---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 25 September 2008 14:30 UTC



** EKONOMI AMERIKA DALAM BAHAYA

** INDIA DAN PAKISTAN LANJUTKAN PEMBICARAAN 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MEMBENTUK POLISI PALESTINA

** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: MAKANAN AMAN UNTUK PEJABAT CINA DAN 
PEMBERANTASAN KORUPSI TOLONG SBY

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: NEGARA-NEGARA BERKEMBANG KORBAN KRISIS

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: HASAN DI TIRO PULANG KAMPUNG

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PEMBAGIAN ZAKAT BERUJUNG MAUT



* EKONOMI AMERIKA DALAM BAHAYA

Kondisi ekonomi Amerika berada dalam bahaya. Demikian dilontarkan presiden 
George W Bush dalam pidato krisis keuangan di Amerika. Bush berseru agar 
Konggres segera menyetujui rencana pemerintah untuk menyelamatkan sektor 
finansial. Washington mencanangkan dana sekitar 700 milyar dolar untuk membeli 
investasi yang tidak menguntungkan di instansi-instansi keuangan. Bush berharap 
tidak membebani para pembayar pajak dengan suntikan dana tersebut. Pemerintah 
Amerika akan menjual lagi seluruh investasi yang telah dibelinya jika pasar 
kembali normal. Untuk membicarakan rencana penyelamatan itu, maka presiden Bush 
mengundang kandidat presiden John McCain dan Barack Obama ke Gedung Putih, 
Kamis ini. Mc Cain mengumumkan untuk menunda kampanye karena adanya krisis 
keuangan. Ia akan hadir di Senat turut membicarakan rencana penyelamatan 
tersebut. Jumat, berlangsung debat pertama dua kandidat presiden Amerika. 
McCain mengusulkan untuk mengundur debat itu namun Obama tidak menghiraukannya. 
Obama mengatakan para pemilih justru ingin mendengar apa rencana para calon 
presiden itu.


* INDIA DAN PAKISTAN LANJUTKAN PEMBICARAAN

India dan Pakistan akan melanjutkan kembali upaya pembicaraan damai. Demikian 
kesepakatan presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan perdana menteri India, 
Manmohan Singh selama berlangsungnya pertemuan di New York. Sebelum akhir tahun 
akan berlangsung pertemuan puncak di antara kedua pemimpin negara. Dialog 
antara India dan Pakistan dalam beberapa waktu terakhir mengalami jalan buntu. 
Halangan terbesar adalah wilayah sengketa Kashmir. Selanjutnya juga banyak 
terjadi ketidaksepakatan soal tuduhan dukungan Pakistan terhadap para teroris. 
Zardari, duda politikus terbunuh Benazir Bhutto, awal bulan ini terpilih 
sebagai presiden Pakistan. Pertemuan dengan Singh di New York bagi Zardari, 
merupakan yang pertama kalinya. Kedua pemimpin berada di New York menghadiri 
Sidang Majelis Umum PBB. Kedua pemimpin juga melakukan pembicaraan dengan Sarah 
Palin, calon wapres pasangan John McCain.


* LEDAKAN  BOM DI MYANMAR

Empat orang terluka dalam sebuah ledakan bom di Yangon, Myanmar. Serangan bom 
tersebut terjadi di tengah keamanan ketat yang diberlakukan di Myanmar. Satu 
tahun lalu berlangsung perburuan besar-besaran regim militer terhadap para 
penentang guna membungkam protes para biksu. Otoritas sengaja memperketat 
keamanan mencegah kerusuhan bertepatan satu tahun peristiwa tersebut. Dalam 
gelombang penahanan tahun lalu, tiga ribu penentang regim mliter ditangkapi. 
Menurut kelompok-kelompok organisasi hak-hak asasi manusia, 700 orang masih 
mendekam di penjara setahun setelahnya.


* VONIS DUA TAHUN UNTUK SAMAK

Mantan perdana menteri Thailand Samak Sundaravej divonis maksimal dua tahun 
penjara oleh pengadilan banding dengan dakwaan melakukan fitnah. Pada 2006 
Samak tampil dalam sebuah acara dialog di televisi. Dalam kesempatan itu, Samak 
menyangkutkan nama mantan wakil gubernur Bangkok dalam kasus korupsi. Mantan 
perdana menteri itu memutuskan untuk naik banding atas keputusan pengadilan. 
Sebelumnya Samak terpaksa lengser dari jabatan perdana menteri karena tampil 
dalam acara program televisi lainnya. Dalam acara itu Samak tampil sebagai 
pembawa acara memasak di sebuah stasiun tivi komersial. Hal itu bertentangan 
dengan UU Thailand.


* BALKENDE DEKATKAN HUBUNGAN DENGAN AMERIKA

Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende dalam Sidang Majelis Umum PBB 
berseru untuk memperketat hubungan Uni Eropa dan Amerika. Jika Uni Eropa dan 
Amerika dapat erat bekerja sama maka "tidak akan seorangpun yang dapat 
mengabaikan kami". Menurut perdana menteri Balkenende, Eropa dan Amerika 
memiliki sebagian tanggungjawab untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul di 
seluruh dunia. Yang dimaksud adalah soal keamanan, perubahan iklim dan hak-hak 
asasi manusia. Selanjutnya Balkenende juga menyerukan sekali lagi agar Amerika 
menutup penjara kontroversial Guantanamo Bay di Kuba. Selain itu ia juga 
berharap agar Amerika di masa mendatang mengakui Mahkamah Pengadilan 
Internasional di Den Haag. Sebelumnya, juga diumumkan di New York, Belanda dan 
Britania sepakat untuk menyediakan dana sebesar 50 juta euro untuk penyediaan 
air bersih dan penyediaan sanitasi di Afrika dan Asia. Dana itu dimaksudkan 
sebagai sumbangan untuk tercapainya taujuan milenium. Untuk tujuh tahun 
mendatang, air bersih dan sarana sanitasi bertujuan menjangkau 1,6 milyar 
penduduk.


