---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 28 Januari 2009 15:41 UTC



** ISRAEL BOMBARDIR TEROWONGAN ANTARA GAZA-MESIR

** OBAMA KONTAK KEVIN RUDD

** PUTERI DISUNAT, HUKUMAN MENUNGGU

** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: HUBUNGAN CINA-UNI EROPA DAN BANTUAN AMERIKA 
UNTUK TNI

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: JALAN TIKUS UNTUK DAPAT IZIN TINGGAL DI 
BELANDA

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: MUTALISI KELAMIN GADIS: ORANG TUA BERTANGGUNG JAWAB

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: OBAMA DIHIMBAU TINJAU ULANG KERJASAMA DENGAN 
TNI

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KERJA SAMA BELANDAA-INDONESIA DI BIDANG AIR



* ISRAEL BOMBARDIR TEROWONGAN ANTARA GAZA-MESIR

Pesawat tempur Israel kembali membombardir terowongan antara Jalur Gaza dan 
Mesir. Demikian dilaporkan oleh berbagai saksi mata. Konon tidak ada korban 
jatuh. Antara kota Rafah, Gaza Selatan, dengan Mesir, dikabarkan ada puluhan 
terowongan yang digunakan Hamas untuk menyelundupkan senjata. Pemasokan senjata 
ini bagi Israel merupakan salah satu alasan untuk menggelar serangan 
besar-besaran terhadap Hamas akhir Desember lalu. Seminggu lalu Israel dan 
Hamas secara terpisah memberlakukan gencatan senjata, namun pelanggaran sering 
terjadi. Selasa kemarin serdadu Israel tewas akibat ledakan bom di perbatasan. 
Tiga tentara lainnya terluka. Setelah itu tentara Israel menggelar operasi 
singkat di Gaza, yang menewaskan seorang warga Palestina. Sementara itu, utusan 
baru Amerika untuk Timur Tengah, George Mitchell, tiba di Mesir mengawali 
kunjungan keliling seminggu di kawasan itu.


* OBAMA KONTAK KEVIN RUDD

Presiden Amerika Serikat Barack Obama berbicara dengan perdana menteri Ausralia 
Kevin Rudd. Ini merupakan pembicaraan pertama sejak pelantikan Obama minggu 
lalu. Obama dan Rudd terutama membahas soal penanganan bersama krisis finansial 
global. Mereka juga membahas masalah KTT PBB tentang iklim yang digelar tahun 
ini di Kopenhagen. Misi PBB di Afganistan juga disinggung, tapi Obama belum 
meminta Rudd untuk menambah tentara bagi misi itu. Menurut dugaan, Obama nanti 
akan melakukan itu. Obama berkali-kali mengatakan, operasi di Afganistan akan 
menjadi agenda penting dalam kebijakannya.


* PUTERI DISUNAT, HUKUMAN MENUNGGU

Orang tua yang menyunat  anak perempuannya di luar negeri, kedepan bisa dihukum 
penjara, tulis koran Belanda De Volkskrant. Yang dimaksud di sini adalah orang 
tua yang berasal dari apa yang disebut negara-negara berisiko. Negara-negara 
itu antara lain Eritrea, Sudan dan Ethiopia. Menteri muda urusan Kesehatan 
Rakyat,  Jet Bussemaker,  ingin membuat kontrak dengan para orang tua itu, di 
mana mereka harus menyatakan akan melindungi anak perempuan mereka. Kalau  
setelah liburan di negara asal ternyata puteri mereka disunat, maka orang tua 
akan dikenai hukuman. Di  Prancis kontrak seperti itu sudah ada dan, menurut 
Bussemaker, sudah berjalan. Tidak jelas, berapa gadis Belanda yang disunat. 
Menurut dugaan, antara 50 sampai 500 orang.


* CINA GELAR OPERASI POLISI DI TIBET

Cina menggelar operasi polisi besar-besaran di Tibet. Menurut organisas Hak 
Asasi Manusia (HAM) dalam kurun waktu seminggu ribuan warga kawasan itu 
diinterogasi. Sekitar delapan puluh orang ditangkap. Operasi ini merupakan 
persiapan untuk menghadapi peringatan pemberontakan lima puluh tahun lalu. 
Tahun lalu terjadi kerusuhan di Tibet ketika peringatan diselenggarakan. Saat 
itu banyak protes terhadap pendudukan Cina. Protes itu ditindak keras oleh 
otoritas Cina. Para aktivis HAM mengatakan, kala itu 200 warga Tibet terbunuh.


