--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Sabtu 10 Januari 2009 13:50 UTC ** MUBARAK DAN ABBAS GELAR PEMBICARAAN ** MILF LUMPUHKAN JARINGAN LISTRIK ** MIGRAN AFRIKA MENUJU UNI EROPA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: DEMOKRASI TAK SELALU PECAHKAN MASALAH * MUBARAK DAN ABBAS GELAR PEMBICARAAN Presiden Mesir Hosni Mubarak melangsungkan pembicaraan dengan presiden Palestina Mahmud Abbas soal usulan gencatan senjata di Jalur Gaza. Pembicaraan itu dihadiri pula dua utusan Hamas, satu dari Gaza dan satu dari Suriah. Usulan presiden Mubarak tidak saja menyangkut pelaksanaan gencatan senjata namun juga pencabutan blokade Israel. Soal penting dalam perundingan mengenai pengawasan perbatasan di Jalur Gaza. Baik Hamas maupun Mesir menyatakan tidak mengizinkan pasukan asing berada di wilayah perbatasan. Kendati demikian Kairo bersedia menerima bantuan teknis untuk menghentikan penyelundupan senjata. Israel masih ragu apakah hal tersebut dapat mencegah penyelundupan senjata dan hanya mau melakukan gencatan senjata jika Hamas tidak lagi menyelundupkan senjata ke Gaza. Sementara itu pertempuran di Jalur Gaza terus berlangsung. Tentara Israel kembali menyerang sementara Hamas kembali meluncurkan rudalnya ke Israel. Perang yang sudah berlangsung hampir dua pekan tersebut menewaskan sekitar 800 warga Palestina dan tiga belas warga Israel. * MILF LUMPUHKAN JARINGAN LISTRIK Front Pembebasan Islam Moro (MILF) meledakkan menara transmisi listrik di kepulauan Mindanao Filipina. Menurut jurubicara militer Filipina, MILF bertanggungjawab atas serangan tersebut. Tiga dari empat bom yang ditempatkan di menara tersebut meledak hingga sambungan listrik di kota-kota dan desa-desa di propinsi Lanao terputus. Menurut perusahaan listrik negara itu dibutuhkan dua hari untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan. Serangan itu berlangsung sepekan sebelum pengambil alihan jaringan listrik Filipina oleh perusahaan Cina. Tahun lalu, empat puluh menara transmisi di Filipina hancur atau rusak akibat serangan. * MIGRAN AFRIKA MENUJU UNI EROPA Lebih dari 67 ribu warga Afrika bermigrasi ke Uni Eropa menyebrangi Laut Tengah tahun lalu. Demikian laporan organisasi pengungsi PBB UNHCR sebelum pertemuan soal pesatnya pertumbuhan migran ilegal. Sebagian besar di antara kaum migran tersebut mencapai Italia dan Malta, dan menyebrang dari Libya. Mereka sebagian besar berasal dari Somalia dan Eritrea. Menteri dalam negeri Siprus, Yunani, Italia dan Malta menggelar pembicaraan di Roma, mengenai masalah tersebut. Organisasi pengungsi PBB, UNHCR menyerukan agar negara-negara anggota Uni Eropa mengizinkan pancari suaka tinggal di negara mereka dan permintaan suaka mereka diproses dengan adil. * SEKJEN PBB NYATAKAN KEKECEWAAN Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan kekecewaan dengan serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza, kendati adanya seruan gencatan senjata. Sekjen Ban Ki-moon menyatakan kekhawatirannya melalui pembicaraan telepon dengan perdana menteri Ehud Olmert. PBB juga akan menyampaikan kekecewannya secara tidak langsung ke Hamas. Israel dan Hamas tidak menghiraukan resolusi Dewan Keamanan PBB soal gencatan senjata. Akibatnya peperangan terus berlangsung. Menurut Olmert, serangan rudal Hamas yang terus berlangsung menyatakan bahwa resolusi PBB tidak mempan. PBB berencana untuk melanjutkan operasi bantuan di jalur Gaza. Sebelumnya regu bantuan menghentikan kegiatannya setelah iring-iringan mereka ditembaki. Israel memberi jaminan bahwa mereka tidak akan menganggu kegiatan regu bantuan. * KAPAL IRAN DIBEBASKAN Sebuah kapal Iran dengan 25 awaknya dibebaskan oleh pembajak Somalia, Jumat malam. Kapal Delight yang mengangkut 36 ribu ton gandum dikuasai di perairan Yaman ketika sedang berlayar menuju Jerman. Tidak dijelaskan apakah pembebasan itu dibayar dengan uang tebusan. Jumat lalu, kapal tanker raksaksa Arab Saudi, Sirius Star juga bebas setelah dibajak selama dua bulan. Pembebasan itu berlangsung setelah membayar tebusan tiga juta dolar. Sebagian uang tersebut dijatuhkan dari sebuah pesawat dan sisanya dibayar di darat. Enam pembajak Somalia tewas ketika kapal yang membawa mereka melarikan diri tenggelam. Sementara 300 ribu dolar juga menghilang di laut. Empat pembajak dinyatakan hilang. 25 awak Sirius Star selamat. Pembajakan kapal tanker raksaksa yang mencapai panjang 330 meter itu menimbulkan keresahan. Beberapa perusahaan pelayaran memutukan untuk mengubah rute mereka. * SKANDAL KEUANGAN PERUSAHAAN KOMPUTER Mantan pemimpin sekaligus pendiri perusahaan piranti lunak India, Satyam Computer Services ditahan. Ramalinga Raju adalah tokoh utama di belakang apa yang dijuluki sebagai skandal pembukuan terbesar di India. Raju melepaskan jabatannya sebagai pimpinan perusahaan Satyam setelah ketahuan bertahun lamanya melakukan penggelapan pembukuan. Penggelapan itu menyangkut dana lebih dari satu milyar dolar. Sehubungan dengan skandal itu otoritas India membubarkan susunan direksi pimpinan perusahan itu. Susunan direksi baru akan diumumkan dalam waktu sepuluh hari. Dengan skandal yang melingkari Satyam maka harga saham perusahaan tersebut hancur di lantai bursa Mumbai. * KORBAN GEMPA COSTA RICA Jumlah korban tewas gempa bumi di Costa Rica berjumlah empat orang. Gempa yang terjadi Kamis lalu, berkekuatan 6,1 skala richter. Pusat gempa ada di sekitar gunung berapi Poas. Gempa bumi tersebut juga mengakibatkan tanah longsor yang menimpa jalan-jalan. Ratusan turis, di antaraya turis Belanda terdampar di tempat bencana. Otoritas Costa Rica mengirim helikopter untuk membawa para turis ke ibukota San Jose. * BANJIR LANDA FIJI Dua orang tewas akibat banjir yang melanda kepulauan Fiji. Ibukota Viti Levu merupakan daerah terparah yang terkena bencana. Banjir tersebut mengakibatkan sekitar 1400 orang harus meninggalkan rumah. Di berbagai wilayah diberlakukan jam malam mencegah penjarahan. Sementara itu bandara internasional Fiji masih tetap dibuka. Polisi dan militer mengangkut turis ke hotel mereka. Diramalkan hujan masih akan turun di Fiji untuk di hari-hari mendatang. * DEMOKRASI TAK SELALU PECAHKAN MASALAH Ketika 22 Desember militer mengambil alih kekuasaan di Guinea, negara di Afrika barat tanda peringatan dibunyikan. Sesaat setelah kudeta berlangsung, masyarakat internasional menyerukan pemilihan umum bebas di negeri itu. Namun, secara perlahan timbul pertanyaan apakah pemilihan umum saat ini tepat untuk Guinea? Laporan Bram Posthumus. Kudeta yang dipimpin kapten Moussa Dadis Camara tiga pekan lalu, mirip dengan pelaksanaan kudeta yang dilakukan oleh pendahulunya, almarhum Lansana Conte. Skenario yang berlangsung sebagai berikut: adegan berlangsung di beberapa wilayah ibukota Guinea, Conakry, istana presiden, parlemen dan di beberapa kamp militer yang tersebar di seluruh ibukota. Pemeran utama adalah: presiden yang sekarat, beberapa kelompok keluarga yang dimotori janda-janda presiden, dan beberapa politisi tingkat atas serta kelompok militer berpangkat lebih rendah. Jauh-jauh hari sebelum presiden meninggal, beberapa kelompok keluarganya terlibat perselisihan soal kekuasaan. Istri-istri sang presiden memimpin kelompok keluarga: mereka memimpin jaringan-jaringan yang melibatkan pejabat militer, pengusaha berpengaruh dari dalam dan luar negeri serta melibatkan pula para politisi. Sesaat setelah presiden meninggal pertanyaannya adalah jaringan mana yang mendapat kekuasaan? Undang Undang Dasar UUD Guinea menyatakan jika kepala negara meninggal maka ketua parlemen, akan menjabat presiden sementara. Presiden sementara harus menggelar pemilihan umum. Namun tak seorang pun di antara anggota jaringan tersebut berniat tunduk terhadap UUD. Akhirnya militer mengambil peran dengan menempati posisi strategis dan menyingkirkan kelompok pemerintahan korup tersebut. Apa yang terjadi di tahun 1984 juga terjadi sekarang. Kapten Camara, merebut kekuasaan dan kelompok pemerintahannya bernama Komite Nasional untuk Demokrasi dan Pembangunan. Perang Dingin Kedua peristiwa itu sama dari dalam, namun sambutan masyarakat internasional berbeda. Saat itu perang dingin berakhir tahun 1984. Presiden Guinea pertama Sekou Toure, baru saja mengusir Uni Sovyet dari negaranya. Sesaat setelahnya kekuasaan diambil alih oleh militer. Masyakarat internasional saat itu tidak mempermasalahkannya. Kembali sebuah negara menjadi sekutu negara-negara barat. Namun sekarang lain keadaannya. Guinea didesak harus menggelar pemilihan umum. Uni Ekonomi Negara-negara Afrika Barat, menyatakan terkejut dengan kudeta militer tersebut. Sementara itu Sekjen PBB Ban Ki-moon memerintahkan pegalihan kekuasaan harus menurut UUD. Uni Afrika mengeluarkan Guinea dari keanggotaan. Sementara Amerika dan Uni Eropa menyerukan agar negara itu kembali menjadi negara demokrasi. Suara berbeda Satu-satunya suara yang berbeda datang dari presiden Senegal Abdoulaye Wade. Ia mengatakan telah berbicara dengan pemimpin kudeta militer dan mereka menyatakan bersedia untuk menggelar pemilihan umum dalam waktu delapan bulan. Jangka waktu itu sudah 16 lebih singkat dibanding apa yang pernah dilontarkan oleh Camara dalam pidato pertamanya. Sebetulnya Guinea sudah harus menggelar pemilihan parlemen tahun 2007, namun hal ini tertunda terus menerus. Dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan pemilu sebesar 35 juta dolar merupakan hambatan besar di negara yang bangkrut itu. Pemasukan negara menghilang ke kantong jaringan elit politik yang berupaya dilenyapkan oleh Camara dan sekutunya. Sarana Dasar Pertanyaannya sekarang apakah Guinea memang siap untuk menggelar pemilu. Presiden Senegal berpendapat, kelompok militer harus diberi waktu untuk mengembalikan segala sesuatunya dengan baik termasuk mengembalikan sarana dasar yang sebagian besar menghilang selama pemerintahan Conte. Antara lain seperti saluran listrik, air bersih, pengambilan sampah, pelayanan kesehatan dan pendidikan. Ditakutkan, kelompok elit yang menjatuhkan Guinea akan kembali dengan digelarnya pemilihan umum. Selain itu ada risiko lain yaitu kudeta akan berlangsung kembali. Di samping itu dikhawatirkan militer kembali akan melakukan kesalahan lama dan menghapus keinginan baik baik mereka di masyarakat. Beberapa di antara peristiwa yang meresahkan adalah penyerbuan ilegal polisi, serta perampokan pengusaha oleh tentara. Jalan yang paling baik yang harus dilakukan masyarakat internasional adalah membantu untuk menghentikan kemerosotan itu. Dalam situasi saat ini pemilihan umum harus ditunda. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