* DEPORTASI TAHANAN ASING PERU

Sekitar 1000 tahanan asing di Peru kemungkinan akan dideportasi ke negara asal 
masing-masing. Menteri Kehakiman Rosario Fernandez meminta persetujuan konggres 
untuk mendeportasi para tahanan tersebut. Menteri Fernandez ingin mengurangi 
jumlah tahanan yang sudah melebihi batas. Ia juga berpendapat jumlah tahanan 
warga asing menghabiskan banyak dana. Sebagian besar tahanan asing yang berada 
di penjara Peru mendekam karena kasus penyelundupan narkoba. Jika para tahanan 
asing itu dapat membayar maka mereka boleh dipenjara di negara asal 
masing-masing. Namun sebagian besar tahanan tidak mampu menebusnya. Sekitar 
seratus warga Belanda berada di tahanan Peru.


* UNI EROPA SEDIAKAN DANA TAMBAHAN

Uni Eropa menyediakan dana tambahan sebesar 10 juta euro untuk bantuan 
kemanusiaan di Zimbabwe. Sebelumnya Uni Eropa menjanjikan 15 juta euro untuk 
bantuan pangan. Para menteri luar negeri Uni Eropa menyatakan baru-baru ini, 
bahwa mereka akan mendukung Zimbabwe secara ekonomi jika terjadi peningkatan 
demokrasi. Dengan kesepakatan pembentukan pemerintah interim   nasional maka 
Zimbabwe paling tidak memenuhi persyaratan itu.


* PUTRA CHARLES TAYLOR TAMPIL DI PENGADILAN

Putra mantan presiden Liberia, Charles Taylor muncul di pengadilan di Amerika. 
Charles Taylor yunior didakwa melakukan penyiksaan dan terlibat dalam 
pelaksanaan eksekusi selama ia menjabat ketua dinas anti teror Liberia. Sejak 
1994 di Amerika Serikat dimungkinkan menuntut warganya dengan dakwaan 
penyiksaan yang dilakukan di negara lain. Untuk pertama kalinya peraturan itu 
diterapkan pada kasus Charles Taylor yunior. Sementara itu proses peradilan 
untuk ayahnya, Charles Taylor senior berlangsung di Tribunal khusus di Den 
Haag. Mantan presiden Liberia itu harus bertanggungjawab atas perannya dalam 
perang saudara di negara tetangga Sierra Leone. Belanda menyediakan anggaran 
sebesar empat setengah juta euro untuk pengadilan khusus Sierra Leone. Menurut 
menteri luar negeri Belanda, Maxime Verhagen dana itu dibutuhkan untuk menyeret 
seluruh pelaku yang bertanggungjawab ke pengadilan.


* BERITA BURSA

Setelah tiga hari merugi, lantai bursa Eropa mulai menampakkan perbaikan. 
Indeks AEX untung 1,5 persen di siang hari, atau pada titik 366 poin.  
Sementara bursa di Paris, London, dan Frankfurt untung antara 0,5 persen hingga 
1,3 persen.

Lantai bursa di Tokyo, ditutup dengan kerugian. Indeks Nikkei merugi 0,9 persen 
pada 12.006,53 poin.

Nilai tukar euro tercatat $ 1,4697
Satu euro sama dengan Rp 13.714
Satu dolar setara dengan Rp 9.321


* MEMBENTUK POLISI PALESTINA

Dua tahun lalu Brussel menyediakan sekitar 150 juta euro untuk pembentukan 
polisi Palestina. Melihat situasi di Tepi Barat Sungai Yordan, ini bakal 
menjadi proses yang sulit dan lamban. Lebih jauh laporan David Poort. 

Tanpa peralatan dan pelatihan sumber daya manusia yang memadai, dan dalam 
situasi kacau di Tepi Barat Sungai Yordan, polisi Palestina berupaya menjaga 
ketertiban. Polisi hanya diperbolehkan bertindak di beberapa bagian tertentu 
wilayah tersebut. Tapi pada akhirnya, tentara Israellah yang menjadi penguasa 
tunggal. Ini tentu saja merongrong citra polisi di mata masyarakat Palestina. 

Dan kekuatan polisi inilah yang harus siap dikerahkan, kalau Israel suatu saat 
memutuskan mengundurkan diri dari kawasan. Agar polisi siap melakukan tugas 
itu, Uni Eropa mengulurkan bantuan. Tahun 2006, Brussel telah menyediakan 
sekitar 150 juta euro untuk pembentukan polisi Palestina. Dengan dana itu, misi 
Uni Eropa, Pol Copps, yaitu kantor koordinasi polisi bagi dukungan polisi 
Palestina, dihidupkan. Sekitar 50 orang polisi dari 18 negara Eropa ditugaskan 
untuk mempersiapkan polisi Palestina supaya bisa mandiri.

Optimisme
Colin Smith asal Britania, adalah Kepala Misi Uni Eropa. Ia bangga atas apa 
yang telah dicapai stafnya.

Klip Colin Smith

"Dibandingkan dengan enam bulan lalu, kami jelas mencapai banyak hal," katanya 
dari markas besar misi Uni Eropa di Ramallah. Sebelumnya, Smith bertanggung 
jawab atas pembentukan aparat polisi Irak dan Afganistan. Berkat 
keberhasilannya ketika itu, ia bersikap optimis tentang misi yang sekarang. 
"Setelah apa yang saya lihat di Bagdad, maka saya optimis tentang tugas saya di 
sini," kata Smith. Menurutnya, dua tahun belakangan, tingkat keamanan di jalan 
meningkat pesat. 

Kendati demikian masih banyak kekacauan di Tepi Barat. Israel menghambat 
pasokan perlengkapan polisi, dan kendati semua dana yang dijanjikan, sampai 
sekarang baru sebagian sampai ke kawasan ini. Uang itu sangat dibutuhkan, 
terutama untuk membangun kantor polisi tambahan. Dalam intifada kedua, angkatan 
udara Israel menembaki 46 pos polisi hingga rusak. Selain itu polisi Palestina 
juga kekurangan mobil, telpon, mesin faks dan radio. 

Salah satu tugas penting misi Uni Eropa adalah pelatihan rekrut baru Palestina. 
Menurut Smith, dibutuhkan sekitar 2000 polisi tambahan untuk membentuk aparat 
polisi yang berjalan baik bagi 2,5 juta warga Palestina di Tepi Barat. Para 
rekrut akan dilatih pakar Eropa di pusat polisi di Jericho. Pelajaran berasal 
dari buku pedoman polisi Eropa.

Sementara itu misi Eropa juga sedang memeriksa sistem hukum di Tepi Barat. 
Selain itu mereka juga mulai mendirikan dinas forensik. "Kapasitas reserse 
Palestina bisa diabaikan" , kata Lucien Vermeir dari Belgia, tokoh penting 
kedua misi Uni Eropa. 

K-Lucien Vermeir

Menurutnya, dalam kurun waktu satu tahun polisi Palestina bisa mencatat 
prestasi lumayan. Polisi sipil mulai menjalankan pertanggungjawabannya. 

Tapi Vermeir meragukan apakah Israel akan mundur dari Tepi Barat. Pengaruh 
Israel sangat kuat di wilayah tersebut. Vermeir mempertanyakan apakah situasi 
seperti itu akan berubah.

Menjaga Ketertiban: 
Di markas besar polisi Palestina di Ramallah, komisaris Yousef Asrel mengkritik 
bantuan Uni Eropa. 

K-Yousef Asrel

"28 negara anggota Eropa mempunyai pandangan berbeda ihwal bantuan Uni Eropa. 
Ini tentu faktor penghambat," keluh Asrel. "Saya masih tetap menantikan 
pengiriman mobil polisi tambahan. Saya hanya memiliki 50 mobil. Padahal di 
Ramallah saja, dibutuhkan 150 mobil," katanya. 

Arsel tentu juga mengatakan bahwa pasukannya mampu menjaga ketertiban di Tepi 
Barat Sungai Yordan, kalau Israel memutuskan mundur dari wilayah tersebut. 
"Kami siap, tapi mereka tidak mau pergi. Tidak ada tanda-tanda mereka akan 
meninggalkan kawasan ini," ujar Asrel.


* MAKANAN AMAN UNTUK PEJABAT CINA DAN PEMBERANTASAN KORUPSI TOLONG SBY

Ulasan pers kali ini membahas soal makanan untuk para pejabat tinggi Cina dan 
kasus pemberantasan korupsi dapat menolong terpilihnya kembali presiden SBY.

Harian pagi Belanda de Volkskrant menulis, sementara rakyatnya menderita akibat 
skandal susu formula, para pejabat Cina ternyata memperoleh makanan yang 
"aman". Para pejabat tinggi di Beijing dicurigai selama bertahun-tahun lamanya 
mengatur penyaluran makanan dengan aman untuk diri mereka sendiri. 

Sejak tahun 2004 berdiri apa yang dinamakan Pusat Penyaluran Makanan Khusus 
untuk partai dan negara. Pusat makanan itu hanya membeli makanan biologis dari 
pertanian yang dikontrol ketat oleh pemerintah. 

Sebagai bukti adanya penyaluran makanan untuk para elit tersebut maka situs web 
China Digital Times, situs berita dari Amerika yang disensor di Cina, mengutip 
pidato direktur Zhu Yonglan dari Pusat Makanan Khusus itu. Menurutnya bahan 
makanan Cina rata-rata tercemar. Sementara produk-produk bagi para pejabat 
tinggi Cina hanya dikembangkan secara alamiah tanpa bahan tercemar lainnya 
seperti pupuk buatan, pestisida dan hormon pertumbuhan serta bahan pengawet 
lainnya. 

Skandal melamin Cina juga meluas ke Perancis, Britania, Australia, Selandia 
Baru, Malaysia dan negara-negara Afrika lainnya. Negara-negara itu rata-rata 
melarang peredaran produk yang mengandung olahan susu Cina. Demikian de 
Volkskrant.

Dari Cina kita beralih ke Indonesia. Kasus-kasus korupsi yang selama ini 
merebak justru membantu presiden SBY untuk terpilih kembali pada pemilu tahun 
depan. Menurut Adnan Topan Husodo, dari Indonesian Corruption Watch kepada 
kantor berita Adnkronos International, presiden SBY akan beruntung jika mantan 
gubernur BI Aulia Tantowi Pohan ditahan. 

Aulia mengakui perbuatannya dan otoritas kini tidak punya pilihan lain kecuali 
bertindak. Jika memang itu terjadi maka hal itu akan membawa elektorat untuk 
memilih presiden SBY. Orang-orang akan melihat bahwa itu merupakan tanda SBY 
serius dalam menangani korupsi dan tidak seorang pun berada di atas hukum.

Aulia sendiri yang juga merupakan besan dari presiden SBY sampai saat ini tidak 
berada di kursi terdakwa. Sementara mantan gubernur BI, Burhanuddin Abdullah, 
bersama dengan direktur urusan hukum Oey Hoey Tiong, dan mantan kepala 
komunikasi Rusli Simanjuntak kini mendekam di penjara menanti sidang kasus itu 
yang muncul pada tahun 2003.

Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia digalakkan. Dalam survey yang 
dilakukan oleh Transparancy International, badan independen yang berpusat di 
Berlin, Indonesia berada pada ranking 126. Dibanding tahun lalu, Indonesia 
berada pada urutan 143.

Survey yang dilakukan di 180 negara itu berdasarkan jajak pendapat dalam 
menilai tingkat korupsi di sektor publik. 

Indonesia tadinya berada di dalam kelompok negara-negara terkorup se-dunia. 
Namun telah menampakkan kemajuan dalam tahun-tahun belakangan. Sementara 
langkah Komisi Pemberantasan Korupsi KPK juga dinilai banyak kemajuan. 

Tahun ini saja KPK menahan lima anggota parlemen, mantan kapolri dan mantan 
duta besar untuk Malaysia, seorang jaksa senior dan tiga pejabat bank.

Demikian laporan kantor berita Italia, Adnkronos International dan sekian pula 
ulasan pers untuk kali ini.


* NEGARA-NEGARA BERKEMBANG KORBAN KRISIS

Tujuan milenium rencananya akan menjadi topik utama selama sidang tahunan 
Majelis Umum PBB. Namun Wallstreet juga mendominasi diskusi di kantor pusat 
PBB. Lebih jauh laporan redaktur kerja sama pembangunan, Pieternel Gruppen. 

Bert Koenders: "Orang di Wallstreet yang menipu orang lain mendapat 38 miliar 
dolar bonus. Ini sama dengan seluruh bantuan untuk Afrika". 

Tanpa tedeng aling-aling, menteri kerjasama pembangunan Belanda Bert Koenders 
mengungkapkan pendapatnya. Ia khawatir suntikan dana sebesar 700 miliar dolar 
yang direncanakan presiden Bush akan berdampak negatif untuk bantuan kerja 
sama."Bisa dibayangkan, bantuan akan turun kalau perkembangan ekonomi turun dan 
berbagai pemerintah harus menentukan penggunaan dana yang tersisa". Padahal 
dana ini perlu untuk bisa mewujudkan  tujuan milenium, yang telah disepakati 
secara internasional untuk memerangi kemiskinan. Negara-negara kaya berjanji 
akan menyisisihkan 70 miliar dolar untuk tujuan ini. 

Daya beli turun
Fokus perhatian Amerika Serikat serta Eropa akan tertuju ke masalah dalam 
negri, itulah yang diprediksi Ruerd Ruben, pakarl ekonomi pembangunan di 
Radboud Universiteit Nijmegen. Dampaknya akan terasa di sektor ekspor 
negara-negara berkembang. Krisis keuangan sekarang kentara juga dampaknya dalam 
ekonomi  sehari-hari. Harga rumah yang turun, serta kenaikan harga kebutuhan 
sehari-hari,  semuanya mempengaruhi daya beli. Orang akan berpikir dua kali 
sebelum membeli barang yang sebenarnya tidak ia butuhan. "Mexico  yang adalah 
negara pengekspor besar ke Amerika Serikat akan merasakan krisis ini". Namun 
seorang penganyam bakul di Ghana tidak akan merasakan dampak langsung, demikian 
Ruben. Tapi pada akhirnya semua negara-negara berkembang akan merasakan dampak 
krisis ekonomi ini. Hanya negara pengekspor minyak, misalnya Nigeria atau 
Venezuela akan memetik keuntungan dari krisis ini.

Menurut Ruben sejarah menunjukkan bahwa, dalam krisis ekonomi sedunia, 
negara-negara berkembanglah yang akhirnya dirugikan. Padahal warga 
negara-negara itulah yang justru lebih baik memenuhi kewajiban membayar pajak. 
Kemampuan membayar kembali kredit mikro, yaitu pinjaman kecil bagi orang yang 
ingin mendirikan perusahaan, mencapai 95%. Sementara di Amerika Serikat, 
kemampuan membayar kembali hipotek, mencapai 50%. Akibat nilai tukar yang tidak 
stabil, barang-barang makin mahal. Ini sangat dirasakan warga di negara-negara 
berkembang. 

Menurut Ruben, hal yang sama juga terlihat semasa krisis besar tahun 1930an. 
"Tapi, krisis itu kemudian disusul Perang Dunia II, yang bagi negara-negara 
berkembang berarti suatu pertumbuhan, karena untuk pertama kali bisa beroperasi 
lepas dari dunia barat." Kini perdagangan antara negara-negara kaya dan 
negara-negara berkembang justru saling terkait erat. Pada putaran Doha yang 
sekarang, yang digelar Organisasi Perdangangan Dunia WHO, harus dibuat 
perjanjian untuk memperbaiki peluang negara-negara berkembang di pasar-pasar 
barat. Menteri Koenders cemas bahwa akibat krisis kredit, Amerika Serikat dan 
Eropa makin tidak mau mengurangi rintangan perdagangannya. 

Bert Koenders: "Saya benar-benar khawatir, mereka lebih protektif, sehingga 
makin sulit mencapai kesepakatan pada putaran Doha, yang justru harus lebih 
ramah pembangunan dan harus memberi lebih banyak peluang kepada negara-negara 
berkembang untuk mengekspor produk-produknya."

Pakar ekonomi pembangunan Ruben bersikap lebih lakonik: "Putaran Doha 
sebenarnya sudah lama mandeg. Situasi yang tidak bisa lebih parah dari itu." 
Menurut Ruben, lambat laun negara-negara berkembang akhirnya juga merasakan 
dampak krisis kredit. Seberapa besar dampak itu, tergantung dari regio 
masing-masing. Tapi satu hal jelas: "Akhirnya kaum yang paling lemahlah yang 
harus menanggung bebannya."


* HASAN DI TIRO PULANG KAMPUNG

Pemimpin gerakan Aceh merdeka GAM, Hasan di Tiro akan pulang mengunjungi 
kampung halamannnya untuk melepas rindu. Hasan di Tiro melarikan diri ke Swedia 
pada tahun 1970an. Banyak rekan seperjuangannya dalam GAM sudah pulang tahun 
2006. Lalu mengapa baru sekarang Hasan di Tiro pulang? Kita jumpai Mucharam, 
jurubicara World Achenese Association, perkumpulan orang Aceh sedunia, yang 
tinggal di Denmark.


Mucharam: Saya pikir perjanjian damai yang ditandatangani di Helsinki pada 15 
Agustus 2005, dan sampai hari ini perjalanan prosesnya begitu bagus sehingga 
mungkin Tengku Hasan Ditiro mengambil keputusan untuk kembali ke kampung 
halamannya untuk mengobati, pertama sekali kerinduannya yang telah lama di luar 
negeri ya. Kemudian beliau juga rindu dengan seluruh masyarakat Aceh yang sejak 
dahulu lagi mendukung perjuangan yang beliau dirikan. 

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Apakah pak Tengku Hasan di Tiro ini akan 
memainkan peran juga di Aceh nanti?

Mucharam: Ya, untuk hari ini Tengku Hasan hanya pulang, untuk mengunjungi 
kampung halamannya terutama kampung kelahirannya Di Tiro dan kemungkinan akan 
pergi ke seluruh tempat di Aceh, untuk hari ini beliau tidak ada agenda politik 
yang khusus.

RNW: Lalu bagaimana posisi Tengku Hasan Di Tiro ini di Aceh saat ini, dalam 
tatanan politik di Aceh saat ini pak?

Mucharam: Tengku Hasan Muhammad Ditiro, beliau tetap pemimpin utama Gerakan 
Aceh Merdeka ya, dan juga beliau sebagai pemimpin rakyat Aceh yang diakui oleh 
seluruh masyarakat Aceh dan beliau tetap sebagai wali negara Aceh, Sumatera 
merdeka. 

RNW: Dan itu masih tetap begitu ya pak Mucharam?

Mucharam: Ya, masih tetap seperti dulu lagi tidak ada perubahan tentang status 
ataupun jabatan beliau, masih tetap seperti dahulu namun hari ini berdasarkan 
perjanjian MoU di Helsinki, di Aceh akan ada wali Nangroe. Namun seluruh rakyat 
Aceh bahkan DPR dan sebagainya tetap mendukung bahwa wali Nangroe itu adalah 
Tengku Hasan Muhammad di Tiro.

RNW: Apakah pemerintah Indonesia dalam hal ini Jakarta, apakah bisa menerima 
hal ini menurut Anda, pak Mucharam?

Mucharam: Saya kira Jakarta sudah pasti menerimanya berdasarkan apa yang telah 
mereka tandatangani di Helsinki. Karena hal ini juga tersebut dalam artikel 
Memorandum of Understanding yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan 
Gerakan Aceh Sumatera Merdeka ya, yang diwakili oleh Tengku Mali Mahmud. 

RNW: Bagaimana dengan jaminan dari Jakarta dalam hal ini, kalau nanti Tengku 
Hasan Di Tiro pulang ini pak?

Mucharam: Saya sudah dapat informasi dari teman-teman di lapangan di Aceh, 
bahwa pemimpin-pemimpin GAM di Aceh sudah menyiapkan personil-personil 
pengamanan terutama daripada KPA atau Komite Peralihan Aceh, satu nama juga 
daripada GAM, mereka juga meminta pengamanan daripada polisi Indonesia yang 
berada di Aceh. 

RNW: Jadi ada saling percaya begitu ya pak?

Mucharam: Ya, ini adalah sesuatu hal yang baik terhadap proses perjalanan 
perdamaian di Aceh. Karena kepulangan wali negara juga didukung keamanannya 
oleh polisi Republik Indonesia yang berada di Aceh.

RNW: Dalam pemberitaan ini kurang jelas, apakah pak Tengku Hasan Di Tiro ini 
akan kembali untuk selamanya di Aceh atau akan pulang lagi ke Swedia nanti?

Mucharam: Untuk sementara ini beliau akan pulang hanya menjenguk kampung 
halaman. Dan untuk kedepan akan ditentukan kemudian ya.

RNW: Itu tergantung dari apa pak? Apakah beliau akan menetap kembali di Aceh 
atau akan pulang lagi ke Swedia nanti?

Mucharam: Ya, pertama sekali tergantung daripada keadaan sisi politik yang 
sedang berjalan di Aceh. Namun kita dari World Aceh Association atau Persatuan 
Masyarakat Aceh Sedunia, kita berharap bahwa proses damai di Aceh berkekalan 
ya, sehingga masyarakat bisa hidup aman, damai dan sejahtera.


* PEMBAGIAN ZAKAT BERUJUNG MAUT

15 September lalu, 21 nyawa melayang sia-sia. Mereka tewas saat mengantre zakat 
yang dibagikan seorang pengusaha di Pasuruan, Jawa Timur. Polisi sampai 
menetapkan penanggungjawab pembagian zakat ini, yaitu anak si pengusaha, 
sebagai tersangka. Banyak orang beralih ke jalur pribadi untuk menyalurkan 
zakat lantaran tak percaya pada lembaga pengumpul zakat. Bagaimana seharusnya 
zakat dikelola supaya uang tak menguap dan lebih banyak orang yang 
diberdayakan? Reporter KBR68H Sutami mencari tahu soal itu. 


Susilo Bambang Yudhoyono: "Tragis-tragis, kalo saudara tau kemarin seperti 
biasanya saya dalam satu hari menerima 459 sms, saya baca, lebih dari 20 sms 
yang mengait kasus di Pasuruan."

Itulah ungkapan keprihatinan Presiden Yudhoyono atas tewasnya 21 warga 
Pasuruan, Jawa Timur. Mereka tewas lantaran terinjak-injak saat mengantre 
pembagian zakat harta yang dilakukan Haji Syaikhon, pengusaha kulit, jual beli 
mobil dan sarang burung walet. Uang zakat yang akan dibagikan adalah 30 ribu 
rupiah per orang. 

Kepala Kepolisian Indonesia Sutanto menyebut Haji Syaikhon tak berkoordinasi 
dengan aparat kepolisian dan pemerintahan setempat. Akibatnya, panitia 
pembagian zakat kewalahan menangani ribuan warga yang mengantre. 

Sutanto: "Dan dalam aktivitas pembagian zakat ini haji Syaikhon tidak 
melibatkan aparat perangkat desa setempat baik RT/RW ataupun aparat keamanan, 
karena selama ini dianggapnya lancar-lancar saja. Biasanya mereka membagikan 
setiap tanggal 15 Ramadhan. Dan dia melibatkan anak dan saudaranya untuk 
membagi-bagikan zakat ini." 

Kasus pembagian zakat berujung maut tak cuma terjadi kali ini saja. Pada 2003, 
pembagian zakat  di Pasar Minggu, Jakarta Selatan menewaskan empat orang dan 
menyebabkan belasan lainnya pingsan. Tahun lalu di Gresik Jawa Timur 1 orang 
tewas dan lima lainnya harus dilarikan ke rumah sakit karena terinjak-injak 
saat rebutan zakat sebesar 100 ribu rupiah.

Zakat bagi Menteri Agama Maftuh Basuni memang bisa dibagikan secara 
perseorangan atau disalurkan lewat lembaga pengelola zakat. Masalahnya sekarang 
masyarakat, kata Maftuh Basuni,  belum percaya dengan berbagai lembaga zakat 
yang ada, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. 

Muftah Basuni: "Memang harus diakui bahwa banyak dari warga kita ini yang belum 
sepenuhnya percaya terhadap lembaga-lembaga atau badan amil zakat ini. Karena 
itulah saya menganjurkan agar para badan-badan dan lembaga-lembaga ini juga 
harus mawas diri untuk dapat dipercaya dengan memberikan penjelasan secara 
transparan dana yang diperoleh dari zakat ini."

Tudingan Menteri Agama soal tidak transparannya lembaga pengelola zakat bisa 
jadi benar. Arif Wibowo, seorang petinggi partai politik besar mengatakan lebih 
mempercayakan zakatnya ke masjid dekat rumahnya. Arif bahkan mengaku tak tahu 
kalau ada lembaga pemungut zakat. 

Arif Wibowo: "Jadi kalau saya mau nyumbang sederhana saja.  Ada anak tetangga 
gak bisa sekolah saya sekolahin, ada orang minta sumbangan ke saya sejauh 
memang membutuhkan saya bantu. Soal musholla atau masjid itu urusan yang rutin 
yang saya lakukan. Apalagi menjelang lebaran ini ketika kita sebagai umat islam 
punya kewajiban zakat kita lakukan itu ya di lingkungan terdekat. Artinya saya 
tidak tahu ada badan itu, bagaimana dia bekerja, dengan apa, kantornya di mana, 
siapa saja orangnya saya gak ngerti itu."

Ketidakpercayaan kepada lembaga pengelola zakat juga menghinggapi anggota Badan 
Pengawas Pemilu, Wahidah Suaib. Meski mengetahui keberadaan lembaga pengumpul 
zakat, lulusan Pasca Sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia ini lebih 
mempercayakan penyaluran zakatnya kepada orang tuanya di kampung halaman. 

Wahidah Suaib: "Kalau zakat mal yang resmi itu, saya (membayarnya, red) lewat 
orang tua yang di kampung. Saya kan mau gak mau harus berkontribusi dengan 
daerah kelahiran sendiri. Kemudian saya salurkan lewat orang tua, dan orang tua 
yang mengurus di sana."

Tudingan tidak transparan ini ditampik Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional 
Didin Hafidhuddin. Sikap tidak transparan kata Didin merupakan cerita masa 
lalu. Didin mengklaim, saat ini hampir semua lembaga pengumpul zakat telah 
bersikap profesional. Secara berkala laporan keuangan lembaga pengumpul zakat 
diaudit. Donatur pun bisa mengakses penyaluran dana mereka setiap saat. 

Didin Hafidhuddin: "Mungkin dulu ya, sebelum tahun 99, sebelum ada 
undang-undang 38, 99, itu masyarakat melihat badan amil zakat tuh seperti itu. 
Tapi setelah itu tidak. Kenapa? Karena ada sanksinya juga. Dalam UU 38 itu 
apabila ada dana zakat yang dicatat tidak benar, jangankan diinikan ya, dicatat 
saja tidak benar, itu akan dikenakan hukuman denda 30 juta, dan atau penjara 3 
bulan. Tiap semester diaudit, baik secara internal karena ada komisi pengawas, 
maupun oleh akuntan publik. Dan itu bisa dilihat di website, di pelaporan di 
surat kabar, di majalah, ya kita sampaikan."

Meski demikian, Didin mengakui sosialisasi keberadaan lembaga pengumpul zakat 
ini masih kurang. Itu sebabnya, guru besar IPB tersebut minta para pejabat 
pusat dan daerah serta ulama ikut mensosialisasikan keberadaan lembaga 
pengumpul zakat. Caranya kata Didin sangat mudah, cukup memberikan contoh 
dengan jalan membayar zakatnya ke lembaga pengumpul zakat. 

Lewat dana yang disalurkan badan zakat warga miskin malah bisa jadi punya 
usaha. Salah satunya Mardiana, penerima bantuan modal yang dikelola Rumah Zakat 
Indonesia. Besarnya dua juta rupiah. Dana yang mengucur ke Mardiana merupakan 
dana zakat yang disalurkan lewat program KUKMI, Kredit Usaha Kecil Mandiri. 
Dana itu digunakan Mardiana untuk memperbaiki warungnya. 

Mardiana: "Bantuan dari rumah zakat sih, tadi kan warungnya masih jelek, mo 
betulin warung nih soalnya kan mo beralih ke kompor gas,  tadinya saya kan pake 
kompor minyak. Tambah lama kan minyak tanah tambah mahal. Saya bingung, ininya 
kan masih papan, juga banyak tikus dan kecoa.  Pinjeman dari mana ini? 
Alhamdulillah itu dari mozaik itu datang. Langsung dikasih pinjeman dua juta 
saya betulin warung. Alhamdulillah si warungnya sekarang tambah ramai.  Dulu 
sih gak begini. Alhamdulillah sekarang kan rapi."   

Dengan penampilan warung yang lebih rapi, penghasilan yang didapat Mardiana 
meningkat 50 ribu rupiah tiap harinya. Tiap bulan, ibu dua anak itu harus 
menyisihkan 200 ribu rupiah untuk mengembalikan modal yang dipinjamkan 
kepadanya. Total yang harus dikembalikannya sama dengan jumlah yang 
dipinjamkan, dua juta rupiah. Tak ada bunga. 

Masih dari kawasan Matraman, tepatnya di pasar Palmeriam.  Aldi, salah satu 
pedagang di pasar,  menjadi penerima bantuan modal dari Rumah Zakat Indonesia. 
Jika Mardiana mendapat bantuan karena survei yang dilakukan Rumah Zakat 
Indonesia, maka Aldi malah aktif mengajukan permintaan pinjaman modal. Jadilah 
dana dua juta rupiah mengucur untuk menambah barang dagangan bapak dua anak 
ini. 

Aldi: "Langsung saja saya fokuskan untuk menambah dagangan. Apa saja bentuk 
dagangan yang kurang, jadi dengan nilai dua juta itu. Kalau untuk nilai 
sekarang sih memang tidak mencukupi, tapi alhamdulillah sangat membantu. Dari 
awal kehidupan saya udah dengan bahan-bahan kue begini.  Jadi pas dapat bantuan 
itu saya ada tambahan untuk peningkatan kebutuhan orang, kacang, terigu kemasan 
itu sangat dibutuhkan."

Selesai dengan masa cicilan pinjaman pertamanya, Aldi mengajukan pinjaman 
kedua. Besar pinjaman yang diajukannya sekarang tujuh juta rupiah. Dana itu 
kata Aldi akan digunakan untuk menambah barang dagangannya. Modal usaha yang 
disalurkan kepada Aldi dan Mardiana dikucurkan Rumah Zakat lewat salah satu 
divisinya, Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Mozaik. 

Kepala Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Mozaik, Hasnil menyebut pemberian 
bantuan modal usaha dilakukan dengan hati-hati. Prinsip kehati-hatian ini 
diterapkan agar dana zakat yang disalurkan tidak salah sasaran.  

Hasnil: "Dan kita lihat memang dia itu ada itikad baik dengan peluang usahanya 
ke depan. Kan kita lihat survei dulu. Dari tim kita survei dulu. Ada memang dia 
itu belum punya penghasilan, nanti kita berikan pinjaman. Sebulan-dua bulan 
kita lihat usahanya. Ketika kita lihat usahanya meningkat terusa.. Nah dari 
mulai pembiayaan kecil kita bina, kita berikan arahan nanti kita berikan 
pembiayaan yang lebih besar lagi."

Berdiri sejak 10 tahun lalu, Rumah Zakat Indonesia menjadi salah satu lembaga 
pengumpul zakat terbesar yang dikelola oleh swasta. Kepala Rumah Zakat 
Indonesia Cabang Jakarta Wahyu Hidayat menyebut jumlah zakat yang dikumpulkan 
lembaganya tiap tahun selalu meningkat. Tahun lalu Rumah Zakat Indonesia kata 
Wahyu sukses mengumpulkan zakat lebih dari 50 milyar rupiah. Untuk tahun ini, 
target yang hendak dicapai adalah 100 milyar rupiah. Sementara jumlah warga 
miskin yang akan disejahterakan adalah seribu kepala keluarga. 

Wahyu Hidayat: "Alhamdulillah, seiring dengan perkembangan lembaga, grafiknya 
selalu naik. Dalam track record kita itu, ga ada yang turun. Artinya 
perolehannya. Ini mengindikasikan tingkat kepercayaan masyarakat semakin besar. 
Jadi grafik itu kalau dibuat sebuah tabel, grafiknya itu naik. Kalau pun ada 
penurunan, seperti saat Aceh itu kan banyak bantuan, setelah Aceh mungkin 
seperti biasa turun. Tapi kalau dana Aceh itu kita abaikan, grafiknya tetap 
naik."

Target pengumpulan zakat sebesar 100 milyar yang dicanangkan Rumah Zakat 
Indonesia memang terbilang besar. Tapi jika disandingkan dengan potensi zakat 
yang ada jumlah tersebut akan sangat kecil. Ketua Umum Badan Amil Zakat 
Nasional, Baznas, Didin Hafidhuddin menyebut potensi zakat di tanah air 
mencapai 19 triliun rupiah lebih tiap tahun. Namun lembaga pengumpul zakat 
pemerintah dan swasta baru bisa mengumpulkan kurang dari satu persennya saja.  

Sebuah penelitian yang dilakukan LSM Public Interest Research and Advocay 
Center <http://www.pirac.org/>, PIRAC beberapa tahun lalu menunjukkan kurang 
dari 7 persen warga yang membayarkan zakat ke lembaga-lembaga pengumpul zakat. 
Lebih dari separuhnya lebih memilih masjid atau musholla terdekat untuk 
mengelola dana zakat mereka. Sisanya membagi langsung ke kelompok yang berhak 
menerima zakat. Peneliti PIRAC, Hamid Abidin menyebut situasi semacam ini 
menyebabkan tidak optimalnya penggunaan uang zakat. 

Hamid Abidin: "Yang terbanyak itu tadi 59 persen ke masjid-masjid, atau 
pengelola zakat di masjid atau musholla dekat rumah mereka. Sementara pola 
pengelolaan zakat di masjid dan musholla itu masih konvensional. Jadi mereka 
biasanya dikelola oleh satu kepanitiaan yang bersifat ad-hoc, kemudian biasanya 
booming di saat bulan Ramadhan. Karena itulah kecenderungannya adalah 
pendayagunaannya dana nya itu untuk hal yang sifatnya karitatif."

Dalam penelitian yang dilakukan PIRAC kata Hamid juga tergambar sejumlah alasan 
tidak lakunya lembaga pengumpul zakat, baik yang dikelola swasta apalagi 
pemerintah. Selain masalah ketidakpercayaan pada lembaga pengumpul zakat, 
pembagian zakat secara langsung oleh sebagian masyarakat dianggap punya nilai 
lebih. Jika zakat dibagi secara langsung para pembagi zakat mengaku bisa 
langsung bersilaturahmi dengan kelompok penerima zakat. Di sisi lain pembagian 
zakat langsung, kata Hamid, dianggap bisa dijadikan ajang untung pamer 
kebajikan. 

Hamid: "Tapi faktor lain yang juga berpengaruh adalah adanya kecenderungan 
untuk pamer kebajikan atau unjuk ibadah istilahnya. Jadi ada alasan di kalangan 
teman-teman, itu tidak hanya terjadi pada orang kaya yang menyalurkan zakat, 
tapi juga di masjid-masjid, kemudian organisasi massa, bahkan di lembaga amil 
zakat juga untuk meramaikan kegiatan penyaluran. Karena itulah mereka biasanya 
mengundang mustahiq untuk datang dan mengambil. Di situ mereka anggap sebagai 
satu syiar, untuk mensosialisasikan ajaran soal zakat. "

Agar masyarakat mau menyalurkan zakat ke lembaga pengumpul zakat, Hamid 
menyebut tak cukup hanya dengan melakukan transparansi pengelolaan. Lembaga 
pengumpul zakat juga diminta bekerjasama dengan masjid-masjid yang ada untuk 
memperluas jangkauan mereka. Selama ini, rumah zakat menurut Hamid banyak yang 
hanya berkutat di kota-kota besar saja. Cara lain yang harus dilakukan adalah 
melibatkan pejabat dan ulama dalam sosialisasi lembaga pengumpul zakat. 

Kalau semua cara ini dilakukan, Hamid yakin insiden ala Pasuruan tak akan 
terulang. 

Tim Liputan KBR68H melaporkan untuk Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke