--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 15 September 2008 15:00 UTC ** TEWAS SAAT REBUTAN PEMBAGIAN ZAKAT ** SKANDAL PENCEMARAN SUSU CINA ** PERKARA KASUS TERORISME AUSTRALIA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ANGGARAN NEGARA BARU YANG RAMAH KELUARGA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: GEN YANG BISA JINAKKAN VIRUS HIV ** GEMA WARTA ULASAN PERS: KEMUNGKINAN PERUBAHAN POLITIK RADIKAL DI MALAYSIA DAN ANGKA KEMATIAN BALITA DI INDONESIA MASIH TINGGI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: 21 TEWAS DALAM PEMBAGIAN ZAKAT ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PERANAN RADIO ASING DI INDONESIA * TEWAS SAAT REBUTAN PEMBAGIAN ZAKAT Di Pasuruan, Jawa Timur, 21 orang tewas terinjak-injak, saat sekitar 10.000 orang berdesak-desakan berebut menerima pembagian zakat. Pembagian dilakukan oleh seorang dermawan di Jalan Wahidin, Pasuruan. Sebagaimana biasa, pada bulan ramadhan banyak keluarga kaya di Indonesia membagi-bagikan zakat pada kaum fakir miskin. * SKANDAL PENCEMARAN SUSU CINA Di Cina, bayi kedua meninggal setelah minum susu bubuk yang tercemar melamine. Sementara jumlah bayi yang sakit akibat minum susu tercemar tersebut sudah lebih dari 1.200 orang. Sebagian besar mengalami gangguan pada ginjal mereka. Melamine adalah bahanbaku untuk membuat plastik dan lem. Sehubungan dengan skandal ini, polisi telah menangkap 19 orang, dan memeriksa puluhan orang lainnya. Selanjutnya pemerintah Cina mengumumkan akan memperketat pengawasan atas keamanan produksi makanan. Produsen susu bubuk, Sanlu, menuduh pencemaran tersebut akibat kelalaian peternak susu. Pemerintah Cina menepis tuduhan tersebut. * PERKARA KASUS TERORISME AUSTRALIA Dewan juri pengadilan kota Melbourne, Australia, memutuskan enam orang muslim radikal terbukti bersalah merencanakan serangan teror. Menurut dewan juri, enam orang tersebut sedang mempersiapkan serangkaian serangan, di antaranya pada beberapa stadion sepakbola dan setatsiun kereta-api. Dengan serangan ini, mereka berharap akan bisa memaksa penarikan mundur tentara Australia dari Irak. Dewan juri menilai empat orang tersangka lainnya tidak bersalah. Pemimpin kelompok ini adalah tokoh muslim, Abdul Nacer Benbrika, usia 48 tahun. Ia dinyatakan terbukti bersalah memimpin organisasi teror. Sedang lima pengikutnya, dinyatakan terbukti menjadi anggota organisasi tersebut. Kasus ini merupakan perkara pengadilan terorisme terbesar dalam sejarah Australia. Penyidikan dimulai pada tahun 2004. Dan tahun berikutnya, polisi berhasil menggulung kelompok ini. * THAILAND PILIH PERDANA MENTRI BARU Di Thailand, partai pemerintah, PPP, mengajukan Perdana Mentri ad-interim Somchai Wongsawat sebagai calon perdana mentri. Somchai adalah ipar Thaksin Shinawatra, mantan perdana mentri yang pada tahun 2006 dikudeta oleh militer. PPP terpaksa mencari kandidat baru, karena Selasa lalu, Mahkamah Konstitusi Thailand memutuskan Perdana Mentri Samak Sundaravej harus meletakkan jabatan. Pemilihan perdana mentri baru akan berlangsung Rabu mendatang di parlemen, yang dikuasai oleh partai-partai koalisi pendukung pemerintah. * MUGABE DAN TSVANGIRAI BENTUK KABINET Di Zimbabwe, Presiden Robert Mugabe dan pemimpin oposisi Morgan Tsvangirai menanda-tangani kesepakatan bersejarah mengenai pembagian kekuasaan. Penanda-tanganan kesepakatan berlangsung di sebuah hotel di Harare, disaksikan oleh Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki, yang selama beberapa bulan terakhir ini bertindak sebagai penengah. Rincian kesepakatan baru akan diumumkan hari ini. Menurut beberapa sumber, nantinya akan dibentuk kabinet dengan 31 orang mentri. Direncanakan, 15 orang mentri akan berasal dari partai ZANU-PF pimpinan Robert Mugabe, dan 16 mentri lainnya dari partai MDC, pimpinan Morgan Tsvangirai. Beberapa waktu lalu telah diumumkan Robert Mugabe akan menjadi pemimpin kabinet, sedang Morgan Tsvangirai akan menjadi ketua dewan mentri dan ketua dewan keamanan nasional. * RWANDA GELAR PEMILU Di Rwanda saat ini sedang berlangsung pemilu legislatif. Ini merupakan pemilu kedua sejak genosida pada tahun 1994 lalu, dan pemungutan suara akan berlangsung hingga Kamis mendatang. Partai pemerintah, RPF, pimpinan Presiden Paul Kagame, tidak mengkhawatirkan saingan dari berbagai kelompok oposisi, karena sebagian besar pemimpin mereka sejak tahun 1994 tinggal sebagai pelarian politik di luar negri. Berbagai jajak pendapat juga mengisyaratkan partai RPF akan menang mutlak, sebagaimana pemilu pada tahun 2003 lalu. Ketika itu, partai RPF meraih tiga-per-empat suara. Uni Eropa mengirim 70 orang peninjau untuk memantau pelaksanaan pemilu ini. * LANJUTAN KRISIS BANK DI AMERIKA Bank bisnis Amerika, Lehman Brothers, akan meminta penangguhan pembayaran hutang. Lehman Brothers adalah korban terakhir krisis kredit dan hipotik yang mulai merebak musim panas tahun lalu. Walaupun pemerintah Amerika telah ikut campur tangan, selama beberapa hari ini ternyata tidak ada pihak yang berminat untuk mengambil alih bank tersebut. Bank of America, selama ini dipandang sebagai salahsatu calon pembeli. Tapi, bank ini ternyata memilih mengambil-alih bank lain, Merill Lynch, yang juga sedang berada dalam krisis. Untuk pengambil-alihan Merill Lynch, Bank of America membayar 50 milyar dolar. * BERITA BURSA Pada saat pembukaan pasar bursa Amsterdam Senin pagi tadi, nilai indeks AEX turun 3,0 persen, pada 388 poin. Nilai indeks harga saham gabungan di London, Paris dan Frankfurt juga merosot antara 2,6 hingga 3,4 persen. Senin ini pasar bursa Tokyo tutup, sehubungan dengan hari libur nasional Jepang. Nilai tukar euro dan dolar Amerika: 1 euro tercatat sama dengan 1,4409 dolar, 1 euro seharga 13.252 rupiah, 1 dolar senilai 9.305 rupiah. * ANGGARAN NEGARA BARU YANG RAMAH KELUARGA Fasilitas penampungan anak yang mencukupi, buku pelajaran sekolah cuma-cuma, serta menteri urusan anak muda dan keluarga. Pemerintah Belanda sekarang menetapkan keluarga sebagai prioritas utama. Selasa besok, ketika pemerintah Belanda meluncurkan anggaran negara untuk tahun depan, keluarga akan kembali ditempatkan pada posisi penting. Laporan redaktur politik John Tyler. Mengapa keluarga begitu diutamakan? Perlukah semua kebijakan pemerintah yang terorientasi pada keluarga? Joop Schippers, guru besar ekonomi tenaga kerja dan gender pada Universitas Utrecht memberikan tanggapan. Joop Schippers: "Ya, memang ada suatu pergeseran. Namun di sisi lain, beberapa tahun lalu, sistem perpajakan juga sangat diindividualisasi. Jadi ditujukan pada individu dan bukan pada keluarga. Sekarang justru sebaliknya. Sepuluh tahun lalu, keluarga mulai mengeluh. Kini, orang yang hidup sendiri lebih sering bertanya-tanya apakah kebijakan itu tidak berlebihan." Jadi salah satu alasan untuk menerapkan kebijakan pro keluarga adalah untuk menyamakan penghasilan keluarga di Belanda. Misalnya melalui pajak pemasukan. Diharapkan tingkat kehidupan mereka sama dengan kaum single yang tidak punya anak. Itulah satu alasan mengapa keluarga mendapat lebih banyak subsidi. Tapi tentunya tidak semua orang senang dengan kebijakan itu. Studi terbaru menunjukkan, banyak orang Belanda yang tidak punya anak, menolak rencana pemerintah menggunakan lebih banyak lagi uang pajak untuk membantu orang yang punya anak. Ibu De Neeve bekerja di pusat informasi untuk para single. De Neeve: "Mempunyai anak adalah pilihan pribadi. Tapi kalau anda membuat pilihan lain, itu juga butuh uang. Yang saya maksud, saya bermain di sebuah orkes, itu butuh uang. Orang lain memelihara anjing, itu pun butuh uang. Itu pilihan pribadi, jadi mengapa itu harus disubsidi?" Sebagai ganti alasan mengapa suatu keluarga harus ditambah pemasukannya orang menggunakan alasana, di masa mendatang, orang pensiunan butuh lebih banyak orang yang bekerja sehingga bisa membayar dana pensiunnya. Mirjam Sterk, adalah anggota parlemen dari partai Kristen Demokrat, CDA. Selama beberapa tahun CDA mendukung kebijakan yang mengutamakan kehidupan keluarga. Bagaimana ia menanggapi pandangan bahwa pemerintah seharusnya tidak mensubisidi pilihan pribadi seseorang untuk mempunyai anak. Mirjam Sterk: "Itu melambangkan kemerosotan solidaritas sosial. Kami hanya berpikir apa yang baik bagi diri sendiri, bukan untuk masyarakat. Itulah yang mengkhawatirkan saya. Segera, orang yang mempunyai anak akan berkata bahwa anak saya tidak akan mengurus anda, karena saya membiayai semuanya sendiri. Dan itu bukan sebuah masyarakat yang diinginkan CDA." Partai Sterk, CDA, adalah satu dari dua partai Kristen dalam koalisi pemerintah. Dua partai mengutamakan keluarga, dan itu sangat populer di kalangan pendukungnya yang beragama Kristen. Jadi selama kabinet ini berkuasa, dapat dipastikan kepentingan orang-orang yang beranak, akan terjaga. * GEN YANG BISA JINAKKAN VIRUS HIV Gen yang bisa menjinakkan semacam virus HIV pada tikus, menimbulkan kehebohan di kalangan peneliti Aids. Apakah gen itu juga membawa efek yang sama pada manusia, dan apakah dengan demikian membuka jalan bagi terapi gen terhadap penularan HIV? Laporan redaktur Thijs Westerbeek van Eerten. Beberapa orang memang memiliki kekebalan alami terhadap virus HIV. Itu sudah umum diketahui. Di tahun 1980an, peneliti Aids di Kenya sangat heran ketika menemukan sejumlah kecil pekerja seks - yang diketahui berulangkali terjangkit HIV - tidak jatuh sakit. Yang sama berlaku bagi beberapa persen dari seluruh umat manusia: mereka kebal virus aids. Pekan ini, majalah ilmiah Science memuat artikel tentang penelitian Amerika mengenai gen Apobec 3. Kalau gen ini, yang kita semua punya, diaktifkan, maka kemungkinan bisa melawan hiv dan aids. Ini tidak berarti bahwa terapi gen melawan hiv sekarang sudah dicapai, tetapi penelitian akan cepat terarah ke gen itu. Profesor Ben Berkhout adalah seorang ilmuwan peneliti pada AMC di Amsterdam. Ia menjelaskan betapa cerdiknya gen Apobec 3 itu. Prof. Berkhout: "Apobec 3 di dalam tubuh manusia membuat materi genetika dari virus-hiv tidak aktif. Jadi virus itu tidak bisa membiakkan diri, dan tidak merusak. Sebaliknya virus-hiv memproduksi zat putih telur kecil, yang bisa menetralisasi dan menjinakkan Apobec 3. Jadi terjadilah perlawanan yang terus-menerus antara manusia dan virus yang bisa menyebabkan infeksi itu. Dan mekanisme itu harus diselidiki. Karena mengapa virus-hiv yang ada pada pada banyak orang bisa melawan Apobec 3, sementara orang yang lain tidak bisa. Dan mereka tidak menjadi sakit. Tikus-tikus Para peneliti dari Institut Kesehatan Nasional di Amerika Serikat menemukan jejak Apobec 3 melalui penyelidikan terhadap tikus. Mereka mengamati cara tikus-tikus melidungi diri terhadap apa disebut virus retro, seatu keluarga virus tertentu yang berkembang melalui sel-sel tuan rumah 'untuk membangun' menjadi 'tempat berbiak'. Tikus-tikus itu melindungi diri dari virus-virus retro dengan bantuan Apobec 3. Dan kalau gen Apobec yang dinadung tikus laboratorium itu di basmi, mereka langsung sakit. Sekarang dimisalkan gen Apobec 3 juga dimiliki manusia dan misalkan hiv juga virus retro. Maka peluang bahwa gen ini juga berperan meningkatkan daya lawan alamiah yang jarang terjadi terhadap hiv, tampaknya bertambah besar. Ben Berkhout menggambarkan mekanisme yang sangat menjanjikan: Prof. Berkhout: " Apa yang terjadi pada seekor tikus jika terdapat Apobec 3, maka tikus itu membuat antibodi yang netral untuk melawan virus retro. Antibodi tersebut bisa membasmi dan mematikan virus. Hal itu juga sejajar dengan virus hiv pada diri manusia, karena di situ kita melihat bahwa orang tidak siap untuk membuat sejenis antibodi yang sangat penting." Jika kita dengan terapi terapi bisa mengaktifkan Apobec 3 dalam tubuh manusia dan jika gen itu pada diri kita juga memainkan peranan yang penting seperti yang terjadi pada tikus, maka akan terciptalah metode pengobatan baru yang sangat menjanjikan. Dengan reserve ilmiah yang sesuai, Profesor Berkhout memperingatkan akan optimisme yang berlebihan. Baginya semuanya masih belum pasti bahwa Apobec 3 yang terdapat pada diri manusia, punya sifat yang sama dengan yang ada pada tikus-tikus di laboratorium. Prof. Berkhout: "Setelah publikasi di majalan ilmiah Science, pasti para ilmuwan peneliti akan dengan cepat menyelidiki apa yang terjadi dengan Apobec 3 pada tubuh manusia.". Selama tiga dasawarsa satu hal jelas dalam upaya pemberantasan Aids, virus-hiv harus diperangi dengan sebanyak mungkin cara. Sekalipun terapi gen mungkin bukanlah jawaban terakhir, namun ini merupakan satu senjata ekstra dalam melawan virus-hiv. * KEMUNGKINAN PERUBAHAN POLITIK RADIKAL DI MALAYSIA DAN ANGKA KEMATIAN BALITA DI INDONESIA MASIH TINGGI Jum'at 12 September lalu, polisi Malaysia menangkap dua orang wartawan dan seorang anggota parlemen, dengan tuduhan melanggar Undang-Undang Keamanan Nasional. Menurut De Volkskrant, harian pagi yang terbit di Amsterdam, Raja Petra Lamarudin, pendiri dan editor Malaysia Today, situs berita populer yang getol mengeritik pemerintah, ditangkap karena menerbitkan artikel kritis tentang Islam. Tan Hoon Cheng, reporter wanita Sin Chew Daily, ditahan karena memberitakan ucapan seorang anggota parlemen dari partai UMNO, bahwa etnis Cina adalah penyusup yang pada suatau saat nanti akan merebut kekuasaan. Sedang Teresa Kok, seorang anggota parlemen wanita dari partai oposisi, Partai Aksi Demokrasi, ditangkap karena meminta agar volume pengeras suara pada suatu mesjid diturunkan. De Volkskrant menilai penangkapan tersebut menunjukkan pemerintah Malaysia sedang dalam keadaan tegang, sehubungan dengan makin meningkatnya tekanan dari pihak oposisi. Bahkan, harian The International Herald Tribune menilai lebih jauh lagi, Malaysia kini sedang menghadapi perubahan dramatik. Menurut harian ini, sejak merdeka lima dasawarsa silam, Malaysia memang berulang kali menyelenggarakan pemilu. Tapi, selama ini kekuasaan selalu di tangan kelompok koalisi yang sama. Media Malaysia selalu sepenuhya pro pemerintah. Dan lembaga peradilan selalu berkaitan erat dengan kekuasaan. Suara oposan setiap kali ditindak keras dan pengecam kebijakan pemerintah bisa diciduk tanpa melalui proses pengadilan. Menurut The International Herald Tribune, Malaysia kini menghadapi oposan kawakan, Anwar Ibrahim, yang pada masa lalu pernah menjadi tokoh partai UMNO. Anwar Ibrahim sedang bersiap-siap merebut jabatan perdana mentri. Dukungan pada tokoh ini tampaknya luas. Ia kini dianggap, bukan hanya sebagai tokoh pemersatu antar etnis, tapi juga pemersatu antar agama. Hari-hari mendatang ini kita bisa melihat hasil upaya tokoh yang kini menjadi tumpuan harapan banyak kalangan di Malaysia. Dari Malaysia kita kita beralih ke topik Indonesia. Harian Trouw yang terbit di Amsterdam mengangkat masalah tingginya angka kematian anak-anak di Indonesia. Angka kematian anak-anak di Indonesia, 34 jiwa per 1.000 bayi di bawah usia lima tahun. Menurut seorang pakar UNICEF, hal itu merupakan dampak krisis pangan. Pada masa sebelum krisis pun, banyak keluarga miskin sudah dalam keadaan serba kekurangan. Dan kini, keadaannya makin parah. Separoh dari 235 juta penduduk Indonesia, harus bisa hidup dengan pendapatan kurang dari 1,5 euro per hari, atau sekitar 17.000 rupiah. Banyak anak-anak Indonesia kekurangan makan. Anak-anak yang hanya bisa makan nasi sekedarnya, tanpa lauk apa pun, tidak akan tumbuh dengan baik. Seandainya mereka tidak meninggal pun, mereka hidup dalam penderitaan. Mengutip Badan Pangan Dunia, Trouw selanjutnya menekankan, lebih dari 13 juta anak balita Indonesia kekurangan makan. Menurut UNICEF, salahsatu penyebab tingginya angka kematian anak balita adalah makin populernya penggunaan susu bubuk di kalangan ibu-ibu Indonesia. Susu bubuk tidak mengandung vitamin yang dikandung di dalam ASI. Tingkat kematian anak-anak yang mendapat susu ibu, justru merosot. Sementara konsumsi susu bubuk justru meningkat dua kali lipat. Ditambah lagi di Indonesia tidak ada larangan bagi reklame agresif susu bubuk. Karena itu, UNICEF menuntut perusahaan susu bubuk untuk turut bertanggung-jawab atas tingginya angka kematian balita di Indonesia. Demikian Trouw, dan sekian pula Ulasan Pers kali ini. * 21 TEWAS DALAM PEMBAGIAN ZAKAT Di kota Pasuruan, Jawa Timur, 21 jiwa tewas dalam peristiwa pembagian zakat yang dilakukan keluarga dermawan H. Syaichon. Para korban adalah warga pedesaan yang berharap mendapat zakat 30.000 rupiah untuk setiap orang. Peristiwa menyedihkan tersebut jelas mencerminkan kehidupan yang sangat sulit dari warga lapisan bawah di Indonesia. Berikut uraian Lala Kolopaking, pakar kemiskinan di Jakarta. Lala Kolopaking [LK]: Pertanyaannya kan sejauh mana beban berat kehidupan dialami golongan rakyat setempat, terutama rakyat golongan bawah yang menjadi orang yang boleh menjadi penerima zakat. Artinya orang-orang yang memerlukan tambahan biaya hidup. Jadi secara umum, memang kondisi biaya kehidupan saat ini semakin berat bebannya, dalam konteks memenuhi kebutuhan hidup masyarakat ini. Daya belinya sangat kurang begitu, sehingga untuk menikmati katakanlah perayaan yang sudah menjadi budaya barangkali ya, menjadi tuntutan tersendiri. Nah, kalau dilihat dari mengapa kejadian seperti itu terjadi, mungkin ini sudah ulangan beberapa tahun lalu juga ya, ini umumnya karena pengorganisasian. Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Jadi peristiwa ini bukan untuk pertama kali. Jadi sebelumnya sudah terjadi pak ya? LK: Sudah, perebutan pembagian zakat. Kalau untuk kematian sebanyak ini mungkin baru yang pertama ya, tetapi sebelumnya sampai ada yang berebut, kemudian pingsan begitu sudah terjadi. Persoalannya adalah dalam pengorganisasian itu lebih kepada individual, jadi tidak dalam konteks kelembagaan. Mungkin mau afdol begitu barangkali, jadi dia memberikannya langsung kepada yang berhak menerima. Sebenarnya sudah ada lembaga lain yang sebenarnya boleh istilahnya diberikan mandat untuk menyalurkan zakat tersebut. Ini yang ketidaksiapan pemberian individual ini yang kemudian akhirnya menimbulkan korban. Tetapi itu menjadi indikasi juga bahwa keperluan mereka untuk mendapatkan sesuatu yang pemberian itu sangat tinggi di kalangan golongan lapisan bawah. RNW: Jadi si darmawan ini pak ya, dalam melakukan niatnya ya, membagikan zakat itu, tidak berkoordinasi dengan badan-badan yang sebenarnya bisa dimintai tolong untuk melaksanakannya. Apakah ini bukan disebabkan oleh yah, mungkin kurang percaya begitu lo, karena sangkanya menyangkut duit ini atau apa. Nah, dia ingin seperti tadinya betul, supaya langsung ke tangan itu pak? LK: Mungkin ada unsur ketidakpercayaan dalam konteks pemahaman memberi mandat tadi pak ya, karena memberikan zakat itu boleh jadi menjadi satu syarat begitu menurut pemahaman sang pemberi zakat dinilai lebih pas begitu. Sementara lembaga-lembaga itu sendiri sebenarnya dari segi pemerintahan sudah ada yang baik. Bukan dalam arti kata harus pergi ke lembaga yang ada di kota gitu ya, di desa. Nah, kalau dinilai kemudian di desa tidak dipercaya, dugaan saya dalam pengorganisasian yang mungkin belum baik. Satu orang yang berusaha memberikan pembagian ya, yang saya pikir tidak terkoordinasi dengan baik dari segi pengorganisasiannya. RNW: Kemudian dari pemerintah daerah setempat ya, daerah kota Pasuruan. Adakah tindakan-tindakan untuk mengantisipasi keadaan yang sedemikian ini agar tidak terulang lagi pak? LK: Iya, dugaan saya tahun lalu saya pernah mendengar di beberapa desa itu diharapkan pembagian zakat itu diberikan, melalui kelembagaan yang sudah resmi dan mempunyai mandat yang memang bisa dijaga amanahnya gitu ya. Tetapi kembali lagi kalau ada persoalan kalau menurut saya, di mana-mana lembaga itu ada ya, soal pengorganisasian, kemudian boleh jadi saya tidak tahu ini konteksnya kalau tidak salah itu diumumkan lewat media masa. Sehingga jumlah orang yang datang itu mungkin di luar kawalan itu pak. * PERANAN RADIO ASING DI INDONESIA Senin kemarin Radio Nederland Wereldomroep kedatangan tamu dari Komisi Penyiaran Indonesia, KPI, yakni Bimo Nugroho. Kunjungan anggota KPI ke Belanda adalah dalam rangka menghadiri Konvensi Penyiaran Internasional di Amsterdam. Dan yang kedua untuk mengunjungi Radio Nederland, guna mengucapkan terimakasih karena Radio Nederland banyak membantu waktu Indonesia sedang dalam bencana, misalnya di Aceh waktu ada tsunami dan gempa bumi di Yogya dan beberapa daerah lain di Indonesia. Dan yang ketiga untuk menjajaki kemungkinan kerja sama. Bimo Nugroho [BN]: Radio jurnalism di Indonesia itu sesuatu yang baru. Sebelumnya sangat dilarang waktu zaman Orde Baru, yang boleh memberitakan itu hanya RRI, dan direlay oleh semua radio. Sesudah reformasi, radio boleh membuat reportase sendiri. Tapi karena ini sesuatu yang baru, jadi masih gagap dan kurang. Kami mengharapkan ada kerjasama dengan Radio Nederland untuk melakukan training. Radio Nederland Wereldomroep[RNW]: Jadi Anda lihat di situ ada peranan Radio Nederland di situ? BN: Ya, khususnya karena banyak orang Indonesia yang bekerja di Radio Nederland juga. Sama juga dengan ada orang Indonesia yang bekerja di BBC atau di VOA. Kami harapkan mereka diutus balik ke Indonesia untuk mengajarkan jurnalisme pada radio-radio di tanah air. RNW: Setelah reformasi kan ada kebebasan di Indonesia, kebebasan pers. Apakah masih ada peranan radio asing, seperti Radio Nederland? BN: Peranan radio asing itu sangat kuat dari dulu ya, bahkan sebelum Indonesia merdeka, orang-orang Indonesia di remote area itu mendengarkan BBC, mendengarkan Radio Nederland. Kebiasaan itu dari dulu dan sampai sekarang. RNW: Sekarang masih? BN: Sampai sekarang masih. Hanya saja memang lebih banyak pada ikatan sejarah, bukan ikatan masa kini atau masa depan. Khususnya untuk Radio Nederland. Jadi pendengar-pendengar Radio Nederland kebanyakan adalah orang-orang generasi 40 tahun ke atas Pak. Ini terlihat dari radio partner yang ada. Jadi misalnya radio di Sulawesi, di Maluku, dan bahkan juga di Jawa ya. Jadi ikatan dengan Radio Nederland itu kuat karena kita mempunyai hubungan sejarah. RNW: Menurut Anda bagaimana perlu bahwa Radio Nederland juga mengarahkan kepada segmen yang lebih mudah itu? BN: Oh, sangat Pak. Khususnya problem-problem sekarang yang dihadapi Indonesia itu berkaitan dengan problem kekinian dan bukan problem sejarah sebetulnya. Misalnya problem yang sangat riil soal penerbangan. Garuda dilarang terbang mendarat di Eropa, karena ini persoalan keselamatan penerbangan di Indonesia ya. Tetapi kita kan mestinya bisa belajar tentang mengapa di Eropa itu bisa sangat aman, sementara di Indonesia itu sangat tidak aman. Juga soal pluralisme, multikulturalisme, itu mungkin juga perlu kita kaji bersama antara Indonesia dan Nederland. RNW: Sekarang ini masalah medianya ya, sekarang kita kan bukan radio lagi sudah multimedia. Bagaimana Anda melihatnya sebagai orang KPI di situ dan apa peranan Radio Nederland dalam hal ini? BN: Kalau dilihat dari Indonesianya dulu ya. Radio di Indonesia masih sangat berperan, bahkan juga di kota-kota besar apalagi di remote area ya. Di kota besar orang mendengar radio di mobil-mobil meskipun zaman multimedia sudah datang. Multimedia itu kan diserap ketika mereka ada di kantor. Tetapi habbit mendengar itu sambil bekerja itu lebih banyak dengan radio, misalnya untuk petani di desa-desa atau nelayan, mereka mendengarkan radio. Orang-orang kota itu mendengar radio ketika mereka bekerja, mungkin mereka menggunakan internet. Tapi mereka mendengar radio ketika mereka ada di mobil, di kemacetan Jakarta mereka mendengarkan itu. Ini kemudian penting bagi Radio Nederland untuk tetap berperan melalui media radio itu sendiri Pak. RNW: Nah, kalau bicara soal media radionya kita kan secara tradisi dari dulu, dan memang awalnya begitu kita menyiarkan lewat gelombang pendek, shortwave begitu. Bagaimana Anda melihat peranan shortwave ini, apakah masih perlukah dengan berkembangnya atau bertambahnya jumlah mitra? BN: Nah, shortwave terus terang sekarang mulai ditinggalkan, atau sudah semakin ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia ya. Masyarakat Indonesia lebih mendengar Radio FM sekarang ini. Karena FM saya melihat bahwa apa yang dilakukan oleh Radio Nederland dan juga radio-radio asing itu sangat bagus. Tidak merelay secara langsung tetapi membuat program bersama misalnya. Atau kerjasama-kerjasama jadi ada produser yang berasal dari Radio Nederland, bekerja sama dengan produser dari radio di Indonesia, jadi ada kerjasama silang ini. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
