang penggunaan kondom membuat jutaan bayi  di Afrika 
lahir dan mati karena mengidap virus HIV. Artikel kritis ini menunjuk, Paus 
sukses di Eropa Tengah dan Timur tapi gagal memahami semangat pembebasan yang 
dikumandangkan gereja gereja di Amerika Latin.

Sekarang The Guardian sendiri keluar dengan tajuknya yang berjudul keterbatasan 
autokrasi. Maksudnya, institusi Gereja Vatikan sekarang harus mampu menunjuk 
Paus baru yang mampu memahami dan menghadapi tantangan-tantangan baru di dunia 
ini. Dunia ini telah banyak berubah. Gereja Katolik menghadapi Protestanisme di 
Amerika Latin dan Islam di Asia. Sementara ummat yang awam, dengan nalar 
kewajaran dan moral kemanusiawian mereka, telah menolak kondom dan menjauhi 
virus HIV. 

Paus baru, Paus yang mana pun, tak bisa memaksakan pelarangan kondom seperti 
dulu, katanya. Semua ini harus diakui oleh pemimpin baru Gereja Katolik. Jadi, 
Paus baru, seperti mendiang Yohannes Paulus Kedua, harus mampu berimajinasi, 
mengembangkan wawasan global yang baru, untuk menatap isu-isu global baru. 
Demikian The Guardian, sambil menantikan konklaf, atau musyawarah besar Vatikan 
untuk memilih Sri Paus baru.

Dan sekian pula ulasan pers kali ini.


* HUBUNGAN VATIKAN DAN BELANDA YANG DINGIN


Almarhum Paus Johannes Paulus II hanya berkunjung satu kali ke Belanda di tahun 
1985. Apabila beliau berencana untuk datang sekali lagi ke Belanda, maka 
kardinal Belanda Simonis sudah pasti akan berusaha sekuat tenaga membatalkan 
keinginan tersebut. Hanya ada satu kata yang bisa menyimpulkan kunjungan resmi 
Paus Johannes Paulus II ke Belanda: memalukan. Ulasan redaktur Nicky Jansen:


Hingga akhir tahun 1950-an ummat Katholik di Belanda dapat dibilang contoh yang 
patut dibanggakan. Ketika itu masyarakat Belanda punya pembagian yang khas, 
dikenal dengan nama verzuiling atau sistim aliran berdasarkan agama 
masing-masing. Jadi ummat Katholik punya koran sendiri, partai politik, 
pemancar televisi, yayasan, organisasi dan sekolah-sekolah. Ummat Katholik 
Belanda dikenal sebagai kelompok masyarakat yang sangat agami, erat dan setia. 
Tetapi gambaran itu berakhir di awal tahun 1960-an.

Di tahun 1966 Belanda memberikan jawaban atas Konsili Vatikan yang kedua dengan 
apa yang dinamakan Konsili Pastoral. Roma menentukan dasar hidup bagi para 
ummatnya untuk abad ke-21, yaitu gereja harus terbuka dan ramah untuk semua 
orang. Tetapi Belanda punya interpretasi yang lain dari Konsili Vatikan, yang 
dianggap terlalu liberal oleh Roma. Dalam Konsili Pastoral Belanda disinggung 
secara terbuka masalah homoseksualitas, anti-konsepsi, pastor perempuan dan 
pencabutan kewajiban berselibat. Paus langsung campur tangan dengan mengangkat 
sejumlah uskup yang konservatif, antara lain kardinal yang sekarang Simonis. 
Sejak itu hubungan antara Belanda dan Vatikan mendingin.

Menjelang kunjungan Paus Johannes Paulus II ke Belanda di tahun 1985, mingguan 
terkemuka Elsevier memuat berita utama: "Paus Tidak Disambut dengan Tangan 
Terbuka oleh Ummat Katholik Belanda". Jajak pendapat ketika itu menyimpulkan 
hanya 3% warga Belanda yang menyambut gembira kunjungan kepala gereja Katholik 
ini. Selama beberapa minggu disiarkan parodi Paus Johannes Paulus II, yang 
disebut dengan nama Popie Jopie lewat acara televisi bernada satiris.

