--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 25 Desember 2008 12:30 UTC ** PAUS MINTA PIKIRKAN ANAK GELANDANGAN ** CHANNEL FOUR INGGRIS DIKECAM ** LEDAKAN DI KOMPLEKS APARTEMEN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MALAIKAT TURUN DALAM KEPERCAYAAN ORANG BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MEREKA YANG SELAMAT LEWATKAN MUSIM DINGIN DI TENDA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: LARANGAN MEROKOK MEMBANTU PEROKOK BERAT ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: JAMBANISASI DAN PENYADARAN KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA PENARUBAN PURBALINGGA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: HAMPIR SAMA MASA ORDE BARU KERUKUNAN BERAGAMA 2008 * PAUS MINTA PIKIRKAN ANAK GELANDANGAN Paus Benediktus sewaktu misa tengah malam di Basilik Santo Petrus meminta ummatnya untuk memikirkan nasib anak-anak di seluruh dunia. Paus meminta perhatian untuk anak-anak gelandangan dan serdadu anak-anak. Ribuan ummat Katholik mengikuti misa tengah malam di Roma ini, yang juga disiarkan lewat layar-layar televisi lebar. Juga di Bethlehem, tempat kelahiran Yesus, ribuan orang merayakan hari Natal. Di Gereja Kelahiran Patriark Yerusalem memimpin misa tengah malam. Sang Patriark mengatakan perdamaian adalah hak manusia, dan menyerukan untuk mengakhiri pertumpahan darah. Untuk pertama kali dalam delapan tahun banyak orang datang ke berkunjung ke Bethlehem. Walaupun kerusuhan di Jalur Gaza tidak berkurang, tetapi situasi di wilayah Tepi Barat belakangan bertambah aman. * CHANNEL FOUR INGGRIS DIKECAM Stasiun televisi komersial Inggris Channel Four dihujani kritikan, karena mengundang Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad untuk memberikan pidato Natal. Duta besar Israel di Londen mengatakan, ia tidak mengerti bahwa seseorang yang tidak mengakui adanya holocaust, diberi kesempatan untuk muncul di stasiun televisi tersebut. Sementara kelompok-kelompok homoseksual di Inggris mengecam pendapat sang presiden yang dianggap memalukan dan menghina. Setiap tahunnya Channel Four mengundang seorang tokoh yang dipertentangkan untuk berpidato, sebagai padanan dari pidato natal yang diucapkan Ratu Elizabeth di BBC. Dalam pidatonya Ahmadinejad mengatakan, apabila Yesus hidup sekarang, maka Ia akan mendukung orang-orang yang menentang kekuatan yang berniat menguasai dunia. Dengan ini dimaksud Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. * LEDAKAN DI KOMPLEKS APARTEMEN Akibat sebuah ledakan di kompleks apartemen di Ukraina Selatan, sedikitnya 11 orang tewas. 24 orang penghuni lainnya masih belum ditemukan, sementara 21 orang berhasil diselamatkan. Kompleks apartemen bertingkat lima ini terletak di kota permandian Evpatoria di dekat Laut Hitam. Masih diselidiki apa penyebab ledakan. Saksi mata menyebut ledakan gas, tetapi pemerintah setempat mengatakan, tidak ada petunjuk mengenai hal tersebut. * ATHENA RUSUH MENJELANG NATAL Suasana di ibukota Yunani Athena rusuh menjelang perayaan Natal kemarin. Di berbagai tempat terjadi kebakaran yang disebabkan bom-bom molotov. Sasaran kali ini adalah dua dealer mobil dan gedung pemerintah di ibukota tersebut. Tidak ada korban cedera, tetapi kerusakan yang terjadi cukup besar. Yunani masih dilanda rangkaian aksi protes penuh kekerasan. Tiga minggu lalu polisi menembak mati seorang anak lelaki berusia 15 tahun, sejak itu terjadi aksi-aksi kerusuhan di Yunani. Anak-anak muda secara massal beraksi menentang pemerintah, pengangguran diantara anak muda dan upah yang rendah. * PENUMPANG ALASKA AIRLINES SAKIT Di bandara kota Seattle Amerika Serikat, lebih dari 30 orang penumpang pesawat Alaska Airlines, jatuh sakit. Tujuh penumpang dengan keluhan mual dan pusing dibawa ke rumah sakit. Penyebabnya adalah cairan anti-beku yang masuk ke sistim udara pesawat tersebut. 25 orang lainnya merasakan perih di mata dan setelah perawatan bisa langsung melanjutkan perjalanan. 148 penumpang pesawat menghirup cairan anti-beku itu selama 45 menit di dalam pesawat. Bagaimana cairan tersebut bisa masuk ke dalam sistim udara pesawat, masih belum jelas. Cairan ini digunakan untuk menghilangkan es dari landasan pesawat. Bandara Seattle memang sudah seminggu lamanya ditutup salju dan es yang menyulitkan penerbangan. Seluruh wilayah utara Amerika Serikat dan sebagian besar wilayah Kanada saat ini sedang mengalami musim yang sangat dingin. * BUSH TARIK KEMBALI GRASI Presiden Amerika Serikat George W. Bush menarik grasi yang diberikan kepada seorang pengusaha real estate asal New York, satu hari sesudahnya. Alasan utama karena ada bukti-bukti baru yang memberatkan mengenai kejahatan yang dilakukan pria tersebut. Demikian Gedung Putih menjelaskan tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Pengusaha real estate yang berusia 37 tahun ini ditahan karena mengelabui sejumlah penjualan rumah. Selain itu ia masih harus diajukan ke pengadilan sehubungan kasus penipuan terhadap banyak pembeli dan menjual rumah terlalu mahal. Selasa kemarin sehubungan perayaan Natal presiden Bush memberikan grasi kepada 19 orang tahanan, antara lain sang pengusaha. Jarang terjadi sang presiden menarik kembali pemberian grasi tersebut. * GURU AUSTRALIA SELUNDUPKAN MUMI Seorang guru Australia berusia 61 tahun ditahan di Mesir karena membawa mumi kucing yang umurnya 2000 tahun di dalam kopernya. Sang guru juga mencoba menyelundupkan 20 patung dewa dari negara itu. Departemen luar negeri di Canberra memperkuat berita penahanan pria tersebut, dan menambahkan bahwa sang guru mendapat bantuan hukum dari konsulat Australia di Mesir. Warga Australia ini bisa dijatuhi hukuman penjara 15 tahun. * KUDETA DI GUINEA Pemimpin kudeta militer di Guinea disambut meraih oleh puluhan ribu orang. Kapten Moussa Dadis Camara yang masih muda, berpawai dengan menggunakan mobil jip terbuka di ibukota Conakry. Ia menyatakan dirinya sebagai presiden baru negara di Afrika Barat ini. Selain itu Camara menjanjikan pemilu presiden baru dalam waktu dua tahun. Kelompok militer ini melakukan kudeta tidak lama setelah Presiden Lansana Conte meninggal dunia, Senin lalu. Tapi masih belum jelas apakah kapten muda itu yang memegang kekuasaan di Guinea. Perdana menteri Ahmed Tidiane Souare menyatakan, pemerintah sipil pimpinannya masih tetap berkuasa di negara tersebut. Jam malam yang mulai diberlakukan Rabu kemarin, ditunda hingga Jumat setelah perayaan Natal. Kami ini tiba delegasi dari Uni Afrika di Guinea dalam usaha mencari jalan keluar krisis politik di negara itu. * MALAIKAT TURUN DALAM KEPERCAYAAN ORANG BELANDA Berabad-abad lamanya, malaikat selalu diminati orang Kristen. Sebagai pembawa pesan Tuhan, di Eropa pada abad pertengahan digambarkan dengan makhluk yang memiliki sayap di punggung. Di zaman sekarang, malaikat itu bahkan muncul sebagai iklan. Selain itu malaikat juga cocok untuk kehidupan spiritual saat ini. Laporan redaktur Belanda Saskia van Reenen. "Belum lama berselang, dua perempuan setengah baya berdiri ketika saya memberikan ceramah. Mereka berkata bahwa mereka malaikat. Mereka sangat menyakinkan. Saya hampir percaya," kata Twan Geurts, seorang teolog sekaligus penulis buku "Malaikat masa Kini". Di Alkitab, Malaikat digambarkan berkelamin pria. Namun sepanjang zaman, malaikat itu berubah kelamin. Geurts, memperlihatkan karikatur abad ke-17 yang menggambarkan seorang anak laki-laki mengejar kupu-kupu. Malaikat perempuan menjaga agar anak itu tidak jatuh. Berkat pengaruh zaman pencerahan dan rasionalisme, maka malaikat menjadi tidak penting lagi, bahkan hilang dari gereja. Sejak pergantian abad, sekitar tahun 2000, malaikat kembali dalam kepercayaan rakyat di bawah pengaruh Gerakan New Age. Sejak jaman purba, malaikat merupakan figur religius, kata teolog Twan Geurt. Pada abad pertengahan, malaikat muncul dalam lukisan di kaca jendela dan poster iklan. Di museum Catharijneconvent di Utrecht dipertontonkan berbagai obyek seni yang menggambarkan malaikat dalam berbagai bentuk. Sebuah lukisan menggambarkan kelahiran Yesus, malaikat yang bernyanyi terbang di sekelilingnya. Tanya Kootte, Konservator Museum juga menyediakan tempat bagi para peminat malaikat. Museum tersebut juga menarik 30 ribu pengunjung. Para pengunjung juga dapat berfoto bersama malaikat. Dan anak-anak membuat pekerjaan tangan dengan membuat sayap kertas menjadi malaikat atau anak nakal. Tanya Kootte menjelaskan mengapa malaikat begitu menarik orang. Tanya Kootte: Orang-orang butuh kepercayaan bahwa ada sesuatu yang lebih di antara surga dan dunia. Dan mahkluk yang bergerak di kosmos adalah malaikat. Mereka adalah pembawa pesan, penunjuk dan pelindung terhadap segala kejahatan. Saya rasa kita semua menginginkan untuk dijaga. Annelies Hoornik adalah seorang praktisi terapi malaikat. Ia berkomunikasi dengan malaikat. Ceramahnya banyak menarik orang. Hoornik minta agar para pengunjung saling duduk berduaan, menutup mata, membuka hati untuk mengeluarkan energi dan membuka diri untuk para malaikat. Melalui healing, ia dapat menyembuhkan orang dengan bantuan malaikat dan dalam reading, ia dapat minta saran dari malaikat untuk tahun baru. "Saya bicara dengan malaikat, setiap hari. Dimulai beberapa tahun lalu ketika saya bermeditasi. Sebelum ini saya bekerja di bidang teknologi informasi dan saya menderita stres. Ketika saya mengosongkan pikiran dan duduk di bangku, lingkungan sekitar saya berubah. Annelis Hoornik: Tiba-tiba di sekitar saya berubah putih dan saya melihat orang laki-laki dengan mata bershabat yang mengacungkan telunjuknya. Saya kaget ketika melihat sayapnya yang lebar dan saya sangka saya mati. Untung saja saya duduk kembali di bangku, karena malaikat menghormati keinginan. Laki-laki dengan mata bersahabat itu menurutnya adalah Malaikat pelindung Michael. Malaikat Gabriel yang mendorong kreativitas dan Rafael yang penuh perhatian. Selain itu orang-orang paling tidak memiliki dua malaikat pelindung. Tidak semua orang dapat melihat malaikat, kata praktisi terapi malaikat itu. Anda memiliki empat saluran di mana anda menerima informasi. Melihat adalah saluran yang paling jarang digunakan orang. Sebagian besar orang merasakan keberadaan malaikat. Beberapa orang yang melihat malaikat adalah orang-orang depresif atau pernah mengalami situasi gawat dalam hidupnya, demikian kesimpulan dari berbagai rekasi di situs Catharijneconvent. Annelies Hoornik mengaku manusia menjadi lebih terbuka namun mengatakan bahwa dengan berdoa atau meditasi, seseorang dapat juga berhubungan dengan malaikat. Setidaknya ini tidak akan merugikan, kata seorang peserta usai mengikuti ceramah. Twan Geurts juga mengikuti presentasi. Twan Geurts: Saya merasa sangat santai. Namun saya tidak melihat malaikat terbang di sekitar saya. Itu bukan untuk saya, namun saya terkesan juga bahwa ada pula orang-orang yang percaya. Menurut Geurts, tidak ada bukti malaikat benar-benar ada, sama halnya juga tidak ada bukti apakah malaikat benar-benar tidak ada. Di museum, anak-anak itu mengepakkan sayap buatan mereka. Banyak yang melihat mereka. * MEREKA YANG SELAMAT LEWATKAN MUSIM DINGIN DI TENDA Desember di provinsi Sichuan, Cina. Ratusan ribu orang masih tidur di tenda dan bersiap-siap menanti datangnya salju. Pada gempa bumi tujuh bulan lalu, jatuh lebih dari 88 ribu korban jiwa dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal. Sementara saat ini sudah memasuki musim dingin. Laporan koresponden Karen Meirik dari Sichuan. Dari kios jualan Xiaolu terlihat reruntuhan Beichuan. Dari bukit dan sungai yang berkelok-kelok bisa dilihat dulu tempat ini indah. Tapi sekarang hanya kota hantu berisi puing berwarna abu-abu. Toh Beichuan menarik lebih banyak turis dari sebelumnya. Orang-orang berjalan berkelompok mendaki bukit untuk melihat dari atas seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan bencana alam 12 Mei lalu. Anak-anak berusaha menjual foto Beichuan yang dilapisi plastik. Dilupakan Xiaolu yang masih remaja ini menempatkan kiosnya di atas bukit. "Adik saya meninggal karena gempa, tapi orang tua saya selamat. Saya menjual foto dan dvd kepada turis." Bisnis kecil Xiaolu adalah sumber pemasukan penting. Karena kerusakan parah pada industri dan prasarana, pengangguran jadi salah satu masalah terbesar di kawasan tersebut. "Sangat menyedihkan berdiri tiap hari di sini dan melihat kota di bawah dalam keadaan demikian. Tapi saya senang turis-turis berkunjung kemari dan membuktikan bahwa kita tidak dilupakan," demikian Xiaolu. Namun para petani yang tinggal tidak jauh dari pusat pengamatan merasa benar-benar dilupakan. Mereka mengatakan, tiga bulan pertama setelah gempa, tempat itu dipenuhi tentara, pemberi bantuan, pekerja suka rela dan wartawan. Tapi ketika di bulan Agustus Olimpiade Beijing dimulai, mereka semua menghilang. Para korban gempa 12 Mei kembali sendirian. Mu Xiangui kehilangan peternakannya. Setelah itu pada tanggal 24 September dia harus menyaksikan bagaimana lumpur melumat sisa-sisa miliknya. "Tinggi lumpur hampir semeter. Lihat, kamu masih bisa lihat bekasnya di mebel. Butuh tiga hari sebelum saya bisa mengeringkan rumah. Dan tidak ada yang menolong kami; tidak pemerintah distrik, dan tidak juga pemerintah provinsi." Mu paling frustrasi menghadapi pemerintah. Pemerintah memaksa Mu menunda pembangunan kembali hingga rencana sistem pembuangan air kota madya siap. Paling cepat Maret atau April. Sementara ini keluarga Mu yang terdiri dari lima orang, termasuk kakek berusia 90 tahun harus tinggal di tenda yang dibangun sendiri. Tenda dibangun dari kanvas beralaskan tikar bambu. "Pemerintah berjanji membantu dengan tenda tahan dingin, tapi kami belum terima apa-apa. Tidak apa-apa kalau tidak seorang pun menolong kami membangun kembali reruntuhan ini, tapi paling tidak jangan mengirim tenda kanvas." Kepercayaan terhadap pemerintah lokal memang rendah, tapi tekanan pada pemerintah sangat besar. Sudah tiga pejabat bunuh diri bulan-bulan. Menurut kabar mereka tidak bisa lagi menghadapi tekanan para korban dan kesedihan mereka sendiri kehilangan orang-orang yang disayangi. Luo adalah seorang petani yang marah karena sudah berbulan-bulan menanti bahan bangunan untuk rumahnya. "Pejabat lokal kami tidak becus. Mereka menyimpan semua subsidi dan mengatur pengadaan batu bata untuk mereka sendiri, tidak untuk kami." Sekolah Orang sudah lama sekali mengeluh soal korupsi lokal di provinsi Sichuan. Tapi jarang ketidakpuasan itu begitu besar. Ini karena banyak sekolah rubuh akibat gempa, sementara sejumlah apartemen mewah dan gedung pemerintah yang letaknya berdekatan tetap berdiri. Orang tua yang marah menyebut rumah mereka cuma 'bangunan tahu' dan menuduh kontraktor yang mencurangi bahan bangunan. Mereka menuntut supaya yang bertanggung jawab diadili. Selama tujuh bulan terakhir sudah milyaran euro disuntikkan bagi pembangunan kembali. Beijing masih menjanjikan 120 milyar euro dana hingga tahun 2010. Sebagian besar untuk prasarana dan perumahan. Penipuan Sejauh ini belum ada upaya menyeret mereka yang bertanggungjawab atas buruknya mutu bangunan sekolah ke pengadilan. Tapi banyaknya kawasan kosong bekas sekolah-sekolah, terus mengingatkan soal ambtenar korup dan perusahaan konstruksi yang menipu. Dari puing-puing sebuah sekolah menengah di bukit di luar Beichuan, seorang perempuan tua menyanyi. Dia bernyanyi soal kota yang hilang. Sangat indah, katanya. Dengan gunung, hutan, pohon kenari, Semua orang menyanyi dan menari. Hingga datang gempa bumi. * LARANGAN MEROKOK MEMBANTU PEROKOK BERAT Setahun lalu Ton Versluis memutuskan melakukan perubahan besar dalam hidupnya. Versluis berusia 49 tahun dan sejak umur 14 tahun sudah jadi perokok berat. Berhasilkah upayanya berhenti merokok? Laporan redaktur Belanda Marcel Decraene. Perokok: Yah, memang buruk sekali. Dulu saya merokok satu hingga satu setengah bungkus perhari, tapi sekarang tidak lagi. Larangan merokok di horeca yaitu singkatan bahasa Belanda untuk hotel, restoran dan cafe, mulai berlaku 1 Juli 2008 di seantero Negeri Belanda. Dasar pemikirannya adalah setiap pekerja berhak mendapat lingkungan bebas asap rokok, termasuk karyawan horeca. Untuk hal ini Belanda bukan contoh terbaik, karena berbagai negara anggota Uni Eropa sudah lebih dulu menerapkan larangan merokok di restoran dan kafe. Peraturan baru ini menjadi dorongan telak bagi perokok berat seperti Ton Versluis untuk berhenti merokok. Perokok: Tentu saja, dulu saya berpendapat, setiap kali kita pergi keluar dan minum anggur, harus ada rokok. Dan jika harus merokok di luar, yah kenikmatannya hilang. Jika berada di bandara Schiphol dan hanya diijinkan merokok di sebuah sudut, rasanya makin terisolir. Ton Versluis berhenti merokok lima bulan lalu. Terapi laser adalah salah satu cara yang dipakai untuk membantu berhenti merokok. Dineke Cannegieter adalah seorang terapis. Dia menerangkan apa pengaruh laser untuk para perokok. Terapis: Apakah laser itu? Laser sebenarnya bentuk akupuntur moderen. Keuntungan laser adalah peralatan tersebut bekerja dengan cahaya, jadi seseorang tidak akan merasakannya. Cahaya menstimulasi titik-titik akupuntur tertentu pada tubuh yang akan menimbulkan reaksi kimiawi dalam tubuh Anda. Titik-titik ketergantungan/kecanduan terletak dekat telinga. Selain itu saya juga menyorot daun telinga, tangan dan beberapa titik di wajah. Banyak perusahaan asuransi kesehatan mengganti biaya terapi laser, seluruh maupun sebagian saja. Tapi karena ini termasuk cara penanganan alternatif, Ton Versluis hanya setengah percaya akan khasiatnya. Perokok: Saya pikir..yah saya coba saja. Biayanya 140 euro, sama dengan biaya rokok selama dua minggu. Saya pikir yah kita lihat saja bagaimana hasilnya. Sangat mengagumkan bahwa saya jadi tidak kepingin merokok sama sekali. Biasanya saya bakal panik dan mencari-cari rokok. Tapi ini tidak. Jadi ya bisa saja itu juga karena terapi laser tadi. Menurut Versluis, terapi laser bisa menjadi sarana pendukung. Syarat utama berhenti merokok adalah motivasi kuat. Ton Versluis sudah mencoba berhenti merokok dua kali sebelumnya, tapi kali ini dia yakin akan berhasil. Perokok: Bakal berhasil, ya sudah tiga kali, biasanya yang ketiga bawa keberuntungan, ha ha ha.. * JAMBANISASI DAN PENYADARAN KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA PENARUBAN PURBALINGGA Pemerintah dan masyarakat Purbalingga Jawa Tengah sadar betul soal kesehatan sebagai investasi atau modal hidup. Karena itulah mereka punya program Desa Siaga Mandiri, kesehatan jelas bukan masalah sepele. Reporter KBR68H Humto Jaya Marbun berjalan-jalan ke sana, melongok porgram ini lebih dekat. Namanya dokter Chandra Indianto. Dia mengklaim sebagian besar rumah di desa Penaruban, Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah sudah komplit dengan jamban untuk buang hajat. Padahal sekitar empat tahun lalu jamban sangat sulit ditemukan di rumah penduduk. Chandra Indianto: Ciptakan lingkungan sehat mandiri atas kesadaran masyarakat sendiri. Jangan kita. Kalau kita tak jadi. Dulu kita bangun WC umum, tidak ada yang pakai. Di sini saya jamin, sekarang tiap rumah punya WC. Di sini tidak ada WC umum. Selama 20 tahun berdinas di daerah terpencil, Chandra susah payah memperkenalkan jamban atau WC ke masing-masing keluarga di desa Penaruban. Berulangkali disosialisasikan, warga lebih memilih buang hajat di daerah aliran sungai. Seperti kebanyakan desa lainnya di negeri ini, sungai untuk buang hajat juga dipakai mencuci dan mandi. Kata Chandra, kala itu, kesadaran masyarakat untuk hidup sehat masih rendah. Chandra Indianto: Biasanya kita melakukan program yang mudah, contoh membangun puskesmas, rumah sakit, tambah dokter, bidan. Kita lupa esensi yang paling penting dalam pembangunan bidang kesehatan adalah masyarakatnya. Kita mesti langsung menusuk masyarakatnya. Karena kalau masyarakatnya belum sadar, biar kita bangun rumah sakit di setiap desa lengkap dengan dokter spesialis, masyarakat tidak pernah akan sehat. Sampai akhirnya petaka itu datang. Dua balita di desa tetangga meninggal dunia karena diare. Bayi lain selamat, meski sempat kena diare. Selidik punya selidik, Chandra menyimpulkan, diare terjadi karena air sungai sudah tidak beres, terkontaminasi kotoran hampir 2000 manusia desa itu. Perilaku buang hajat di sungai harus total dihentikan, galakkan jambanisasi. Chandra Indianto: Program gerakan 1000 jamban kita mulai empat tahun lalu sebenarnya. Dimulai dari kasus kematian dua balita di desa lain karena diare. Kemudian kita sentuh masyarakat lakukan penyuluhan dan simpulkan penyebab kematian adalah diare. Dan kita survey pemakai kloset hanya 10 %. Sangat-sangat rendah. Tapi, kenapa memusatkan diri pada urusan jamban? Chandra Indianto: Kenapa fokus ke WC? Karena semua penularan penyakit berasal dari kotoran manusia. Itulah perilaku manusia yang paling sulit diberantas. Rupanya, ide jambanisasi tak cukup. Soal baru datang. Warga mengaku tak punya uang untuk membeli dan membangun jamban di rumah masing-masing. Alasannya klasik, itulah kemiskinan. Dokter Chandra dan Kepala Desa Penaruban Ahmad Mubakir tak hilang akal. Mereka menawarkan dudukan buang air besar atau kloset gratis, bagi warga yang bersedia membangun WC. Ternyata rayuan kloset gratis manjur. Chandra Indianto: Kemudian kita tawarkan kalau anda mau bikin WC kita tawarkan kloset gratis, mulanya. Ternyata ada 31 orang yang mendaftar. Dalam satu bulan, mereka bangun sendiri wc hanya dengan bantuan kloset gratis. Kami terkejut, ternyata masyarakat itu punya kemampuan. Tapi, ketika WC sudah lengkap dengan kloset, masih muncul masalah baru. Kepala Desa Penarubah Ahmad Mubakir mengatakan, warganya kesulitan membiasakan diri dengan kloset. Ahmad Mubakir: Kesulitan selama ini hanya satu hal. Itu mengubah perilaku masyarakat. Jadi, di mana masyarakat kami sudah terpasung selama bertahun-tahun yaitu tadi dengan pola-pola tidak disiplin buang air, tidak jaga kebersihan, tidak peduli kesehatan, bahkan setelah diteliti, ternyata mereka tidak bisa buang air besar di atas kloset. Namun, jambanisasi harus jalan terus, demi memelihara kesehatan. Dalam enam bulan pertama sejak kloset dan jamban diperkenalkan pada 2004, langsung muncul 700an kloset dan jamban di Desa Penaruban. Kantor instansi desa, masjid, sekolah, dan sebagian rumah penduduk sudah dilengkapi jamban. Kembali Dokter Chandra. Chandra Indianto: Kemudian dengan bantuan Pak Bupati dan Dinas Kesehatan, kita tawarkan ke seluruh SD, mesjid, dan orang miskin. Siapa yang mau bangun wc diberi kloset gratis dengan mengambil dana Jaringan Pengamanan Sosial. Dalam enam bulan ada 720 orang, instansi, mesjid, dan sekolah yang membangun WC. Sayangnya, subsidi dana Jaringan Pengamanan Sosial itu tak selalu bisa diandalkan memenuhi kebutuhan kloset warga. Sedikit demi sedikit kas desa menipis. Strategi lain pun ditempuh. Subsidi dikurangi separuhnya, sisanya dibayar warga secara gotong royong, lewat arisan. Dari situ, satu per satu jamban terbangun. Chandra Indianto: Mereka mengadakan iuran arisan, di tiap RT. Kumpulkan duit. Setelah kumpul dikocok, siapa yang dibangun. Tentukan rumah siapa yang dibangun. Kita target dua a tiga tahun ke depan, 100 persen pakai WC. Desa Penaruban, Bukateja, adalah salah satu dari 200-an desa di Purbalingga, Jawa Tengah. Butuh sekitar 45 menit untuk jalan dari ibukota kabupaten menuju desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Sehat Mandiri ini. Keluarga kecil Ahmad Nurudin di Desa Penaruban, Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah sudah paham betul akan pentingnya kesehatan. Seingat Nurudin, tak sekali pun keluarganya kejangkitan penyakit serius sepanjang tahun ini. Kalau pun ada, paling cuma flu atau batuk ringan pada pergantian musim. Jamban sudah tersedia di rumah Nurudin. Sudah lama ditinggalkannya kebiasaan buang hajat di sungai. Ahmad Nurudin: Kita sudah pakai jamban sekarang, sejak bikin rumah. Kebetulan, masyarakat sekarang sudah menyadarilah. Sebagian besar sudah pakai jamban. Dulu, kita kan dekat sungai, jadi alternatif orang-orang dulu lebih suka buang air di sungai. Ada tiga sungai. Sang istri, Sudarti yang suka cerewet mengingatkan Nurudin dan dua putri mereka agar peduli kesehatan. Sudarti kadang geram ketika dulu anak-anaknya suka mencuri kesempatan bermain sembarangan di sungai. Tapi sekarang tidak. Untuk mencuci, Sudarti sudah tidak ke sungai lagi. Sudarti pula yang mengatur susunan pekarangan rumah untuk tempat sampah dan kandang ternak. Sudarti: Dulu pelihara ayam dan kambing di depan rumah sekarang ya sudah tahu ada penyuluhan di samping dan belakang rumah. Dulu, kan, di depan rumah. Sekarang sudah tahu, ya, di belakang rumah. Bikin kolam di belakang. Kepala Desa Penaruban Ahmad Mubakir mengatakan semua perilaku sehat yang baik itu banyak diawali dengan kegiatan kerohanian. Kegiatan itu menjadi media pemerintah menyampaikan pesan penting, sehat itu perlu. Ahmad Mubakir: Perlu saya sampaikan kami punya kelebihan. Banyak kegiatan desa. Sampai 15 kelompok tadarus melakukan kegiatan rutin. Itu media paling baik menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kini, kata Mubakir, hanya segelintir rumah yang belum ada jamban. Sialnya, masih saja ada yang keras kepala buang air besar di sungai. Kata Mubakir, sanksi belum ditetapkan. Ahmad Mubakir: Tidak beri sanksi. Tapi beri pendekatan dengan kekeluargaan. Tapi kalau ada yang mbalelo, kami punya kiat. Tak hanya jamban yang menjadi perhatian serius Ahmad Mubakir dan Dokter Chandra untuk menjadikan Desa Penaruban sebagai Desa Sehat Mandiri seutuhnya. Soal kebiasaan buruk tidak memakai alas kaki pun turut diperhatikan. Chandra juga susah payah menjelaskan pentingnya memakai alas kaki apalagi kala berangkat bertani ke sawah atau kebun. Chandra Indianto: Kita juga sediakan sepatu murah untuk petani, 4000 warga sudah pakai sepatu. Kita berikan stimulan masker murah, sarung tangan, tabung penjernih air dan tudung saji. Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko menargetkan seluruh 230-an desa di Purbalingga menjadi Desa Sehat Mandiri pada akhir tahun depan. Bertahap, kata dia. Triyono Budi Sasongko: Desa sehat mandiri suatu desa yang punya kemampuan surfulensi atau pendeteksidinian permasalahan kesehatan sekaligus mampu memberikan pelayanan dasar kepada rakyat secara mandiri. Belum 239, Baru 188 desa, sisanya mau diselesaikan tahun 2008 - 2009. Triyono menglaim sejauh ini warga sudah mengutamakan kesehatan, jauh lebih baik dibanding sebelum Program Desa Sehat Mandiri digalakkan. Triyono Budi Sasongko: Saya pikir bagus sekali, permasalahan kesehatan sudah bisa diatasi desa sendiri dengan poliklinik desa yang dimotori oleh bidan desa, ahli gizi dan perawat. Mereka ditempatkan di desa dengan lembaga poliklinik kesehatan desa (pkd) untuk memobilisir lembaga masyarakat desa, seperti posyandu, pos daya , dasa wisma, lkmd bergerak. Sebagai bagian investasi kesehatan, Bupati Triyono juga memperkenalkan masyarakat desa dengan asuransi kesehatan. Asuransi itu dikenal dengan Jaringan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat, JPKM. Rakyat membayar premi JPKM sesuai kemampuan. Filosofi JPKM, jelas Triyono, si kaya bantu si miskin dan si sehat bantu si sakit. Jadi, siapa pun yang sakit di Purbalingga, semua biaya dapat dibayar ke rumah sakit. Triyono Budi Sasongko: 2002 mulai JPKM, pembangunan kesehatan dibiayai oleh 3 komponen, apbd, apbn dan dana masyarakat. Itu konkrtit dalam bentuk uang. Bagaimana cara himpun dana masyarakat untuk bisa mengelola JPKM. Kalau APBN di tempat lain? Ada nggak? APBD hanya 2,8 miliar. Saya himpun 3,7 miliar. Cari kabupaten atau daerah lain. Itu bayar di muka. Imbasnya, perlahan tapi pasti, masyarakat Purbalingga, khususnya yang telah tinggal di Desa Sehat Mandiri sudah kebal melawan masalah kesehatan. Bukan kebal penyakit saja, tapi kebal masalah biaya rumah sakit jika sampai jatuh sakit. Kondisi kesehatan saat ini pun turut mendongkrak Indeks Pembangunan Masyarakat Purbalingga. Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko patut berbangga bagi prestasi Purbalingga yang satu ini. Triyono Budi Sasongko: IPM: dari peringkat paling bontot, menjadi peringkat 16. Ditargetkan pada 2008 sudah masuk 10 persen. Tim Liputan KBR68H melaporkan untuk Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum. * HAMPIR SAMA MASA ORDE BARU KERUKUNAN BERAGAMA 2008 2008 adalah tahun politisasi agama di Indonesia. Berbagai peraturan dari tingkat nasional sampai tingkat daerah menunjukkan agama dipakai sebagai alat politik untuk mencapai kepentingan beberapa kelompok. Apa arti perkembangan ini bagi keragaman beragama di Indonesia? Berikut Elga J Sarapung dari Lembaga Dialog antar Agama INTERFIDEI di Yogyakarta Elga J. Sarapung [EJS]: Satu, saya pikir kita masih ada problem besar dengan negara ya. Maksud saya dari beberapa kasus terakhir. Baik itu undang-undang, mau pun kasus, misalnya saja yang jelas, Ahmadiyah. Yang hal lain lagi, tentang perda-perda Syariah, perda-perda yang bernuansa agama. Nah itu kan semua bersentuhan dengan negara. Yang berkaitan dengan hak-hak publik dan privat, itu jelas sekali masih sangat rancu di negara kita ini. Dan itu masih sangat kelihatan di tahun 2008. Yang kedua, saya kira, toh kita perlu di kalangan umat beragama, jadi kalau tadi mungkin lebih pada level elit, termasuk juga di sana yang pertama tadi soal politisasi agama ya. Saya lihat itu ada satu faktor yang ke depan. Ini cukup memberi isyarat, kalau kita tidak hati-hati dari sekarang, ini akan memperpanjang arena konflik di mana-mana. Karena kepentingan-kepentingan politik yang memakai agama. Atau agama kemudian masuk pada arena politik dan ini sangat berbahaya. Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Kalau kita bilang konflik itu kan sebenarnya 2008 banyak konflik dalam satu agama gitu ya, mungkin yang mencolok itu Islam. Kalau antar agama sendiri bagaimana bu? EJS: Kalau hubungan antar agama itu kemarin selama 2008 praktis tidak ada ya. Dalam arti, kalau kita bandingkan dengan Poso, Ambon, yang terakhir memang habis-habisan. Tetapi toh sekali pun yang terjadi intra dalam satu agama, nah saya melihat misalnya hal-hal berkaitan dengan penutupan gereja, pelarangan orang beribadah dan lain-lain itu sudah menggambarkan potensi-potensi konflik yang bisa saja terjadi eskalasi ya. Kalau itu juga tidak dihadapi benar-benar dengan baik dengan sportif dan objektif. RNW: Ironi ya bu, maksudnya dengan era disentralisasi dengan era setelah Soeharto, kebebasan agama ditekan sebenarnya .Sekarang sudah dapat bebas tapi pada saat yang bersamaan melakukan praktek-praktek yang hampir sama dengan masa Orde Baru? EJS: Ya, saya pikir hampir tidak ada beda ketika kita menghadapi Orde Baru, dan yang sekarang. Dalam arti begini, ketika Orde Baru memang agama-agama, segala sesuatu bisa diseragamkan. Termasuk agama-agama kalau bisa atas nama kerukunan dan toleransi yang ternyata hanya mengelabui masyarakat. Dalam arti, bagaimana kita bisa mengerti dengan benar kalau kita yang berbeda ini tidak bisa membicarakan perbedaan kita. Sekarang ini juga terjadi usaha-usaha totaliteristik ya. Hampir sama juga. Tapi ini lebih cenderung atas nama agama. Dan itu kelihatan sekali kalau kita lihat mulai dari perda-perda, sampai undang-undang. Jadi dari tingkat nasional, ke provinsi, sampai ke daerah-daerah, atas nama otonomi daerah. RNW: Tantangannya ini apa bu, arti pemilu 2009 nanti untuk keragaman beragama di Indonesia? EJS: Saya terus terang semuanya agak khawatir. Kekhawatiran saya begini, itu tadi faktor politisasi agama. Itu kan masih kental sekali. Juga sekarang kalau kita lihat persiapan ke 2009. Bagaimana agama-agama juga toh masih menjadi sebuah modal politik yang luarbiasa. Jadi peran, fungsi agama-agama itu sebenarnya, sekarang di Indonesia, semakin pudar dari segi nilai ya. Kalau institusi, nah itu justru yang merusak selama ini. Karena lebih banyak kita mewujudkan peran fungsi agama-agama itu dari segi institusi. Menurut saya ini bahaya. Kalau memang motivasinya adalah benar-benar dalam rangka memperbaiki segala pengalaman buruk kita ke depan. Saya kira, siapa pun dia, entah Islam, entah Kristen, ya harus kita dukung. Nah, tapi ini kan sepertinya masih sulit kita ke sana, ya. Memperbaiki kehidupan kita ke depan. Apalagi sekarang kemiskinan, faktor pendidikan, persoalan-persoalan yang luar bisa yang sedang kita hadapi. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
