--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 25 September 2008 14:30 UTC ** EKONOMI AMERIKA DALAM BAHAYA ** INDIA DAN PAKISTAN LANJUTKAN PEMBICARAAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MEMBENTUK POLISI PALESTINA ** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: MAKANAN AMAN UNTUK PEJABAT CINA DAN PEMBERANTASAN KORUPSI TOLONG SBY ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: NEGARA-NEGARA BERKEMBANG KORBAN KRISIS ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: HASAN DI TIRO PULANG KAMPUNG ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PEMBAGIAN ZAKAT BERUJUNG MAUT * EKONOMI AMERIKA DALAM BAHAYA Kondisi ekonomi Amerika berada dalam bahaya. Demikian dilontarkan presiden George W Bush dalam pidato krisis keuangan di Amerika. Bush berseru agar Konggres segera menyetujui rencana pemerintah untuk menyelamatkan sektor finansial. Washington mencanangkan dana sekitar 700 milyar dolar untuk membeli investasi yang tidak menguntungkan di instansi-instansi keuangan. Bush berharap tidak membebani para pembayar pajak dengan suntikan dana tersebut. Pemerintah Amerika akan menjual lagi seluruh investasi yang telah dibelinya jika pasar kembali normal. Untuk membicarakan rencana penyelamatan itu, maka presiden Bush mengundang kandidat presiden John McCain dan Barack Obama ke Gedung Putih, Kamis ini. Mc Cain mengumumkan untuk menunda kampanye karena adanya krisis keuangan. Ia akan hadir di Senat turut membicarakan rencana penyelamatan tersebut. Jumat, berlangsung debat pertama dua kandidat presiden Amerika. McCain mengusulkan untuk mengundur debat itu namun Obama tidak menghiraukannya. Obama mengatakan para pemilih justru ingin mendengar apa rencana para calon presiden itu. * INDIA DAN PAKISTAN LANJUTKAN PEMBICARAAN India dan Pakistan akan melanjutkan kembali upaya pembicaraan damai. Demikian kesepakatan presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan perdana menteri India, Manmohan Singh selama berlangsungnya pertemuan di New York. Sebelum akhir tahun akan berlangsung pertemuan puncak di antara kedua pemimpin negara. Dialog antara India dan Pakistan dalam beberapa waktu terakhir mengalami jalan buntu. Halangan terbesar adalah wilayah sengketa Kashmir. Selanjutnya juga banyak terjadi ketidaksepakatan soal tuduhan dukungan Pakistan terhadap para teroris. Zardari, duda politikus terbunuh Benazir Bhutto, awal bulan ini terpilih sebagai presiden Pakistan. Pertemuan dengan Singh di New York bagi Zardari, merupakan yang pertama kalinya. Kedua pemimpin berada di New York menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Kedua pemimpin juga melakukan pembicaraan dengan Sarah Palin, calon wapres pasangan John McCain. * LEDAKAN BOM DI MYANMAR Empat orang terluka dalam sebuah ledakan bom di Yangon, Myanmar. Serangan bom tersebut terjadi di tengah keamanan ketat yang diberlakukan di Myanmar. Satu tahun lalu berlangsung perburuan besar-besaran regim militer terhadap para penentang guna membungkam protes para biksu. Otoritas sengaja memperketat keamanan mencegah kerusuhan bertepatan satu tahun peristiwa tersebut. Dalam gelombang penahanan tahun lalu, tiga ribu penentang regim mliter ditangkapi. Menurut kelompok-kelompok organisasi hak-hak asasi manusia, 700 orang masih mendekam di penjara setahun setelahnya. * VONIS DUA TAHUN UNTUK SAMAK Mantan perdana menteri Thailand Samak Sundaravej divonis maksimal dua tahun penjara oleh pengadilan banding dengan dakwaan melakukan fitnah. Pada 2006 Samak tampil dalam sebuah acara dialog di televisi. Dalam kesempatan itu, Samak menyangkutkan nama mantan wakil gubernur Bangkok dalam kasus korupsi. Mantan perdana menteri itu memutuskan untuk naik banding atas keputusan pengadilan. Sebelumnya Samak terpaksa lengser dari jabatan perdana menteri karena tampil dalam acara program televisi lainnya. Dalam acara itu Samak tampil sebagai pembawa acara memasak di sebuah stasiun tivi komersial. Hal itu bertentangan dengan UU Thailand. * BALKENDE DEKATKAN HUBUNGAN DENGAN AMERIKA Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende dalam Sidang Majelis Umum PBB berseru untuk memperketat hubungan Uni Eropa dan Amerika. Jika Uni Eropa dan Amerika dapat erat bekerja sama maka "tidak akan seorangpun yang dapat mengabaikan kami". Menurut perdana menteri Balkenende, Eropa dan Amerika memiliki sebagian tanggungjawab untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul di seluruh dunia. Yang dimaksud adalah soal keamanan, perubahan iklim dan hak-hak asasi manusia. Selanjutnya Balkenende juga menyerukan sekali lagi agar Amerika menutup penjara kontroversial Guantanamo Bay di Kuba. Selain itu ia juga berharap agar Amerika di masa mendatang mengakui Mahkamah Pengadilan Internasional di Den Haag. Sebelumnya, juga diumumkan di New York, Belanda dan Britania sepakat untuk menyediakan dana sebesar 50 juta euro untuk penyediaan air bersih dan penyediaan sanitasi di Afrika dan Asia. Dana itu dimaksudkan sebagai sumbangan untuk tercapainya taujuan milenium. Untuk tujuh tahun mendatang, air bersih dan sarana sanitasi bertujuan menjangkau 1,6 milyar penduduk. * DEPORTASI TAHANAN ASING PERU Sekitar 1000 tahanan asing di Peru kemungkinan akan dideportasi ke negara asal masing-masing. Menteri Kehakiman Rosario Fernandez meminta persetujuan konggres untuk mendeportasi para tahanan tersebut. Menteri Fernandez ingin mengurangi jumlah tahanan yang sudah melebihi batas. Ia juga berpendapat jumlah tahanan warga asing menghabiskan banyak dana. Sebagian besar tahanan asing yang berada di penjara Peru mendekam karena kasus penyelundupan narkoba. Jika para tahanan asing itu dapat membayar maka mereka boleh dipenjara di negara asal masing-masing. Namun sebagian besar tahanan tidak mampu menebusnya. Sekitar seratus warga Belanda berada di tahanan Peru. * UNI EROPA SEDIAKAN DANA TAMBAHAN Uni Eropa menyediakan dana tambahan sebesar 10 juta euro untuk bantuan kemanusiaan di Zimbabwe. Sebelumnya Uni Eropa menjanjikan 15 juta euro untuk bantuan pangan. Para menteri luar negeri Uni Eropa menyatakan baru-baru ini, bahwa mereka akan mendukung Zimbabwe secara ekonomi jika terjadi peningkatan demokrasi. Dengan kesepakatan pembentukan pemerintah interim nasional maka Zimbabwe paling tidak memenuhi persyaratan itu. * PUTRA CHARLES TAYLOR TAMPIL DI PENGADILAN Putra mantan presiden Liberia, Charles Taylor muncul di pengadilan di Amerika. Charles Taylor yunior didakwa melakukan penyiksaan dan terlibat dalam pelaksanaan eksekusi selama ia menjabat ketua dinas anti teror Liberia. Sejak 1994 di Amerika Serikat dimungkinkan menuntut warganya dengan dakwaan penyiksaan yang dilakukan di negara lain. Untuk pertama kalinya peraturan itu diterapkan pada kasus Charles Taylor yunior. Sementara itu proses peradilan untuk ayahnya, Charles Taylor senior berlangsung di Tribunal khusus di Den Haag. Mantan presiden Liberia itu harus bertanggungjawab atas perannya dalam perang saudara di negara tetangga Sierra Leone. Belanda menyediakan anggaran sebesar empat setengah juta euro untuk pengadilan khusus Sierra Leone. Menurut menteri luar negeri Belanda, Maxime Verhagen dana itu dibutuhkan untuk menyeret seluruh pelaku yang bertanggungjawab ke pengadilan. * BERITA BURSA Setelah tiga hari merugi, lantai bursa Eropa mulai menampakkan perbaikan. Indeks AEX untung 1,5 persen di siang hari, atau pada titik 366 poin. Sementara bursa di Paris, London, dan Frankfurt untung antara 0,5 persen hingga 1,3 persen. Lantai bursa di Tokyo, ditutup dengan kerugian. Indeks Nikkei merugi 0,9 persen pada 12.006,53 poin. Nilai tukar euro tercatat $ 1,4697 Satu euro sama dengan Rp 13.714 Satu dolar setara dengan Rp 9.321 * MEMBENTUK POLISI PALESTINA Dua tahun lalu Brussel menyediakan sekitar 150 juta euro untuk pembentukan polisi Palestina. Melihat situasi di Tepi Barat Sungai Yordan, ini bakal menjadi proses yang sulit dan lamban. Lebih jauh laporan David Poort. Tanpa peralatan dan pelatihan sumber daya manusia yang memadai, dan dalam situasi kacau di Tepi Barat Sungai Yordan, polisi Palestina berupaya menjaga ketertiban. Polisi hanya diperbolehkan bertindak di beberapa bagian tertentu wilayah tersebut. Tapi pada akhirnya, tentara Israellah yang menjadi penguasa tunggal. Ini tentu saja merongrong citra polisi di mata masyarakat Palestina. Dan kekuatan polisi inilah yang harus siap dikerahkan, kalau Israel suatu saat memutuskan mengundurkan diri dari kawasan. Agar polisi siap melakukan tugas itu, Uni Eropa mengulurkan bantuan. Tahun 2006, Brussel telah menyediakan sekitar 150 juta euro untuk pembentukan polisi Palestina. Dengan dana itu, misi Uni Eropa, Pol Copps, yaitu kantor koordinasi polisi bagi dukungan polisi Palestina, dihidupkan. Sekitar 50 orang polisi dari 18 negara Eropa ditugaskan untuk mempersiapkan polisi Palestina supaya bisa mandiri. Optimisme Colin Smith asal Britania, adalah Kepala Misi Uni Eropa. Ia bangga atas apa yang telah dicapai stafnya. Klip Colin Smith "Dibandingkan dengan enam bulan lalu, kami jelas mencapai banyak hal," katanya dari markas besar misi Uni Eropa di Ramallah. Sebelumnya, Smith bertanggung jawab atas pembentukan aparat polisi Irak dan Afganistan. Berkat keberhasilannya ketika itu, ia bersikap optimis tentang misi yang sekarang. "Setelah apa yang saya lihat di Bagdad, maka saya optimis tentang tugas saya di sini," kata Smith. Menurutnya, dua tahun belakangan, tingkat keamanan di jalan meningkat pesat. Kendati demikian masih banyak kekacauan di Tepi Barat. Israel menghambat pasokan perlengkapan polisi, dan kendati semua dana yang dijanjikan, sampai sekarang baru sebagian sampai ke kawasan ini. Uang itu sangat dibutuhkan, terutama untuk membangun kantor polisi tambahan. Dalam intifada kedua, angkatan udara Israel menembaki 46 pos polisi hingga rusak. Selain itu polisi Palestina juga kekurangan mobil, telpon, mesin faks dan radio. Salah satu tugas penting misi Uni Eropa adalah pelatihan rekrut baru Palestina. Menurut Smith, dibutuhkan sekitar 2000 polisi tambahan untuk membentuk aparat polisi yang berjalan baik bagi 2,5 juta warga Palestina di Tepi Barat. Para rekrut akan dilatih pakar Eropa di pusat polisi di Jericho. Pelajaran berasal dari buku pedoman polisi Eropa. Sementara itu misi Eropa juga sedang memeriksa sistem hukum di Tepi Barat. Selain itu mereka juga mulai mendirikan dinas forensik. "Kapasitas reserse Palestina bisa diabaikan" , kata Lucien Vermeir dari Belgia, tokoh penting kedua misi Uni Eropa. K-Lucien Vermeir Menurutnya, dalam kurun waktu satu tahun polisi Palestina bisa mencatat prestasi lumayan. Polisi sipil mulai menjalankan pertanggungjawabannya. Tapi Vermeir meragukan apakah Israel akan mundur dari Tepi Barat. Pengaruh Israel sangat kuat di wilayah tersebut. Vermeir mempertanyakan apakah situasi seperti itu akan berubah. Menjaga Ketertiban: Di markas besar polisi Palestina di Ramallah, komisaris Yousef Asrel mengkritik bantuan Uni Eropa. K-Yousef Asrel "28 negara anggota Eropa mempunyai pandangan berbeda ihwal bantuan Uni Eropa. Ini tentu faktor penghambat," keluh Asrel. "Saya masih tetap menantikan pengiriman mobil polisi tambahan. Saya hanya memiliki 50 mobil. Padahal di Ramallah saja, dibutuhkan 150 mobil," katanya. Arsel tentu juga mengatakan bahwa pasukannya mampu menjaga ketertiban di Tepi Barat Sungai Yordan, kalau Israel memutuskan mundur dari wilayah tersebut. "Kami siap, tapi mereka tidak mau pergi. Tidak ada tanda-tanda mereka akan meninggalkan kawasan ini," ujar Asrel. * MAKANAN AMAN UNTUK PEJABAT CINA DAN PEMBERANTASAN KORUPSI TOLONG SBY Ulasan pers kali ini membahas soal makanan untuk para pejabat tinggi Cina dan kasus pemberantasan korupsi dapat menolong terpilihnya kembali presiden SBY. Harian pagi Belanda de Volkskrant menulis, sementara rakyatnya menderita akibat skandal susu formula, para pejabat Cina ternyata memperoleh makanan yang "aman". Para pejabat tinggi di Beijing dicurigai selama bertahun-tahun lamanya mengatur penyaluran makanan dengan aman untuk diri mereka sendiri. Sejak tahun 2004 berdiri apa yang dinamakan Pusat Penyaluran Makanan Khusus untuk partai dan negara. Pusat makanan itu hanya membeli makanan biologis dari pertanian yang dikontrol ketat oleh pemerintah. Sebagai bukti adanya penyaluran makanan untuk para elit tersebut maka situs web China Digital Times, situs berita dari Amerika yang disensor di Cina, mengutip pidato direktur Zhu Yonglan dari Pusat Makanan Khusus itu. Menurutnya bahan makanan Cina rata-rata tercemar. Sementara produk-produk bagi para pejabat tinggi Cina hanya dikembangkan secara alamiah tanpa bahan tercemar lainnya seperti pupuk buatan, pestisida dan hormon pertumbuhan serta bahan pengawet lainnya. Skandal melamin Cina juga meluas ke Perancis, Britania, Australia, Selandia Baru, Malaysia dan negara-negara Afrika lainnya. Negara-negara itu rata-rata melarang peredaran produk yang mengandung olahan susu Cina. Demikian de Volkskrant. Dari Cina kita beralih ke Indonesia. Kasus-kasus korupsi yang selama ini merebak justru membantu presiden SBY untuk terpilih kembali pada pemilu tahun depan. Menurut Adnan Topan Husodo, dari Indonesian Corruption Watch kepada kantor berita Adnkronos International, presiden SBY akan beruntung jika mantan gubernur BI Aulia Tantowi Pohan ditahan. Aulia mengakui perbuatannya dan otoritas kini tidak punya pilihan lain kecuali bertindak. Jika memang itu terjadi maka hal itu akan membawa elektorat untuk memilih presiden SBY. Orang-orang akan melihat bahwa itu merupakan tanda SBY serius dalam menangani korupsi dan tidak seorang pun berada di atas hukum. Aulia sendiri yang juga merupakan besan dari presiden SBY sampai saat ini tidak berada di kursi terdakwa. Sementara mantan gubernur BI, Burhanuddin Abdullah, bersama dengan direktur urusan hukum Oey Hoey Tiong, dan mantan kepala komunikasi Rusli Simanjuntak kini mendekam di penjara menanti sidang kasus itu yang muncul pada tahun 2003. Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia digalakkan. Dalam survey yang dilakukan oleh Transparancy International, badan independen yang berpusat di Berlin, Indonesia berada pada ranking 126. Dibanding tahun lalu, Indonesia berada pada urutan 143. Survey yang dilakukan di 180 negara itu berdasarkan jajak pendapat dalam menilai tingkat korupsi di sektor publik. Indonesia tadinya berada di dalam kelompok negara-negara terkorup se-dunia. Namun telah menampakkan kemajuan dalam tahun-tahun belakangan. Sementara langkah Komisi Pemberantasan Korupsi KPK juga dinilai banyak kemajuan. Tahun ini saja KPK menahan lima anggota parlemen, mantan kapolri dan mantan duta besar untuk Malaysia, seorang jaksa senior dan tiga pejabat bank. Demikian laporan kantor berita Italia, Adnkronos International dan sekian pula ulasan pers untuk kali ini. * NEGARA-NEGARA BERKEMBANG KORBAN KRISIS Tujuan milenium rencananya akan menjadi topik utama selama sidang tahunan Majelis Umum PBB. Namun Wallstreet juga mendominasi diskusi di kantor pusat PBB. Lebih jauh laporan redaktur kerja sama pembangunan, Pieternel Gruppen. Bert Koenders: "Orang di Wallstreet yang menipu orang lain mendapat 38 miliar dolar bonus. Ini sama dengan seluruh bantuan untuk Afrika". Tanpa tedeng aling-aling, menteri kerjasama pembangunan Belanda Bert Koenders mengungkapkan pendapatnya. Ia khawatir suntikan dana sebesar 700 miliar dolar yang direncanakan presiden Bush akan berdampak negatif untuk bantuan kerja sama."Bisa dibayangkan, bantuan akan turun kalau perkembangan ekonomi turun dan berbagai pemerintah harus menentukan penggunaan dana yang tersisa". Padahal dana ini perlu untuk bisa mewujudkan tujuan milenium, yang telah disepakati secara internasional untuk memerangi kemiskinan. Negara-negara kaya berjanji akan menyisisihkan 70 miliar dolar untuk tujuan ini. Daya beli turun Fokus perhatian Amerika Serikat serta Eropa akan tertuju ke masalah dalam negri, itulah yang diprediksi Ruerd Ruben, pakarl ekonomi pembangunan di Radboud Universiteit Nijmegen. Dampaknya akan terasa di sektor ekspor negara-negara berkembang. Krisis keuangan sekarang kentara juga dampaknya dalam ekonomi sehari-hari. Harga rumah yang turun, serta kenaikan harga kebutuhan sehari-hari, semuanya mempengaruhi daya beli. Orang akan berpikir dua kali sebelum membeli barang yang sebenarnya tidak ia butuhan. "Mexico yang adalah negara pengekspor besar ke Amerika Serikat akan merasakan krisis ini". Namun seorang penganyam bakul di Ghana tidak akan merasakan dampak langsung, demikian Ruben. Tapi pada akhirnya semua negara-negara berkembang akan merasakan dampak krisis ekonomi ini. Hanya negara pengekspor minyak, misalnya Nigeria atau Venezuela akan memetik keuntungan dari krisis ini. Menurut Ruben sejarah menunjukkan bahwa, dalam krisis ekonomi sedunia, negara-negara berkembanglah yang akhirnya dirugikan. Padahal warga negara-negara itulah yang justru lebih baik memenuhi kewajiban membayar pajak. Kemampuan membayar kembali kredit mikro, yaitu pinjaman kecil bagi orang yang ingin mendirikan perusahaan, mencapai 95%. Sementara di Amerika Serikat, kemampuan membayar kembali hipotek, mencapai 50%. Akibat nilai tukar yang tidak stabil, barang-barang makin mahal. Ini sangat dirasakan warga di negara-negara berkembang. Menurut Ruben, hal yang sama juga terlihat semasa krisis besar tahun 1930an. "Tapi, krisis itu kemudian disusul Perang Dunia II, yang bagi negara-negara berkembang berarti suatu pertumbuhan, karena untuk pertama kali bisa beroperasi lepas dari dunia barat." Kini perdagangan antara negara-negara kaya dan negara-negara berkembang justru saling terkait erat. Pada putaran Doha yang sekarang, yang digelar Organisasi Perdangangan Dunia WHO, harus dibuat perjanjian untuk memperbaiki peluang negara-negara berkembang di pasar-pasar barat. Menteri Koenders cemas bahwa akibat krisis kredit, Amerika Serikat dan Eropa makin tidak mau mengurangi rintangan perdagangannya. Bert Koenders: "Saya benar-benar khawatir, mereka lebih protektif, sehingga makin sulit mencapai kesepakatan pada putaran Doha, yang justru harus lebih ramah pembangunan dan harus memberi lebih banyak peluang kepada negara-negara berkembang untuk mengekspor produk-produknya." Pakar ekonomi pembangunan Ruben bersikap lebih lakonik: "Putaran Doha sebenarnya sudah lama mandeg. Situasi yang tidak bisa lebih parah dari itu." Menurut Ruben, lambat laun negara-negara berkembang akhirnya juga merasakan dampak krisis kredit. Seberapa besar dampak itu, tergantung dari regio masing-masing. Tapi satu hal jelas: "Akhirnya kaum yang paling lemahlah yang harus menanggung bebannya." * HASAN DI TIRO PULANG KAMPUNG Pemimpin gerakan Aceh merdeka GAM, Hasan di Tiro akan pulang mengunjungi kampung halamannnya untuk melepas rindu. Hasan di Tiro melarikan diri ke Swedia pada tahun 1970an. Banyak rekan seperjuangannya dalam GAM sudah pulang tahun 2006. Lalu mengapa baru sekarang Hasan di Tiro pulang? Kita jumpai Mucharam, jurubicara World Achenese Association, perkumpulan orang Aceh sedunia, yang tinggal di Denmark. Mucharam: Saya pikir perjanjian damai yang ditandatangani di Helsinki pada 15 Agustus 2005, dan sampai hari ini perjalanan prosesnya begitu bagus sehingga mungkin Tengku Hasan Ditiro mengambil keputusan untuk kembali ke kampung halamannya untuk mengobati, pertama sekali kerinduannya yang telah lama di luar negeri ya. Kemudian beliau juga rindu dengan seluruh masyarakat Aceh yang sejak dahulu lagi mendukung perjuangan yang beliau dirikan. Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Apakah pak Tengku Hasan di Tiro ini akan memainkan peran juga di Aceh nanti? Mucharam: Ya, untuk hari ini Tengku Hasan hanya pulang, untuk mengunjungi kampung halamannya terutama kampung kelahirannya Di Tiro dan kemungkinan akan pergi ke seluruh tempat di Aceh, untuk hari ini beliau tidak ada agenda politik yang khusus. RNW: Lalu bagaimana posisi Tengku Hasan Di Tiro ini di Aceh saat ini, dalam tatanan politik di Aceh saat ini pak? Mucharam: Tengku Hasan Muhammad Ditiro, beliau tetap pemimpin utama Gerakan Aceh Merdeka ya, dan juga beliau sebagai pemimpin rakyat Aceh yang diakui oleh seluruh masyarakat Aceh dan beliau tetap sebagai wali negara Aceh, Sumatera merdeka. RNW: Dan itu masih tetap begitu ya pak Mucharam? Mucharam: Ya, masih tetap seperti dulu lagi tidak ada perubahan tentang status ataupun jabatan beliau, masih tetap seperti dahulu namun hari ini berdasarkan perjanjian MoU di Helsinki, di Aceh akan ada wali Nangroe. Namun seluruh rakyat Aceh bahkan DPR dan sebagainya tetap mendukung bahwa wali Nangroe itu adalah Tengku Hasan Muhammad di Tiro. RNW: Apakah pemerintah Indonesia dalam hal ini Jakarta, apakah bisa menerima hal ini menurut Anda, pak Mucharam? Mucharam: Saya kira Jakarta sudah pasti menerimanya berdasarkan apa yang telah mereka tandatangani di Helsinki. Karena hal ini juga tersebut dalam artikel Memorandum of Understanding yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Sumatera Merdeka ya, yang diwakili oleh Tengku Mali Mahmud. RNW: Bagaimana dengan jaminan dari Jakarta dalam hal ini, kalau nanti Tengku Hasan Di Tiro pulang ini pak? Mucharam: Saya sudah dapat informasi dari teman-teman di lapangan di Aceh, bahwa pemimpin-pemimpin GAM di Aceh sudah menyiapkan personil-personil pengamanan terutama daripada KPA atau Komite Peralihan Aceh, satu nama juga daripada GAM, mereka juga meminta pengamanan daripada polisi Indonesia yang berada di Aceh. RNW: Jadi ada saling percaya begitu ya pak? Mucharam: Ya, ini adalah sesuatu hal yang baik terhadap proses perjalanan perdamaian di Aceh. Karena kepulangan wali negara juga didukung keamanannya oleh polisi Republik Indonesia yang berada di Aceh. RNW: Dalam pemberitaan ini kurang jelas, apakah pak Tengku Hasan Di Tiro ini akan kembali untuk selamanya di Aceh atau akan pulang lagi ke Swedia nanti? Mucharam: Untuk sementara ini beliau akan pulang hanya menjenguk kampung halaman. Dan untuk kedepan akan ditentukan kemudian ya. RNW: Itu tergantung dari apa pak? Apakah beliau akan menetap kembali di Aceh atau akan pulang lagi ke Swedia nanti? Mucharam: Ya, pertama sekali tergantung daripada keadaan sisi politik yang sedang berjalan di Aceh. Namun kita dari World Aceh Association atau Persatuan Masyarakat Aceh Sedunia, kita berharap bahwa proses damai di Aceh berkekalan ya, sehingga masyarakat bisa hidup aman, damai dan sejahtera. * PEMBAGIAN ZAKAT BERUJUNG MAUT 15 September lalu, 21 nyawa melayang sia-sia. Mereka tewas saat mengantre zakat yang dibagikan seorang pengusaha di Pasuruan, Jawa Timur. Polisi sampai menetapkan penanggungjawab pembagian zakat ini, yaitu anak si pengusaha, sebagai tersangka. Banyak orang beralih ke jalur pribadi untuk menyalurkan zakat lantaran tak percaya pada lembaga pengumpul zakat. Bagaimana seharusnya zakat dikelola supaya uang tak menguap dan lebih banyak orang yang diberdayakan? Reporter KBR68H Sutami mencari tahu soal itu. Susilo Bambang Yudhoyono: "Tragis-tragis, kalo saudara tau kemarin seperti biasanya saya dalam satu hari menerima 459 sms, saya baca, lebih dari 20 sms yang mengait kasus di Pasuruan." Itulah ungkapan keprihatinan Presiden Yudhoyono atas tewasnya 21 warga Pasuruan, Jawa Timur. Mereka tewas lantaran terinjak-injak saat mengantre pembagian zakat harta yang dilakukan Haji Syaikhon, pengusaha kulit, jual beli mobil dan sarang burung walet. Uang zakat yang akan dibagikan adalah 30 ribu rupiah per orang. Kepala Kepolisian Indonesia Sutanto menyebut Haji Syaikhon tak berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pemerintahan setempat. Akibatnya, panitia pembagian zakat kewalahan menangani ribuan warga yang mengantre. Sutanto: "Dan dalam aktivitas pembagian zakat ini haji Syaikhon tidak melibatkan aparat perangkat desa setempat baik RT/RW ataupun aparat keamanan, karena selama ini dianggapnya lancar-lancar saja. Biasanya mereka membagikan setiap tanggal 15 Ramadhan. Dan dia melibatkan anak dan saudaranya untuk membagi-bagikan zakat ini." Kasus pembagian zakat berujung maut tak cuma terjadi kali ini saja. Pada 2003, pembagian zakat di Pasar Minggu, Jakarta Selatan menewaskan empat orang dan menyebabkan belasan lainnya pingsan. Tahun lalu di Gresik Jawa Timur 1 orang tewas dan lima lainnya harus dilarikan ke rumah sakit karena terinjak-injak saat rebutan zakat sebesar 100 ribu rupiah. Zakat bagi Menteri Agama Maftuh Basuni memang bisa dibagikan secara perseorangan atau disalurkan lewat lembaga pengelola zakat. Masalahnya sekarang masyarakat, kata Maftuh Basuni, belum percaya dengan berbagai lembaga zakat yang ada, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. Muftah Basuni: "Memang harus diakui bahwa banyak dari warga kita ini yang belum sepenuhnya percaya terhadap lembaga-lembaga atau badan amil zakat ini. Karena itulah saya menganjurkan agar para badan-badan dan lembaga-lembaga ini juga harus mawas diri untuk dapat dipercaya dengan memberikan penjelasan secara transparan dana yang diperoleh dari zakat ini." Tudingan Menteri Agama soal tidak transparannya lembaga pengelola zakat bisa jadi benar. Arif Wibowo, seorang petinggi partai politik besar mengatakan lebih mempercayakan zakatnya ke masjid dekat rumahnya. Arif bahkan mengaku tak tahu kalau ada lembaga pemungut zakat. Arif Wibowo: "Jadi kalau saya mau nyumbang sederhana saja. Ada anak tetangga gak bisa sekolah saya sekolahin, ada orang minta sumbangan ke saya sejauh memang membutuhkan saya bantu. Soal musholla atau masjid itu urusan yang rutin yang saya lakukan. Apalagi menjelang lebaran ini ketika kita sebagai umat islam punya kewajiban zakat kita lakukan itu ya di lingkungan terdekat. Artinya saya tidak tahu ada badan itu, bagaimana dia bekerja, dengan apa, kantornya di mana, siapa saja orangnya saya gak ngerti itu." Ketidakpercayaan kepada lembaga pengelola zakat juga menghinggapi anggota Badan Pengawas Pemilu, Wahidah Suaib. Meski mengetahui keberadaan lembaga pengumpul zakat, lulusan Pasca Sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia ini lebih mempercayakan penyaluran zakatnya kepada orang tuanya di kampung halaman. Wahidah Suaib: "Kalau zakat mal yang resmi itu, saya (membayarnya, red) lewat orang tua yang di kampung. Saya kan mau gak mau harus berkontribusi dengan daerah kelahiran sendiri. Kemudian saya salurkan lewat orang tua, dan orang tua yang mengurus di sana." Tudingan tidak transparan ini ditampik Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional Didin Hafidhuddin. Sikap tidak transparan kata Didin merupakan cerita masa lalu. Didin mengklaim, saat ini hampir semua lembaga pengumpul zakat telah bersikap profesional. Secara berkala laporan keuangan lembaga pengumpul zakat diaudit. Donatur pun bisa mengakses penyaluran dana mereka setiap saat. Didin Hafidhuddin: "Mungkin dulu ya, sebelum tahun 99, sebelum ada undang-undang 38, 99, itu masyarakat melihat badan amil zakat tuh seperti itu. Tapi setelah itu tidak. Kenapa? Karena ada sanksinya juga. Dalam UU 38 itu apabila ada dana zakat yang dicatat tidak benar, jangankan diinikan ya, dicatat saja tidak benar, itu akan dikenakan hukuman denda 30 juta, dan atau penjara 3 bulan. Tiap semester diaudit, baik secara internal karena ada komisi pengawas, maupun oleh akuntan publik. Dan itu bisa dilihat di website, di pelaporan di surat kabar, di majalah, ya kita sampaikan." Meski demikian, Didin mengakui sosialisasi keberadaan lembaga pengumpul zakat ini masih kurang. Itu sebabnya, guru besar IPB tersebut minta para pejabat pusat dan daerah serta ulama ikut mensosialisasikan keberadaan lembaga pengumpul zakat. Caranya kata Didin sangat mudah, cukup memberikan contoh dengan jalan membayar zakatnya ke lembaga pengumpul zakat. Lewat dana yang disalurkan badan zakat warga miskin malah bisa jadi punya usaha. Salah satunya Mardiana, penerima bantuan modal yang dikelola Rumah Zakat Indonesia. Besarnya dua juta rupiah. Dana yang mengucur ke Mardiana merupakan dana zakat yang disalurkan lewat program KUKMI, Kredit Usaha Kecil Mandiri. Dana itu digunakan Mardiana untuk memperbaiki warungnya. Mardiana: "Bantuan dari rumah zakat sih, tadi kan warungnya masih jelek, mo betulin warung nih soalnya kan mo beralih ke kompor gas, tadinya saya kan pake kompor minyak. Tambah lama kan minyak tanah tambah mahal. Saya bingung, ininya kan masih papan, juga banyak tikus dan kecoa. Pinjeman dari mana ini? Alhamdulillah itu dari mozaik itu datang. Langsung dikasih pinjeman dua juta saya betulin warung. Alhamdulillah si warungnya sekarang tambah ramai. Dulu sih gak begini. Alhamdulillah sekarang kan rapi." Dengan penampilan warung yang lebih rapi, penghasilan yang didapat Mardiana meningkat 50 ribu rupiah tiap harinya. Tiap bulan, ibu dua anak itu harus menyisihkan 200 ribu rupiah untuk mengembalikan modal yang dipinjamkan kepadanya. Total yang harus dikembalikannya sama dengan jumlah yang dipinjamkan, dua juta rupiah. Tak ada bunga. Masih dari kawasan Matraman, tepatnya di pasar Palmeriam. Aldi, salah satu pedagang di pasar, menjadi penerima bantuan modal dari Rumah Zakat Indonesia. Jika Mardiana mendapat bantuan karena survei yang dilakukan Rumah Zakat Indonesia, maka Aldi malah aktif mengajukan permintaan pinjaman modal. Jadilah dana dua juta rupiah mengucur untuk menambah barang dagangan bapak dua anak ini. Aldi: "Langsung saja saya fokuskan untuk menambah dagangan. Apa saja bentuk dagangan yang kurang, jadi dengan nilai dua juta itu. Kalau untuk nilai sekarang sih memang tidak mencukupi, tapi alhamdulillah sangat membantu. Dari awal kehidupan saya udah dengan bahan-bahan kue begini. Jadi pas dapat bantuan itu saya ada tambahan untuk peningkatan kebutuhan orang, kacang, terigu kemasan itu sangat dibutuhkan." Selesai dengan masa cicilan pinjaman pertamanya, Aldi mengajukan pinjaman kedua. Besar pinjaman yang diajukannya sekarang tujuh juta rupiah. Dana itu kata Aldi akan digunakan untuk menambah barang dagangannya. Modal usaha yang disalurkan kepada Aldi dan Mardiana dikucurkan Rumah Zakat lewat salah satu divisinya, Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Mozaik. Kepala Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Mozaik, Hasnil menyebut pemberian bantuan modal usaha dilakukan dengan hati-hati. Prinsip kehati-hatian ini diterapkan agar dana zakat yang disalurkan tidak salah sasaran. Hasnil: "Dan kita lihat memang dia itu ada itikad baik dengan peluang usahanya ke depan. Kan kita lihat survei dulu. Dari tim kita survei dulu. Ada memang dia itu belum punya penghasilan, nanti kita berikan pinjaman. Sebulan-dua bulan kita lihat usahanya. Ketika kita lihat usahanya meningkat terusa.. Nah dari mulai pembiayaan kecil kita bina, kita berikan arahan nanti kita berikan pembiayaan yang lebih besar lagi." Berdiri sejak 10 tahun lalu, Rumah Zakat Indonesia menjadi salah satu lembaga pengumpul zakat terbesar yang dikelola oleh swasta. Kepala Rumah Zakat Indonesia Cabang Jakarta Wahyu Hidayat menyebut jumlah zakat yang dikumpulkan lembaganya tiap tahun selalu meningkat. Tahun lalu Rumah Zakat Indonesia kata Wahyu sukses mengumpulkan zakat lebih dari 50 milyar rupiah. Untuk tahun ini, target yang hendak dicapai adalah 100 milyar rupiah. Sementara jumlah warga miskin yang akan disejahterakan adalah seribu kepala keluarga. Wahyu Hidayat: "Alhamdulillah, seiring dengan perkembangan lembaga, grafiknya selalu naik. Dalam track record kita itu, ga ada yang turun. Artinya perolehannya. Ini mengindikasikan tingkat kepercayaan masyarakat semakin besar. Jadi grafik itu kalau dibuat sebuah tabel, grafiknya itu naik. Kalau pun ada penurunan, seperti saat Aceh itu kan banyak bantuan, setelah Aceh mungkin seperti biasa turun. Tapi kalau dana Aceh itu kita abaikan, grafiknya tetap naik." Target pengumpulan zakat sebesar 100 milyar yang dicanangkan Rumah Zakat Indonesia memang terbilang besar. Tapi jika disandingkan dengan potensi zakat yang ada jumlah tersebut akan sangat kecil. Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional, Baznas, Didin Hafidhuddin menyebut potensi zakat di tanah air mencapai 19 triliun rupiah lebih tiap tahun. Namun lembaga pengumpul zakat pemerintah dan swasta baru bisa mengumpulkan kurang dari satu persennya saja. Sebuah penelitian yang dilakukan LSM Public Interest Research and Advocay Center <http://www.pirac.org/>, PIRAC beberapa tahun lalu menunjukkan kurang dari 7 persen warga yang membayarkan zakat ke lembaga-lembaga pengumpul zakat. Lebih dari separuhnya lebih memilih masjid atau musholla terdekat untuk mengelola dana zakat mereka. Sisanya membagi langsung ke kelompok yang berhak menerima zakat. Peneliti PIRAC, Hamid Abidin menyebut situasi semacam ini menyebabkan tidak optimalnya penggunaan uang zakat. Hamid Abidin: "Yang terbanyak itu tadi 59 persen ke masjid-masjid, atau pengelola zakat di masjid atau musholla dekat rumah mereka. Sementara pola pengelolaan zakat di masjid dan musholla itu masih konvensional. Jadi mereka biasanya dikelola oleh satu kepanitiaan yang bersifat ad-hoc, kemudian biasanya booming di saat bulan Ramadhan. Karena itulah kecenderungannya adalah pendayagunaannya dana nya itu untuk hal yang sifatnya karitatif." Dalam penelitian yang dilakukan PIRAC kata Hamid juga tergambar sejumlah alasan tidak lakunya lembaga pengumpul zakat, baik yang dikelola swasta apalagi pemerintah. Selain masalah ketidakpercayaan pada lembaga pengumpul zakat, pembagian zakat secara langsung oleh sebagian masyarakat dianggap punya nilai lebih. Jika zakat dibagi secara langsung para pembagi zakat mengaku bisa langsung bersilaturahmi dengan kelompok penerima zakat. Di sisi lain pembagian zakat langsung, kata Hamid, dianggap bisa dijadikan ajang untung pamer kebajikan. Hamid: "Tapi faktor lain yang juga berpengaruh adalah adanya kecenderungan untuk pamer kebajikan atau unjuk ibadah istilahnya. Jadi ada alasan di kalangan teman-teman, itu tidak hanya terjadi pada orang kaya yang menyalurkan zakat, tapi juga di masjid-masjid, kemudian organisasi massa, bahkan di lembaga amil zakat juga untuk meramaikan kegiatan penyaluran. Karena itulah mereka biasanya mengundang mustahiq untuk datang dan mengambil. Di situ mereka anggap sebagai satu syiar, untuk mensosialisasikan ajaran soal zakat. " Agar masyarakat mau menyalurkan zakat ke lembaga pengumpul zakat, Hamid menyebut tak cukup hanya dengan melakukan transparansi pengelolaan. Lembaga pengumpul zakat juga diminta bekerjasama dengan masjid-masjid yang ada untuk memperluas jangkauan mereka. Selama ini, rumah zakat menurut Hamid banyak yang hanya berkutat di kota-kota besar saja. Cara lain yang harus dilakukan adalah melibatkan pejabat dan ulama dalam sosialisasi lembaga pengumpul zakat. Kalau semua cara ini dilakukan, Hamid yakin insiden ala Pasuruan tak akan terulang. Tim Liputan KBR68H melaporkan untuk Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