Belum pernah sebelumnya Paus disambut di sebuah negara dengan konser peluit, 
hingga ia tiba di Belanda tahun 1985. Ketika itu kelompok-kelompok yang dikenal 
dengan nama punkers atau penggemar musik punk dan krakers atau penghuni liar 
bangunan yang kebanyakan anak muda, menentang semua yang dianggap kanan dan 
konservatif. Semakin sedikit warga Belanda yang datang ke gereja, karena mereka 
menentang pendapat Vatikan yang dicap sangat konservatif. 

Tanggal 8 Mei 1985 ribuan ummat Katholik berkumpul di lapangan Malie di Den 
Haag dan melangsungkan misa bersama. Tetapi pertemuan ini dilangsungkan tiga 
hari sebelum kedatangan Paus. Muncullah gerakan 8 Mei yang kritis. Para 
penyelenggara sebagian besar adalah ummat Katholik yang mendukung peran yang 
lebih besar untuk para ummat di dalam pimpinan gereja, persamaan hak bagi 
perempuan terutama untuk menjadi pastor dan menentang sistim hirarki keuskupan.

Titik terburuk kunjungan Paus adalah kunjungannya ke kota Utrecht. Pecah 
kerusuhan besar dan polisi anti huru-hara harus turun tangan untuk membubarkan 
para demonstran. Sejumlah pelaku bahkan ditangkap. Sejak itu hubungan antara 
belanda dengan Vatikan, khususnya Paus Johannes Paulus II tidak pernah kembali 
baik. Demikian guru besar sejarah gereja Peter Nissen dari Universitas Radboud 
di Nijmegen. Warga Belanda tidak tersentuh oleh karisma Paus yang dianggap 
besar.

Peter Nissen: Banyak generasi muda Katholik di seluruh dunia yang rupanya 
tersentuh karisma Paus ini. walaupun begitu mereka tidak langsung menentang 
pendapat mengenai homoseksualitas dan anti-konsepsi. Berbeda dengan Belanda. 
Mungkin ini juga warisan Calvinisme Belanda. Kita lebih mementingkan ideologi 
seorang pemimpin gereja, dan bukannya penampilan di luar.

Paus Johannes Paulus II memang tidak pernah datang lagi ke Belanda, tetapi dia 
pasti tidak akan melupakan kunjungannya ke negara kincir angin ini. Bukan hanya 
rangkaian kerusuhan, tetapi juga selama kunjungannya di Belanda Paus mendapat 
makanan yang sama. Demikian salah satu penyelenggara Pastor Munster.

"Sebelumnya kami menanyakan, apa makanan yang disukai Paus". Ketika itu 
dijawab, "Oh Ikan tong dengan asparagus. Jadi kunjungan beliau dibuka dengan 
tong dan asparagus. Tetapi awaban ini juga sampai ke telinga nunsiatur. Ketika 
beliau singgah di Amersfoort, juga disuguhi tong dengan asparagus. Celakanya di 
hari terakhir, di atas kereta, bapak suci juga mendapat makanan yang sama. Jadi 
saya rasa selama beberapa bulan beliau tidak bisa makan tong dengan asparagus 
lagi." Demikian pastor Munster.


* PEMILIHAN PRESIDEN, TANTANGAN BESAR BAGI IRAK
 

Kemacetan politik di Irak tampaknya telah berakhir atau paling tidak untuk 
sementara ini. Sesudah berminggu-minggu pergulatan politik, maka para politisi 
Irak akhirnya memilih seorang muslim Suni untuk menjadi ketua parlemen. 
Keputusan itu dipandang sebagai langkah pertama menuju pembentukan pemerintah 
sesudah lebih dari dua bulan pemilu bersejerah di Irak.  Namun pakar Timur 
Tengah Mustani Alani mengatakan jalan yang harus dilalui masihlah panjang. 

Sampai tanggal 30 januari lalu, Irak memang mempunyai lembaga-lembaga 
pemerintahan. Tetapi semua itu tidak mempunyai legitimitas di mata rakyat. 
Soalnya orang orang yang duduk di situ tidak dipilih tetapi ditunjuk oleh 
penguasa yang dipandang sebagai kekuatan pendudukan. Pemilihan umum yang 
digelar berhasil menciptakan situasi baru yang membuka peluang untuk 
menciptakan pemerintahan terpilih. 

Namun keterlambatan untuk membentuk pemerintahan baru mengikis legitimitas yang 
telah diperoleh melalui pemilihan umum. Rakyat sekarang mengomel. Mereka kesal 
karena walaupun telah menentukan pilihan, tetapi orang orang yang dipilih 
ternyata tidak mampu membentuk pemerintahan yang mampu membereskan segudang 
permasalahan. Kekecewaan penduduk Irak baru akan meluap bila misalnya mereka 
tidak menerima gaji seperti yang banyak terjadi selama beberapa hari 
belakangan. 

Namun kekecewaan itu juga bisa diungkapkan melalui aksi pemberontakan. 
Pemilihan umum Irak digelar terutama dengan tujuan untuk menggalang dukungan 
rakyat dan menepis peluang pemberontakan. Keterlambatan untuk membentuk 
pemerintahan justru berdampak bumerang dan malahan memperkuat simpati untuk 
melakukan pemberontakan. Banyak warga Irak akan berfikir bahwa pemerintah tidak 
mampu membereskan persoalan, sehingga mendukung pemberontakan pada akhirnya 
akan lebih banyak membuahkan hasil.

Aliansi Kurdi yang saat ini berada dalam posisi kuat nampaknya akan berusaha 
merebut konsesi sebanyak mungkin. Namun salah satu hal penting yang perlu 
dilakukan sekarang adalah menarik peran serta kubu Suni Arab ke dalam proses 
politik Irak. Kelompok Suni Arab absen dalam pemilihan umum lalu. Nasib mereka 
nampaknya akan semakin terabaikan karena tawar menawar yang tengah berlangsung 
saat ini adalah antara Aliansi Kurdi dan Aliansi kubu Syiah. 

Kubu kubu yang mengantongi mayoritas suara dalam pemilihan sebaiknya 
menggandeng sebanyak mungkin wakil-wakil kubu Suni Arab, untuk ambil bagian 
dalam proses politik. Hal ini perlu dilakukan demi menciptakan masa depan Irak 
yang stabil. Tetapi perkembanagn ini nampaknya belum akan terjadi karena faksi 
faksi yang meraih suara mayoritas kini lebih disibukkan dengan tawar menawar 
kedudukan dalam pemerintahan.

Legitimitas pemerintahan yang baru akan semakin luntur jika proses pembentukan 
pemerintahan baru itu semakin bertele tele. Risiko yang harus ditanggung akibat 
keterlambatan itu cukup besar. Dukungan bagi aksi aksi  pemberontakan akan 
semakin besar saja. Di pihak lain mengucilkan kelompok Suni Arab dari lembaga 
lembaga pemerintahan baru juga akan memperkuat dukungan bagi aksi 
pemberontakan. Soalnya aksi aksi pemberontakan di Irak  mengakar kuat di 
kalangan warga Suni Arab. Bila situasi ini dibiarkan berlangsung maka masa 
depan Irak akan semakin suram.


* JUMLAH BESAR TERSANGKA MENGHADAP KE TRIBUNAL YUGOSLAVIA 

Jumlah tersangka yang menghadap ke Tribunal Yugoslavia jauh lebih besar dari 
sebelumnya. Jumlah orang dalam pelarian tidak pernah serendah sekarang. Walau 
demikian masyarakat makin kurang menghargai Tribunal Yugoslavia. Terutama di 
kawasan Balkan. Lebih jauh laporan redaktur Sebastiaan Gottlieb. 

Sejak awal tahun ini, 17 tersangka secara sukarela melaporkan diri kepada 
Tribunal Yugoslavia di Den Haag, negeri Belanda. Tersangka yang bulan-bulan 
belakangan datang ke Den Haag, semuanya perwira atau politisi. Tidak pernah 
sebelumnya, begitu banyak tersangka menyerahkan diri kepada Tribunal. Ini jelas 
berkat tekanan politik internasional. Di Serbia, tekanan itu datang dari 
Amerika Serikat. Amerika mengancam mencabut bantuan keuangan apabila Beograd 
menolak bekerja sama lebih baik dengan Tribunal dan menyerahkan lebih banyak 
tersangka. Kroasia terutama menghadapi tekanan dari Uni Eropa, yang menunda 
perundingan keanggotaan dengan Zagreb, karena tersangka utama Kroasia, Jenderal 
Ante Gotovina menolak datang ke Den Haag. 