* MOSKOW TIDAK JADI BANGUN RUDAL DI KALININGRAD

Rusia untuk sementara belum akan menempatkan rudal di Kaliningrad. Hal tersebut 
ditegaskan jurubicara tentara Rusia kepada kantor berita Interfax. Menurutnya, 
rencana itu dibekukan, karena pemerintah Amerika berubah sikap. Rusia sempat 
mengancam akan menempatkan rudal di kantong antara Polandia dan Lituania itu, 
sebagai reaksi terhadap rencana mantan presiden Amerika George W Bush untuk 
membangun taming rudal di Eropa Timur. Menurut jurubicara tentara Rusia, 
presiden Amerika yang baru Barack Obama belum akan melaksanakan proyek itu. 
Pihak Moskow pernah menyatakan akan melakukan konsesi kalau taming itu tidak 
jadi dibangun.


* AUSTRALIA TENGGARA DILANDA PANAS

Australia Tenggara bakal dilanda suhu udara sangat panas. Otoritas Australia 
menyebut, ini terparah dalam kurun waktu seratus tahun. Dinas-dinas bantuan di 
negara-negara bagian Victoria dan Australia Selatan disiapsiagakan sejak suhu 
udara hampir tiap hari 40 derajat Celsius. Para lansia, orang-orang sakit dan 
anak-anak dianjurkan agar tidak keluar rumah pada saat udara sangat panas. Suhu 
udara tinggi juga berimbas bagi kejuaraan dunia tenis di Melbourne. Banyak 
pemain mundur, gara-gara udara terlalu panas, antara lain Novak Djokovic. 
Petenis ini dikenal sebagai salah seorang favorit pria. Rabu ini, untuk pertama 
kali turnamen ditunda, karena suhu udara mencapai 41 derajat Celsius.


* SARJAN TAHIR DIVONIS EMPAT SETENGAH TAHUN
Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta  memvonis seorang 
anggota parlemen RI empat setengah tahun penjara. Sarjan Tahir, anggota Komisi 
IV DPR, terbukti menerima sogokan Rp 5 miliar terkait alih fungsi hutan Pantai 
Air Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Anggota parleman ini adalah 
dari Partai Demokrat, partainya presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Politikus 
lain yang  juga terlibat dalam kasus ini, sudah divonis delapan tahun penjara. 
Tersangka ketiga masih akan divonis.




* FORUM SOSIAL DUNIA DIBUKA DI BRASIL

Di Belem, Brasil, diawali apa yang disebut Forum Sosial Dunia (WSF). Selama 
enam hari para ilmuwan, mahasiswa dan aktivis akan membahas masalah pelestarian 
kawasan Amazone. KTT di Brasil ini bertujuan untuk menyaingi Forum Ekonomi 
Dunia (WEF), yang dibuka hari ini di Davos, Swiss. Di sana ratusan menteri, 
pemimpin pemerintahan dan kepala negara akan membicarakan soal krisis global 
sampai Ahad mendatang. Di antara yang hadir adalah perdana menteri Cina Wen 
Jiabao. Baginya  KTT di Davos ini merupakan awal dari kunjungan keliling di 
Eropa. Antara lain ia akan melawat ke Jerman, Prancis, Spanyo, Inggris Raya dan 
Brussel.


* DUA TEWAS AKIBAT BOM DI BOGOTA

Akibat serangan bom di Bogota, ibu kota Kolombia, setidaknya dua orang tewas 
dan dua puluh orang lain terluka. Bahan peledak itu, yang diduga berupa bom 
mobil, meledak di depan pintu toko penyewa video di kawasan La Cabrere, Bogota 
Utara. Belum jelas siapa di balik kasus pemboman ini. Di masa silam 
gerakan-gerakan kiri seperti FARC dan ELN sering memperdengarkan suaranya di 
Bogota, tapi di bawah presiden Alvaro Uribe, ibu kota jarang dilanda pemboman. 
Maklum, pemberantasan gerilyawan merupakan salah satu agenda penting Uribe.


* HUBUNGAN CINA-UNI EROPA DAN BANTUAN AMERIKA UNTUK TNI

Koran Belanda Trouw menampilkan berita tentang hubungan Uni Eropa Cina. Kedua 
belah pihak sempat cekcok gara-gara kunjungan Dalai Lama. Awal Desember lalu 
Cina membatalkan KTT Cina-Uni Eropa karena Nicolas Sarkozy, presiden Prancis 
yang saat itu menjabat ketua bergilir Uni Eropa, menyambut pemimpin rohani 
Tibet itu.

Saat itu Cina mengancam kerjasama ekonomi dengan Uni Eropa akan terganggu. 
Namun sekarang hubungan Cina Uni Eropa membaik. Perdana menteri Cina Wen Jiabao 
akan keliling Eropa. Jumat besok akan berkunjung ke markas besar Uni Eropa, 
membawa sejumlah besar menteri.

Sikap Beijing berubah karena krisis ekonomi, yang juga memprihatinkan seluruh 
dunia. Hubungan Cina-Eropa begitu membaik sehingga sembilan persetujuan akan 
ditandatangani. Antara lain mengenai bantuan mencegah kecelakaan pertambangan 
dan perbaikan kontrol terhadap barang tiruan. Walhasil, demi menghadapi krisis 
ekonomi, konflik antara Cina dan Uni Eropa terlupakan. Demikian tulis Trouw. 

Kita beralih ke topik Indonesia. Asia Times Online menampilkan tulisan Ed 
McWilliams mantan diplomat Amerika tentang kerjasama Amerika Serikat dengan 
militer Indonesia. Selama perang dingin, McWilliams mengawali tulisannya, 
Amerika membangun aliansi dengan rezim korup dan kejam termasuk rezim Soeharto.

Pada 1991 tentara  Indonesia membunuh lebih dari 270 mahasiswa Timor Timur yang 
berdemo secara damai. Gara-gara insiden Santa Cruz ini Kongres Amerika 
mengurangi bantuan militer untuk RI. Baru ketika sekitar 1400 warga terbunuh 
pasca referendum Timur Timor 1999, Amerika menghentikan bantuan militer.

Sejak lengsernya Soeharto, Amerika kembali memberi bantuan materiil dan 
pelatihan pada TNI. Memang sejak itu demokrasi mulai mekar di Indonesia, tapi 
tentara masih seperti di zaman Orde Baru yakni korup, tetap kebal hukum, tak 
terkontrol sipil dan terus melanggar HAM.

Sejak serangan 11 September hubungan dengan miilter Indonesia dijalin lagi 
untuk memberantas terorisme. Sejak itu untuk pertama kali, terlihat secuil 
reformasi dalam tubuh TNI. Tentara mengurangi anggotanya di parlemen, polisi 
keluar dari ABRI dan 18 orang termasuk perwira tinggi diadili dalam kasus 
kekerasan di Timtim pada 1999.

Namun kerjasama Washington dengan TNI ini menyulut masalah-masalah fundamental 
lain. Bantuan Amerika untuk TNI itu menafikan kenyataan bahwa yang memberantas 
terorisme bukan TNI tetapi Polri. 

November 2005 pemerintahan Bush berhasil mencabut pembatasan Kongres bagi 
bantuan kepada TNI. Menlu Condoleezza Rice saat itu mengimbau agar kerjasama 
militer Amerika dengan TNI "carefully calibrated" atau secara perlahan 
"disesuaikan dengan" reformasi militer Indonesia.

Namun penyesuaian itu, tulis Ed McWilliams, tidak ada dan reformasi pun 
berhenti. Bisnis TNI masih tetap berjalan. Menurut laporan kementerian luar 
negeri Amerika di Papua masih banyak pembalakan liar. Sementara perusahaan 
domestik dan luar negeri masih saja melakukan pemerasan. Oleh karena itu Ed 
McWilliams mengimbau agar Obama menghentikan kebijakan pendahulunya tentang 
kerjasama dengan militer Indonesia.

Demikian Asia Times Online dan sekian pula tinjauan pers kali ini.


* JALAN TIKUS UNTUK DAPAT IZIN TINGGAL DI BELANDA

Ada cara baru untuk bisa memperoleh izin tinggal di Belanda. Cara yang disebut 
'rute Eropa', secara jeli memanfaatkan dua aspek hukum Eropa: kebebasan 
bergerak di Uni Eropa, serta undang undang liberal tentang penyatuan keluarga 
di negara-negara tetangga. Laporan redaktur politik John Tyler dari Den Haag. 

Menurut partai oposisi dalam parlemen Belanda, terlalu banyak orang 
menyalahgunakan 'rute Eropa'. Pemerintah didesak untuk berbuat lebih banyak 
menyelesaikan masalah ini. Berikut Sietse Frietsma, anggota parlemen dari 
fraksi kanan, Partai Kebebasan PVV. 

Sietse Frietsma: "Menyedihkan bahwa syarat-syarat untuk memperoleh izin tinggal 
resmi di Belanda, sangat mudah dihindari, yaitu lewat rute Eropa."

Rute Eropa sebenarnya bukan barang baru. Cara ini sudah ada paling tidak sejak 
tahun 2004, ketika Uni Eropa diperluas dengan sepuluh anggota baru, dan lebih 
lama lagi bagi negara-negara anggota pertama. 

Tapi kaum imigran yang masuk Belanda, baru memakai rute Eropa ketika 
undang-undang Belanda menjadi lebih ketat di bawah pemerintah yang berkuasa 
tahun 2005.

Kebebasan mengasihi 
Banyak orang tidak mempermasalahkan pemakaian rute Eropa untuk memperoleh izin 
tinggal di Belanda. Anggota parlemen Naima Azough, dari partai Kiri Hijau, 
GroenLinks, berpendapat ini adalah hak dasar. 

Naima Azough: "Ini bukan kecurangan. Ini bukan penyalahgunaan. Ini adalah 
pemanfaatan hak sama yang dimiliki orang Prancis, Italia atau Polandia di 
Belanda. Ini adalah gerak bebas orang atau gerak cinta."

Begini cara kerjanya. Warga pendapat yang memperoleh kewarganegaraan Belanda, 
sulit memperoleh surat-surat untuk pasangan atau anaknya. Ia kemudian menyewa 
apartemen di Belgia selama enam bulan, mengundang anggota keluarga atau 
pasangannya ke Belgia, dan mengurus surat-surat di sana.

Undang-undang Belgia tidak seketat Belanda. Batas usia lebih lunak, ketentuan 
pendapatan minimal untuk mendatangkan anggota keluarga juga lebih rendah, 
demikian pula biaya mengurus izin tinggal itu juga jauh lebih rendah. Pasangan 
atau keluarga kemudian pindah ke Belanda, yang wajib menerima keputusan Belgia 
memberi izin tinggal.

Tahun-tahun belakangan, makin banyak imigran memperoleh status legal di Belanda 
dengan cara ini. Tidak jelas berapa jumlah mereka persisnya. Sietse Fritsma 
dari Partai Kebebasan memperkirakan, setiap tahun sekitar 1500 imigran 
memperoleh status legal dengan cara ini. Dinas Imgrasi dan Naturalisasi Belanda 
baru tahun lalu mulai mencatat data pemakaian rute Eropa oleh imigran.

Kementerian Kehakiman mengeluarkan perkiraan jumlah pendatang dari luar Uni 
Eropa yang memperoleh visa menetap di Belanda berdasarkan prinsip penyatuan 
keluarga. Tahun 2005, jumlah mereka sebanyak 350 orang, tahun 2006, 240 dan 
2007, 490 orang. Tapi belum jelas seberapa lengkap data ini.

Menteri Muda Kehakiman, Nebahat Albayrak memerintahkan studi ilmiah untuk 
mengetahui siapa saja pengguna rute Eropa dan mengapa. Sementara ingin 
memerangi penyalahgunaan, Nyonya Albayrak berkata inti masalah sebaiknya tidak 
dilupakan.

Nebahat Albayrak: "Debat itu tidak bisa dilakukan tanpa kembali ke sumber 
masalah. Kita juga harus sadar Belanda adalah salah satu perintis Uni Eropa. 
Pada saat itu Belanda benar-tahu dan ingin mewujudkan gerak bebas orang di 
Eropa."

Kebebasan bergerak memang merupakan salah satu nilai dasar Uni Eropa. Tentu 
saja Belanda tidak akan pernah mempersoalkan prinsip ini.


* MUTALISI KELAMIN GADIS: ORANG TUA BERTANGGUNG JAWAB

Gadis-gadis asal Somalia, Etiopia dan Sudan masih tetap beresiko disunat ketika 
berlibur di negara asal. Dua tahun lalu Belanda memulai proyek menangani 
masalah ini. Sejak itu tidak lebih dari empat kasus dilaporkan. Puncak gunung 
es, tegas Menteri Muda Kesehatan, Jet Bussemaker. Ia kini ingin mengarahkan 
perhatian pada orang tua. Laporan redaktur Eropa Perro de Jong.

Semula proyek ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan pihak pelayanan kesehatan. 
Sunat perempuan, mutilasi alat kelamin, adalah tradisi yang jarang dibahas 
imigran dari negara-negara beresiko. Karena itu dokter, tapi juga guru harus 
belajar mengenali ciri-cirinya. Akankah keluarga berlibur dalam waktu dekat? 
Apakah si ibu sendiri disunat?

Ini penting untuk mengetahui siapa yang benar-benar terancam sunat, kata 
Menteri Muda Kesehatan Jet Bussemaker. Tapi ini tidak bisa mencegah 50 sampai 
500 kasus sunat perempuan per tahun, kata Dinas Kesehatan Belanda, GGD.

Contoh Prancis
Karena itu Menteri Muda Kesehatan kini ingin menerapkan cara penanganan yang 
telah terbukti sukses. Ia melakukan kunjungan kerja ke Prancis, yang dianggap 
pelopor dalam pemberantasan mutilasi kelamin gadis dan perempuan. 

Penanganan Prancis bersifat ganda: hukum penjara untuk orang tua yang tetap 
menyunat putri mereka. Tapi juga: membuat kontrak medis. 

Maha Abdulrahman dari Sudanya, LSM perempuan Sudan di Belanda, mendukung 
tindakan tegas ini. 

Maha Abdulrahman: "Sunat merupakan kejahatan terhadap anak-anak. Karena itu 
hukuman penjara adalah cara terbaik menindak semua ayah dan ibu yang menyunat 
putri mereka."

Tekanan negeri asal
Di Belanda, sekarang mutilasi alat kelamin sebenarnya sudah melanggar hukum. 
Hukuman maksimalnya tinggi: 12 tahun penjara. Tetapi pada prakteknya belum ada 
pihak yang mengadukan mutilasi alat kelamin pada polisi. Menurut pengalaman 
lapangan, tekanan yang dialami sebuah keluarga di negeri asal begitu besarnya, 
sehingga tidak ada yang berani mengadukannya pada polisi.

Partai konservatif VVD karena itu datang dengan usul wajib kontrol medis 
setelah gadis-gadis kembali dari negeri asal orang tua mereka. Ini 
kedengarannya langkah keras, tetapi menurut Menteri Muda Kesehatan Jet 
Bussemaker contoh pengalaman Prancis membuktikan cara ini tidak jalan. 

Ketika pulang ke negeri asal, warga pendatang Prancis sering berhadapan dengan 
keluarga yang menghendaki supaya gadis mereka disunat. Itu dilakukan sampai 
awal masa pubertas, ketika tidak bisa dilakukan kontrol medis tanpa persetujuan 
si gadis. Karena takut, gadis-gadis yang kena sunat biasanya juga tidak memberi 
izin pemeriksaan itu.

Kontrak Dukungan 
Justru untuk menghadapi tekanan psikologis itulah Menteri Muda Kesehatan 
Belanda Jet Bussemaker menghendaki sebuah kontrak. Sebelum berangkat ke negeri 
asal, para orang tua harus menandatangi pernyataan akan melindungi anak gadis 
mereka dari mutilasi. Kontrak itu bisa mereka tunjukkan pada keluarga di negeri 
asal.

Jet Bussemaker: Kontrak itu merupakan semacam perlindungan. Karena kepada 
keluarga di negeri asal mereka bisa berkata, kalau gadis kami disunat, maka 
kami akan dihukum. Jadi itu tidak boleh terjadi.

Keluarga yang membawa kontrak harus juga menjalani kontrol medis. Kalau ada 
keluarga yang dianggap resiko tinggi, maka kontrol macam itu akan bermanfaat.

Penyuluhan dan Dobrak Tabu
Maha Abdulrahman dari LSM Sudanya menyambut baik kontrak itu, tetapi dengan 
catatan kritis.

Maha Abdulrahman: Anak-anak pasti akan terlindungi. Dengan demikian orang tua 
akan harus menghormati kontrak yang ada. Dan mereka tidak akan berani 
membiarkan gadis mereka disunat pada waktu liburan di negara asal. Walau 
begitu, saya takut akan ada orang yang tidak melindungi kontrak ini.

Maha Abdulrahman masih ingat sekali saat-saat ia disunat. Ia tidak merasa kena 
tekanan. "Itu terjadi begitu saja." Karena itu menurutnya, hanya penerangan, 
mendobrak tabu yang masih ada, yang merupakan jalan keluar.

Menteri Muda Kesehatan Belanda tidak ingin menunggu. Sistem kontrak sudah 
terbukti berhasil di Prancis. Sekarang harus dilihat bagaimana Belanda 
menanganinya.


* OBAMA DIHIMBAU TINJAU ULANG KERJASAMA DENGAN TNI

Intro: Pemerintah Presiden Barack Obama yang bertujuan mengubah politik luar 
negeri Amerika dihimbau untuk meninjau kembali kerjasama dengan TNI. Kalau 
dengan alasan perang melawan teror, pendahulu Obama telah membuka kerjasama 
dengan militer Indonesia, maka sekarang Obama justru dihimbau untuk tidak 
melanjutkannya. Di Indonesia pembasmian terorisme merupakan tugas polisi, bukan 
tentara. Tapi benarkah kerjasama militer Indonesia dan Amerika sudah pulih? 
Berikut penjelasan Kusnanto Anggoro, pengamat militer dari CSIS di Jakarta.

Kusnanto Anggoro [KA]: Kalau kerjasama militer kedua negara belum pulih sampai 
tahun 2001 ya. Tahun lalu itu baru diputuskan bahwa tahun 2009 kembali foreign 
military sales (penjualan alat militer asing) akan dikembalikan seperti semula. 
Kurang lebih 600 ribu dolar untuk bantuan itu. Sekarang ada seruan beberapa 
orang untuk menghentikan, mengalihkan bantuan militer ke Indonesia, saya kira 
kaitannya lebih banyak kepada foreign military sales. Tapi tidak dalam konteks 
yang lain. Misalnya yang berkaitan dengan extended military training dan 
sebagainya ya memang sudah berjalan. 

Saya kira untuk itu kemungkinan besar tidak akan ada perubahan itu ya. Jadi 
saya kira akan ada segi perubahan saja pada penjualan beberapa jenis 
persenjataan. Seberapa besar itu akan mengganggu Indonesia, bisa dipertanyakan. 
Nah, jumlahnya tidak besar hanya sekitar 600 ribu dolar. Dan yang kedua karena 
Indonesia juga tidak mempunyai cukup uang untuk membeli. Jadi saya kira 
terlepas dari persoalan apakah Amerika bersedia untuk memberikan kembali 
foreign military sales, dampaknya kepada Indonesia sebenarnya tidak besar. 

Mungkin saja ada sedikit reorientasi mengenai kerjasama di bidang lain 
khususnya kerjasama untuk melawan terorisme gitu ya, yang sebenarnya Amerika 
Serikat sejak tahun 2002 sudah banyak menjalin hubungan dengan Kepolisian 
Indonesia. Dengan TNI itu sangat terbatas ya, hanya sedikit sekali gitu ya. 
Jadi sampai sekarang saya kira belum ada rencana dalam konteks rehabilitasi 
pasca serangan.

Kalau itu ada. Antara lain kerjasama yang dijalin antara lain Angkatan Laut 
Amerika Serikat dengan Angkatan Laut Indonesia. Itu saya yakin nggak akan 
berubah. Karena sumber biayanya lain, foreign military sales dan extended IMET 
itu dari Pentagon. Tetapi kalau yang lain-lain itu bukan melalui Departemen 
Pertahanan di Amerika.  

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Selama ini kan presiden Bush, dalam politik 
luar negerinya terhadap Indonesia kan mengacu pada perang melawan terorisme ya, 
dan bekerjasama dengan TNI. Apakah menurut Anda benar itu?

KA: Tidak, tidak. Saya kira harus dibedakan antara kebijakan presiden Bush 
dengan fokus pada war against terror dengan kemudian bekerjasama dengan pihak 
Indonesia. Pertama perlu saya katakan bahwa kebijakan Indonesia sendiri kan 
tidak menitikberatkan perang terhadap terorisme. Lebih sering pemerintah 
Indonesia menggunakan istilah kebijakan komprehensif untuk memerangi terorisme. 
Itu termasuk di antaranya adalah pendekatan kultural, pendekatan politik, 
pendekatan penegakan hukum.

Baru pada level tertentu, katakanlah pada tingkat pemulihan keadaan itu akan 
melibatkan satuan-satuan militer. Jadi aspek atau dimensi militer di Indonesia 
mengenai kebijakan menanggulangi tindak pidana terorisme itu hanya sangat 
kecil. Mungkin hanya sekitar 15% saja dari keseluruhan kebijakan ya, mengenai 
terorisme ini.

Kemudian yang kedua, tidak betul kalau presiden Bush sudah menjalin kerjasama 
dalam penanggulangan anti teror dengan TNI. Karena selama ini memang belum ada 
kerjasama itu. Yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat termasuk pada 
masa pemerintahan presiden Bush, adalah program melawan terorisme, terutama itu 
dengan polisi. Jadi malah tidak ada sebenarnya kerjasama dengan TNI.

Nah, rencananya memang tahun depan saya kira itu akan dimulai. Tetapi masih 
dinegosiasikan substansi kerjasama itu, karena bisa saja terdiri dari beberapa 
elemen. Mungkin saja hanya terbatas pada yang pertama peningkatan kemampuan 
operasional. Kemudian yang kedua adalah tukar-menukar informasi. Yang ketiga 
adalah diseminasi mengenai etik bagaimana harus menanggulangi terorisme. Yang 
keempat mengenai pertukaran antara misalnya pejabat-pejabat militer lingkungan 
TNI di Indonesia maupun tentara Amerika untuk saling kunjung-mengunjungi dan 
sebagainya. 

Jadi empat elemen itu termasuk dalam program kerjasama. Sehingga kalaupun ada 
semacam perubahan orientasi mengenai kerjasama dengan TNI dalam penanggulangan 
terorisme misalnya kemungkinan besar itu akan menyangkut hal yang berkaitan 
dengan operasional komdak. Tentang kemampuan operasional TNI. Yang sangat 
berpengaruh tentunya satuan-satuan anti terorisme Indonesia. Misalnya yang 
dimiliki Kopasus seperti Detasemen 81, kemudian Angkatan Laut Jalamakara, 
Angkatan Udara Bravo dan sebagainya.

Tapi tidak akan secara langsung mempengaruhi misalnya restorasi, penindakan 
terhadap terorisme, tentang keharusan untuk mematuhi hak-hak asasi manusia dan 
sebagainya, saya kira tidak akan termasuk dalam pemotongan itu. Nah, selebihnya 
adalah bahwa sejak tahun 2002 kerjasama dengan polisi itu sangat intens oleh 
Amerika Serikat. Program-program Pentagon dalam konteks penegakan hukum itu 
kepada polisi.


* KERJA SAMA BELANDAA-INDONESIA DI BIDANG AIR

Belanda akan bekerja sama dengan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika 
BMKG serta Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air Pusair. Kerja sama 
dilakukan di bidang meteorologi, pengelolaan air, perubahan iklim, pengembangan 
sistem peringatan dini banjir dan pertukaran pengetahuan. Sebelumnya Belanda 
pernah bekerja sama dengan Indonesia di bidang ini. Apa bedanya antara kerja 
sama kali ini dan apa yang diharapkan Indonesia dari Belanda? Ikuti keterangan 
Kepala Pusair, Ari Setiadi Moerwanto.


Ari Setiadi Moerwanto[ASM]: Satu, masalah yang kita hadapi sekarang adalah 
begitu luasnya dan tidak jamannya lagi kalau kita bekerja sendiri-sendiri.

Artinya kita perlu juga belajar dengan pengalaman pihak-pihak lain, tenaga ahli 
lain menghadapi satu problema yang kita hadapi saat ini di Indonesia. Sehingga 
kita tidak harus melakukan satu kesalahan yang sama. Sehingga kita bisa lebih 
tepat mengejar ketertinggalan dan memperkuat potensi masing-masing untuk 
kepentingan kedua belah pihak. 

Radio Nederland Wereldomroep[RNW]: Seberapa buruk sebenarnya situasi di 
Indonesia?

ASM: Kaitan dengannya dengan global climate change, harus kami akui bahwa 
Indonesia atau iklim Indonesia sangat fragile ya. Kita dipengaruhi 
perubahan-perubahan yang ada di sekitar kami. Kemudian juga kita dihadapi 
dengan pertambahan penduduk yang begitu cepat. Kemudian juga kendali yang lemah 
terhadap tata guna lahan. 

Untuk itu kita harus dengan cepat menanggulanginya. Kalau tidak kami takut 
kondisi menjadi begitu buruk dan kita tidak bisa menanggulanginya. Itu yang 
pertama.

Yang kedua, kita memerlukan akses terhadap katakanlah pemodelan iklim global 
dan lain-lain, sehingga bisa juga men-downscaling-nya ke wilayah Indonesia gitu.

Beberapa negara sudah lebih dulu lakukan hal itu sehingga untuk memotong waktu 
kita perlukan kalau kita belajar sendiri sangat baik kalau kita bekerjasama. 
Kalau nggak kita akan terlambat menghadapi semua problem yang kita hadapi. 

RNW: Lalu apa yang Anda harapkan dari kerjasama dengan Belanda ini?

ASM: Yang pertama adalah transfer of knowledge. Kemudian juga untuk para 
engineer muda kami, kami harapkan mereka bisa mendapatkan confidence untuk 
bekerja bersama orang-orang asing. 

Kemudian juga dengan kerjasama ini kita sangat berharap bisa membangun suatu 
networking, jadi tidak hanya dengan pemerintah Belanda gitu kan. 

Kemudian dengan networkingnya tenaga-tenaga ahli Belanda, sehingga kita juga 
bisa memperluas jejaringan kerjasama ini. Itu yang sangat kami harapkan. 

RNW: Tadi Anda sudah menceritakan bahwa Pusat Penelitian Anda sudah bekerjasama 
dengan Belanda sejak dulu ya, lalu apa beda antara kerjasama kali ini?

ASM: Kerjasama kami saat ini adalah lebih maju ke depan, prediksi menghadapi 
perubahan iklim global, jadi feature weather. Ya kita prediksi, jadi kita perlu 
lebih canggih lagi. 

Kemudian juga seperti ibu ketahui, beberapa tahun terutama kami melupakan atau 
lalai terhadap regenerasi tenaga ahli. Jadi kita perlu bekerjasama juga mengisi 
kekosongan-kekosongan tenaga ahli. Jadi transfer of knowledge. Kemudian juga 
feature knowledge itu.       

RNW: Kabarnya proyek ini akan dimulai tahun depan sampai 2015. Apakah kurun 
waktu lima tahun itu cukup untuk menangani semua masalah yang dihadapi di 
Indonesia?

ASM: Pasti belum cukup. Setiap tahun akan dikaji ulang ya, untuk 
penekanan-penekanan di mana kita harus melakukannya. 

RNW: Lalu menurut Anda, apa kira-kira yang bisa dicapai dalam lima tahun ini?

ASM: Lima tahun minimum saya mengharapkan bisa membuat suatu sistim yang kita 
perlukan. Sesudah itu kita bisa advancing dengan suatu level yang gapnya yang 
tidak terlalu jauh antara tenaga ahli Indonesia dengan tenaga ahli Belanda. 
Sehingga kita bisa saling menguntungkannya lebih terasa pada tahap yang berikut 
ini. Saya kira seperti itu.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke