--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 05 April 2005 14:50 UTC ** TIM KOMISI PAKAR PBB TIBA DI DILI ** ACEH PERINGATI 100 HARI MUSIBAH GEMPA DAN TSUNAMI ** DI AUSTRALIA PRESIDEN YUDHOYONO TEGASKAN TEKAD PERANGI KORUPSI ** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: SBY DI AUSTRALIA PUAS DAN SIAPA YANG PANTAS GANTIKAN PAUS? ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: HUBUNGAN VATIKAN DAN BELANDA YANG DINGIN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEMILIHAN PRESIDEN, TANTANGAN BESAR BAGI IRAK ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: JUMLAH BESAR TERSANGKA MENGHADAP KE TRIBUNAL YUGOSLAVIA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: 4 CALON RESMI KETUA PAN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: OPERASI BANTUAN MUALI BERJALAN LANCAR, TAPI WARGA NIAS MASIH TETAP KETAKUTAN * TIM KOMISI PAKAR PBB TIBA DI DILI Tim Komisi Pakar yang dibentuk Sekjen PBB untuk mempelajari penyidikan dan pengadilan kasus kekerasan tahun 1999, tiba di Dili, Timor Leste. Tim tsb disambut ratusan demonstran yang mengusulkan agar digelar tribunal internasional tentang kasus tsb. Pemerintah Indonesia menolak Komisi Pakar PBB. untuk menangkalnya Indonesia mengajak Timor Leste membentuk Komisi Kebenaran dan Persahabatan. Tapi Sekjen PBB tetap menugaskan Komisi Pakar yang terdiri dari tiga ahli hukum, masing masing dari Fiji, India dan Jepang, untuk melanjutkan tugasnya. Indonesia juga menolak kemungkinan digelar tribunal internasional tentang kekerasan tahun 1999 tsb. Dalam gelombang kekerasan seputar referendum itu, sekitar 1400 korban tewas dan prasarana ibukota Dili musnah. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono akan berkunjung ke Timor Leste Jumat mendatang. * ACEH PERINGATI 100 HARI MUSIBAH GEMPA DAN TSUNAMI Ribuan anggota masyarakat hari ini mekaukan sembahyang bersama untuk memperingati 100 hari musibah gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatra Utara 26 Desember lalu. Peringatan besar itu digelar di Masjid Baiturrahim di Ulee Lheue, kawasan pantai Banda Aceh ayng diterpa tsunami. Sekitar 5 ribu orang memadati masjid dan tenda tenda yang dipasang sekitarnya. Tengku Nur Hasballah ayng memimpin sembahyang mengatakan musibah itu terjadi karena berkurangnya iman ummat dan karena penghancuran hutan bakau di pesisir. Sekitar 230an ribu orang tewas dan hilang di Aceh dan Sumatra Utara. Gempa Desember tsb berkekuatan 9,3 Richter dan tsunami ini menghancurkan kawasan pesisir. * DI AUSTRALIA PRESIDEN YUDHOYONO TEGASKAN TEKAD PERANGI KORUPSI Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menegaskan tekad perang melawan korupsi, dalam upayanya memikat dunia bisnis Australia untuk menanam modal di Indonesia, terutama di sektor tambang. Indonesia sekarang merupakan ladang yang lebih menguntungkan bagi penanaman modal asing, karena kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, kelancaran birokrasi dan pemberantasan korupsi. Demikian Presiden SBY. Pidato Kepala Negara RI itu mendapat sambutan hangat. Pernyataannya bagus dan terus terang, demikian Ketua Dewan Usaha Australia-Indonesia, Eric de Haas. Kunjungan Presiden RI merupakan yang ketiga di Australa. Esok hari SBY akan mengakhiri kunjungan tsb dan akan menuju Selandia Baru. * RATUSAN RIBU ORANG MELAYAT ALMARHUM PAUS YOHANNES PAULUS II Di Lapangan Sint Pieter di Vatikan, Roma, ratusan ribu orang berkumpul untuk memberi penghormatan terakhir kepada almarhum Sri Paus Yohannes Paulus Kedua. Sejak Senin malam, puluhan ribu orang berbaris dan berjalan perlahan melewati jenazah Paus di dalam gereja. Sementara itu arus massa menuju Roma menimbulkan berbagai situasi kacau. Seputar ibukota terjadi kemacetan lalu lintas, dan hotel-hotel serta restoran penuh sesak. Sementara para kardinal berkumpul kembali untuk menetapkan tanggal konklaaf, atau pertemuan untuk memilih Paus baru. Upacara pemakaman Paus akan digelar Jumat mendatang. Jenazah Paus akan diletakkan di ruang bawah tanah Gereja Sint Pieter. Sekitar 200an kepala negara dan pemimpin pemerintahan, termasuk Presiden AS George W Bush dan Sekjen PBB Kofi Annan, akan menghadiri upacara. Belanda akan diwakili oleh PM Balkenende dan Indonesia oleh Menko Kesra Alwi Shihab. * SEKJEN PBB SERAHKAN NAMA-NAMA TERSANGKA DARFUR Sekjen PBB Kofi Annan telah menyerahkan daftar nama sebanyak 51 tersangka dari Sudan kepada mahkamah Pidana Internasional di Den Haag. Dengan demikian Mahkamah tsb dapat memulai dakwaan terhadap para tersangka kejahatan perang dan pelanggaran HAM di Darfur tsb. Daftar ke-51 tersangka disusun awal tahun ini oleh sebuah komisi penyelidik yang dibentuk Dewan Keamanan PBB. Utusan PBB ntuk Kaus Darfur, mantan menteri Belanda Jan Pronk mengimbau Sudan agar tidak membangkang terhadap masyarakat internasional. Negara pertama yang menyediakan dana ratusan ribu dollar untuk pekerjaan Mahkamah tsb adalah kanada. * HUKUMAN MATI MAKIN SERING DILAKSANAKAN Di seluruh dunia, hukuman mati makin sering dilaksanakan, ketimbang di tahun kapan pun semasa 25 tahun silam ini. Selama tahun 2004 hampir 3800 kali dilaksanakan hukuman mati, terutama di Cina. Menurut organisasi HAM sedunia Amnesty International, pada tahun tsb Cina melakukan paling sedikit 3400 kali hukuman mati. Karena Cina tidak mengeluarkan data baru, diduga angka sebenarnya bisa lebih tinggi. Sebaliknya lima negara telah menghapus hukuman mati, yaitu, Yunani, Turki, Senegal, Samoa dan Bhutan. Sedangkan Srilangka dan Irak tahun 2004 malah memberlakukan kembali hukuman mati. * DUA TERORIS DITEMBAK MATI POLISI ARAB SAUDI Dua pemimpin jaringan teroris Al Qaida diberitakan tewas sewaktu pertikaian bersenjata dengan polisi di utara Arab Saudi. Demikian pemancar televisi al-Arabiya. Para korban adalah satu warga Saudi dan satu warga Maroko. Nama mereka tercantum dalam daftar 26 teroris yang paling dicari di Arab Saudi. Keduanya dituduh terlibat rangkaian aksi teroris berdarah yang melanda negara itu sejak 2003. Selain itu sang warga Maroko juga dilibatkan dengan aksi teror di Casablanca Mei 2003 dan di Madrid tahun 2004 lalu. Tembak menembak dimulai ketika polisi mengepung sebuah bangunan dan mencoba menangkap sejumlah tertuduh teroris di kota al-Ras, Ahad lalu. Hingga sekarang delapan anggota ekstremis muslim tewas dan seorang agen polisi Saudi. * KELOMPOK BERSENJATA CULIK SEORANG JENDRAL IRAK Kelompok bersenjata di Bagdad telah menculik seorang jendral, dengan memaksanya keluar dari mobil yang ditumpanginya. Peristiwa itu terjadi sesaat setelah sebuah bom meledak di bandara Bagdad. Siapa pelaku penculikan itu belum diketahui. Korban adalah Jendral Jalal Mohamad Saleh, Komandan Satuan Panser yang bertugas menghadapi pemberontak dan kriminal. * PENYELIDIKAN PEMBUNUHAN DI RIO DE JANEIRO Presiden Brazilia Luiz Inacio Lula da Silva memerintahkan penyelidikan menyeluruh insiden tembak menembak di Rio de Janeiro, yang menewaskan 13 orang Kamis lalu. Sementara itu sebelas orang polisi Brazil ditahan dengan tuduhan terlibat insiden tersebut. Para korban tewas, ketika delapan pria bersenjata yang mengendarai mobil melepaskan tembakan secara membabi buta. Menteri keamanan negara bagian Rio de Janeiro, Marcelo Itagiba, sewaktu konperensi pers menyatakan kemungkinan kedelapan orang tersebut adalah agen polisi. Mereka membalas dendam atas penahanan sdekelompok rekan polisi lainnya belum lama ini dengan tuduhan terlibat pembunuhan ganda. Berbagai kelompok hak asasi manusia di masa lalu berulangkali menuduh polisi Brazil membunuhi warga sipil . * LEDAKAN DI KASHMIR Tujuh korban terluka akibat ledakan ranjau di Kashmir. Peristiwa itu terjadi di jalur bus antara Kashmir wilayah India dan Kasmir Pakistan yang akan dibuka kembali pekan depan. Sebelumnya jalur bus tsb ditutup selama 60 tahun belakangan. Pemulihan jalur tsb justru merupakan isyarat niat baik kedua pihak ayng bersengketa tentang Kashmir tsb. Didga aksi peledakan itu dilakukan oleh kelompok Muslim militan. * TOPIK ULASAN PERS: SBY DI AUSTRALIA PUAS DAN SIAPA YANG PANTAS GANTIKAN PAUS? Media massa Australia ramai dengan berita dan komentar seputar SBY, presiden RI yang tengah bertandang ke negeri Kangguru ini. Semuanya serba bersimpati. Maklum, dulu Kangguru, nggak tahu musti ngomong apa sama Megawati, tapi sekarang bos tetangga ini tokoh yang banyak diharapkan, tampaknya. Yang terang media massa kedua negara menganggap kunjungan Presiden SBY ke Australia sebagai pembuka era baru. Harian ibukota berbahasa Inggris The Jakarta Post dalam tajuknya menyatakan kunjungan ini historis, walaupun ini merupakan kunjungan ketiga Kepala Negara RI. Menurut koran tersebut, kontak di berbagai bidang, dari pendidikan, perdagangan, dan turisme, begitu padat dan intensif sehingga hubungan Indonesia-Australia lebih penting dalam kontak-kontak informal, ketimbang basa basi formal kunjungan SBY. Perasaan persaudaraan dengan jiran di selatan terutama terasa ketika musibah tsunami di Aceh dan Sumatra Utara. Australia membuka hati dan dompet untuk para korban, bahkan juga berkorban. Yang juga penting, lanjutnya, Australia sekali lagi menegaskan tidak akan mendukung gerakan separatis di Aceh dan Papua, meski PM Howard menambahkan perlunya kedua isu tersebut diselesaikan secara damai. Maka tidak mengherankan SBY berjanji akan membantu Australia agar ikut dalam KTT ASEAN Plus, yaitu ASEAN, Cina, Korea Selatan dan Jepang. Hubungan tetangga tentu bisa terganjal emosi, tetapi kali ini ada harapan hubungan bilateral bakal lebih memenuhi harapan. Demikian The Jakarta Post. Suratkabar Melbourne The Age pada gilirannya turun dengan tajuk berjudul "Inilah Jembatan Kuat yang Terbangun dari Bencana". Maksudnya, kunjungan Presiden SBY dibayang-bayangi musibah kecelakaan helikopter yang menewaskan 9 warga Australia yang datang membantu korban musibah di Nias. Pertemuan SBY Howard juga tertunda gara gara gempa hebat di Nias itu. Nah, bencana heli Australia, gempa Nias dan gempa serta tsunami Desember yang lalu - semua itu merupakan sederetan musibah yang malahan mendorong Australia dan Indonesia semakin rapat. Musibah-musibah yang bersamaan waktu ini tentu menyedihkan, namun sekaligus menggarisbawahi hubungan timbal balik Australia dan Indonesia yang kuat. Semua ini sulit terbayangkan beberapa tahun silam. SBY dan Howard menandatangani persetujuan kerjasama dengan mengarah ke suatu pakta keamanan di waktu mendatang. Pokoknya, stabilitas dan kesejahteraan Indonesia dan Australia, menurut SBY, saling terkait. Dan hal itu menunjukkan betapa jauh sudah hubungan antar kedua negara, demikian The Age. Paus Yohannes Paulus kedua sudah tiada, tapi warisannya amat besar dan penting. Harian Inggris The Guardian kemarin menurunkan dua kolom menarik, keduanya dari sejarawan beken. Yang satu memuji Paus sebagai betul betul seorang pemimpin dunia karena pengaruhnya yang besar. Kalau Bush, Blair dan Gorbachov cuma pemimpin-pemimpin yang tampil di panggung dunia, Paus justru pemimpin dunia sejati karena mendorong apa yang boleh disebut globalisasi moral dunia. Sebaliknya kolom yang lain menunjuk bahwa Paus tangannya juga berdarah karena kekolotannya yang melarang penggunaan kondom membuat jutaan bayi di Afrika lahir dan mati karena mengidap virus HIV. Artikel kritis ini menunjuk, Paus sukses di Eropa Tengah dan Timur tapi gagal memahami semangat pembebasan yang dikumandangkan gereja gereja di Amerika Latin. Sekarang The Guardian sendiri keluar dengan tajuknya yang berjudul keterbatasan autokrasi. Maksudnya, institusi Gereja Vatikan sekarang harus mampu menunjuk Paus baru yang mampu memahami dan menghadapi tantangan-tantangan baru di dunia ini. Dunia ini telah banyak berubah. Gereja Katolik menghadapi Protestanisme di Amerika Latin dan Islam di Asia. Sementara ummat yang awam, dengan nalar kewajaran dan moral kemanusiawian mereka, telah menolak kondom dan menjauhi virus HIV. Paus baru, Paus yang mana pun, tak bisa memaksakan pelarangan kondom seperti dulu, katanya. Semua ini harus diakui oleh pemimpin baru Gereja Katolik. Jadi, Paus baru, seperti mendiang Yohannes Paulus Kedua, harus mampu berimajinasi, mengembangkan wawasan global yang baru, untuk menatap isu-isu global baru. Demikian The Guardian, sambil menantikan konklaf, atau musyawarah besar Vatikan untuk memilih Sri Paus baru. Dan sekian pula ulasan pers kali ini. * HUBUNGAN VATIKAN DAN BELANDA YANG DINGIN Almarhum Paus Johannes Paulus II hanya berkunjung satu kali ke Belanda di tahun 1985. Apabila beliau berencana untuk datang sekali lagi ke Belanda, maka kardinal Belanda Simonis sudah pasti akan berusaha sekuat tenaga membatalkan keinginan tersebut. Hanya ada satu kata yang bisa menyimpulkan kunjungan resmi Paus Johannes Paulus II ke Belanda: memalukan. Ulasan redaktur Nicky Jansen: Hingga akhir tahun 1950-an ummat Katholik di Belanda dapat dibilang contoh yang patut dibanggakan. Ketika itu masyarakat Belanda punya pembagian yang khas, dikenal dengan nama verzuiling atau sistim aliran berdasarkan agama masing-masing. Jadi ummat Katholik punya koran sendiri, partai politik, pemancar televisi, yayasan, organisasi dan sekolah-sekolah. Ummat Katholik Belanda dikenal sebagai kelompok masyarakat yang sangat agami, erat dan setia. Tetapi gambaran itu berakhir di awal tahun 1960-an. Di tahun 1966 Belanda memberikan jawaban atas Konsili Vatikan yang kedua dengan apa yang dinamakan Konsili Pastoral. Roma menentukan dasar hidup bagi para ummatnya untuk abad ke-21, yaitu gereja harus terbuka dan ramah untuk semua orang. Tetapi Belanda punya interpretasi yang lain dari Konsili Vatikan, yang dianggap terlalu liberal oleh Roma. Dalam Konsili Pastoral Belanda disinggung secara terbuka masalah homoseksualitas, anti-konsepsi, pastor perempuan dan pencabutan kewajiban berselibat. Paus langsung campur tangan dengan mengangkat sejumlah uskup yang konservatif, antara lain kardinal yang sekarang Simonis. Sejak itu hubungan antara Belanda dan Vatikan mendingin. Menjelang kunjungan Paus Johannes Paulus II ke Belanda di tahun 1985, mingguan terkemuka Elsevier memuat berita utama: "Paus Tidak Disambut dengan Tangan Terbuka oleh Ummat Katholik Belanda". Jajak pendapat ketika itu menyimpulkan hanya 3% warga Belanda yang menyambut gembira kunjungan kepala gereja Katholik ini. Selama beberapa minggu disiarkan parodi Paus Johannes Paulus II, yang disebut dengan nama Popie Jopie lewat acara televisi bernada satiris. Belum pernah sebelumnya Paus disambut di sebuah negara dengan konser peluit, hingga ia tiba di Belanda tahun 1985. Ketika itu kelompok-kelompok yang dikenal dengan nama punkers atau penggemar musik punk dan krakers atau penghuni liar bangunan yang kebanyakan anak muda, menentang semua yang dianggap kanan dan konservatif. Semakin sedikit warga Belanda yang datang ke gereja, karena mereka menentang pendapat Vatikan yang dicap sangat konservatif. Tanggal 8 Mei 1985 ribuan ummat Katholik berkumpul di lapangan Malie di Den Haag dan melangsungkan misa bersama. Tetapi pertemuan ini dilangsungkan tiga hari sebelum kedatangan Paus. Muncullah gerakan 8 Mei yang kritis. Para penyelenggara sebagian besar adalah ummat Katholik yang mendukung peran yang lebih besar untuk para ummat di dalam pimpinan gereja, persamaan hak bagi perempuan terutama untuk menjadi pastor dan menentang sistim hirarki keuskupan. Titik terburuk kunjungan Paus adalah kunjungannya ke kota Utrecht. Pecah kerusuhan besar dan polisi anti huru-hara harus turun tangan untuk membubarkan para demonstran. Sejumlah pelaku bahkan ditangkap. Sejak itu hubungan antara belanda dengan Vatikan, khususnya Paus Johannes Paulus II tidak pernah kembali baik. Demikian guru besar sejarah gereja Peter Nissen dari Universitas Radboud di Nijmegen. Warga Belanda tidak tersentuh oleh karisma Paus yang dianggap besar. Peter Nissen: Banyak generasi muda Katholik di seluruh dunia yang rupanya tersentuh karisma Paus ini. walaupun begitu mereka tidak langsung menentang pendapat mengenai homoseksualitas dan anti-konsepsi. Berbeda dengan Belanda. Mungkin ini juga warisan Calvinisme Belanda. Kita lebih mementingkan ideologi seorang pemimpin gereja, dan bukannya penampilan di luar. Paus Johannes Paulus II memang tidak pernah datang lagi ke Belanda, tetapi dia pasti tidak akan melupakan kunjungannya ke negara kincir angin ini. Bukan hanya rangkaian kerusuhan, tetapi juga selama kunjungannya di Belanda Paus mendapat makanan yang sama. Demikian salah satu penyelenggara Pastor Munster. "Sebelumnya kami menanyakan, apa makanan yang disukai Paus". Ketika itu dijawab, "Oh Ikan tong dengan asparagus. Jadi kunjungan beliau dibuka dengan tong dan asparagus. Tetapi awaban ini juga sampai ke telinga nunsiatur. Ketika beliau singgah di Amersfoort, juga disuguhi tong dengan asparagus. Celakanya di hari terakhir, di atas kereta, bapak suci juga mendapat makanan yang sama. Jadi saya rasa selama beberapa bulan beliau tidak bisa makan tong dengan asparagus lagi." Demikian pastor Munster. * PEMILIHAN PRESIDEN, TANTANGAN BESAR BAGI IRAK Kemacetan politik di Irak tampaknya telah berakhir atau paling tidak untuk sementara ini. Sesudah berminggu-minggu pergulatan politik, maka para politisi Irak akhirnya memilih seorang muslim Suni untuk menjadi ketua parlemen. Keputusan itu dipandang sebagai langkah pertama menuju pembentukan pemerintah sesudah lebih dari dua bulan pemilu bersejerah di Irak. Namun pakar Timur Tengah Mustani Alani mengatakan jalan yang harus dilalui masihlah panjang. Sampai tanggal 30 januari lalu, Irak memang mempunyai lembaga-lembaga pemerintahan. Tetapi semua itu tidak mempunyai legitimitas di mata rakyat. Soalnya orang orang yang duduk di situ tidak dipilih tetapi ditunjuk oleh penguasa yang dipandang sebagai kekuatan pendudukan. Pemilihan umum yang digelar berhasil menciptakan situasi baru yang membuka peluang untuk menciptakan pemerintahan terpilih. Namun keterlambatan untuk membentuk pemerintahan baru mengikis legitimitas yang telah diperoleh melalui pemilihan umum. Rakyat sekarang mengomel. Mereka kesal karena walaupun telah menentukan pilihan, tetapi orang orang yang dipilih ternyata tidak mampu membentuk pemerintahan yang mampu membereskan segudang permasalahan. Kekecewaan penduduk Irak baru akan meluap bila misalnya mereka tidak menerima gaji seperti yang banyak terjadi selama beberapa hari belakangan. Namun kekecewaan itu juga bisa diungkapkan melalui aksi pemberontakan. Pemilihan umum Irak digelar terutama dengan tujuan untuk menggalang dukungan rakyat dan menepis peluang pemberontakan. Keterlambatan untuk membentuk pemerintahan justru berdampak bumerang dan malahan memperkuat simpati untuk melakukan pemberontakan. Banyak warga Irak akan berfikir bahwa pemerintah tidak mampu membereskan persoalan, sehingga mendukung pemberontakan pada akhirnya akan lebih banyak membuahkan hasil. Aliansi Kurdi yang saat ini berada dalam posisi kuat nampaknya akan berusaha merebut konsesi sebanyak mungkin. Namun salah satu hal penting yang perlu dilakukan sekarang adalah menarik peran serta kubu Suni Arab ke dalam proses politik Irak. Kelompok Suni Arab absen dalam pemilihan umum lalu. Nasib mereka nampaknya akan semakin terabaikan karena tawar menawar yang tengah berlangsung saat ini adalah antara Aliansi Kurdi dan Aliansi kubu Syiah. Kubu kubu yang mengantongi mayoritas suara dalam pemilihan sebaiknya menggandeng sebanyak mungkin wakil-wakil kubu Suni Arab, untuk ambil bagian dalam proses politik. Hal ini perlu dilakukan demi menciptakan masa depan Irak yang stabil. Tetapi perkembanagn ini nampaknya belum akan terjadi karena faksi faksi yang meraih suara mayoritas kini lebih disibukkan dengan tawar menawar kedudukan dalam pemerintahan. Legitimitas pemerintahan yang baru akan semakin luntur jika proses pembentukan pemerintahan baru itu semakin bertele tele. Risiko yang harus ditanggung akibat keterlambatan itu cukup besar. Dukungan bagi aksi aksi pemberontakan akan semakin besar saja. Di pihak lain mengucilkan kelompok Suni Arab dari lembaga lembaga pemerintahan baru juga akan memperkuat dukungan bagi aksi pemberontakan. Soalnya aksi aksi pemberontakan di Irak mengakar kuat di kalangan warga Suni Arab. Bila situasi ini dibiarkan berlangsung maka masa depan Irak akan semakin suram. * JUMLAH BESAR TERSANGKA MENGHADAP KE TRIBUNAL YUGOSLAVIA Jumlah tersangka yang menghadap ke Tribunal Yugoslavia jauh lebih besar dari sebelumnya. Jumlah orang dalam pelarian tidak pernah serendah sekarang. Walau demikian masyarakat makin kurang menghargai Tribunal Yugoslavia. Terutama di kawasan Balkan. Lebih jauh laporan redaktur Sebastiaan Gottlieb. Sejak awal tahun ini, 17 tersangka secara sukarela melaporkan diri kepada Tribunal Yugoslavia di Den Haag, negeri Belanda. Tersangka yang bulan-bulan belakangan datang ke Den Haag, semuanya perwira atau politisi. Tidak pernah sebelumnya, begitu banyak tersangka menyerahkan diri kepada Tribunal. Ini jelas berkat tekanan politik internasional. Di Serbia, tekanan itu datang dari Amerika Serikat. Amerika mengancam mencabut bantuan keuangan apabila Beograd menolak bekerja sama lebih baik dengan Tribunal dan menyerahkan lebih banyak tersangka. Kroasia terutama menghadapi tekanan dari Uni Eropa, yang menunda perundingan keanggotaan dengan Zagreb, karena tersangka utama Kroasia, Jenderal Ante Gotovina menolak datang ke Den Haag. Tekanan politik dan keuangan jelas berdampak positif, akan tetapi belum menghasilkan penangkapan tersangka utama Serbia Bosnia, Mladic dan Karadzic. Juga Jenderal Kroasia Ante Gotovina berhasil lolos dari tangan Tribunal. Selain tiga tersangka tadi, masih ada 13 tersangka yang belum berhasil ditangkap. Jumlah ini tidak pernah serendah sekarang. Sekarang ini, 62 tersangka ditahan di penjara Scheveningen. Beberapa dari mereka masih menunggu proses peradilan. Sejak Tribunal didirikan, sebanyak 55 dari 135 terdakwa divonis. Mayoritas dari mereka, yakni 64% adalah warga Serbia, minoritas yakni 22% adalah warga Kroasia. Selain itu Tribunal mendakwa 7 warga Albania Kosovo dan 2 warga Makedonia. Hukuman terberat dijatuhkan kepada warga Serbia Bosnia Milomir Stakic, yang divonis hukuman penjara seumur hidup. Stakic naik banding atas keputusan itu. Jenderal Radislav Krsitic divonis hukuman penjara terpanjang, yakni 35 tahun, atas keterlibatannya dalam pembunuhan massal terhadap warga Muslim Srebrenica. Sejauh ini Kristic adalah satu-satunya yang didakwa atas genosida. Serbia menentang keras Tribunal Yugoslavia, karena dianggap anti Serbia, melihat jumlah besar tersangka Serbia. Dakwaan terbaru terhadap mantan Menteri Makedonia Ljube Boskovski serta stafnya Johan Tarculovksi tidak merubah hal itu. Menurut Direktur Human Rights Watch, Richard Dicker, dakwaan ini merupakan langkah strategis, sama seperti dakwaan Perdana Menteri Albania Ramush Haradinaj. Walau begitu, 30% masyarakat Serbia tetap menilai Tribunal didirikan untuk menyalahkan Serbia atas perang. Makin sedikit orang berpendapat bahwa Beograd harus bekerja sama dengan Tribunal. Persentase itu turun dalam dua tahun belakangan, dari 85% sampai 55%. Juga warga Kroasia merasakan yang sama. Menurut Zagreb ini disebabkan karena Jaksa Penuntut Utama Tribunal, Carla Del Ponte, dengan pemburuan terhadap Jenderal Ante Gotovina, berupaya menghalangi keanggotaan Kroasia dalam Uni Eropa. Mereka tampak tidak menyadari bahwa warga Kroasia pun melakukan kejahatan perang. Mantan Presiden Franjo Tudjman selalu menyatakan bahwa mereka berjuang bagi kebebasan Kroasia, dan dalam melakukan ini, tidak melakukan kejahatan. Perasaan yang sama juga dibagi pihak ketiga dalam perang saudara Yugoslavia, yakni warga Muslim Bosnia. Menurut Emir Suljagic, redaktur mingguan Bosnia BH Dan, Tribunal Yugoslavia berupaya menciptakan keseimbangan, yang sebenarnya tidak ada. Ia tetap menilai warga Muslim sebagai korban perang saudara dan karena itu sangat marah atas penangkapan Nasis Oric, pemimpin pasukan Bosnia di kantong Muslim Srebrenica yang diduduki Serbia. Walau kesuksesan yang dicapai Tribunal bulan-bulan belakangan, masyarakat Balkan tampak makin kurang menghargai Tirbunal. Penangkapan Mladic dan Karadzic tidak akan merubah hal itu. * 4 CALON RESMI KETUA PAN Empat nama resmi terdaftar sebagai calon ketua umum Partai Amanat Nasional(PAN) 2005-2010. Mereka adalah Bekas pengurus DPP PAN Sustrisno Bachir, bekas menteri Keuangan Orde Baru Fuad Bawazier, pengamat ekonomi Didik J.Rachbini dan Menteri perhubungan Hatta Radjasa. Bagaimana rencana mereka bila terpilih memimpin PAN ke depan? Laporan 68H di Jakarta: Sejumlah nama calon lain yang diperkirakan akan ikut meramaikan bursa ketua umum PAN, adalah Afni Ahmad, Moeslim Abdurrahman, Samuel Kotto dan bekas Ketua DPW PAN Maluku, Thamrin Ely. Ketua Panitia Pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum dan Tim Formatur Kongres PAN, Suwardi mengungkapkan Sutrisno Bachir, mendapat dukungan terbanyak. Urutan kedua ditempati Fuad Bawazir, kemudian disusul Didik Rachbini dan Hatta Radjasa. Urutan berdasarkan surat rekomendasi dari dewan pimpinan wilayah (DPW) dan dewan pimpinan daerah (DPD). Separuh lebih suara pemimpin provinsi dan 433 pemimpin kabupaten atau kota, telah mengirimkan surat rekomendasi. Sisanya baru akan menyampaikan pada kongres tanggal 7 April nanti. Suwardi: Sumatera Jawa itu belum masuk. Jadi ada kemungkinan pas pada waktu muktamar nanti memasukkannya, pada hari-hari pertama menjelang pemilihan ketua umum itu sendiri. Dan mereka memang berniat dserahkan pada forum muktamar, dalam kongres. Sebagian besar sudah masuk tapi tentu ada yang belum. Karena prosesnya itu kan untuk mencalonkan itu melalui rapat pleno Sutrisno Bachir yang semula hanya dikenal sebagai simpatisan PAN maupun Muhammadiyah ini, optimistis dengan pencalonannya. Ia ingin PAN menjadi partai populis, maksudnya bisa berada di tengah masyarakat ketika mereka ditimpa bencana. Ia membantah tudingan yang menyebut dia tidak berasal dari kader partai. Tudingan itu sebelumnya disampaikan bekas Ketua DPW PAN Maluku Thamrin Ely. Sutrisno Bachir: Saya termasuk ikut memproses pendirian PAN itu sendiri. Tapi saya memang saya tidak masuk di dalam struktur. Tapi semua saya kira, pengurus maupun kader PAN khususnya di Jakarta dan di kota-kota besar tahu peranan saya. Baik sebelum PAN berdiri maupun PAN berdiri sampai hari ini mereka semua tahu persis,kecuali memang mau memutarbalikkan fakta-fakta. Calon lainnya Fuad Bawazier optimistis memperoleh dukungan lebih dari 50 persen dari 33 DPW PAN. PAN kedepan, akan dibawa Bawazier ke arah desentralisasi. Sedang Didik J.Rachbini mengusung lima misi yang akan diwujudkannya dalam memimpin PAN. Misi itu adalah membangun sistem organisasi yang modern dengan kelembagaan yang kuat, membangun kepemimpinan efektif dan kolektif, sistem pengkaderan yang baik, menyatukan partai dengan rakyat, dan strategi memenangkan pemilu. Sementara itu, Pendiri dan bekas pengurus DPP Partai Amanat Nasional Moeslim Abdurrahman mengaku sudah mendapat dukungan dari 12 DPW. Diantaranya Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Moeslim mengatakan ingin mengembalikan PAN sebagai partai yang reformis. Ia akan membenahi PAN dan tidak lagi mengandalkan pemimpin karismatik Moeslim Abdurrahman: Membentuk kepemimpinan yang lebih kolektif dan kolegial. Dan yang kedua membangun PAN menjadi partai betul.karena kan sekarang ini banyak partai mengaku partai tapi sebenarnya tidak partai, lebih identik dengan tokoh karismatik atau tidak punya aturan dan sistem yang jelas. Yang lain adalah bagaimana kemudian ada seperti PAN ini harus betul-betul memperjuangkan desentralisasi. Dalam pengertian, dirinya sendiri di dalam internal partainya juga harus mencerminkan bahwa partainya partai nasional. Sebagai orang kuat di Muhammadiyah, Moeslim memperoleh dukungan dari pimpinan pusat Muhammadiyah, lembaga yang membidani kelahiran PAN. Walaupun demikian, menurut Sekretaris Eksekutif Muhammadiyah Sudar Siandes, Muhammadiyah membebaskan para kadernya dalam memilih calon ketua umum PAN. Sudar Siandes: Moeslim Abdurahman adalah pengurus Muhammadiyah, kalau dilihat secara struktural kedekatan Muhammadiyah lebih pada Moeslim Abdurahman. Sebelumnya tokoh-tokoh muda Muhammadiyah ingin mendirikan partai baru, karena merasa aspirasi Muhammadiyah kurang tersalurkan di PAN. Namun menjelang kongres di Jawa Tengah mendatang, gaung tersebut mereda. Tim liputan 68h Jakarta. * OPERASI BANTUAN MULAI BERJALAN LANCAR, TAPI WARGA NIAS MASIH TETAP KETAKUTAN Tepat satu minggu setelah gempa bumi berkekuatan 8,7 pada Skala Richter mengguncang pulau Nias, operasi bantuan sudah mulai berjalan lancar. Barang bantuan terus mengalir dari dalam mau pun luar negeri. Amerika Serikat misalnya mengirim kapal rumah sakit. Dan Australia mengirim kapal angkatan laut dengan barang bantuan. Walau demikian, Nias tidak bisa lari dari kenyataan, bahwa 80% pulau di sebelah barat pesisir Sumatera Utara itu hancur akibat gempa. Nias masih kekurangan air dan listrik. Sementara itu warga Nias sendiri masih tetap ketakutan akan terjadi gempa susulan. Lebih jauh wawancara Radio Nederland dengan Boy Harefa dari PMI di Gunung Sitoli, Ibukota Nias. Boy Harefa [BH]: Jadi perkembangannya, korban-korban banyak sudah dievakuasi. Banyak juga yang sudah ditolong. Yang masih bisa dibantu, banyak dibantu. Dan bantuan juga terus mengalir. Berupa bantuan medis, bantal-bantal dan juga sembako dari pihak dalam negeri, maupun dari pihak asing. Sampai sekarang fasilitasi-fasilitas umum masih belum bisa berfungsi, seperti air dan listrik. Terbatas untuk sarana-sarana umum saja, seperti di rumah sakit. Tapi untuk masyarakat masih belum bisa. Dan juga mayat-mayat yang tertimbun sudah banyak dievakuasi. Walaupun ada yang masih tersisa, sudah bisa dihitung dengan jari. Radio Nederland [RN]: Katanya separuh rumah sakit hancur ya Pak? BH: Rumah sakit kita sebenarnya tidak hancur. Cuma rumah sakit kita, karena dalam tahap pembangunan, banyak pasien yang belum masuk. Walaupun sekarang sudah ada yang melaporkan diri, tapi karena suasananya serba mendadak, sehingga banyak ruangan itu terisi pasien bedah. Karena memang mayoritas di sini itu ternyata pasien bedah. Jadi itu saja masalahnya. RN: Bagaimana dengan ancaman bahaya epidemi? Apakah sudah ada atau hanya ketakutan saja? BH: Sampai sekarang masalah itu, belum terbukti. Masih merupakan ketakutan aja. RN: Warga yang mengungsi ke gunung masih tetap di sana, atau mereka sudah pulang ke kampung masing-masing? BH: Warga di sini, warga kota Gungung Sitoli, memang sudah banyak yang mengungsi ke Sibolga. Karena takut ancaman gempa susulan. Karena yang kami baca di media massa, ada gempa tanggal 4 yang kekuatan lebih dahsyat lagi. Tapi sampai hari ini tanggal 4 belum ada gempa ya. Mudah-mudahan jumlahnya, angka yang mengungsi itu menurun ya, dibanding dengan beberapa hari sebelumnya. Karena kita perhatikan di pelabuhan, jumlah yang juga semakin sedikit. Hampir 80% pulau Nias mengalami kerusakan berat, yang melumpuhkan ekonomi. Masyarakat sangat kesulitan di sini. Demikian Boy Harefa kepada Radio Nederland. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