Tekanan politik dan keuangan jelas berdampak positif, akan tetapi belum 
menghasilkan penangkapan tersangka utama Serbia Bosnia, Mladic dan Karadzic. 
Juga Jenderal Kroasia Ante Gotovina berhasil lolos dari tangan Tribunal. Selain 
tiga tersangka tadi, masih ada 13 tersangka yang belum berhasil ditangkap. 
Jumlah ini tidak pernah serendah sekarang. 

Sekarang ini, 62 tersangka ditahan di penjara Scheveningen. Beberapa dari 
mereka masih menunggu proses peradilan. Sejak Tribunal didirikan, sebanyak 55 
dari 135 terdakwa divonis. Mayoritas dari mereka, yakni 64% adalah warga 
Serbia, minoritas yakni 22% adalah warga Kroasia. Selain itu Tribunal mendakwa 
7 warga Albania Kosovo dan 2 warga Makedonia. Hukuman terberat dijatuhkan 
kepada warga Serbia Bosnia Milomir Stakic, yang divonis hukuman penjara seumur 
hidup. Stakic naik banding atas keputusan itu. Jenderal Radislav Krsitic 
divonis hukuman penjara terpanjang, yakni 35 tahun, atas keterlibatannya dalam 
pembunuhan massal terhadap warga Muslim Srebrenica. Sejauh ini Kristic adalah 
satu-satunya yang didakwa atas genosida. 

Serbia menentang keras Tribunal Yugoslavia, karena dianggap anti Serbia, 
melihat jumlah besar tersangka Serbia. Dakwaan terbaru terhadap mantan Menteri 
Makedonia Ljube Boskovski serta stafnya Johan Tarculovksi tidak merubah hal 
itu. Menurut Direktur Human Rights Watch, Richard Dicker, dakwaan ini merupakan 
langkah strategis, sama seperti dakwaan Perdana Menteri Albania Ramush 
Haradinaj. Walau begitu, 30% masyarakat Serbia tetap menilai Tribunal didirikan 
untuk menyalahkan Serbia atas perang. Makin sedikit orang berpendapat bahwa 
Beograd harus bekerja sama dengan Tribunal. Persentase itu turun dalam dua 
tahun belakangan, dari 85% sampai 55%.

Juga warga Kroasia merasakan yang sama. Menurut Zagreb ini disebabkan karena 
Jaksa Penuntut Utama Tribunal, Carla Del Ponte, dengan pemburuan terhadap 
Jenderal Ante Gotovina, berupaya menghalangi keanggotaan Kroasia dalam Uni 
Eropa. Mereka tampak tidak menyadari bahwa warga Kroasia pun melakukan 
kejahatan perang. Mantan Presiden Franjo Tudjman selalu menyatakan bahwa mereka 
berjuang bagi kebebasan Kroasia, dan dalam melakukan ini, tidak melakukan 
kejahatan. 

Perasaan yang sama juga dibagi pihak ketiga dalam perang saudara Yugoslavia, 
yakni warga Muslim Bosnia. Menurut Emir Suljagic, redaktur mingguan Bosnia BH 
Dan, Tribunal Yugoslavia berupaya menciptakan keseimbangan, yang sebenarnya 
tidak ada. Ia tetap menilai warga Muslim sebagai korban perang saudara dan 
karena itu sangat marah atas penangkapan Nasis Oric, pemimpin pasukan Bosnia di 
kantong Muslim Srebrenica yang diduduki Serbia.

Walau kesuksesan yang dicapai Tribunal bulan-bulan belakangan, masyarakat 
Balkan tampak makin kurang menghargai Tirbunal. Penangkapan Mladic dan Karadzic 
tidak akan merubah hal itu.


* 4 CALON RESMI KETUA PAN


Empat nama resmi terdaftar sebagai calon ketua umum Partai Amanat Nasional(PAN) 
2005-2010. Mereka adalah Bekas pengurus DPP PAN Sustrisno Bachir, bekas menteri 
Keuangan Orde Baru Fuad Bawazier, pengamat ekonomi Didik J.Rachbini dan Menteri 
perhubungan Hatta Radjasa. Bagaimana rencana mereka bila terpilih memimpin PAN 
ke depan? Laporan 68H di Jakarta:


Sejumlah nama calon lain yang diperkirakan akan ikut meramaikan bursa ketua 
umum PAN, adalah Afni Ahmad, Moeslim Abdurrahman, Samuel Kotto dan  bekas Ketua 
DPW PAN Maluku, Thamrin Ely. Ketua Panitia Pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum 
dan Tim Formatur Kongres PAN, Suwardi mengungkapkan Sutrisno Bachir,  mendapat 
dukungan terbanyak. Urutan kedua ditempati Fuad Bawazir, kemudian disusul Didik 
Rachbini dan Hatta Radjasa. Urutan berdasarkan surat rekomendasi dari dewan 
pimpinan wilayah (DPW) dan dewan pimpinan daerah (DPD). Separuh lebih suara 
pemimpin provinsi dan 433 pemimpin kabupaten atau kota, telah mengirimkan surat 
rekomendasi. Sisanya baru akan menyampaikan pada kongres tanggal 7 April nanti.

Suwardi: Sumatera Jawa itu belum masuk. Jadi ada kemungkinan pas pada waktu 
muktamar nanti memasukkannya, pada hari-hari pertama menjelang pemilihan ketua 
umum itu sendiri. Dan mereka memang berniat dserahkan pada forum muktamar, 
dalam kongres. Sebagian besar sudah masuk tapi tentu ada yang belum. Karena 
prosesnya itu kan untuk mencalonkan itu melalui rapat pleno

Sutrisno Bachir yang semula hanya dikenal sebagai simpatisan PAN maupun 
Muhammadiyah ini, optimistis dengan pencalonannya. Ia ingin PAN menjadi partai 
populis, maksudnya bisa berada di tengah masyarakat ketika mereka ditimpa 
bencana. Ia  membantah tudingan yang menyebut dia tidak berasal dari kader 
partai. Tudingan itu sebelumnya disampaikan bekas Ketua DPW PAN Maluku Thamrin 
Ely.

Sutrisno Bachir: Saya termasuk ikut memproses pendirian PAN itu sendiri. Tapi 
saya memang saya tidak masuk di dalam struktur. Tapi semua saya kira, pengurus 
maupun kader PAN khususnya di Jakarta dan di kota-kota besar tahu peranan saya. 
Baik sebelum PAN berdiri maupun PAN berdiri sampai hari ini mereka semua tahu 
persis,kecuali memang mau memutarbalikkan fakta-fakta.

Calon lainnya Fuad Bawazier  optimistis memperoleh dukungan lebih dari 50 
persen dari 33 DPW PAN. PAN kedepan, akan dibawa Bawazier ke arah 
desentralisasi.

Sedang Didik J.Rachbini mengusung lima misi yang akan diwujudkannya dalam 
memimpin PAN. Misi itu adalah membangun sistem organisasi yang modern dengan 
kelembagaan yang kuat, membangun kepemimpinan efektif dan kolektif, sistem 
pengkaderan yang baik, menyatukan partai dengan rakyat, dan strategi 
memenangkan pemilu. 

Sementara itu, Pendiri dan bekas pengurus DPP Partai Amanat Nasional Moeslim 
Abdurrahman mengaku sudah mendapat dukungan dari 12 DPW. Diantaranya Jawa 
Timur, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan 
Kalimantan Selatan. Moeslim mengatakan ingin mengembalikan PAN sebagai partai 
yang reformis. Ia akan membenahi PAN dan tidak lagi mengandalkan pemimpin 
karismatik

Moeslim Abdurrahman: Membentuk kepemimpinan yang lebih kolektif dan kolegial. 
Dan yang kedua membangun PAN menjadi partai betul.karena kan sekarang ini 
banyak partai mengaku partai tapi sebenarnya tidak partai, lebih identik dengan 
tokoh karismatik atau tidak punya aturan dan sistem yang jelas. Yang lain 
adalah bagaimana kemudian ada seperti PAN ini harus betul-betul memperjuangkan 
desentralisasi. Dalam pengertian, dirinya sendiri di dalam internal partainya 
juga harus mencerminkan bahwa partainya partai nasional.

Sebagai orang kuat di Muhammadiyah, Moeslim memperoleh dukungan dari pimpinan 
pusat Muhammadiyah, lembaga yang membidani kelahiran PAN. Walaupun demikian, 
menurut Sekretaris Eksekutif Muhammadiyah Sudar Siandes, Muhammadiyah 
membebaskan para kadernya dalam memilih calon ketua umum PAN.

Sudar Siandes: Moeslim Abdurahman adalah pengurus Muhammadiyah, kalau dilihat 
secara struktural kedekatan Muhammadiyah lebih pada Moeslim Abdurahman.

Sebelumnya tokoh-tokoh muda Muhammadiyah ingin mendirikan partai baru, karena 
merasa aspirasi Muhammadiyah kurang tersalurkan di PAN. Namun menjelang kongres 
di Jawa Tengah mendatang, gaung tersebut mereda.


Tim liputan 68h Jakarta.




* OPERASI BANTUAN MULAI BERJALAN LANCAR, TAPI WARGA NIAS MASIH TETAP KETAKUTAN

Tepat satu minggu setelah gempa bumi berkekuatan 8,7 pada Skala Richter 
mengguncang pulau Nias, operasi bantuan sudah mulai berjalan lancar. Barang 
bantuan terus mengalir dari dalam mau pun luar negeri. Amerika Serikat misalnya 
mengirim kapal rumah sakit. Dan Australia mengirim kapal angkatan laut dengan 
barang bantuan. Walau demikian, Nias tidak bisa lari dari kenyataan,  bahwa 80% 
pulau di sebelah barat pesisir Sumatera Utara itu hancur akibat gempa. Nias 
masih kekurangan air dan listrik. Sementara itu warga Nias sendiri masih tetap 
ketakutan akan terjadi gempa susulan. Lebih jauh wawancara Radio Nederland 
dengan Boy Harefa dari PMI di Gunung Sitoli, Ibukota Nias. 

Boy Harefa [BH]: Jadi perkembangannya, korban-korban banyak sudah dievakuasi. 
Banyak juga yang sudah ditolong. Yang masih bisa dibantu, banyak dibantu. Dan 
bantuan juga terus mengalir. Berupa bantuan medis, bantal-bantal dan juga 
sembako dari pihak dalam negeri, maupun dari pihak asing. 

Sampai sekarang fasilitasi-fasilitas umum masih belum bisa berfungsi, seperti 
air dan listrik. Terbatas untuk sarana-sarana umum saja, seperti di rumah 
sakit. Tapi untuk masyarakat masih belum bisa. Dan juga mayat-mayat yang 
tertimbun sudah banyak dievakuasi. Walaupun ada yang masih tersisa, sudah bisa 
dihitung dengan jari. 

Radio Nederland [RN]: Katanya separuh rumah sakit hancur ya Pak?

BH: Rumah sakit kita sebenarnya tidak hancur. Cuma rumah sakit kita, karena 
dalam tahap pembangunan, banyak pasien yang belum masuk. Walaupun sekarang 
sudah ada yang melaporkan diri, tapi karena suasananya serba mendadak, sehingga 
banyak ruangan itu terisi pasien bedah. Karena memang mayoritas di sini itu 
ternyata pasien bedah. Jadi itu saja masalahnya.

RN: Bagaimana dengan ancaman bahaya epidemi? Apakah sudah ada atau hanya 
ketakutan saja? 

BH: Sampai sekarang masalah itu, belum terbukti. Masih merupakan ketakutan aja. 

RN: Warga yang mengungsi ke gunung masih tetap di sana, atau mereka sudah 
pulang ke kampung masing-masing?

BH: Warga di sini, warga kota Gungung Sitoli, memang sudah banyak yang 
mengungsi ke Sibolga. Karena takut ancaman gempa susulan. Karena yang kami baca 
di media massa, ada gempa tanggal 4 yang kekuatan lebih dahsyat lagi. Tapi 
sampai hari ini tanggal 4 belum ada gempa ya. Mudah-mudahan jumlahnya, angka 
yang mengungsi itu menurun ya, dibanding dengan beberapa hari sebelumnya. 
Karena kita perhatikan di pelabuhan, jumlah yang juga semakin sedikit. 

Hampir 80% pulau Nias mengalami kerusakan berat, yang melumpuhkan ekonomi. 
Masyarakat sangat kesulitan di sini.

Demikian Boy Harefa kepada Radio Nederland.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke